Blog News

Basket Indonesia Menuju Industri, Sebuah Catatan Singkat

WhatsApp Image 2017-05-20 at 22.27.17

Olahraga telah mengalami banyak perubahan, yang awalnya hanya berfokus pada prestasi atau kinerja tim saja, kini fokusnya (khususnya olahraga profesional) bertambah menjadi sebuah bisnis yang berpotensi mendapatkan keuntungan ekonomi. Di belahan dunia lain, olahraga profesional telah menjadi industri yang tumbuh pesat. Seperti contohnya NBA, sepak bola Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman dan masih banyak liga lainnya yang telah menjadi industri, berkembang dan besar.

Di Indonesia sendiri, olahraga profesional sudah mulai berkembang. Di sepakbola profesional, Indonesia memiliki Liga Satu dan liga dengan level di bawahnya. Di bola basket, Indonesia memiliki IBL alias Indonesian Basketball League.

Perjalanan liga basket profesional Indonesia pun sudah cukup panjang. Di mulai dari bergulirnya Kobatama di tahun 1980-an, IBL tahun 2003, NBL Indonesia di tahun 2010 dan sekarang menjadi IBL lagi di tahun 2016. Melihat perjalanan panjang tersebut, industri basket Indonesia boleh jadi sudah mulai tumbuh.

Pertanyaannya apa indikator sesuatu bisa dikatakan sebagai Industri?

Secara sederhana, industri dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan yang menciptakan nilai ekonomi. Lantas siapa yang mendapat nilai ekonomi dari kegiatan industri ini?

Liga, pemain basket profesional, pelatih, tim basket itu sendiri dan elemen-elemen kecil di dalamnya. Lalu pertanyaan selanjutnya bagaimana cara meningkatan industri basket di Indonesia?

Dari Segi Liga

Menjadikan basket profesional Indonesia sebagai industri harus didukung dengan liga yang baik. IBL selaku liga basket profesional di Indonesia harus baik secara organisasi, baik secara keuangan dan baik secara kompetisi. Membangun sebuah kompetisi yang sehat dibutuhkan organisasi yang baik dan kondisi keuangan yang sehat untuk menjalankan operasional liga.

Pihak liga harus bisa memberikan kepastian jalannya kompetisi, kapan waktu mulai kompetisi, kapan waktu pembelian pemain, sampai kapan berakhirnya kompetisi. Sehingga dengan semua kepastian jadwal yang ada, setiap tim dapat melakukan persiapan dan menentukan strategi apa yang harus diambil. Tidak sampai di situ, tidak hanya soal kepastian jadwal kapan liga akan dimulai, tapi kestabilan dan kepastian bahwa liga akan terus berjalan secara terus menerus pun menjadi hal yang sangat penting.

Jika semua aspek utama sudah terpenuhi, selanjutnya IBL sebagai liga harus bisa menggandeng pihak-pihak utama yang ikut andil di dalam liga, pihak utama itu adalah tim-tim peserta. Setelah itu pihak liga harus bisa meyakinkan kepada investor dan sponsor bahwa liga ini adalah yang terbaik, dan pihak liga harus bekerjasama dengan media untuk mempromosikan liganya ke semua penggemar basket indonesia.

Dari Segi Tim

Tim basket adalah bagian utama dalam sebuah industri basket. Layaknya sebuah liga, tim juga harus baik secara organisasi dan keuangan. Tim harus bisa menjaga kekuatan permainan di lapangan dan kondisi keuangan. Gerrard (2005, dari jurnal “Systemic value and corporate governance. Exploring the case of professional football teams” karya Arturo Capasso, Ph.D. dan Matteo Rossi, Ph.D. dari University of Sannio, Italia) yang meneliti tentang efisiensi pada organisasi olahraga menyebutkan bahwa tim profesional harus secara efektif dan efisien memikirkan kondisi keuangan dan kondisi tim secara prestasi.

Tim olahraga profesional tidak hanya mementingkan prestasi olahraganya saja, namun harus memikirkan pula keberlangsungan tim, Ketika tim itu adalah tim profesional maka ada biaya yang harus dikeluarkan dan pendapatan yang harus didapat agar keuangan tim bisa stabil, tidak terus menerus mengandalkan kucuran dana sang pemilik tim. Menurut Beroncelli (masih dari jurnal “Systemic value and corporate governance. Exploring the case of professional football teams”) mengidentifikasi enam kategori biaya yang timbul dalam tim profesional; Upah atau gaji, penyusutan aset tak berwujud, biaya keuangan, biaya luar biasa, biaya produksi lainnya dan penyusutan lainnya.

Menurut Capasso dan Rossi (2013) yang meneliti tentang nilai sistematis dan tata kelola studi kasus di tim sepakbola profesional, pendapatan yang didapat tim bisa dari; tiket, manajemen stadion, sponsorship, merchandise, hak siar dan pendapatan lainnya. Hasil penelitian yang di lakukan Capasso dan Rossi (2013) mengatakan bahwa tim profesional tidak hanya memikirkan kinerja timnya saja, namun perlu memperhatikan kinerja keuangan tim, agar timnya bisa berjalan dengan baik dan sehat secara keuangan.

Merujuk dari hasil penelitian yang di lakukan Capasso dan Rossi, tim basket profesional di Indonesia pun diharapkan memikirkan keuangan tim dan kesehatan keuangan tim, agar tidak ada lagi tim yang bubar karena masalah keuangan.

Peraturan IBL tentang setiap tim harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT) adalah sebuah langkah awal liga untuk menjadikan industri basket Indonesia semakin berkembang. Dengan berbentuk PT diharapkan setiap tim bisa mandiri secara keuangan dan tidak terus menerus mengandalkan kucuran dana dari sang pemilik, dan pekerjaan rumah terbesar bagi liga adalah memberikan kepastian bahwa liga basket profesional di Indonesia akan terus berjalan secara konsisten meskipun operator yang menjalankannya berbeda.