Performa Pertahanan Boston Celtics di Awal 2019-2020

| Penulis : 

Musim baru, bintang baru, semangat baru, itulah yang sedang dirasakan oleh semua pemain dan para fan Boston Celtics. Prestasi musim lalu jelas di bawah ekspektasi. Kehadiran garda All-Star Kyrie Irving tidak juga berdampak positif. Ia justru menjadi masalah bagi internal Celtics.

Pada musim panas 2019 ini, Celtics melepas Kyrie. Mereka juga kehilangan senter senior Al-Horford. Sebagai gantinya, Celtics merekut Kemba Walker dan Enes Kanter.

Dalam prosesnya, demi meraih tiket playoff, Celtics tampil dengan performa di luar dugaan. Untuk sementara, mereka menjadi pemuncak klasemen Wilayah Timur dengan rekor menang-kalah 6-1, termasuk kemenangan dari dua tim kuat Wilayah Timur: Toronto Raptors dan Milwaukee Bucks.

Kukuhnya Pertahanan di Area Dua Angka

Kekuatan Celtics terletak pada kukuhnya pertahanan. Tim asal Boston itu berada di peringkat lima besar sebagai tim pertahanan terbaik dengan kemasukkan satu angka pada setiap penguasaan lawan. Bahkan, Raptors dan Bucks ditekan efisiensi serangannya ke bawah rata-rata tim. Hanya Cleveland Cavaliers, yang mampu menjadi efisiensi serangan tertinggi ketika berhadapan dengan Celtics, yaitu 1,09 angka pada setiap penguasaan.

Area dua angka, terutama restricted dan perimeter, menjadi area yang membuat lawan memiliki efektivitas tembakan yang rendah. Lawan hanya memiliki efektivitas tembakan 57,8 persen dari 28,4 upaya tembakan di area restricted. Sedangkan di area perimeter, lawan memiliki efektivitas tembakan 32,4 persen dari 10,6 upaya.

Celtics juga tidak membiarkan lawan untuk melakukan upaya tembakan secara terbuka di area dua angka. Lawan hanya memiliki 12,4 upaya tembakan secara terbuka dari 51,6 upaya tembakan. Hal tersebut menunjukkan betapa kuatnya pertahanan Celtics di area dua angka. Hanya dua pemain inti yang memiliki kemasukkan dengan efektivitas tembakan di atas 50 persen di area itu, yaitu Daniel Theis dan Kemba Walker.

Performa Pendukung Pertahanan

Selain itu, kekuatan bertahan Celtics dapat terlihat pada performa defensive rebound. Mereka memiliki rata-rata 37,4 defensive rebound. Performa tersebut menempatkan Celtics di peringkat lima besar. Para pemain mereka disiplin dalam melakukan defensive box out. Mereka berada di peringkat 10 besar dengan presentase defensive box out 90,3 persen.

Disiplinnya para penggawa Celtics dalam melakukan box out menjadi kunci yang mendorong performa defensive rebound. Hanya Walker, dari lima pemain inti, yang tidak memiliki rata-rata defensive rebound diatas lima.

Faktor pendukung kedua kukuhnya pertahanan Celtics yaitu steal. Mereka memiliki rata-rata 8,1 steal per pertandingan.

Setelah itu, Celtics juga punya blok. Mereka memang tidak memiliki pemain bintang pada posisi senter-forwarda. Namun, itu tidak menghalangi Celtics untuk melakukan blok sebanyak mungkin untuk menghalau tembakan lawan. Celtics menghasilkan 0,06 block pada setiap penguasaan musuh. Mereka hanya kalah dari tim yang memiliki dua senter-forwarda All-Star seperti Los Angeles Lakers dan tim spesialis bertahan Orlando Magic.

Foto: NBA

Populer

Giannis Antetokounmpo Jadi Target Utama Brooklyn Nets
Giannis Antetokounmpo Cetak Tripel-Dobel Bersejarah di NBA
Stephen Curry dan Warriors Menangi Duel Sengit Melawan Lakers!
Luka Doncic Kecewa dengan Penampilannya Sendiri Saat Hadapi Warriors
Lima Tim Tersingkir, Persaingan Wilayah Timur Selesai
Kepergian Luka Doncic dari Mavs, Bukan Kesalahan Nico Harrison Sepenuhnya?
Klub-klub EuroLeague Gelar Pertemuan Bahas NBA Eropa
Kenny Atkinson Usulkan Penyelarasan Aturan NBA dan FIBA
Nikola Jokic dan Stephen Curry Catat Rekor NBA Bersama
NBA Investigasi untuk Gerakan Menembak Senjata Api Ja Morant dan Buddy Hield