Pelita Jaya dan Dell Aspac dan Seri Jakarta, 12 Januari 2013! (5 Hari Menuju NBL Indonesia Seri Jakarta 2012-2013)

Laga antara Pelita Jaya Esia Jakarta melawan Dell Aspac Jakarta pada tanggal 12 Januari nanti (seharusnya) akan menjadi salah satu laga paling seru di NBL Indonesia Seri II musim 2012-2013 ini. Pertandingan di hari pertama antara kedua tim yang belum terkalahkan tersebut akan memperlihatkan siapa yang memiliki kapak yang lebih tajam untuk menumbangkan lawan.

Pelita Jaya sudah merasakan kekuatan Dell Aspac di Surabaya pada ajang Preseason Tournament. Pelita Jaya memang keluar sebagai juara. Tetapi dalam pertandingan penyisihan melawan Dell Aspac, anak asuh Nathaniel Canson tumbang, 68-60.

Kekuatan Aspac ada pada individu-individu pemain yang sangat menonjol. Xaverius Prawiro, shooting guard senior ini tidak menunjukan tanda-tanda performa yang menurun. Kestabilannya terjaga. Ketenangannya luar biasa. Kecerdikannya apa lagi.

Lalu ada Pringgo Regowo. Langganan peraih double-double ini akan menjadi andalan Aspac di dua sisi ujung lapangan. Kemampuan Pringgo sebagai penyerang tak perlu diragukan lagi. Ia adalah yang terbaik sejauh ini di NBL Indonesia pada posisinya. Saat bertahan, kombinasinya bersama Isman Thoyib dan Wahyu Widayat Jati adalah dinding yang entah bagaimana cara merobohkannya bila coba dipaksa untuk ditembus.

Pada posisi guard dan small forward, Dell Aspac memiliki Sigit Harun dan dua penembak jitu mematikan. Pertama adalah Okiwira Sanjaya, yang belum begitu terlihat kemampuannya sejauh ini, dan yang kedua adalah rookie, Andakara Prastawa.

Prastawa adalah fenomena. Meskipun rookie, Prastawa adalah pengumpul angka terbanyak kedua di timnya. Hanya Pringgo yang berada di atas Prastawa. Keunggulan Prastawa adalah keberanian dan akurasi tembakan-tembakannya terutama tembakan tiga angka. Semua tim NBL Indonesia mewaspadai hal ini. Mario Gerungan, Rizky Effendi, dan Fandika Ramadani adalah andalan lain Aspac yang akan menyulitkan barisan pertahanan Pelita Jaya.

Tak jauh berbeda dengan Aspac, tim Pelita Jaya juga dihuni oleh pemain-pemain berbahaya. Tidak perlu menuliskan kredibilitasnya. Cukup menyebutkan satu-persatu. Kelly Purwanto, Ary Chandra, Dimas Aryo Dewanto, Erick Sebayang, Andy Batam, Fidyan Dini, Ferdinand Damanik, Ponsianus Indrawan, Yudhi Mardiyansyah, dan lain-lain.

Kekuatan Pelita Jaya boleh dikata seimbang dengan Aspac. Namun jika menilik kemerataan, Pelita Jaya seharusnya memiliki stok pemain yang lebih merata dalam hal saling mendukung di setiap posisi. Sebut saja pada posisi bigman. Ponsianus Indrawan, Ferdinand Damanik, dan Fidyan Dini memiliki kemampuan yang lebih merata ketika melakukan serangan dan merebut bola-bola rebound. Hal ini tidak berlaku pada trio Pringgo, Thoyib, dan Widayat Jati.

Demikian pula pada posisi point guard. Dell Aspac kini memiliki dua point guard andalan yaitu Mario Gerungan dan Prastawa. Namun karakter keduanya sangat berbeda. Tentu saja keduanya bisa memainkan peran yang berbeda pula sesuai kebutuhan tim. Tetapi ketika salah satu kelelahan, cidera, atau pun terjebak jumlah foul, keduanya belum mampu saling menutupi pada peran yang sama.

Pelita Jaya sedikit lebih baik dalam hal ini. Kemampuan para point guard Pelita Jaya sedikit lebih merata. Permasalahannya, Robert Santo Yunarto yang menjadi pendukung Kelly tengah cidera. Demikian pula Vavories Palopo yang kemungkinan besar tidak akan bermain di Jakarta karena baru selesai operasi. Dalam hal ini, Pelita Jaya dan Aspac boleh jadi memiliki kekuatan imbang.

Pertarungan utama pada akhirnya ada pada otak-otak yang mengatur strategi kedua tim ini. Para pelatih kepala. Baik Pelita Jaya maupun Dell Aspac ditangani oleh pelatih-pelatih baru. Menariknya, mantan pelatih Pelita Jaya di musim lalu, Rastafari Horongbala kini menangani Aspac.

Pelita Jaya kini menjalankan strategi di bawah komando Nathaniel Canson. Coach of the Year NBL Indonesia 2011-2012 ini berhasil membawa Pelita Jaya menjadi juara di turnamen preseason. Pertemuan dengan Aspac di Jakarta akan berbeda. Pada laga di Surabaya, seteru Coach Nath adalah Coach Yu Te. Nanti, boleh jadi lebih berbahaya. Karena seteru Coach Nath yang baru telah banyak mengetahui karakter-karakter para pemain Pelita Jaya.

 

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>