Blog NBA News

Rasa Asia di Summer League NBA 2017

811488822.0

NBA Summer League mungkin terlihat seperti sebuah turnamen ekshibisi biasa. Tapi, sebenarnya ini adalah panggung utama bagi para pemain tahun pertama (rookie) ataupun pemain non-kontrak untuk menunjukan kelihaian (skill) mereka. Ini merupakan jalan bagi mereka para pemain-pemain muda yang ingin menapaki karirnya di NBA ke depan. Ini juga merupakan pembuktian awal bagi para pemain tahun kedua atau sophomore yang harus menunjukan perkembangan mereka dalam semusim. Pemain semacam Brandon Ingram dan Patrick McCaw adalah salah dua yang ikut turun di Summer Leauge musim ini.

Ada hal menarik lain di Summer Leauge musim ini. Ada dua nama pemain Asia, khususnya Tiongkok yang ikut andil. Ada nama Ding Yanyuhang (23) dan Zhou Qi (21). Sebenarnya ada satu lagi pemain Asia yang mengikuti Summer League kali ini, Satnam Singh (22). Tapi bagi Singh, ini adalah Summer League keduanya dalam tiga musim terakhir. Singh sendiri sekarang berstatus pemain Texas Legends yang bersaing di kompetisi NBA G-League (sebelumnya D-League). Sementara duo China yang disebut di awal belum pernah bermain di NBA.

Ding Yanyuhang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ding, sebenarnya sudah mendeklarasikan dirinya untuk NBA Draft musim 2015-2016, sama seperti Singh. Tapi mereka berdua berbeda nasib. Singh di-draft oleh Dallas Mavericks pada putaran kedua di urutan ke-52. Sementara Ding berakhir tidak terpilih (Undrafted) yang membuatnya berstatus pemain bebas (free agent) di NBA. Ding kemudian melanjutkan karirnya bersama Shandong Golden Stars di China Basketball Association (CBA).

810944054-2017-las-vegas-summer-league-dallas-mavericks-v-chicago-bulls.jpg

Bermain sebagai Small Forward, Ding memiliki kemampuan cukup baik di dalam maupun di luar garis tripoin. Kemampuan mengumpan Ding juga bisa dibilang cukup bagus untuk kaliber small forward. Selain itu, pergerakan tanpa bola ke dalam (cuting inside) Ding juga sangat efisien. Tidak jarang ia melakukan cuting lalu berakhir dengan poin untuk dirinya.

Dengan segala kemampuan itu, Ding pun diganjar dengan gelar MVP untuk pemain lokal di CBA. Gelar tersebut pula lah yang akhirnya membuat Dallas Mavericks merekrut Ding untuk tim Summer League mereka musim ini. Ding pun telah memulai debutnya saat Summer League digelar di kota Orlando.

Dalam lima laga yang ia mainkan, Ding berhasil memperoleh rataan 8,2 poin (PPG), 2,0 asis (APG), 2,6 rebound (RPG) per pertandingan dan memasukan 40,6 persen tembakannya. Ding pun masih tetap di dalam tim yang bermain di seri Las Vegas. Di seri Las Vegas, Ding berkesempatan main bersama Yogi Ferrel dan Dennis Smith Jr.. Nama terakhir berhasil merebut perhatian semua penikmat basket dengan gaya bermainnya yang cukup eksplosif.

Bergeser ke teman senegera Ding, Zhou Qi. Zhou berusia lebih muda dan telah memperkuat timnas senior China sejak usia 19 tahun. Di CBA, Zhou merupakan salah satu bintang besar selain Ding dan Guo Aulin. Nama terakhir sempat menjadi pembicaraan dunia setelah berhasil menandatangani kontrak sponsor dengan brand Jordan.

Kembali ke Zhou, dengan tinggi 218 cm dan berat 95 kg. Zhou memang bisa dikatakan sedikit kurus. Tapi itu tidak mengurangi daya ledaknya. Ditambah bentang tangan (wingspan) yang sampai 233 cm, Zhou merupakan teror di paint area. Hebatnya lagi, ia tidak hanya teror saat menyerang, tapi juga bertahan.

Zhou mendapatkan gelar Defensive Player of The Year di CBA pada musim ini sekaligus gelar juara bersama tim nya Xinjiang Flying Tigers. Di dua musim sebelumnya, Zhou “hanya” berhasil menjadi pemuncak klasemen untuk blok terbanyak. Kelebihan bentang tangan itu benar-benar dimanfaatkannya dengan baik. Meskipun mudah tergeser saat berhadapan dengan lawan yang lebih besar di area low post, Zhou masih mampu melakukan blok dengan bentang sepanjang itu.

zhou_qi_fb

Sepanjang musim 2016-2017 total torehan Zhou adalah 16,0 PPG, 10,0 RPG dan 2,3 BPG. Ia juga berhasil melesakan 20 tembakan tripoin dalam kurun waktu tersebut. Sementara di dua musim sebelumnya ia hanya melesakan 10 tembakan secara keseluruhan. Peningkatan kemampuan menyerang dan konsistensi pertahanan itulah yang membuat Houston Rockets memilihnya semusim lalu. Yap, nama Zhou telah masuk NBA draft 2016-2017. Ia pun terpilih pada putaran kedua dengan urutan 43. Tapi keputusan Rockets untuk menahan Zhou di CBA semusim lalu memang terasa tepat. Di Summer League kali ini, Zhou berhasil tampil impresif. Dengan 17 poin dan 6 rebound di laga awalnya melawan Denver Nuggets, ia terlihat sangat menjanjikan. Ia pun akan sangat berguna untuk tim utama Rockets melihat kondisi roster Rockets yang 70 persen berubah pasca-pertukaran Chris Paul. Menjadi cadangan Nene untuk musim depan dengan rataan main 15 menit ke atas mungkin akan ia dapatkan.

https://www.youtube.com/watch?v=jmd4s2c5BhU

Sebenarnya masih ada nama-nama Asia lain yang akan mewarnai gegap-gempita NBA. Selain dua nama di atas, China juga masih memiliki Guo Aulin yang sudah disebutkan sebelumnya. Guo sendiri hanya tinggal menunggu waktu untuk merasakan atmosfer NBA. Melalui libertyballers, Guo sendiri sudah setuju bergabung dengan Sixers. Sementara di level mahasiswa. Masih ada nama pemain Filipina, Kobe Paras yang namanya bersinar terang di level 3×3 dunia. Paras mengalami pasang surut karir setelah ia memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Amerika. Tapi, menilik kemampuan yang ia tunjukan di 3×3 harusnya bukan tidak mungkin Paras melaju ke NBA atau minimal G-League. Kobe Paras juga akan memperkuat Filipina di SEA Games 2017 nanti.