Pemilik Dallas Mavericks Mark Cuban menulis sendiri perasaanya setelah timnya gugur di putaran pertama Playoff NBA 2020. Pesan Cuban itu dimuat di The Dallas Morning News. Cuban bangga dan melihat masa depan cerah dari komposisi tim yang sekarang dimiliki.

Cuban menjawab pertanyaan media, dan bahkan bisa menjadi pertanyaan ribuan penggemar Mavericks di seluruh dunia. Pertanyaan itu adalah bagaimana dirinya melihat musim ini serta melihat masa depan tim ini, sebagai pemilik klub tersebut.

Akhirnya, Cuban pun menulis surat langsung yang ditujukan bukan hanya untuk media, melainkan kepada pemain, pelatih, staf tim, dan penggemar Mavericks. Cuban juga menyampaikan terima kasih kepada liga karena sudah memberi solusi unik tentang kelanjutan kompetisi yang sempat terhenti karena pandemi virus korona.

"Saya bangga dengan tim ini," tulisnya. "Dan, saya bangga pada mereka atas siapa mereka dan apa yang mereka lakukan di luar lapangan, daripada semua hal hebat yang kami lakukan di lapangan.

"Seperti yang Anda ketahui dengan baik, tidaklah mudah berada jauh dari keluarga mereka, mengkhawatirkan mereka, melewatkan momen-momen penting dalam hidup mereka, tidak dapat memeluk anak atau pasangan atau hanya berada di sana ketika mereka bangun atau pergi tidur. Dan, di atas itu semua adalah cukup peduli dengan negara kita yang hebat untuk melawan rasisme"

Pengusaha asal Pennsylvania tersebut juga memuji para pemainnya yang bisa menjaga diri dari pergaulan buruk di media sosial. Sebab, Cuban melihat tekanan di "gelembung" NBA membuat para pemain bisa saja mengatakan atau berperilaku buruk. Mereka bisa membuat sesuatu yang tidak diinginkan, dan yang paling mudah adalah di media sosial. Tetapi pemain Mavericks mampu menjaga diri.

Cuban mengerti bahwa usaha maksimal untuk musim ini belum berhasil. Dia sudah mulai mengatur rencana untuk musim depan.

Pengusaha berusia 62 tahun itu termasuk di antara anggota Dewan Gubernur NBA yang minggu lalu bertemu secara virtual dengan para pemimpin Asosiasi Pemain dan eksekutif NBA untuk menyusun rencana aksi untuk membentuk aksi keadilan sosial. Dia setuju untuk mengubah fasilitas di sekitar arena menjadi lokasi pemungutan suara.

"Semua pemain kami, pelatih dan staf, media, serta staf NBA layak mendapat pujian. Hanya mereka yang ada di sana yang tahu bagaimana tantangannya, dan itu mungkin mengubah mereka selamanya," tulis Cuban.

"Dan untuk fans Mavs saya ucapkan terima kasih atas semua dukungannya. Untuk menyemangati kami di ruang keluarga, sebagai penggemar virtual, di mana pun dan bagaimanapun Anda menonton. Kita semua tahu kita sedang membangun sesuatu yang besar dan ini baru permulaan."

Mark Cuban menjadi pemilik Mavericks sejak 2000, juga menonton di TV seperti semua Mavericks dan penggemar NBA. Padahal Cuban adalah pemilik klub yang selalu hadir saat timnya berlaga di playoff. Tapi karena pandemi ini, dirinya tidak bisa pergi ke Orlando. Namun sebagai pemilik, Cuban tetap terikat dengan para pemain dan pelatih Mavericks serta anggota staf panggilan telepon dan berkirim pesan. (tor)

Foto: NBA

Populer

Lima Tim Tersingkir, Persaingan Wilayah Timur Selesai
Rockets Mengunci Playoff, Dillon Brooks Kena Skors
Nikola Jokic dan Stephen Curry Catat Rekor NBA Bersama
Aksi Heroik Anthony Davis Membawa Mavericks Menang Dramatis
NBA Investigasi untuk Gerakan Menembak Senjata Api Ja Morant dan Buddy Hield
Celtics Takluk dari Heat, Joe Mazzulla: Kekalahan Tetap Menyebalkan
Kemenangan Pertama Heat Atas Celtics Setelah Tujuh Pertemuan
NBA Jatuhkan Skorsing untuk 5 Pemain yang Terlibat Insiden Pistons-Timberwolves
Carmelo Anthony Jadi Salah Satu Kandidat Hall Of Fame Class of 2025
Joel Embiid Akan Jalani Operasi Artoskopi Pada Lutut Kirinya