Menyamaratakan Kekuatan Tim-tim NBL Indonesia dengan Cara (yang Mungkin) Murah Meriah
Seorang teman penggemar berat CLS Knights Surabaya mengatakan bahwa saat ini tim favoritnya memiliki belasan pemain muda yang bagus-bagus. Senang sekali mendengarnya, karena artinya dalam satu hingga beberapa musim ke depan, CLS Knights tidak akan kesulitan mencari pemain-pemain berbakat baru.
Garuda Kukar Bandung membuktikan bahwa mereka memang punya beberapa pemain muda yang berbakat. Pada Preseason Tournament 2012 di Surabaya lalu, mereka setidaknya membawa tujuh atau delapan pemain rookie. Ketika musim reguler dimulai di Bandung, karena aturan NBL Indonesia yang hanya membolehkan sebuah tim untuk mendaftarkan lima pemain rookie saja, maka Garuda pun hanya mendaftarkan lima saja. Menariknya, dari delapan rookie di preseason, Garuda hanya mendaftarkan tiga saja untuk ke musim reguler, dua lagi merupakan pemain yang tidak terdaftar di preseason. Kabarnya, Garuda juga punya banyak pemain muda bagus-bagus.
Beberapa tim besar lain juga memiliki beberapa pemain muda berbakat yang belum dimainkan. Ada pemain yang sudah siap dan bahkan sangat ingin main. Namun karena berbagai alasan, ia belum dimainkan.
Selain tim-tim yang memiliki “stok” pemain bagus yang berlebih, beberapa tim justru kesulitan pemain. Ada pelatih yang mengeluh bahwa kualitas rosternya tidak dalam alias hanya bisa mengandalkan starter-nya saja. Ada pula manajer-manajer yang benar-benar kesulitan mencari pemain baru.
Dua kasus situasi yang berbeda ini menarik sebenarnya. Karena kalau ada jembatan di antara keduanya, bukan tidak mungkin akan memberikan dampak saling menguntungkan. Jembatannya adalah meminjamkan pemain.
Tim yang memiliki stok pemain bagus berlebih, ada baiknya meminjamkan pemainnya ke tim yang kesulitan mencari pemain bagus.
Hasilnya adalah efek berganda. Pemain bagus menjadi punya pengalaman bertanding dan sangat mungkin mengangkat performa tim yang kesulitan pemain. Di lain sisi, tim yang meminjamkan pemainnya dapat melihat langsung perkembangan pemainnya. Ketika memang sudah matang dan cukup pengalaman bertanding, mereka tinggal menarik kembali pemain yang mereka pinjamkan.
Ini juga seharusnya berlaku untuk pemain-pemain veteran bagus dari tim-tim besar. Ada baiknya sebelum akhirnya pensiun, berbagi ilmulah dahulu dengan pindah ke tim yang kesulitan mendapatkan pemain bagus, atau sekadar berstatus pemain pinjaman :D
Nah, siapa tahu dengan dua cara ini, kekuatan tim-tim NBL Indonesia semakin lebih cepat merata.
Namanya juga ide liar dan kasar, masalah hitung-hitungan uang, kontrak, bayaran, dan lain-lainnya, silahkan pikir sendiri :))




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!