G League Ubah Aturan Tembakan Gratis

| Penulis : 

NBA G League akan mencoba sistem baru. Mereka mengubah aturan tentang tembakan gratis pada 2019-2020. G League melakukan itu untuk memangkas waktu pertandingan.

Menurut laporan Zach Lowe, ESPN, liga minor NBA tersebut akan memberi satu tembakan gratis sesuai jenis pelanggaran. Jadi, para pemain hanya perlu menembak sekali.

Nilai tembakannya beragam. Bisa 1, 2, atau 3. Tergantung dalam kondisi apa ia dilanggar. Seandainya pemain dilanggar ketika melakukan tembakan dua poin, maka ia mendapat satu tembakan gratis bernilai dua poin.

Dalam laporan yang sama, Lowe menjelaskan, perubahan aturan akan berlaku hampir sepanjang pertandingan. G League baru kembali ke aturan lama saat pertandingan tersisa dua menit. Aturan lama itu juga akan berlaku pada babak tambahan. Jadi, seandainya pemain dilanggar ketika melakukan tembakan tiga poin di sisa dua menit atau babak tambahan, ia akan mendapat tiga tembakan gratis.

Komite kompetisi NBA telah mendiskusikan konsep aturan tembakan gratis itu dalam rapat baru-baru ini. Ofisial liga kemudian membawa hasil diskusi kepada para kepala pelatih NBA dalam pertemuan tahunan pramusim pada awal bulan ini di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Namun, konsep itu sendiri sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya saja mereka belum mendapat kesempatan menjalankannya saat itu.

Uji coba aturan tembakan gratis ini ditengarai oleh masalah waktu pertandingan. NBA ingin memangkas waktu. Kepala Operasional Liga Brad Walker mengatakan, model satu tembakan gratis akan memangkas antara 6—8 menit dalam satu pertandingan. Sehingga bisa lebih cepat selesai dari sebelumnya.

Rata-rata waktu pertandingan G League sendiri bisa berlangsung hingga 2 jam 5 menit musim lalu. Seandainya aturan baru itu berhasil, menurut Walker, pertandingan bisa berlangsung di bawah dua jam. Oleh karena itu, ia ingin mencobanya.

“Kami tidak tahu seberapa besar pengaruhnya di level G League sampai kami mencobanya,” kata Walker, seperti dikutip ESPN.

Aturan baru itu tentu saja menuai pro dan kontra. Penerapan konsep bahkan sempat tertunda. Namun, NBA tampak tidak mau menunda lagi. Mereka ingin menguji coba. G League menjadi kelinci eksperimen. Apa pun hasilnya, mereka akan menuai sendiri. (put)

Foto: NBA

Populer

Lima Tim Tersingkir, Persaingan Wilayah Timur Selesai
Nikola Jokic dan Stephen Curry Catat Rekor NBA Bersama
Kepergian Luka Doncic dari Mavs, Bukan Kesalahan Nico Harrison Sepenuhnya?
Aksi Heroik Anthony Davis Membawa Mavericks Menang Dramatis
Stephen Curry dan Warriors Menangi Duel Sengit Melawan Lakers!
Rockets Mengunci Playoff, Dillon Brooks Kena Skors
NBA Investigasi untuk Gerakan Menembak Senjata Api Ja Morant dan Buddy Hield
Kenny Atkinson Usulkan Penyelarasan Aturan NBA dan FIBA
Celtics Takluk dari Heat, Joe Mazzulla: Kekalahan Tetap Menyebalkan
Carmelo Anthony Jadi Salah Satu Kandidat Hall Of Fame Class of 2025