Pendukung Garuda yang Berbeda (Penonton NBL Indonesia, bag. 2)

Ini lanjutan tulisan yang kemarin, “Mengapa Penonton Bandung Meninggalkan Garuda vs CLS Knights di Kuarter Kedua“.

Lalu pada hari Sabtu, 1 Desember, Garuda Kukar Bandung akhirnya bertemu Satria Muda Britama Jakarta. C-Tra Arena hanya terisi 3/4-nya saja. Tetapi gemuruhnya kembali luar biasa. Apalagi pertandingan memang terasa indah bagi Garuda di kuarter pertama dan kedua, dan sangat menegangkan di kuarter ketiga dan terakhir karena Satria Muda mengejar ketat, walau akhirnya terhenti karena waktu berlaga telah habis. Garuda menang, 57-51.

Mudah menemukan alasan mengapa C-Tra Arena tidak terisi penuh malam itu. Ya, malam itu tim sepak bola nasional Indonesia tengah bertanding melawan Malaysia.

Bagi yang datang menyaksikan Garuda melawan Satria Muda. Pertandingan inilah yang selalu dinanti-nanti. Apalagi Garuda memenangkan pertandingan. Sekali lagi, gw dapat merasakan betapa emosionalnya pertandingan ini dari keriuhan penonton, lagu yang dinyanyikan penonton, hingga cacian-umpatan kepada pemain Satria Muda yang menjengkelkan (baca: jagoan).

Jika riuhnya penonton belum terasa sebagai indikasi bahwa pertandingan Garuda melawan Satria Muda selalu emosional, mungkin apa yang gw lihat seusai pertandingan dapat membantu. Gw masih melihat penonton yang menangis karena Garuda menang. Tangisan yang hampir mungkin tidak akan terjadi jika Garuda menang melawan tim-tim lain (kecuali Dell Aspac Jakarta atau mungkin Pelita Jaya Esia Jakarta).

Keesokan harinya, tanggal 2 Desember, Garuda bertemu Dell Aspac Jakarta. Populasi penonton terlihat kurang lebih sama dengan hari sebelumnya saat Garuda bertemu Satria Muda. Namun gemuruhnya kalah jauh. Penonton kecewa. Garuda kalah telak 74-35. Tetapi tampaknya beberapa penonton yang gw temui mafhum bahwa Garuda sepertinya kelelahan karena harus menjalani dua pertandingan berat dua hari berurutan. Dell Aspac punya waktu istirahat yang cukup karena libur tanding di hari sebelumnya.

Lalu apa alasan untuk C-Tra Arena yang tidak terisi penuh padahal lawan yang dihadapi adalah Dell Aspac? Lawan yang juga punya tradisi rivalitas tinggi saat bertemu Garuda. Sederhana, pertandingan diadakan pada Minggu malam, yang keesokan harinya, Senin, anak-anak SMA se-Bandung akan menghadapi Ujian Akhir Semester.

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

One Response to "Pendukung Garuda yang Berbeda (Penonton NBL Indonesia, bag. 2)"

  1. fery says:

    bro, kalau buat saya yg jadi pertanyaannya malah apakah garuda masih dianggap milik orang bandung. Beberapa tahun terakhir ini pun pemain asal bandung yg tersisa cuma beberapa, belum lg homebasenya yang ada di luar bandung. So, maybe Garuda yang sekarang ini belum dikenal lagi oleh masyarakat bandung. Karena buat saya itu yg terjadi.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>