News

Kompetisi Basket Putri Indonesia Digulirkan oleh Klub Peserta

merpati-bali-mainbasket

Bulan lalu, tepatnya 22 Desember 2016, digelar rapat antara klub basket profesional putri Indonesia, penyelenggara liga profesional Indonesia, PP Perbasi, dan tim pelatih tim putri Indonesia proyeksi SEA Games 2017. Rapat tersebut intinya membahas tentang keberlangsungan liga basket profesional putri di tanah air. Hasilnya cukup mencengangkan, sebab tahun ini ternyata liga basket profesional untuk putri ditiadakan.

Salah satu yang mengikuti rapat saat itu adalah Deddy Setiawan, pemilik klub Merpati Bali. Deddy bercerita, dalam rapat tersebut memang penyelenggara liga tidak akan memutar liga basket putri. Alasannya, beban biaya untuk liga basket putra sudah sangat besar, apalagi ditambah dengan pemain asing.

Namun pada saat itu, Deddy beserta pemilik klub lainnya bersepakat untuk tetap menggelar turnamen. Apapun namanya, tapi kompetisi tersebut akan mengakomodir klub-klub yang sudah berniat mengikuti kompetisi. Nasib kompetisi basket putri memang berbanding terbalik dengan putra.

“Kami dari Merpati Bali memang berencana membuat turnamen pemanasan. Nah, karena ada hal seperti ini, maka saya pikir harus ada yang berani untuk tetap memutar kompetisi. Dari sini, akhirnya turnamen di Bali kami mundurkan jadwalnya dan masuk dalam rangkaian Kompetisi Basket Putri Indonesia,” jelas Deddy, Sabtu (7 Januari 2017).

Kompetisi Basket Putri Indonesia 2017, lanjut Deddy, disepakati akan berlangsung di tiga tempat atau tiga seri. Untuk seri pertama, akan digelar di Bali dengan penyelenggara Merpati Bali di GOR Merpati, Denpasar, pada 2 hingga 7 Februari 2017. Delapan peserta dipastikan mengikuti kompetisi ini yakni Merpati Bali, Sahabat Semarang, Surabaya Fever, Satria Siliwangi, Flying Wheel Makassar, Tenaga Baru Pontianak, Tanago Jakarta dan Merah Putih Predators Jakarta.

“Penyelenggaraan sepenuhnya ditanggung tuan rumah dan dapat subsidi juga dari PP Perbasi. Untuk nama memang belum ditetapkan bahkan penyelenggaraan selanjutnya juga belum. Memang disepakati ada tiga seri, namun seri dua dan tiga belum pasti,” kata Deddy.

Deddy mengaku, keberaniannya untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut karena melihat banyaknya klub yang bersedia ikut tahun ini. Sembari menggelar kompetisi tahun ini, para pemilik klub atau bisa juga disebut Dewan Komisaris mencari operator untuk liga basket putri Indonesia.

Sementara itu, Deddy beranggapan bahwa kompetisi basket putri ini harus bergulir karena sangat erat hubungannya dengan persiapan tim nasional Indonesia menuju SEA Games 2017 Malaysia.

“Saya rasa probabilitas mendapatkan medali basket jauh lebih besar di putri dibanding putra. Oleh karena itu, kami dari klub-klub juga tidak ingin kompetisi berhenti. Gimana pun caranya harus berputar,” tegasnya. “Oleh karena itu, tahun ini kami gelar tiga seri saja, karena kompetisi harus berakhir pada awal bulan April sebelum training camp tim nasional.”

Merpati Bali berusaha agar kompetisi yang digelar nanti bisa sukses. Mereka juga berencana menggelar kompetisi basket antar sekolah di Bali sebagai salah satu rangkaian acara. Deddy beranggapan bila, kompetisi antar sekolah bisa meningkatkan animo penonton.

Foto: Hari Purwanto