Mengapa Penonton Bandung Meninggalkan Garuda vs CLS Knights di Kuarter Kedua (Penonton NBL Indonesia, bag. 1)

Tulisan ini rencananya akan jadi tulisan pertama dari rangkaian analisa tentang karakter dan tabiat penonton dan pendukung tim-tim NBL Indonesia musim ini. Entah akan berlanjut sampai berapa tulisan. Sekeluarnya gagasan menulis saja :D

NBL Indonesia 2012-2013 Seri I telah usai. Baru saja usai tepatnya. Seri I yang diadakan di Bandung berlangsung seru -dari segi pertandingan, tetapi tidak begitu heboh seperti biasanya dari sisi penonton (ini yang terlihat mata yaa. Kalau dari sisi statistik beda lagi).

NBL Indonesia memutuskan untuk mempertemukan Garuda melawan CLS Knights Surabaya di laga perdana mereka di Bandung, tanggal 24 November lalu. Gw sendiri agak kecewa. Kenapa bukan Satria Muda, Dell Aspac, atau Pelita Jaya?

Sesuatu mengejutkan terjadi ketika Garuda melawan CLS Knights. Pada saat kuarter kedua selesai, terlihat banyak sekali penonton keluar meninggalkan arena dan tidak kembali lagi ketika kuarter ketiga dimulai. Padahal, Garuda sedang unggul 33-24 di akhir kuarter kedua. Aneh.

Banyak kemudian yang berasumsi bahwa pendukung Garuda sudah tidak sefanatik dulu lagi. Benarkah?

Berikut asumsi gw.

Sebagai seorang yang beberapa kali menyaksikan Garuda di C-Tra Arena, pilihan mempertemukan Garuda dengan CLS Knights gak ok. Gak sip. Sebagai salah seorang penggemar Garuda, gw (dan mungkin penggemar Garuda yang lain) gak pernah menganggap ada rivalitas yang kental antara Garuda dengan CLS Knights.

Prestasi CLS Knights memang sedang menanjak. Tetapi entah mengapa, sehebat-hebatnya CLS Knights, tetap tidak ada “rasa itu” setiap kali Garuda bertemu seterunya dari Surabaya ini. Berbeda ketika Garuda bertemu Satria Muda atau pun Dell Aspac. Rasa rivalitasnya tinggi. Ada perasaan “gereget” kalau Garuda bertemu dua tim itu. Ada rasa benci! terhadap lawan.

Melawan CLS Knights, rasa itu tidak ada. CLS Knights memang tim hebat. Buktinya mereka menang lawan Garuda pada tanggal 24 November itu. Jadi ini bukan masalah hebat-tidaknya lawan. Mungkin ini masalah tradisi. Masalah sejarah masa lampau. Masalah persaingan dua kota.

Inilah (gw rasa) alasan mengapa banyak penonton yang meninggalkan arena ketika Garuda melawan CLS Knights baru menyelesaikan kuarter kedua (padahal malam itu, inilah justru sajian utamanya). Mereka datang bukan untuk lihat Garuda lawan CLS Knights. Sehebat-hebatnya CLS Knights, bagi pendukung Garuda, hanya sedikit pride dalam mengalahkan CLS Knights. Biasa saja. Beda dengan mengalahkan dua tim di atas.

Gw sendiri paham mengapa NBL Indonesia menempatkan Garuda melawan CLS Knights di laga pembuka. Paham yang gw maksud tentu saja bersifat asumsi. Bersifat mengira-ngira. NBL Indonesia, takut Garuda kalah lagi di pertandingan pembuka.

Ya. Garuda kalah dalam dua kali pertandingan pembuka di Bandung. Melawan Pelita Jaya (2010), Garuda kalah 78-74, dan melawan Satria Muda (2011), Garuda kalah 50-46. Jadi kasihan kalau Garuda kalah lagi di pertandingan perdana musim ketiga mereka di Bandung. Maka itu dipilihlah CLS Knights Surabaya. Tim yang sedang menanjak di NBL Indonesia, tetapi dikalahkan Garuda sebulan sebelumnya di Preseason Tournament 2012 di Surabaya.

Eeh, tapi yaa sama saja, Garuda kalah juga lawan CLS Knights, 58-52. Hahaa.

Niat NBL Indonesia mempertemukan Garuda dengan CLS Knights di partai perdana mereka tentu saja baik. Ya, cuman begitulah, “rasa itu” tidak ada dalam pertandingan Garuda melawan CLS Knights.

Lalu mengapa penonton meninggalkan arena ketika laga kuarter kedua berakhir?

Tujuan mereka datang ke C-Tra Arena sudah tercapai. Mereka adalah pendukung Satria Muda dan Pelita Jaya yang bertanding di laga sebelumnya. Sisa penonton yang masih duduklah yang datang untuk menyaksikan Garuda melawan CLS Knights. Tidak banyak (kelihatannya)? Ya itu tadi. Bagi pendukung Garuda, melawan CLS Knights tidak menimbulkan “rasa” yang sama ketika melawan Satria Muda, atau Dell Aspac.

Wallahu ‘alam :D

(bersambung)

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

3 Responses to "Mengapa Penonton Bandung Meninggalkan Garuda vs CLS Knights di Kuarter Kedua (Penonton NBL Indonesia, bag. 1)"

  1. Djoko says:

    Saya dan beberapa teman malah langsung keluar begitu pertandingan Satria Muda vs Pelita Jaya berakhir, juga beberapa teman yang lain yang pergi setelah kuarter 2 berakhir.
    Setelah pertandingan Satria Muda vs Pelita Jaya, penonton yang keluar langsung berkerumun ke belakakang & samping C-Tra Arena untuk bertemu dengan pemain-pemain dari satria MUda & Pelita Jaya dan banyak dari mereka yang tidak kembali kedalam untuk menonton pertandingan Garuda vs CLS Knight

    Reply
  2. Ferina says:

    Emang beda sih geregetnya kalau Garuda lawan tim macam SM, Aspac, ataupun PJ. Kaya ada rasa benci yang banget banget dan feel itu tuh yg bikin semangat buat dukung Garuda

    Reply
  3. Irfan says:

    Berarti gak cuma di bola, Bandung -Surabaya di basket juga nggak saingan…

    “Garuda – CLS sama saja, asal bukan SM. SM itu….” – ala bobotoh :D

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>