<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MAINBASKET</title>
	<atom:link href="http://mainbasket.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mainbasket.com</link>
	<description>Indonesia Jawara Basket Dunia!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 11:57:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>A to the Ry to the Sap to the To!</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/22/a-to-the-ry-to-the-sap-to-the-to/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/22/a-to-the-ry-to-the-sap-to-the-to/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 06:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[TrashTalk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6529</guid>
		<description><![CDATA[Lemparkan sebuah bola bekel dengan sangat keras menyamping ke arah lantai yang pantulan keduanya mengenai dinding. Perhatikan bagaimana bola bekel tersebut terpantul liar namun tetap bertenaga. Setiap pantulan seolah menjadi sebuah tenaga baru, walau tentu saja ujungnya ia akan berhenti. Kelincahan bola bekel dalam tiga laga terakhir terlihat pada setiap laga Muba Hangtuah IM Sumsel. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lemparkan sebuah bola bekel dengan sangat keras menyamping ke arah lantai yang pantulan keduanya mengenai dinding. Perhatikan bagaimana bola bekel tersebut terpantul liar namun tetap bertenaga. Setiap pantulan seolah menjadi sebuah tenaga baru, walau tentu saja ujungnya ia akan berhenti.</p>
<p>Kelincahan bola bekel dalam tiga laga terakhir terlihat pada setiap laga Muba Hangtuah IM Sumsel. Dan bola bekel lincah tersebut adalah Ary Sapto!</p>
<p>Statistik Ary Sapto dalam tiga laga terakhir memang masih labil. namun kehadirannya di setiap laga Muba Hangtuah menjamin kestabilan tim ini dalam melancarkan panahan-panahan tajam yang jitu!</p>
<p><a href="http://mainbasket.com/wp-content/uploads/2012/02/Picture-91.png"><img class="alignleft size-full wp-image-6531" title="Picture 9" src="http://mainbasket.com/wp-content/uploads/2012/02/Picture-91.png" alt="" width="737" height="149" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masih panjang perjalanan untuk menyaksikan aksi-aksi hebat Ary Sapto selanjutnya. Jika kestabilannya terjaga, minimal sehebat tiga laga di Denpasar ini, maka jelas, Muba Hangtuah akan menjadi kandidat kuat untuk lolos empat besar!</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Satria Muda Melaju Melibas Satya Wacana</strong></p>
<p>Juara bertahan Satria Muda Britama Jakarta masih tangguh bahkan terlalu tangguh bagi lawannya Satya Wacana Angsapura Salatiga. Pemimpin klasemen yang baru mengalami kekalahan dua kali ini tidak menemukan kesulitan berarti untuk melibas Satya Wacana. <strong>Satria Muda menang 77-47.</strong></p>
<p>Yo Sua yang tampaknya mendapat tugas untuk menempel ketat point guard Satria Muda, Faisal J. Achmad menjalankan tugasnya dengan baik. Faisal tidak mencetak satu angkapun selama kuarter pertama. Sebaliknya Yo Sua sendiri lebih beruntung dengan dua angka. Menempel ketat Faisal, Satya Wacana kerap terlambat menutup penembak jitu Satria Muda, Bonanza Siregar. Bona berhasil memasukan dua kali tembakan tiga angka dan membawa timnya unggul sementara 18-12 di akhir kuarter pertama.</p>
<p>Hujan tembakan tiga angka menimpa ring Satya Wacana. Pertahanan yang terlalu dalam untuk mengantisipasi para big man dijawab Satria Muda dengan baik. Dua tambahan tembakan tiga angka dari Bonanza dan dua tembakan tiga angka dari Arki Dikania Wisnu membawa Satria Muda unggul 33-23 di akhir kuarter kedua.</p>
<p>Meskipun unggul, Satria Muda sebenarnya mengalami perlawanan yang cukup ketat di kuarter kedua. Perlawanan yang hampir sepenuhnya mampu diredam di kuarter ketiga. Melalui Arki dan Bonanza Siregar, Satria Muda menjauh menutup kuarter ketiga dengan kedudukan 65-31.</p>
<p>Unggul jauh, Satria Muda melonggar di kuarter terakhir. Satya Wacana berkesempatan menambah angka namun tidak sampai mendekati raihan Satria Muda. Bonanza menjadi pencetak angka terbanyak dengan 18 poin, disusul oleh Arki dengan 12 poin. Coach Ocky Tamtelahitu tidak menurunkan forward andalan Wellyanson Situmorang.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Garuda Kembali Stabil dan Belum Terkalahkan</strong></p>
<p>Melakoni tiga laga di Denpasar, Garuda Speedy Bandung masih tetap perkasa belum terkalahkan. Korban kekuatan Garuda yang mulai stabil kembali adalah Comfort Mobile BSC Jakarta. Melalui laga yang sedikit tidak berimbang, <strong>Garuda menang 59-30.</strong></p>
<p>Wendha Wijaya yang menjadi pengatur serangan pertama Garuda di kuarter pertama bermain tidak dalam tempo yang terlalu tinggi. Garuda lebih mengandalkan operan-operan yang banyak dieksekusi di area bawah ring BSC. Hal kebalikannya dilakukan BSC. Tim yang masih belum diperkuat kembali oleh Airlangga Sabara ini justru menerapkan strategi tembakan-tembakan luar. Laga kuarter pertama berakhir 13-10 untuk keunggulan Garuda.</p>
<p>Kuarter kedua berjalan lebih lamban lagi. Hingga menjelang akhir kuarter, Garuda hanya menambah empat poin sementara BSC hanya dua. Fadlan Minallah yang kerap kali berada dalam posisi bebas di bawah ring BSC beberapa kali gagal memasukan bola yang seharusnya mudah. Garuda bermain cepat di akhir kuarter kedua dan berhasil mengacak-acak pertahanan BSC dan menambah 10 poin lagi. Garuda unggul sementara 27-15.</p>
<p>Postur Vinton Nolland, Hendrik Agustinus, dan Fadlan Minallah tidak mendapat perimbangan yang setara di kubu BSC. Kondisi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh tiga big man Garuda tersebut. Dominasi ketiganya sulit terbendung di kuarter ketiga dan memperlebar jarak poin menjadi 43-24.</p>
<p>Dengan menekan BSC pada 30 poin di hasil akhir, Garuda semakin mantap sebagai tim dengan poin kemasukan yang paling sedikit. Vinton Nolland menjadi pencetak angka terbanyak bagi Garuda dengan 18 poin dan sembilan rebound.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Dell Aspac Buktikan Ketangguhan atas Bimasakti</strong></p>
<p>Dell Aspac Jakarta yang kembali memberikan kepercayaan lebih kepada para pemain yuniornya kali ini menuai hasil positif. Menghadapi Bimasakti Nikko Steel Malang yang juga mulai semakin tangguh, <strong>Dell Aspac menang 74-59</strong> meskipun laga sedikit alot.</p>
<p>Masuk ke kuarter pertama, Dell Aspac belum berani bermain-main, pelatih kepala Tjetjep Firmansyah masih memberikan kesempatan kepada Isman Thoyib, Sigit Harun, Pringgo Regowo, Mario Gerungan, dan Oki Wira untuk &#8220;membuka jalan&#8221;. Hasilnya, enam poin dari Pringgo, dan masing-masing dua dari empat pemain lainnya plus dua dari Handri Satriya membawa Dell Aspac unggul sementara 16-9 di akhir kuarter pertama.</p>
<p>Kuarter kedua menjadi ajang bermain para pemain Dell Aspac yang lebih muda; Raymond Shariputra, Handri Satriya, Anggi Arizki, dan Muhammad Irman bergantian mengisi posisi masing-masing. Meskipun tidak terlalu impresif, penampilan mereka pun tidak mengecewakan. Namun kesempatan ini juga tidak disia-siakan oleh Bimasakti yang akhirnya bermain sama kuat di kuarter kedua dengan raihan 13 sama.</p>
<p>Yanuar Priasmoro, Heryanto Gunawan, dan Bima Rizky mulai menggebrak di kuarter ketiga. Meskipun hasil akhir kuarter ini masih menjadi milik Aspac, laga di dalamnya dikuasai oleh Bimasakti. Bimasakti mencetak 22 poin, sementara Dell Aspac hanya 19.</p>
<p>Selisih empat angka di akhir kuarter ketiga membuat Coach Tjetjep tidak ingin mengambil resiko. Dell Aspac bermain cepat dan melepaskan tembakan dengan percaya diri. Dell Aspac akhirnya kembali menjauh dengan poin tertinggi terakhir dicetak oleh Pringgo dengan 14 poin dan sembilan rebound. Pada kubu Bimasakti, Yanuar mantap dengan 21 poin.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Muba Hangtuah Pecundangi Stadium</strong></p>
<p>Dua tim yang mengalahkan Pelita Jaya Esia Jakarta di Denpasar akhirnya bertemu. Seolah ingin saling membuktikan siapa yang terbaik, pertarungan antara Muba Hangtuah IM Sumsel melawan Stadium Jakarta berjalan dengan penuh gairah. Muba Hangtuah akhirnya membuktikan diri lebih baik daripada Stadium dengan mendominasi dan mengendalikan laga sepanjang pertandingan. <strong>Muba Hangtuah menang telak 88-56.</strong></p>
<p>Tidak ada ampun bagi Stadium. Hardianus yang menjadi pengendali serangan Muba Hangtuah memasang kondisi timnya pada pola permainan kecepatan tempo tinggi. Pola pick and roll, close out, post up play semua berjalan cepat. Transisi ofense-defense dan sebaliknya kencang terkendali. Stadium tergopoh-gopoh tertinggal 27-9 di kuarter pertama.</p>
<p>Kuarter kedua setali tiga uang. Tempo permainan Muba Hangtuah tetap tinggi. Ary Sapto dan Agustinus &#8220;Aguy&#8221; Sigar sangar menjadi eksekutor Muba Hangtuah dalam berbagai posisi tembak. Ary mencetak 12 angka dan Aguy sembilan poin untuk membawa Muba Hangtuah memperlebar jarak 54-25 di akhir kuarter kedua.</p>
<p>Di bawah kendali point guard Fanny Budianto dan Anton Sujarwo, Stadium mencoba mengimbangi kecepatan Muba Hangtuah. Sayang, motor-motor serangan Stadium belum siap dan berbuah bumerang bagi Stadium sendiri. Total field goals Stadium menurun dibandingkan kuarter kedua. Dan alih-alih berhasil, Stadium malah lebih sering melakukan turn over. Total 20 kali turn over dilakukan oleh Stadium dalam usaha mengimbangi Muba Hangtuah. Sebaliknya, Ary Sapto dan kawan-kawan dengan tenang meminimalisasi kesalahan dengan sangat baik.</p>
<p>Unggul 76-38 di akhir kuarter ketiga, Muba Hangtuah ternyata masih sangat bertenaga. Aguy masih menambah lima poin melalui serangan-serangan fastbreak. Aguy akhirnya menjadi pencetak angka terbanyak kedua bagi Muba Hangtuah dengan 21 poin. Ary Sapto dahsyat dengan meraih double-double, 22 poin dan 11 rebound.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/22/a-to-the-ry-to-the-sap-to-the-to/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Kambing-kambing Hitam Kekalahan Pelita Jaya</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/21/mencari-kambing-kambing-hitam-kekalahan-pelita-jaya/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/21/mencari-kambing-kambing-hitam-kekalahan-pelita-jaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 03:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[TrashTalk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6526</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Dell Aspac Jakarta kalah atas Satria Muda Britama Jakarta, terlihat jelas betapa faktor lebih mengandalkan pemain yunior menjadi faktor penyebab kekalahan terbesar. Ketika Garuda Speedy Bandung kalah dari beberapa lawannya di musim ini, faktor kurangnya kekompakan tim, pertahanan yang buruk, dan penyebab lain terlihat jelas di lapangan. Begitu juga saat tim-tim lain seperti CLS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Dell Aspac Jakarta kalah atas Satria Muda Britama Jakarta, terlihat jelas betapa faktor lebih mengandalkan pemain yunior menjadi faktor penyebab kekalahan terbesar. Ketika Garuda Speedy Bandung kalah dari beberapa lawannya di musim ini, faktor kurangnya kekompakan tim, pertahanan yang buruk, dan penyebab lain terlihat jelas di lapangan.</p>
<p>Begitu juga saat tim-tim lain seperti CLS Knights Good Day Surabaya mengalami kekalahan. Atau Muba Hangtuah IM Sumsel, Stadium Jakarta, Bimasakti Nikko Steel Malang mengalami hal yang sama, faktor-faktor penyebab kekalahan terpampang jelas dalam laga yang berlangsung. Namun dalam kasus kekalahan-kekalahan Pelita Jaya Esia Jakarta terlebih dalam dua kekalahan tragis mereka atas tim papan tengah, Muba Hangtuah dan Stadium, tidak begitu jelas, apa yang membuat mereka kalah.</p>
<p>Kekompakan tim tampaknya bukanlah sebuah isu. Tim ini terlihat selalu kompak di lapangan. Duet Kelly Purwanto dan Erick Sebayang, atau pun kendali serangan dan pertahanan barjalan solid. Kinerja para pemain pun stabil. Pemain-pemain pencetak angka terbaik di Pelita Jaya selalu tampil pada performa terbaik, dan rasanya sangat jarang terlihat menurun pada performa yang buruk. Silahkan tengok daftar statistik Pelita Jaya di situs resmi NBL Indonesia untuk membuktikan.</p>
<p>Performa Pelita Jaya baik-baik saja. Namun kenyataannya, tim unggulan ini sudah menelan enam kali kekalahan. Dan penyebab kekalahan-kekalahan tersebut tak ingin menampakan diri pada saat pertandingan berlangsung.</p>
<p>Bagaimana dengan data statistik? Bisakah data-data dari enam kali kekalahan Pelita Jaya dipaksa berbicara? Barangkali bisa. Walau dengan sedikit paksaan dan siksaan :)</p>
<p><em>Kekalahan 1, Pelita Jaya 51-58 Dell Aspac.</em></p>
<p>Field goals kedua tim sama-sama rendah, Pelita Jaya 21% (17/81), Dell Aspac 25% (18/72). Tipis banget. Mengingat jumlah yang masuk hanya terpaut satu kali bola masuk, boleh jadi serangan sama-sama kuat. Sama-sama wangi dan sama-sama bau. Kedua tim pun sama-sama ceroboh. Keduanya melakukan 16 kali turn over. Kekuatan dalam merebut bola-bola pantul pun sama kuat, Pelita Jaya meraih 54 rebound, Dell Aspac 55. Satu-satunya perbedaan mencolok adalah raihan freethrow. Pelita Jaya 14/28, Dell Aspac 20/32. Kesempatan Dell Aspac lebih banyak 4 kali. Selisih masuk yang mencapai 6 poin sedikit menjawab kekalahan 7 angka Pelita Jaya. Kambing hitam: akurasi freethrow 50% adalah rendah.</p>
<p><em>Kekalahan 2, Pelita Jaya 48-69 CLS Knights.</em></p>
<p>Selisih 21 poin berbicara banyak. Kambing hitam mengembik nyaring: field goals Pelita Jaya rendah alias bau. Pelita Jaya 19/67 (28%), CLS Knights 28/69 (40%). Faktor-faktor lain relatif seimbang.</p>
<p><em>Kekalahan 3, Pelita Jaya 83-86 Satria Muda.</em></p>
<p>Kembali, kambing hitam yang tertangkap adalah rendahnya akurasi. Dalam usaha serangan menembak yang lebih banyak, Pelita Jaya hanya mampu memasukan sebagian kecil saja, 24/77 (31%). Sebaliknya, Satria Muda, lebih tajam dengan usaha yang lebih sedikit 30/73 (41%). Dan kambing hitam kecil lain adalah, total rebound Pelita Jaya, 35, sementara Satria Muda, 42. Lucunya, peraih bola rebound terbanyak bukanlah Galank (1 rebound) tetapi Faisal, 9 rebound!</p>
<p><em>Kekalahan 4, Pelita Jaya 54-59 Garuda.</em></p>
<p>Kekalahan tipis lainnya. Hanya selisih 5 poin. Field goals Pelita Jaya unggul 24/62 (38%) atas Garuda 22/67 (32%). Pelita Jaya memang kalah rebound, 36-26. Kambing hitam rebound terlalu kecil. Kambing hitam besarnya adalah selisih raihan freethrow. Free throw Pelita Jaya memang 50%, tetapi ia berasal dari 2/4. Bandingkan dengan Garuda yang selain nyaris sempurna dengan 91%, ia dihasilkan dari bandingan 11/12! Nah, oleh karena itu, masalah sebenarnya bukanlah kambing hitam besarnya, tetapi terkait dari mana datangnya si kambing hitam. Mengingat foul Garuda terhadap Pelita Jaya sebanyak 14 kali. Sebaliknya, foul Pelita Jaya kepada Garuda 15 kali. Hanya terpaut 1 foul! Bolehkah dugaan datangnya kambing hitam ditujukan kepada <a href="http://mainbasket.com/2012/02/07/wasitku-sayang-wasitku/">#TopicOfTheMonth kita? Wasit?</a> Sudahlah, terlalu jauh kalau mencari kambing hitam dari sumber yang satu itu.</p>
<p><em>Kekalahan 5, Pelita Jaya 61-66 Muba Hangtuah.</em></p>
<p>Tunggu dulu, barangkali mencari kambing hitam dari wasit terlalu berlebihan. Karena pada saat kalah melawan Muba Hangtuah, Pelita Jaya jelas kalah karena free throw. Freethrow Pelita Jaya 5/12 (41%), Muba Hangtuah 25/30 (83%). Muba Hangtuah mendapatkan 30 kali freethrow dari 28 kali foul yang dilakukan oleh Pelita Jaya. Sementara Muba Hangtuah hanya melakukan 17 kali foul. Mungkinkah nama kambing hitamnya adalah main jorok? Barangkali.</p>
<p><em>Kekalahan 6, Pelita Jaya 77-80 Stadium.</em></p>
<p>Lamban, nama kambing hitamnya. Kali ini performa di lapangan sedikit membuka diri, dan data statistik ikut mendukung bahwa Pelita Jaya bermain lamban pada saat kalah melawan Stadium. Selama laga, Stadium memasukan 25/75 (33%), sementara Pelita Jaya 19/62 (30%). Stadium melancarkan serangan/percobaan tembakan 13 kali lebih banyak daripada Pelita Jaya. Lambannya Pelita Jaya diperparah dengan akurasi yang buruk. Sebaliknya, Stadium lebih banyak dan lebih tajam. Lambannya Pelita Jaya juga terlihat jelas di lapangan ketika dalam kemelut-kemelut di detik-detik akhir Pelita Jaya bukan hanya tidak mampu mengeksekusi strategi dengan cepat, malah lamban dan tidak cukup kuat dalam melindungi bola. 31 kali turn over!</p>
<p>Demikian kambing-kambing hitam yang menyebabkan kekalahan Pelita Jaya dalam sudut pandang subyektif. Jika kambing-kambing hitam tersebut dideret bariskan satu-persatu, tampangnya pasti nyebelin banget!</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Garuda Terlalu tangguh bagi NSH GMC</strong></p>
<p>Garuda Speedy Bandung yang pada laga pertamanya di Seri Denpasar mengalahkan tim kuat CLS Knights Good Day Surabaya hari ini tidak mendapat kesulitan menundukkan NSH GMC Riau. Memberikan porsi bermain yang cukup banyak kepada center debutan, Dhiya Ulhaq, <strong>Garuda mengalahkan NSH GMC 84-37</strong>.</p>
<p>Meskipun mengandalkan Max Yanto sebagai big man, NSH GMC masih tetap kewalahan menghadapi pergerakan Hendrik Agustinus. Hendrik yang mengalami peningkatan kinerja setidaknya setelah ditangani oleh Coach Wan Amran menjadi meriam besar Garuda di bawah ring NSH GMC. Tambahan lima poin dari Hendrik melengkapi enam poin dari Hendru Ramli untuk membawa Garuda unggul sementara 21-8 di akhir kuarter pertama.</p>
<p>Kedua tim meraup hasil yang sama di kuarter kedua seperti layaknya di kuarter pertama. NSH GMC tetap mencetak hanya delapan poin sementara Garuda menambah 21 poin. Perbedaannya, Produktivitas Garuda di kuarter kedua justru meningkat. Dari 46 persen di kuarter pertama, naik menjadi 56 persen di kuarter kedua. Kinerja Vinton Nolland dan Indra Budiarto kini menjadi akumulator angka yang produktif.</p>
<p>NSH GMC kembali mencetak delapan angka di kuarter ketiga. Tidak terlalu buruk jika mengingat mereka berhasil mencetak angka ditengah rapatnya pertahanan Garuda yang tidak memberikan kesempatan kepada Ryan Febriyan dan kawan-kawan untuk mengembangkan permainan. NSH GMC berhasil memanfaatkan field goals yang sempit untuk hasil maksimal walaupun hanya delapan angka.</p>
<p>Menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 59-24, serangan Garuda tidak pernah kendur sedikit pun. NSH GMC berhasil menambah 13 angka di kuarter terakhir. Sementara Garuda tetap dominan dengan tambahan 25 poin. Forward Garuda, Vinton Nolland menunjukan performa dahsyat dengan mencetak double-double, 16 poin dan 13 rebound. Dhiya Ulhaq sendiri meraih 12 poin dan 2 rebound.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Bimasakti Lolos dari Hadangan Satya Wacana</strong></p>
<p>Satya Wacana Angsapura Salatiga memberikan perlawanan yang menjanjikan ketika menghadapi Bimasakti Nikko Steel Malang. Menghadapi gempuran Satya Wacana yang tiada henti, Bimasakti benar-benar baru berhasil keluar dari tekanan di saat laga berada di bawah dua menit. <strong>Bimasakti menang 68-56</strong>.</p>
<p>Kuarter pertama berjalan cukup enteng bagi Bimasakti. Terlebih, salah satu andalan Satya Wacana, center Valentino Wuwungan tetap duduk di bangku cadangan sepanjang kuarter. Yanuar Priasmoro yang semakin matang selama musm ini kembali tampil menonjol dengan tujuh poin di kuarter pertama. Sementara pada kubu Satya Wacana, hanya Eko Nasution dan Yo Sua yang mencetak angka menjaga jarak ketertinggalan Satya Wacana di angka 17-10 di akhir kuarter pertama.</p>
<p>Strategi untuk kembali tidak memainkan Valentino Wuwungan di kuarter kedua berjalan baik bagi Satya Wacana. Tim asuhan Simon Wong ini unggul satu poin atas Bimasakti yang mencetak 21 poin di kuarter kedua. Kunci produktivitas Satya Wacana, menambah intensitas serangan.</p>
<p>Bimasakti yang masih belum aman dengan keunggulan 38-32 di akhir kuarter kedua, bermain lebih hati-hati untuk mengantisipasi serangan Satya Wacana yang tampaknya akan semakin meningkat dengan dimasukannya Valentino Wuwungan.  Yanuar masih menjadi andalan tim Malang ini untuk mengobrak-abrik pertahanan Satya Wacana. Tambahan tujuh poin dari Yanuar menjaga keunggulan Bimasakti yang masih dibayang-bayangi Satya Wacana pada angka 51-46. Valentino justru tidak berkontribusi terlalu baik.</p>
<p>Mendekati akhir laga, Satya Wacana beberapa kali berhasil menempel ketat hingga selisih hanya satu poin. Lemahnya pertahanan bagian dalam Satya Wacana dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Yanuar yang akhirnya mencetak angka terbanyak dengan 24 poin. Pada kubu Satya Wacana, Eko Nasution meraup double-double dengan 17 poin dan 14 rebound.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>CLS Knights Masih Penguasa Derby Surabaya</strong></p>
<p>Dua tim yang mewakili Kota Surabaya hari ini bertarung di Denpasar. Ialah CLS Knights Good Day Surabaya dan Pacific Caesar Surabaya. Kualitas dan kekompakan CLS Knights yang terbilang masih lebih baik daripada Pacific terbaca dari hasil akhir di mana <strong>CLS Knights menang telak 81-37</strong>.</p>
<p>Mengandalkan beberapa nama yang biasanya menjadi lapis kedua, CLS Knights memberi kesan meremehkan lawan. Kendati demikian, Pacific tetap kewalahan menghadapi CLS Knights yang menurunkan Herman, Ernest Koswara, Hendry Sudjana, yang didampingi oleh Wijaya Saputra, dan Dwi Haryoko sebagai starter. Wijaya Saputra yang kerap menjadi andalan CLS Knights tetap sangar meskipun hanya mencetak empat poin untuk memberi keunggulan sementara yang cukup jauh 17-4 di akhir kuarter pertama.</p>
<p>Pacific yang tampaknya sudah akan tertangani dengan mudah memberikan perlawanan kejutan di kuarter kedua. Melalui Muhammad Ikrar yang bermain penuh sepanjang kuarter kedua, Pacific menabuh genderang kebangkitan. Pacific menguasai kuarter kedua dengan raihan 20-13. Ikrar mencetak delapan poin.</p>
<p>Sadar akan potensi kebangkitan Pacific, CLS Knights kebut di kuarter ketiga. Akumulasi serangan CLS Knights berjumlah lebih dari dua kali lipat usaha yang dilakukan Pacific. Field goals yang rendah ditambah akurasi yang tumpul membuat Pacific tidak bisa mempertahankan akselerasi di kuarter kedua. CLS Knights meraih 24 poin, sementara Pacific hanya tujuh.</p>
<p>Andrie Ekayana yang akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di kuarter terakhir mencetak dua angka. Dua poin Andrie Ekayana menggenapkan jajaran pemain CLS Knights yang semuanya mencetak poin. Pemain debutan CLS Knights, Herman meraih double-double dengan 16 poin dan 11 rebound.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Pelita Jaya kembali Tersandung, Kali ini Oleh Stadium</strong></p>
<p>Kejutan kembali terjadi di Denpasar. <strong>Tim papan atas Pelita Jaya Esia Jakarta kalah tipis dan menyakitkan dari tim papan tengah Stadium Jakarta 80-77</strong>.</p>
<p>Tidak ada tanda-tanda awal bahwa Pelita Jaya akan menutup laga dengan tragis. Pada kuarter pertama, pengatur serangan Kelly Purwanto yang berduet dengan penembak jitu Ary Chandra bermain sangat kompak. Kedua pemain ini sama-sama mencetak tujuh angka untuk membawa Pelita Jaya unggul sementara di akhir kuarter pertama 25-19.</p>
<p>Field goals Pelita Jaya yang mencapai 32 persen di kuarter pertama menurun menjadi 26 persen di kuarter kedua. Beruntung, Kelly maupun Ary Chandra masih cukup stabil. Sebaliknya, Stadium melalui Merio Ferdiyansyah bermain kolektif dan kompak. Merio yang mencetak 11 poin di kuarter pertama tidak terlalu ambisius mencetak angka. Peran Merio tergantikan oleh kinerja baik dari small forward Fattah Arifin yang mencetak tujuh angka di kuarter kedua. Kondisi berbalik, Stadium menguasai laga dan menutup kuarter kedua dengan 39-36.</p>
<p>Laga berlangsung lamban namun kasar di kuarter ketiga. Beberapa kali terjadi foul keras yang menimpa kedua tim. Beruntung, Stadium lebih stabil dan merata. Turn over Pelita Jaya yang mencapai 10 kali selama kuarter ketiga membunuh tim ini secara perlahan. Stadium menjauh dengan skor 59-51 di akhir kuarter ketiga.</p>
<p>Stadium yang sempat berhasil unggul 10 angka di kuarter ketiga mengalami tekanan dari Pelita Jaya di kuarter terakhir. Sebuah tembakan tiga angka dari Andi Batam membuat laga menjadi ketat 67 sama sebelum Tri Wicaksono kembali membawa Stadium unggul dua angka melalui tembakan bebas.</p>
<p>Pada sisa waktu empat menit, sebuah tembakan tiga angka dari Ary Chandra akhirnya kembali membuat Pelita Jaya unggul tipis 70-69. Sayang, Pelita Jaya labil dan kembali terkejar 75-74 oleh tembakan tiga angka dari Merio. Stadium unggul tipis.</p>
<p>Kedudukan 77 sama di tujuh detik terakhir membuat laga benar-benar menegangkan. Dua freethrow dari Tri Wicaksono membawa Stadium unggul 79-77. Kesempatan menyamakan kedudukan ataupun meraih kemenangan di tujuh detik terakhir malah berbuah blunder. Bola yang dikuasai Ponsianus Indrawan terlepas direbut oleh Merio yang langsung mendapat pelanggaran dari pemain Pelita Jaya. Satu poin masuk dari dua freethrow Merio selain menyegel kemenangan, juga menggenapkan total 21 poin pribadinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/21/mencari-kambing-kambing-hitam-kekalahan-pelita-jaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oki Wira Lepas Landas!</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/20/oki-wira-lepas-landas/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/20/oki-wira-lepas-landas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 05:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[TrashTalk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6521</guid>
		<description><![CDATA[Sudah terlalu panjang landas pacu yang dilewati oleh Oki Wira untuk melakukan tembakan paling menghibur ini. Kemarin, saat menghadapi Satria Muda Britama Jakarta, Oki Wira akhirnya memiliki kecepatan cukup untuk lepas landas. Ia meninggalkan Arki Dikania Wisnu yang sudah tak ada lagi asa untuk mengejar. Mendapat izin untuk lepas landas dari pengawas menara bandara dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah terlalu panjang landas pacu yang dilewati oleh Oki Wira untuk melakukan tembakan paling menghibur ini. Kemarin, saat menghadapi Satria Muda Britama Jakarta, Oki Wira akhirnya memiliki kecepatan cukup untuk lepas landas. Ia meninggalkan Arki Dikania Wisnu yang sudah tak ada lagi asa untuk mengejar. Mendapat izin untuk lepas landas dari pengawas menara bandara dan dengan situasi landas pacu terpampang terbuka lebar di depannya, BOOM!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/20/oki-wira-lepas-landas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coach Tjetjep, Coach Ocky, dan Ancaman Terbuka dari Muba Hangtuah</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/20/coach-tjetjep-coach-ocky-dan-ancaman-terbuka-dari-muba-hangtuah/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/20/coach-tjetjep-coach-ocky-dan-ancaman-terbuka-dari-muba-hangtuah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 03:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6518</guid>
		<description><![CDATA[Di Palembang, menghadapi Garuda Speedy Bandung, Muba Hangtuah IM Sumsel sempat unggul hingga 16 poin sebelum akhirnya kalah tipis 70-63. Ketika Muba Hangtuah merontokan Comfort Mobile BSC Jakarta dengan skor 104-39 di hari pertama NBL Indonesia Seri Denpasar, tanda-tanda kecil tersibak. Dengan selisih kemenangan 65 poin, Muba Hangtuah adalah tim yang memegang catatan kemenangan terlebar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Palembang, menghadapi Garuda Speedy Bandung, Muba Hangtuah IM Sumsel sempat unggul hingga 16 poin sebelum akhirnya kalah tipis 70-63.</p>
<p>Ketika Muba Hangtuah merontokan Comfort Mobile BSC Jakarta dengan skor 104-39 di hari pertama NBL Indonesia Seri Denpasar, tanda-tanda kecil tersibak. Dengan selisih kemenangan 65 poin, Muba Hangtuah adalah tim yang memegang catatan kemenangan terlebar di NBL Indonesia sejauh musim ini berlangsung. Padahal, bahkan tim sebesar Satria Muda Britama Jakarta, Dell Aspac Jakarta, dan Pelita Jaya Esia Jakarta yang kerap menang dengan selisih lebar, tidak pernah selebar itu. Muba Hangtuah tengah mengirim pesan-pesan subliminal, &#8220;kami datang, bersiaplah!&#8221;</p>
<p>Sinyal pesan subliminal dari Muba Hangtuah akhirnya memakan korban. Pelita Jaya Esia Jakarta takluk pada Muba Hangtuah dengan skor 66-61. Tidak ada laga yang lebih mengejutkan sejauh ini selain hasil-hasil yang dituai oleh Muba Hangtuah. Pesan-pesan yang lebih awal bahkan telah dikirim Muba Hangtuah sejak Seri Bandung ketika mereka melumat CLS Knights Good Day Surabaya 67-61.</p>
<p>Muba Hangtuah mengalahkan dua tim yang mengalahkan Satria Muda sejauh ini, CLS Knights dan Pelita Jaya!</p>
<p>Pesan subliminal kini telah berubah menjadi ancaman terbuka! Muba Hangtuah yang menyebarnya.</p>
<p><strong>Anomali Coach Tjetjep, Dell Aspac Jakarta</strong></p>
<p>Seusai Muba Hangtuah yang memastikan diri bahwa ia layak masuk dalam hitungan tim-tim berbahaya, hari ini laga yang sangat ditunggu-tunggu dan diprediksi akan sangat seru berlangsung berbeda dari yang diharapkan. <em>Tidak</em> tidak memuaskan. Tetapi ada hal yang terjadi di luar kebiasaan!</p>
<p>Satria Muda melawan Dell Aspac adalah laga jaminan mutu. Kedua tim pun sepertinya mengantisipasi laga ini sebagai laga yang luar biasa mengingat sejarah rivalitas kedua tim. Namun yang terjadi di lapangan tidak terlihat sebagai sebuah laga perseteruan yang seru, sengit, dan ketat. Ia lebih terlihat sebagai ajang eksperimen Coach Tjetjep Firmansyah dari Dell Aspac!</p>
<p>Ada yang aneh dari Coach Tjetjep. Jika biasanya ia atraktif di tepi lapangan melakukan instruksi berapi-api kepada para pemainnya dengan sesekali melakukan protes ke wasit dengan gaya khasnya, kali ini Coach Tjetjep tenang di tepi lapangan dan sebagian besar waktunya dihabiskan dengan menonton laga dan menikmatinya.</p>
<p>Pada kuarter kedua, ketika laga mulai memanas dan Coach Ocky Tamtelahitu dari Satria Muda masih memercayakan permainan kepada Faisal, Wellyanson Situmorang dan Cristiano Ronaldo Sitepu untuk mendulang angka sebanyak-banyaknya, Coach Tjetjep malah menurunkan Handri Satriya (rookie), Yoel Abraham, Anggi Arizky, dan Khalif Akbar. Para pemain yang nota bene adalah pemain-pemain yang sangat jarang dimainkan pada laga-laga berat.</p>
<p>Hasilnya cukup masuk akal. Di akhir kuarter kedua, Satria Muda unggul 37-19 dan Coach Tjetjep tenang-tenang saja. Tidak ada aroma jenggot terbakar.</p>
<p>Dell Aspac menurunkan pemain muda dan lapis kedua menghadapi skuad terbaik Satria Muda dan Coach Tjetjep santai-santai saja menyaksikan laga yang berlangsung pun seperti sebuah tanda bahwa laga ini tidak begitu penting bagi Dell Aspac. Pada kuarter ketiga, Dell Aspac baru kembali memainkan para pemain intinya; Mario Gerungan, Pringgo, Rama, Oki, dan Thoyib kembali. Dari sempat tertinggal 21 poin, Dell Aspac mengejar dan mengakhiri kuarter ketiga dengan selisih skor hanya sembilan.</p>
<p>Ketika memasuki kuarter keempat, Coach Tjetjep kembali memasukan kombinasi pemain senior dan yuniornya. Sayangnya, kondisi tertinggal tidak mampu diperbaiki. Dan Coach Tjetjep sekali lagi biasa saja. Berbeda dari yang biasanya yang begitu haus kemenangan.</p>
<p>&#8220;Apakah Coach Tjetjep sengaja mengalah?&#8221;</p>
<p>Bisa saja. Tetapi untuk apa? Mencoba pemain yunior untuk berhadapan langsung dengan salah satu lawan terberat? Bisa jadi.</p>
<p>Atau mencoba mengatur posisi klasemen agar tetap di posisi kedua? Hmm.. terlalu dini untuk bermain mencari posisi akhir klasemen, lagian, posisi pertama sepertinya lebih menarik. Yang jelas, pada laga melawan Satria Muda kemarin, Dell Aspac bermain tidak seperti biasanya dan gestur Coach Tjetjep biasa-biasa saja :)</p>
<p><strong>Perjuangan Coach Ocky, Satria Muda Britama Jakarta</strong></p>
<p>Terlepas dari apapun yang ingin diraih oleh Coach Tjetjep dengan memberikan perlawanan seperti kemarin, Coach Ocky di satu sisi tampak berusaha keras memaksimalkan performa 10 pemain yang sepertinya belum memiliki performa yang merata pada setiap posisi. Ketidakhadiran Vamiga Michel pun menjadi masalah lain.</p>
<p>Sulit melihat Satria Muda yang hebat tanpa menafikan bahwa tim ini hanyalah mengandalkan Faisal J. Achmad, Wellyanson Situmorang, Cristian Ronaldo Sitepu, Bonanza Siregar dan Arki Dikania Wisnu. Di luar pemain-pemain tersebut, Satria Muda boleh dikata &#8220;tidak sehebat itu.&#8221;</p>
<p>Kemampuan Coach Ocky meraih hasil maksimal di setiap laga dengan mengombinasikan lima pemain di atas dengan lima pemain lainnya menjadi catatan penting hebatnya pelatih muda ini.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Pacific Kembali Kalahkan BSC</strong></p>
<p>Comfort Mobile BSC Jakarta memiliki kesempatan besar mengalahkan Pacific Caesar Surabaya pada pertemuan kedua mereka. Namun ketatnya pertahanan dan cepatnya serangan dari Pacific akhirnya mampu membuat BSC menyerah untuk kedua kalinya di NBL Indonesia musim ini. <strong>Pacific menang dengan skor yang tidak terlalu tinggi, 57-38</strong>.</p>
<p>Bermain tanpa Airlangga Sabara, BSC mengandalkan koordinasi pergerakan cepat mengikuti alur serangan yang ditata oleh point guard cepat, Richardo Uneputty. Richardo berhasil mencetak dua angka di kuarter pertama, sementara Andy Prasetyo dengan empat poin. Pada kubu Pacific, pencetak angka andalan klub ini, Gege Nagata belum menampakan kesangarannya. Gege hanya mencetak tiga poin, namun berhasil membawa Pacific unggul sementara 12-8 di akhir kuarter pertama.</p>
<p>Tidak ada pemain yang sangat menonjol pada kubu Pacific. Gege Nagata pun kini lebih rajin membagi bola. Meskipun tanpa pemain yang menonjol, kolektivitas Pacific justru lebih baik. Para pemain yang turun bermain, rata-rata mencetak empat angka. Laga berjalan ketat di kuarter kedua. Para pemain Pacific masih belum bisa menjauh dari bayang-bayang kejaran BSC. Unggul hanya 27-24 di akhir kuarter kedua, Pacific semakin waspada.</p>
<p>Kerasnya tekanan pelatih Arturo Cristobal sepanjang laga membawa pengaruh positif bagi Pacific. Field goals nik hingga 41 persen, dan mulai memperlebar jarak keunggulan dengan menutup kuarter ketiga dengan hasil 41-31.</p>
<p>Menutup kuarter terakhir, pelatih Pacific justru memaksa para pemainnya untuk bekerja lebih keras lagi. Hasilnya Pacific berhasil menambah 16 poin, sementara BSC hanya tuhuh saja. Rainer Anggakara, dan Muhammad Ikrar menjadi pengumpul angka terbanyak bagi BSC. Rainer 14 poin, dan Muhammad Ikrar 12 poin.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Muba Hangtuah Beri Kejutan Pahit bagi Pelita Jaya</strong></p>
<p>Tegang dari detik pertama hingga terakhir, laga antara Muba Hangtuah IM Sumsel melawan Pelita Jaya Esia Jakarta berlangsung sengit dan keras. Muba Hangtuah yang sempat kedodoran di pertengahan kuarter empat berhasil kembali stabil dan meraih keunggulan hingga batas waktu kuarter terakhir berbunyi. <strong>Muba Hangtuah menang 66-61</strong>.</p>
<p>Kehati-hatian kedua tim berbuah skor yang rendah di akhir kuarter pertama. Hardianus yang diturunkan sebagai pengatur serangan oleh Coach Nathaniel Canson kali ini tampil sangat tenang. Pada sisi lawannya, Pelita Jaya tak kalah tenang di bawah arahan Kelly Purwanto. Erick Sebayang dan Ary Sapto masing-masing mencetak empat angka untuk membawa tim masing-masing sama kuat di akhir kuarter pertama dengan raihan 10 poin.</p>
<p>Ketat hingga pertengahan kuarter kedua, kedua tim masih membagi 17 angka yang sama. Agustinus &#8220;Aguy&#8221; Dapas Sigar yang mendapat kepercayaan bermain penuh sepanjang kuarter kedua menjadi motor serangan Muba Hangtuah. Sembilan poin dari Aguy membawa Muba Hangtuah unggul di akhir kuarter kedua 30-24.</p>
<p>Duet antara Aguy dan Ary Sapto di bawah kendali serangan point guard Aguh Sunarya benar-benar membuat Muba Hangtuah tampil dominan di kuarter ketiga. Menguasai bola-bola rebound di kuarter ketiga membawa Muba Hangtuah berkesempatan memperbaiki kegagalan serangan pertama. Aguy menambah lima poin untuk memberi keunggulan sementara timnya 45-36 di akhir kuarter ketiga.</p>
<p>Pada pertengahan kuarter terakhir, Muba Hangtuah yang sebelumnya sempat unggul hingga 12 poin mulai terlihat keletihan dan terkejar. Empat poin berturut-turut dari Vavories Palopo memanfaatkan turn over Muba Hangtuah membawa Pelita Jaya berbalik unggul 52-49.</p>
<p>Beruntung, Muba Hangtuah kembali menemukan kinerja terbaiknya kembali melalui Aguy. Aguy dan Ary Sapto akhirnya sama-sama menyumbang 22 poin bagi timnya. Sementara pada kubu Pelita Jaya, Andy Batam menjadi pengumpul angka terbanyak dengan 16 poin.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Satria Muda Buktikan Masih di Atas Dell Aspac</strong></p>
<p>Laga antara juara bertahan Satria Muda Britama Jakarta melawan Dell Aspac Jakarta yang diprediksi akan keras dan panas berlangsung sedikit di bawah harapan. Satria Muda sudah langsung unggul jauh atas Aspac di akhir kuarter kedua dan mempertahankan keunggulan hingga akhir laga. <strong>Satria Muda menang 68-52.</strong></p>
<p>Oki Wira, shooter Dell Aspac menjalankan tugasnya dengan baik pada kuarter pertama. Oki produktif dengan field goals 50 persen dan mencetak enam poin bagi timnya. Namun performa Oki mendapat tantangan seimbang yang diberikan oleh Bonanza Siregar. Bonanza yang kerap berhasil keluar dari perangkap pertahanan Dell Aspac mencetak tujuh angka di kuarter pertama. Enam diantaranya hasil dari dua kali tembakan tiga angka.</p>
<p>Dell Aspac yang tertinggal 20-13 di akhir kuarter pertama di luar dugaan justru memainkan para pemain yunior untuk berhadapan dengan seinor-senior Satria Muda. Handri Santosa dan Anggi Arizky berhadapan dengan Faisal dan Ronaldo Sitepu. Hasilnya, Satria Muda melenggang menjauh di akhir kuarter kedua dengan kedudukan 37-19.</p>
<p>Coach Tjetjep Firmansyah baru kembali menurunkan pemain-pemain andalannya di pertengahan kuarter ketiga. Oki Wira langsung kencang dengan tambahan 11 poin dan kembali membawa Dell Aspac mendekat hingga selisih hanya sembilan poin di penutup kuarter ketiga.</p>
<p>Beruntung Satria Muda memiliki Arki Dikania Wisnu. Permainan bertenaga dan terarah dari Arki mampu membobol barisan pertahanan Dell Aspac yang digawangi Isman Thoyib dan Pringgo Regowo. Arki mencetak 14 poin, sementara Faisal menjadi pencetak angka terbanyak dengan 15 poin untuk membawa kemenangan 2-0 Satria Muda atas Dell Aspac di musim ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/20/coach-tjetjep-coach-ocky-dan-ancaman-terbuka-dari-muba-hangtuah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan Badai, Kabel Terbakar, Gemuruh GOR Merpati, Selamat Datang di Pulau Dewata!</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/18/hujan-badai-kabel-terbakar-gemuruh-gor-merpati-selamat-datang-di-pulau-dewata/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/18/hujan-badai-kabel-terbakar-gemuruh-gor-merpati-selamat-datang-di-pulau-dewata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 16:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6515</guid>
		<description><![CDATA[Keheningan suasana laga-laga di Palembang yang tidak begitu banyak menarik penonton terbayar lunas di hari pertama Seri Denpasar. Meskipun sempat terhalang oleh hujan badai yang sangat deras, penonton tampaknya tetap datang seusai hujan reda. GOR Merpati, tempat penyelenggaraan NBL Indonesia Seri Denpasar terisi penuh hingga akhir laga antara Garuda Speedy Bandung melawan CLS Knights Surabaya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keheningan suasana laga-laga di Palembang yang tidak begitu banyak menarik penonton terbayar lunas di hari pertama Seri Denpasar. Meskipun sempat terhalang oleh hujan badai yang sangat deras, penonton tampaknya tetap datang seusai hujan reda. GOR Merpati, tempat penyelenggaraan NBL Indonesia Seri Denpasar terisi penuh hingga akhir laga antara Garuda Speedy Bandung melawan CLS Knights Surabaya.</p>
<p>Lucunya, di tengah laga antara Satria Muda Britama Jakarta melawan Stadium Jakarta, penonton sempat berduyun-duyun meninggalkan GOR Merpati. Panik, karena di luar arena, asap tebal mengepul membumbung seolah terjadi kebakaran. Benar ternyata, sekumpulan kabel di salah satu sudut GOR Merpati memang sempat terbakar namun segera dipadamkan menggunakan tabung penyemprot pemadam api yang menghasilkan banyak asap dan berhasil membuat penonton panik! Lampu GOR Merpati sempat padam dan menambah suasana seolah mencekam. Beruntung, suasana sebenarnya tidak seperti yang dikhawatirkan. Terpotong sekitar 15-30 menit, penonton kembali masuk ke GOR Merpati dan laga Satria Muda melawan Stadium kembali berlanjut. Semua kembali bahagia.</p>
<p>Laga keras tersaji di pertandingan terakhir ketika Garuda berhadapan dengan CLS Knights. Ketat dari detik pertama hingga terakhir, Garuda akhirnya memenangkan laga, 64-57. Wendha Wijaya kembali menjadi pemain dengan kinerja luar biasa. Wendha memasukan tembakan 3 angka, 2 angka, melakukan penetrasi, dan mengeksekusi free throw. Wendha luar biasa dengan 18 poin! Terbanyak di antara semua pemain dari kedua tim.</p>
<p>Sebuah protes keras terhadap wasit berbuah technical foul bagi Coach Risdianto Roeslan yang kecewa dengan kepemimpinan wasit. Kekecewaan yang terus berlanjut hingga di ruang ganti dan ruang media sosial di dunia maya. Kekecewaan Coach Risdi seolah membuka kembali <a href="http://mainbasket.com/2012/02/07/wasitku-sayang-wasitku/">topik hangat selama bulan Februari ini, kinerja wasit!</a></p>
<p>Alhasil, hari pertama Seri Denpasar berjalan dengan sangat bergejolak. Panas, dingin, demam, emosional, keras, berjibaku, berpadu menjadi satu. NBL Indonesia melewati paruh musim dengan semakin bergairah. Analogi?</p>
<p>MAGMA!</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Kemenangan Muba Hangtuah, Kemenangan dengan Margin Terlebar</strong></p>
<p>Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan langsung tancap gas penuh di Denpasar. Menghadapi tim lemah, Comfort Mobile BSC Jakarta, Agustinus Dapas Sigar dan kawan-kawan tidak memberi ampun sama sekali. <strong>BSC dikalahkan dengan selisih 65 poin, 104-39.</strong> Rekor margin terlebar di musim kedua NBL Indonesia sejauh ini.</p>
<p>Tidak tampilnya Airlangga Sabara yang bermain gemilang selama Seri Palembang sedikit banyak membuat BSC pincang baik saat menyerang maupun bertahan. Namun demikian, BSC masih mampu menutupi absennya Airlangga dengan kembali bermainnya Gabriel Sitaniapesy.  Dengan foeld goals yang masih cukup baik, 50 persen, BSC tertinggal 20-13, terpaut hanya tujuh angka di akhir kuarter pertama.</p>
<p>Melesakan lebih banyak tembakan di kuarter kedua, akurasi BSC justru menurun. Tim asuhan Coach Bintoro ini hanya mencetak empat angka di kuarter kedua. Sementara pada kubu Muba Hangtuah, Ngurah Teguh merajalela dengan tambahan delapan poin dan membawa Muba Hangtuah menjauh dengan total raihan 42 angka.</p>
<p>Dengan field goals 61 persen hingga akhir kedua, Muba Hangtuah benar-benar tidak terbendung. Hebatnya, performa Agustinus Dapas Sigar di kuarter ketiga menjaga akurasi timnya dengan baik. Aguy, panggilan akrabnya berhasil mencetak 16 poin di kuarter ketiga. Aguy bahkan memasukan tiga tembakan tiga angka dari tiga kali percobaan. Kontribusi Aguy membuat field goals Muba Hangtuah stabil di atas 60 persen.</p>
<p>Aguy akhirnya mencetak angka terbanyak bagi Muba Hangtuah dengan 22 poin. Kinerja Aguy semakin baik dengan tambahan tiga assist. Selain Aguy, tiga pemain Muba Hangtuah lainnya mencetak dua digit poin. Hasil ini membuat Muba Hangtuah mantap di posisi enam klasemen sementara dengan sembilan kemenangan dari 17 laga.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Dell Aspac Melanjutkan Keperkasaan </strong></p>
<p>Melanjutkan rekor tak terkalahkan di Seri Palembang, Dell Aspac Jakarta yang masih belum diperkuat oleh shooting guard Xaverius Prawiro berhasil mengalahkan Satya Wacana Angsapura Salatiga. <strong>Dell Aspac menang mudah 93-52.</strong></p>
<p>Dominasi Dell Aspac atas Satya Wacana telah mulai nampak di kuarter pertama. Akselerasi Fandi Ramadhani dan kawan-kawan di awal kuarter pertama meninggalkan Satya Wacana hingga 17-0. Beruntung, melalui sebuah aksi post up di bawah ring, Eko Nasution akhirnya berhasil memecah kebuntuan Satya Wacana. Kuarter pertama akhirnya ditutup dengan skor 20-8. Dell Aspac unggul sementara.</p>
<p>Menghadapi pertahanan Satya Wacana yang rapuh, para pemain Dell Aspac memanfaatkan setiap kesempatan mencetak angka dengan sangat baik. Rama yang mencetak sembilan angka di kuarter pertama menambah lima angka lagi di kuarter kedua. Dengan turn over yang cukup rendah, lima turn over, Dell Aspac semakin menjauh dengan field goals yang cukup tinggi 63 persen.</p>
<p>Unggul 46-22 di akhir kuarter kedua, Dell Aspac semakin mantap di kuarter ketiga. Pertahanan Dell Aspac yang kali ini dijaga ketat oleh Anggi Arizki pada posisi center membuat para pemain Satya Wacana tak berani ambil resiko melakukan percobaan tembakan di bawah ring mengingat Anggi melakukan tiga kali blok di kuarter kedua. Hasilnya, Satya Wacana hanya mampu meraih tujuh angka di kuarter ketiga. Dell Aspac semakin jauh unggul sementara 77-29.</p>
<p>Dell Aspac mulai menurunkan tempo permainan di kuarter terakhir. Walau demikian, para pemain Satya Wacana sudah tidak mampu mengejar. Empat pemain Dell Aspac mencetak dua digit angka; Oki Wira 12 poin, Pringgo Regowo 19, Rizky Effendi 17, dan Rama 14 poin.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Satria Muda Mentahkan Usaha Stadium</strong></p>
<p>Kehilangan Vamiga Michel yang didera cidera tidak membuat Satria Muda Britama Jakarta tumpul. Menghadapi Stadium Jakarta, <strong>Arki Dikania Wisnu dan kawan-kawan bermain kompak untuk kemenangan telak 75-47</strong>.</p>
<p>Kualitas permainan Stadium di kuarter pertama tidak menunjukan indikasi bahwa mereka akan memberikan perlawanan yang ketat. 10 kali turn over dan 15 persen pada field goals menggambarkan buruknya performa Stadium. Sebaliknya, Satria Muda memanfaatkan dengan baik kelemahan lawannya. Faisal J. Achmad, Welly Situmorang, dan Ronaldo Sitepu bergantian membombardir Stadium dan menutup kuarter pertama denagn skor sementara 19-9.</p>
<p>Stadium mulai memperbaiki kinerja di kuarter kedua. Namun sayang, andalan mereka, Merio Ferdiyansyah kesulitan keluar dari tekanan para pemain Satria Muda. Merio hanya mampu mencetak dua angka di kuarter pertama, dan dua angka di kuarter kedua.</p>
<p>Pada kubu Satria Muda, Arki Dikania Wisnu masih tetap dominan. Tidak adanya pemain Stadium yang bertugas menempel ketat Arki membuat pemain debutan ini cukup leluasa mencetak angka. Arki mencetak total 10 angka hingga akhir kuarter kedua dan membawa Satria Muda tetap unggul 43-25.</p>
<p>Keunggulan postur para pemain Satria Muda juga berperan besar. Arki, Galank Gunawan, dan Ronaldo Sitepu beberapa kali berhasil memanfaatkan situasi miss match dengan baik. Ketajaman Satria Muda berbanding terbalik dengan ketajaman Stadium yang masih belum menemukan pola terbaik untuk membongkar pertahanan Satria Muda. Satria Muda menutup kuarter ketiga dengan skor 60-37.</p>
<p>Selain Merio yang tidak bermain dalam performa terbaiknya, forward Stadium, Randolph Ariestedes pun tak kalah menyedihkan. Mencetak 10 poin, persentase field goals Randolph hanya delapan persen. Arki menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Satria Muda dengan 19 poin. Sementara Galank tangguh dengan raihan double-double 10 poin dan 11 rebound.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>CLS Knights Belum Berhasil atasi Garuda</strong></p>
<p>CLS Knights Good Day Surabaya yang sangat bernafsu membayar kekalahan pada pertemuan pertama atas Garuda Speedy Bandung tidak berhasil memenuhi ambisinya. Garuda yang memberikan permainan yang keras tangguh membalas setiap gempuran CLS Knights. <strong>Garuda menang 64-57.</strong></p>
<p>Kedudukan tujuh sama hingga pertengahan kuarter pertama memaksa para pemain Garuda dan CLS Knights saling meningkatkan serangan. Wendha Wijaya yang turun sebagai point guard andalan Garuda tidak hanya berperan mengatur serangan. Wendha  melakukan tiga kali penetrasi yang sangat berani menembus pertahanan CLS Knights. Wendha mencetak tujuh poin di kuarter pertama membawa Garuda unggul sementara 16-14 di akhir kuarter pertama.</p>
<p>Unggul di kuarter pertama, para pemain Garuda tidak mengendurkan serangan sama sekali. Jika Wendha banyak melakukan penetrasi pada kuarter pertama, di kuarter kedua, giliran Nico Donnda yang kerap terlepas dari pengawalan para pemain CLS Knights dan leluasa melepaskan tembakan. Donnda memasukan dua tembakan tiga angka dari dua kali percobaan. Delapan poin dari Donnda di kuarter kedua mempertahankan keunggulan sementara Garuda 30-25.</p>
<p>Agustinus Indrajaya dan kawan-kawan mulai bangkit di kuarter ketiga. Serangan-serangan CLS Knights yang terlihat kaku di babak pertama, berubah total di kuarter ketiga. Para pemain CLS Knights lebih aktif bergerak mencari ruang menghindari dan memecah pertahanan Garuda. CLS Knights akhirnya menyamakan kedudukan pada posisi 35 sama. Garuda sempat menjauh 40-35, sebelum kembali disamakan menjadi 40 sama di akhir kuarter ketiga. Laga semakin ketat.</p>
<p>Pada pertengahan kuarter empat, sebuah insiden di mana wasit tidak meniup peluit foul ketika Jeffry melepaskan tembakan tiga angka dan dilanggar oleh Vinton membuat Coach Risdianto Roeslan melakukan protes keras terhadap wasit. Sebuah protes yang diganjar technical foul.</p>
<p>Menjelang detik-detik akhir, CLS Knights berusaha keras mengejar ketertinggalan dengan melakukan beberapa kali foul. Beruntung Garuda berhasil memanfaatkan free throw dengan baik dan akhirnya membungkus kemenangan. Wendha Wijaya menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Garuda dengan 18 poin. Sementara pada kubu CLS Knights, Febri meraih angka terbanyak, hanya sembilan poin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/18/hujan-badai-kabel-terbakar-gemuruh-gor-merpati-selamat-datang-di-pulau-dewata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;My Dearest Laquette,&#8221; Surat Cinta Michael Jordan (18 tahun) :)</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/18/my-dearest-laquette-surat-cinta-michael-jordan/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/18/my-dearest-laquette-surat-cinta-michael-jordan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 06:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[Why I Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6511</guid>
		<description><![CDATA[Hari Valentine, 14 Februari. Michael Jordan ulang tahun 17 Februari. Berdekatan. Mungkin itu sebabnya Michael adalah seorang yang romantis. Romantis? Tahu dari mana? Silahkan baca surat Michael Jordan (18 tahun) kepada pacarnya di bawah ini. LOL! :) My Dearest Laquette  How are you and your family doing, fine I hope. I am in my Adv. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Valentine, 14 Februari. Michael Jordan ulang tahun 17 Februari. Berdekatan. Mungkin itu sebabnya Michael adalah seorang yang romantis. Romantis? Tahu dari mana?</p>
<p>Silahkan baca surat Michael Jordan (18 tahun) kepada pacarnya di bawah ini. LOL! :)</p>
<p><em>My Dearest Laquette </em></p>
<p><em>How are you and your family doing, fine I hope. I am in my Adv. Chemistry class writing you a letter, so that tell you how much I care for you. I decide to write you because I felt that I made you look pretty rotten after the last night. I want to tell you that I am sorry, and hope that you except my apologie. I know that you feelings was hurt whenever I loss my necklace or had it stolen.</em></p>
<p><em>I was really happy when you gave me my honest earn money that I won off the bet. I want to thank you for letting me hold your annual. I show it to everyone at school. Everyone think you are a very pretty young lady and I had to agree because it is very true. Please don’t let this go to your head. (smile) I sorry to say that I can’t go to the game on my birthday because my father is taking the whole basketball team out to eat on my birthday. Please don’t be mad because I am trying get down there a week from Feb. 14. If I do get the chance to come please have some activity for us to do together.</em></p>
<p><em>I want you to know that my feeling for you has not change yet. ← (joke) I am finally getting use to going with a girl much smaller than I. I hope you my hint. Well I have spent my time very wisely by write to you. I hope you write back soon. Well I must go, the period is almost over. See you next time around, which I hope comes soon.</em></p>
<p><em>With my Best Love</em></p>
<p><em>Michael J. Jordan</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/18/my-dearest-laquette-surat-cinta-michael-jordan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah 18 Pemain Tim Nasional Muda Indonesia</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/16/inilah-18-pemain-tim-nasional-muda-indonesia/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/16/inilah-18-pemain-tim-nasional-muda-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 11:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6508</guid>
		<description><![CDATA[Press release resmi dari Perbasi Sebanyak 18 pemain terpilih dalam seleksi Timnas Muda yang dilaksanakan di Yogyakarta, 12-15 Februari 2012. Seleksi diikuti oleh 26 pemain dari berbagai daerah yang dipilih berdasarkan pemantauan pada Kejurnas KU-18,  Pra-PON, DBL, Popnas dan event-event lainnya. Seleksi mencakup teknik basket, tes fisik, psikotes yang semuanya dilakukan di Universitas Negeri Yogyakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Press release resmi dari Perbasi</strong></span></p>
<p>Sebanyak 18 pemain terpilih dalam seleksi Timnas Muda yang dilaksanakan di Yogyakarta, 12-15 Februari 2012. Seleksi diikuti oleh 26 pemain dari berbagai daerah yang dipilih berdasarkan pemantauan pada Kejurnas KU-18,  Pra-PON, DBL, Popnas dan event-event lainnya.</p>
<p>Seleksi mencakup teknik basket, tes fisik, psikotes yang semuanya dilakukan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). PP Perbasi telah menjalin kerjasama dengan UNY dalam pelaksanaan Timnas Muda ini dalam hal pemakaian fasilitas latihan dan tes, sampai dengan bimbingan belajar dan <em>home schooling</em> untuk para pemain.</p>
<p>Timnas Muda dipersiapkan untuk mengikuti serangkaian <em>event</em> internasional yaitu SEABA U18 (Mei 2012), Haiyang Asian Beach Games (Juni 2012) dan FIBA Asia U18 (Agustus 2012). Event-event tersebut dilaksanakan antara bulan Mei sampai dengan Agustus 2012. Sementara untuk jangka panjang, Timnas Muda akan dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games 2015.</p>
<p>Sebagian pemain Timnas Muda yang duduk di kelas 3 SMU akan melaksanakan ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian akhir nasional (UAN). Selama mengikuti pelatnas, para pemain akan diberikan bimbingan belajar dengan pengajar dari pihak UNY. Sementara bagi yang duduk di kelas 1 dan 2 SMU akan diberikan <em>home schooling.</em></p>
<p>Pelatnas akan dimulai pada tanggal 25 Maret 2012 sampai dengan pelaksanaan SEABA U18 di bulan Mei. Para pemain yang duduk di kelas 3 SMU akan kembali ke sekolah masing-masing saat dilaksanakan UAS, sementara UAN akan dilaksanakan di Yogyakarta.</p>
<p>Berikut nama-nama pemain yang terpilih:</p>
<ol>
<li>Ricky Kartika Istiadi – Bali – 172 cm</li>
<li>Andre Andriano – Jawa Tengah – 175 cm</li>
<li>Hans Abraham – Jawa Barat – 179 cm</li>
<li>Yerikho Christphor Tuasela – Jawa Timur – 180 cm</li>
<li>Jan Misael Panagan – Jawa Barat – 182 cm</li>
<li>Jeff Bryan Gabriel Lapian – Jawa Barat – 183 cm</li>
<li>Rizky Indraprasto – DKI Jakarta – 184 cm</li>
<li>M. Reza Fahdani Guntaran – Jawa Barat – 185 cm</li>
<li>Avan Seputra – Jawa Timur – 187 cm</li>
<li>Bayu Armandito – Jawa Timur – 191 cm</li>
<li>Rico Pratama – Jawa Tengah – 191 cm</li>
<li>Dicka Surya Nugraha – Jawa Tengah – 191 cm</li>
<li>Laurentius Steven Oei – Jawa Timur – 193 cm</li>
<li>Juan Laurent Kokodiputra – Jawa Barat – 193 cm</li>
<li>Chandra Alkristian – Jawa Timur – 194 cm</li>
<li>Mohammad Saroni – Jawa Timur – 196 cm</li>
<li>Kristianto Halim – Jawa Timur – 200 cm</li>
<li>Vincent Rivaldi Kosasih – Jawa Timur – 201 cm</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim Pelatih</p>
<p>Head Coach : David Zamar</p>
<p>Ass Coach 1 : Johannis Winar</p>
<p>Ass Coach 2 : Ricky Gunawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/16/inilah-18-pemain-tim-nasional-muda-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi, Bahkan Bermain di NBA pun Tak Menjamin Masa Depan</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/16/sekali-lagi-bahkan-jadi-pemain-nba-pun-tak-menjamin-masa-depan/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/16/sekali-lagi-bahkan-jadi-pemain-nba-pun-tak-menjamin-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 04:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[TrashTalk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6503</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali, bahkan sangat-sangat sering orang datang bertanya-tanya, dapatkah profesi sebagai pemain basket profesional dijadikan jaminan masa depan? Jawaban yang selalu gw berikan, &#8220;hanya Tuhan yang mengetahui masa depan.&#8221; Namun orang-orang rasanya tak pernah puas dengan jawaban tersebut. Mereka berkilah bahwa menjadi guru, pegawai negeri sipil, pegawai kantoran tetap bisa menjamin masa depan. Sederhana, hanya karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali, bahkan sangat-sangat sering orang datang bertanya-tanya, dapatkah profesi sebagai pemain basket profesional dijadikan jaminan masa depan? Jawaban yang selalu gw berikan, &#8220;hanya Tuhan yang mengetahui masa depan.&#8221;</p>
<p>Namun orang-orang rasanya tak pernah puas dengan jawaban tersebut. Mereka berkilah bahwa menjadi guru, pegawai negeri sipil, pegawai kantoran tetap bisa menjamin masa depan. Sederhana, hanya karena pekerjaan-pekerjaan tersebut memberikan gaji tetap perbulan selama rentang waktu yang cukup panjang. Menjadi pemain basket hanya bertahan, katakanlah maksimal rata-rata hingga pemain berusia 35 tahun. Terlalu singkat.</p>
<p>Sayangnya, mereka hanya melihat dari sisi pemasukan yang rutin. Tidak pernah melihat kebutuhan pengeluaran yang tak jarang malah lebih besar daripada pemasukan, atau nilai uang yang terus menurun, inflasi. Jadi, dalam hal ini pun, menerima pemasukan tetap, tetapi tidak pernah mencukupi sebenarnya adalah sebuah masalah. Masalah yang secara sengaja atau tidak sengaja dianggap tidak ada :)</p>
<p>Ada pula yang membandingkannya dengan pemasukan atlet cabang olah raga lain. Sebut saja yang besarannya selalu gembar-gembor fantastis, sepak bola. Buru-buru mereka langsung mengatakan pemasukan atlet sepak bola di Indonesia jauh lebih besar daripada pemain basket. Dengan begitu, masa depannya lebih terjamin. Benarkah? Meragukan. Perlu data-data spesifik yang mencatat berapa banyak pensiunan pemain sepak bola di Indonesia yang makmur bergelimang harta hingga hari ini.</p>
<p>Lalu pula, yang paling sering terlontar adalah, &#8220;kalau di NBA enak, terjamin, gaji terendah pun sangat besar, dan masa depan pasti lebih cerah! Di Indonesia belum laah..&#8221;</p>
<p>Benarkah?</p>
<p>Dalam sebuah laporan di sebuah artikel menyatakan bahwa melalui sebuah penelitian, NBA mengeluarkan data bahwa <a href="http://loop21.com/allen-iverson-broke-154-million">60 persen pemain NBA bangkrut setelah lima tahun (pensiun)</a>. Kasus yang paling menyolok adalah Allen Iverson. Meskipun belum genap lima tahun keluar dari NBA, pemain yang pada masa kejayaannya pernah berpenghasilan 154 juta dolar Amerika Serikat ini dikabarkan berhutang 860.000 dolar kepada penjual perhiasan dan tidak mampu membayar karena saldo tabungannya jelas menyatakan bahwa ia tidak lagi memiliki uang sebanyak itu.</p>
<p>60 persen! Salah satunya Allen Iverson. Itu di NBA, yang katanya sangat menjamin kehidupan masa depan itu!</p>
<p>Lalu apa yang mampu menjamin masa depan? Banyak yang mengatakan, pengetahuan yang baik dan berguna. Ada pula usaha dan keberuntungan, dan tentunya restu Tuhan. Gw lebih setuju yang terakhir.</p>
<p>Jadi jika masih berpikir bermain basket atau tidak bermain basket karena jaminan hari depan. Hmm, silahkan berpikir lebih dalam. Main basket menyenangkan. Menghasilkan bisa menjamin bisa tidak menjamin, tergantung usaha dan restu Tuhan. Nikmati saja :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/16/sekali-lagi-bahkan-jadi-pemain-nba-pun-tak-menjamin-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surabaya Fever, untuk Apa Dibentuk?</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/15/surabaya-fever-untuk-apa-dibentuk/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/15/surabaya-fever-untuk-apa-dibentuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 12:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[TrashTalk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6500</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Perkenalkan Tim Basket Profesional Wanita Surabaya : SurabayaFever&#8221; demikian bunyi kalimat twitter dari CLS Knights Surabaya. Tim basket profesional wanita? Untuk apa? Adakah hubungannya dengan sesuatu yang kita obrolkan tiga bulan lalu? :) Kita tunggu bersama!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Perkenalkan Tim Basket Profesional Wanita Surabaya : <span style="color: #000000;"><span style="color: #000000;">SurabayaFever</span></span>&#8221; demikian bunyi kalimat twitter dari CLS Knights Surabaya. Tim basket profesional wanita? Untuk apa?<a href="http://mainbasket.com/2011/12/03/perlukah-mengadakan-liga-bola-basket-putri-indonesia-wnbl-indonesia/"> Adakah hubungannya dengan sesuatu yang kita obrolkan tiga bulan lalu? </a>:) Kita tunggu bersama!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/15/surabaya-fever-untuk-apa-dibentuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selisih Poin Besar itu Pertanda Bagus?! Ya, Absolut!</title>
		<link>http://mainbasket.com/2012/02/13/selisih-poin-besar-itu-pertanda-bagus-ya-absolut/</link>
		<comments>http://mainbasket.com/2012/02/13/selisih-poin-besar-itu-pertanda-bagus-ya-absolut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 13:32:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mainbasket</dc:creator>
				<category><![CDATA[TrashTalk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mainbasket.com/?p=6497</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa teman kerap memberikan komentar melalui twitter jika NBL Indonesia tengah mempertandingkan laga dengan selisih poin akhir antara keduanya terpaut cukup jauh. Katakanlah di atas 20 poin. Dan komentar yang mereka berikan sering kali bernada kurang menyenangkan. &#8220;Kualitas liga yang buruk&#8221; lah, &#8220;gak pantas masuk tv&#8221; lah, dan lain-lain. Tunggu dulu! Memangnya pernah yaa di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa teman kerap memberikan komentar melalui twitter jika NBL Indonesia tengah mempertandingkan laga dengan selisih poin akhir antara keduanya terpaut cukup jauh. Katakanlah di atas 20 poin. Dan komentar yang mereka berikan sering kali bernada kurang menyenangkan. &#8220;Kualitas liga yang buruk&#8221; lah, &#8220;gak pantas masuk tv&#8221; lah, dan lain-lain.</p>
<p>Tunggu dulu! Memangnya pernah yaa di NBL Indonesia ada laga yang berakhir dengan selisih poin yang sangat lebar? Sangat lebar melebihi 20 poin?</p>
<p>Hehee, tak hanya 20 poin malahan. Lebih! Dalam laga terakhir antara Muba Hangtuah IM Sumsel melawan NSH GMC Riau di Seri Palembang lalu, Muba Hangtuah melumat NSH GMC bak batu cobek melumat tomat dengan selisih 61 poin! 105-44!</p>
<p>Dalam laga lain, Satria Muda Jakarta pun menggiling Pacific Caesar Surabaya bak blender kecepatan tinggi menghancurkan semangka dengan skor 109-50. Yup, itu terjadi beberapa hari lalu di Seri Palembang. Dua contoh tersebut menggambarkan betapa timpangnya kekuatan antara kedua tim.</p>
<p>Dengan demikian, apakah selisih hasil akhir yang lebar ini mengindikasikan mutu liga yang buruk?</p>
<p>Ah, tergantung dari mana kita melihatnya. Dalam kaca mata yang selalu melihat perbandingan yang lebih baik tanpa melihat adanya proses untuk mencapai keterbaikan, selisih hasil akhir yang jomplang adalah hal yang buruk. Padahal, jika mau dilihat lebih merinci, selisih hasil akhir yang lebar ini adalah indikator dinamika yang dinamis!</p>
<p>Kekuatan belum merata. Namun tim-tim dengan kekuatan yang relatif sama berkelompok pada klasemennya masing-masing dan bersaing dengan sangat ketat! Ada tim-tim papan bawah (asumsikan ini sebagai penghuni klasemen sementara urutan 9-12), papan tengah (5-8), dan sisanya papan atas. Dan pada kenyataannya, papan atas dan tengah NBL Indonesia mulai bias di antara urutan 1-8.</p>
<p>Jika melirik hasil-hasil akhir laga antara urutan klasemen di papan atas, kita akan menemukan adu kekuatan yang dinamis dan saling mengalahkan. Posisi 1, Satria Muda yang hanya menelan dua kali kekalahan, kalah dari penghuni nomor 2, Pelita Jaya, dan nomor 5, CLS Knights. Dua tim yang mengalahkan posisi 1, tersebut pun pernah merasakan kekalahan dari posisi 3, Dell Aspac, dan posisi 4, Garuda.</p>
<p>Belum lagi peringkat 5, CLS Knights yang pernah mengalahkan posisi 1, Satria Muda, ternyata pernah tak berdaya oleh tim penghuni klasemen sementara urutan 6, Muba Hangtuah, dan 7, Stadium. Sangat-sangat dinamis!</p>
<p>Pada papan bawah (urutan 9-12) pun memiliki keasyikannya sendiri. Mereka pun saling mengalahkan. Ribet memilah siapa mengalahkan siapa, jika penasaran, mending lihat langsung ke situs resmi NBL Indonesia saja untuk hasil lengkap laga-laga yang telah terlalui.</p>
<p>Skor akhir dengan selisih yang lebar tadi juga menunjukan bahwa liga ini tengah bergeliat. Ia adalah cambuk motivasi bagi tim-tim kalahan untuk memicu-pacu diri agar lebih baik lagi. Dengan begitu, terbuka peluang bahwa suatu saat mereka akan memberikan kejutan mengalahkan tim-tim yang biasanya dominan atas mereka.</p>
<p>NBA butuh waktu lama, sangat lama untuk mendapatkan mutu tim yang merata. Ia didukung oleh sarana-prasarana dan pranata yang kondusif yang dibangun dari hasil evaluasi berpuluh-puluh tahun! Lah kita?! NBL Indonesia itu belum genap dua tahun! Kita harus menampar pipi sendiri jika langsung berharap yang muluk-muluk!</p>
<p>Jadi jika selisih poin besar di akhir laga adalah pertanda bagus, apakah selisih tipis dan ketat antara semua tim itu sebuah hal yang tidak baik? Gak juga, itu justru sangat-sangat bagus! :D</p>
<p>Dan kita tengah menuju ke sana. Bersabar dan setialah :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mainbasket.com/2012/02/13/selisih-poin-besar-itu-pertanda-bagus-ya-absolut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

