Blog NBA News

Dilema Los Angeles Lakers dalam Draft NBA 2017

lonzo-ball-ucla-bruins-1300-offense

NBA Draft Day 2017 akan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2017 di Barclays Center, Amerika Serikat. Salah satu tim bersejarah NBA yaitu Los Angeles Lakers mendapat keberuntungan meraih urutan kedua dalam memilih pemain rookie yang akan di draft. Ini adalah kali ketiga Los Angeles Lakers mendapatkan urutan draft kedua sejak tahun 2015.

Dengan segala prospek yang ada, munculah nama Lonzo Ball yang menjadi pusat perhatian dari fans Lakers jauh-jauh hari. Selain karena pengaruh ayahnya (LaVar Ball) yang luar biasa untuk mangharapkan Lonzo akan dipilih Los Angeles Lakers ,fans dari tim yang sudah menjuarai gelar NBA 16 kali ini juga menggadang-gadang bahwa Lonzo merupakan pemain yang sangat dibutuhkan tim dengan segala kemampuannya dalam mengumpan dan menembak.

Namun beberapa hari menjelang draft day, Los Angeles Lakers kembali mengalami dilema setelah adanya prospek lain yang cukup menggiurkan seperti Josh Jackson dari Kansas University dan Point Guard lincah dari Kentucky University yaitu De’Aaron Fox. Dilema Lakers semakin bertambah dengan kurang puasnya mereka akan peforma Lonzo saat melakukan pelatihan individu di pusat latihan Lakers.

Dengan komposisi pemain yang sudah cukup lengkap dari semua posisi, Lakers yang ingin bangkit dari keterpurukannya harus berpikir keras untuk mengoptimalkan pemain muda yang akan dipilih nantinya. Setiap prospek memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing yang patut dicatat. Lonzo Ball memiliki kelebihan dalam mengumpan dan menembak sementara kurang dalam hal bertahan.

Josh Jackson memiliki tubuh yang atletis, kemampuan menerobos yang baik serta kemampuan bertahannya pun luar biasa namun buruk dalam hal menembak khususnya dalam tembakan gratis di mana ia hanya melesakkan presentase masuk 56 persen saja.

Opsi terakhir yaitu De’Aaron Fox memiliki kecepatan yang luar biasa, kemampuan untuk menerobos dan dunk yang cukup baik untuk seorang point guard serta visi mengumpannya juga di atas rata-rata, namun kelemahan terbesarnya adalah kemampuan menembak tiga angka yang sangat buruk yaitu dengan presentase hanya 25 persen saja.

Dengan segala potensi yang dimiliki ketiga pemain tersebut. Mana kiranya yang cocok untuk menambal lubang dalam skuat Los Angeles Lakers? Pertanyaan menarik untuk diungkap 22 Juni nanti.

Foto: Sports Illustrated