Blog NBA News

Panduan bagi Cavaliers agar bisa Menuju Game 5 Bahkan Game 7 (Final NBA 2017)

LeBron

Setelah memastikan sapu bersih di dua laga kandang mereka. Warriors bertandang ke Quicken Loans Arena, markas Cavaliers untuk menjalani laga ketiga. Laga yang ditunggu-tunggu oleh penggemar Cavs. Menanti apakah Cavs akhirnya mampu menjawab segala pertanyaan yang diberikan Warriors.

Di dua laga awal yang digelar di Oracle Arena, markas Warriors, Cavs benar-benar tidak mampu berbuat apa-apa. Warriors memenangi kedua laga itu dengan seleisih poin di atas 15. Tapi para pecinta NBA yang netral, tentu tidak akan melupakan fakta bahwa kedua tim ini memang yang terbaik dalam tiga musim terakhir. Dan tentunya mereka tidak akan meremehkan Cavs begitu saja. Mengingat sepanjang playoff musim ini pun Cavs hanya kehilangan satu laga sebelum final.

Kamis pagi waktu Indonesia, 20 ribu lebih penikmat NBA yang didominasi pendukung Cavs hadir di Quicken Loans Arena. Belum lagi jutaan fans di seluruh dunia yang menyasikkan laga ini seara online ataupun siaran televisi. Starting line-up yang diturunkan kedua tim pun masih sama. Tristan Thompson, Kevin Love, LeBron James, J.R Smith dan Kyrie Irving untuk Cavs. Zaza Pachulia, Draymond Green, Kevin Durant, Klay Thompson dan Steph Curry untuk Warriors.

Pertandingan berjalan cukup sengit dan tampaknya Cavs akan memenangkan laga saat mereka masih unggul 11 poin di tiga menit terakhir. Tapi salah satu pekerjaan rumah terbesar mereka di final ini kembali memberikan kekalahan ketiga bagi mereka. Kevin Durant mencatatkan tujuh poin berturut-turut tanpa sempat dibalas oleh satupun pemain Cavs. Dan tembakan tripoin yang membawa Warriors unggul satu poin atas Cavs adalah titik balik laga ini. Cavs kalah.

Akhir laga ketiga yang bisa dibilang sangat ”liar” membuat beragam komentar muncul di media sosial. Barangkali, 80 persen dari komentar itu menjagokan Warriors untuk menyudahi final ini pada laga keempat besok pagi. Mungkinkah Warriors memenanginya? Atau malah Cavs berhasil memenangi laga esok dan membalikkan keadaan? Mari kita bongkar.

Laga ketiga kemarin, adalah laga kedua berturut-turut bagi Warriors mencatatkan lebih dari 15 turnovers. Total 38 turnovers dilakukan oleh Warriors dalam dua laga terakhir. Statistik ini menunjukan bahwa Warriors masih memiliki beberapa celah yang mampu dimanfaatkan oleh Cavs dan permainan mereka tentu tidak bisa rapi sepanjang laga.

Warriors harus bisa meminimalkan segala kesalahan mereka untuk laga keempat. Lebih baik bila mereka sanggup bermain serapi laga pertama. Bila ingin segera menjadi juara NBA musim ini.

Sementara untuk Cavs, bila ingin memperpanjang “nafas” atau bahkan membalikkan keadaan. Mereka jelas harus memperbaiki peran para pemain cadangan mereka. Para cadangan Cavs, bila melihat perjalanan karir mereka selama ini, harusnya bisa tampil jauh lebih baik daripada sekarang. Tapi kenyataan berkata lain. Terlihat bagaimana mantan poin guard nomor dua timnas Amerika Serikat Deron Williams yang hingga laga ketiga ini masih belum mampu menciptakan angka. Williams bermain layaknya orang kebingungan di lapangan. Saking buruknya permainan Deron Williams dalam dua laga awal, ia akhirnya hanya bermain empat menit dilaga ketiga kemarin.

Buruknya Deron dan sederet pemain cadangan Cavs, membuat para starter Cavs harus memeras keringat jauh lebih banyak. James dan Irving bermain masing-masing 46 dan 44 menit di laga ketiga. Bahkan Irving bermain penuh sepanjang paruh kedua laga dan James hanya beristirahat 34 detik di akhir kuarter ketiga.

Coach Lue harus menemukan cara guna mengurangi beban kedua pemain bintang mereka. Selain menjadi pilihan pertama dan kedua dalam mencetak angka, kedua pemain ini juga harus menjaga para pemain terbaik tim lawan. Irving hampir selalu menjaga Curry ataupun Klay Thompson bergantian sepanjang laga. Sementara James harus susah payah dalam menyerang setelah harus berhadapan dengan Draymond Green, salah satu pemain bertahan terbaik di NBA. Dan saat bertahan, James harus terus menerus menjaga Kevin Durant. Salah satu pencetak angka terbaik NBA musim ini atau bahkan –mungkin- sepanjang masa. Kelelahan itu tampak jelas saat James seolah hanya memberikan penjagaan “seadanya” saat Durant melepaskan tembakan tripoin pembalik keadaan itu. Draymond Green bahkan sempat mengungkapkan bahwa ia melihat James hanya berjalan saat transisi bertahan menjelang akhir kuarter ketiga.

Coach Lue harus memilih, akan dikonsentrasikan ke mana salah satu bintangnya. Jika ia tetap mempertahankan permainan macam ini di laga keempat. Memenangkan laga akan sangat sulit dirasa.

Satu lagi yang harus benar-benar berubah dari Cavs adalah Tristan Thompson. Forward-Center milik Cavs ini boleh jadi merupakan pemain terburuk dalam tiga laga final ini. Statistiknya pun tidak dapat berbohong: 8 poin dan 11 rebound dalam 3 laga adalah bukti betapa buruknya Tristan di final kali ini. Hancur! Padahal Tristan sebelum laga final ini sering disebut sebagai salah satu faktor keunggulan Cavs atas Warriors. Melihat matchup Tristan yang “hanya” berhadapan dengan Zaza Pachulia dan JaVale McGee, di atas kertas harusnya Tristan bisa mendominasi paint area. Tapi hasilnya benar-benar berbalik total. Bahkan seorang Steph Curry mampu mengumpulkan 29 rebound dalam tiga laga.

Masih ada dua tugas besar lagi yang harus diselesaikan Coach Lue dan Cavs. Pertama adalah bagaimana cara mereka menghadapi susunan “super extra small line up” Warriors. Beberapa kali dalam laga kedua dan ketiga, pemain tertinggi mereka yang tercatat di situs resmi NBA adalah Draymond Green dan Kevin Durant. Dengan tinggi 6’9”, kedua pemain ini masih kalah tinggi daripada Tristan Thompson dan Kevin Love. Dengan line-up macam itu, Warriors memiliki lima pemain dengan kemampuan menembak yang nyaris sama.

Satu masalah terakhir Coach Lue adalah Kevin Durant. Durant seolah kembali lagi pada level MVP-nya di tiga musim lalu. Ia konsisten mencatatkan poin di atas 30 selama tiga laga. Nyaris tidak ada yang bisa menghentikan Durant dalam periode tersebut. Rinciannya 38, 33 dan 31 poin dicatatkan Durant dan semua dengan presentase akurasi di atas 50 persen. Pull up jumper, perimeter shot, tripoin, drive, layup dan dunk. Semua komplet dilakukan Durant dalam tiga laga final ini. Ditambah faktor kelelahan LeBron James, Durant adalah faktor pembeda final kali ini dan bukan tidak mungkin ia akan menjadi MVP final musim ini bila berhasil merengkuh gelar juara.

Dengan sederet perosalan yang harus diselesaikan Cavs, memang sangat sulit untuk merengkuh gelar juara. Tapi sekali lagi, ini adalah pertandingan basket, setiap detiknya menentukan. Setiap penguasaan bola bisa jadi memengaruhi hasil akhir sebuah laga. Laga keempat masih sangat layak ditonton dan tentu untuk para pecinta basket yang netral. Kita tidak ingin NBA berakhir terlalu cepat.