Timnas 3x3 Indonesia kembali berlaga di FIBA 3x3 U23 Nations League 2018 African & Asian Conference. Di Stop 2 yang berlangsung Minggu, 3 Juni, tim putra mendapatkan medali perak. Sementara tim putri gugur di semifinal.

Di Stop 2, Indonesia berada di grup B bersama Mongolia dan Mongolia U18. Tim putra Indonesia berhasil memenangkan dua laga di babak penyisihan. Mereka menang 14-10 dari tim Mongolia U18 dan mengalahkan Mongolia dengan kemenangan sempurna, 21-13.

Nuke Tri Saputra dan kawan-kawan menghadapi Uganda di babak semifinal. Wakil Afrika tersebut sulit untuk ditaklukkan. Tetapi Indonesia bisa unggul 11-10 saat waktu 10 menit berakhir. Kemudian di babak final, Indonesia kalah 14-22 atas Mongolia. Tim yang sempat dikalahkan di babak penyisihan.

Sementara itu, tim putri Indonesia kali ini harus gugur di babak penyisihan. Padahal di Stop 1 1 Juni 2018, mereka bisa mendapatkan medali perak. Tapi kali ini, Jovita Elizabeth dan rekan gagal mengulang sukses.

Tim putri Indonesia memenangi satu dari dua laga di babak penyisihan. Indonesia menang 13-2 atas Mongolia U18. Lalu mereka tunduk 9-13 dari Mongolia.

Di babak semifinal, tim putri Indonesia menghadapi tim terkuat, Cina. Sebelumnya Cina mendapatkan medali emas di Stop 1. Di semifinal Stop 2, Indonesia dihajar 8-17. Cina pun sukses membawa pulang medali emas kedua di ajang tersebut, setelah menang 21-11 dari Uganda di final.

Foto: instagram 3x3 Indonesia

Populer

Lima Tim Tersingkir, Persaingan Wilayah Timur Selesai
Nikola Jokic dan Stephen Curry Catat Rekor NBA Bersama
Rockets Mengunci Playoff, Dillon Brooks Kena Skors
Aksi Heroik Anthony Davis Membawa Mavericks Menang Dramatis
NBA Investigasi untuk Gerakan Menembak Senjata Api Ja Morant dan Buddy Hield
Celtics Takluk dari Heat, Joe Mazzulla: Kekalahan Tetap Menyebalkan
Carmelo Anthony Jadi Salah Satu Kandidat Hall Of Fame Class of 2025
NBA Jatuhkan Skorsing untuk 5 Pemain yang Terlibat Insiden Pistons-Timberwolves
Kemenangan Pertama Heat Atas Celtics Setelah Tujuh Pertemuan
Kepergian Luka Doncic dari Mavs, Bukan Kesalahan Nico Harrison Sepenuhnya?