Pringgo Sempurna, Aspac Bantai Garuda untuk Sapu Bersih (Rekap Hari 9 Seri I NBL Indonesia 2012-2013)
Satya Wacana Gagal Bendung Pacific
Andai kata para pemain Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga sedikit tenang di detik-detik akhir, bukan tidak mungkin mereka mampu mencuri kemenangan dari Pacific Caesar Surabaya. Tembakan tiga angka yang dilepaskan oleh Budi Sucipto di saat laga akan berakhir berhasil diblok oleh Pacific. Pacific pun akhirnya mengamankan kemenangan 60-57.
Airlangga Sabara seperti biasa menjadi pemain andalan Pacific dalam memecah pertahanan lawan. Airlangga yang sangat baik saat bermain di dalam maupun ketika melepaskan tembakan luar, mencetak delapan angka di kuarter pertama. Hebatnya, field goals Airlangga sempurna di angka 100 persen. Pacific unggul 15-10.
Empat tembakan Airlangga tidak menemui sasaran di kuarter kedua. Namun performa buruk Airlangga di kuarter ini tertutupi dengan baik oleh Eko Sasmito, Hari Suharsono, dan Gege Nagata. Ketiganya menjaga stabilitator Pacific untuk unggul 14-12 di akhir kuarter kedua.
Belum ada tanda-tanda performa yang meningkat dari Satya Wacana. Budi Sucipto kesulitan menambah angka, sementara setiap akumulasi dari Yo Sua ataupun yang lainnya selalu mendapat balasan dari para pemain Pacific. Pacific masih unggul 42-34 di akhir kuarter ketiga.
Bermain tanpa Respati Ragil dan Jerry Lolowang, daya serang Satya Wacana sedikit berkurang. Satya Wacana unggul di kuarter terakhir (23-18). Skor ini seharusnya masih bisa bertambah jika akurasi tembakan Satya wacana lebih daripada 27 persen secara keseluruhan.
Tiga pemain Satya Wacana mencetak 11 angka; Budi Sucipto, Firman Nugroho, dan Eko Nasution. Sementara poin terbanyak pada kubu Pacific dikumpulkan oleh Airlangga dengan 16 poin.
—
Pringgo Sempurna, Aspac Bantai Garuda untuk Sapu Bersih
Dell Aspac Jakarta membuktikan diri sebagai salah satu tim yang paling berbahaya di musim ini. Menghadapi tim tuan rumah Garuda Kukar Bandung, Isman Thoyib dan kawan-kawan membantai Garuda dengan skor telak 74-35.
Gaya permainan yang sangat berbeda ditunjukan oleh kedua tim di kuarter pertama. Aspac memainkan pergerakan bola yang cepat, sementara para pemain Garuda terlihat lebih banyak menghabiskan waktu untuk berpikir sebelum melakukan passing ataupun melepaskan tembakan.
Pola permainan Garuda membuat pemain Aspac mudah membaca arah bola. Aspac berhasil menekan Garuda untuk melakukan tujuh kali turn over di kuarter pertama. Ironisnya, Aspac yang bermain cepat justru hanya melakukan satu turn over.
Penampilan luar biasa ditunjukan oleh bigman Aspac, Pringgo Regowo. Mengandalkan tenaga yang kuat untuk mencetak angka, Pringgo mencatatkan field goals 100 persen dan 12 poin untuk memberi keunggulan 19-10 bagi timnya di kuarter pertama.
Tidak ada perlawanan berarti dari Garuda. Di kuarter kedua, terlihat beberapa kali Wendha Wijaya seolah frustasi melakukan drive hanya untuk mencari foul. Point guard andalan Garuda ini sulit menemukan rekannya dalam posisi kosong. Pertahanan Aspac sangat rapat. Garuda hanya mampu mencetak 13 poin di kuarter kedua, dan Aspac menambah 19 angka.
Performa Garuda mulai menurun di kuarter ketiga. Sebaliknya, mesin-mesin senapan Andakara Prastawa dan Pringgo Regowo semakin panas. Tidak ada jawaban dari Garuda atas menggilanya Prastawa dan Pringgo. Kombinasi kedua pemain ini menghantam Garuda dari luar dan dalam. Prastawa menambah tujuh poin di kuarter ketiga, dan Pringgo lima poin.
Unggul 61-32 di awal kuarter terakhir, Aspac seperti sudah menggenggam erat kemenangan. Apalagi di sepanjang kuarter empat Garuda hanya memasukan dua angka melalui sebuah tembakan, dan satu angka melalui tembakan bebas. Field goals Garuda secara keseluruhan hanya 19 persen.
Kinerja Pringgo Regowo adalah kebalikan dari Garuda. Mencetak poin tebanyak bagi Aspac dengan 23 poin, field goals Pringgo sempurna di angka 100 persen. Andakara Prastawa mencetak poin terbanyak kedua bagi Aspac dengan 13 poin. Sementara pada kubu Garuda, hanya Hendru yang mencetak dua digit poin yaitu 12.
—
CLS Knights Bawa Pulang Kemenangan di Laga Terakhir
Tony Agus perlahan namun pasti mulai menonjol dengan peran sebagai pengganti Dwi Haryoko saat menyerang. Kemampuan Tony bahkan boleh jadi lebih komplit. Bersama Febri Utomo, Tony Agus mengandalkan tembakan tiga angka, penetrasi, bahkan post play untuk mencetak angka. Tony mencetak total 13 angka untuk membawa CLS Knights Surabaya menang atas Stadium Jakarta 66-52.
Laga seru berlangsung di kuarter pertama. Bermain dalam tempo yang langsung tinggi, CLS Knights membuat Stadium terhentak dengan akselerasi poin mencapai 9-0.
Dalam kondisi tertinggal, Stadium menemukan jawaban dengan memasukan Indra Budianto. Small forward ini sukses memasukan tujuh poin melalui tembakan medium, tembakan tiga angka bahkan, tembakan di bawah ring tanpa pengawalan dalam set play yang sangat baik oleh Stadium. Meski masih tertinggal, Indra membawa Stadium mendekat dengan selisih dua angka di akhir kuarter pertama, 15-13. CLS Knights unggul tipis.
CLS Knights yang tidak menurunkan Andrie Ekayana, banyak menggunakan Febri sebagai poros serangan. Tidak jarang, Febri bahkan terlihat bermain sendiri. Menguasai bola, dan memaksa untuk melakukan drive. Cara ini cukup efektif membuat pertahanan Stadium kocar-kacir. Total sembilan poin dikumpulkan oleh Febri hingga akhir kuarter kedua, dan CLS Knights masih unggul 36-31.
Indra Budianto kembali beringas di kuarter ketiga. Kali ini ia mendapatkan bantuan yang sangat baik dari Daniel Iskandar yang selalu siap berjibaku di bawah ring CLS Knights. Stadium menguasai kuarter ketiga dan memaksa kondisi imbang 44 sama memasuki kuarter terakhir.
Febri menggila di kuarter empat. Lagi-lagi, karakter Febri sebagai pemain yang mampu mengobrak-abrik pertahanan muncul di kuarter terakhir. Sulit menghentikan Febri tanpa terpaksa melakukan foul. Febri mencetak 10 poin di kuarter terakhir.
Selain Febri yang menjadi pencetak angka terbanyak dengan total 19 poin, Tony Agus juga menjadi andalan serangan. Tembakan-tembakan medium Tony 100 persen menemui sasaran di kuarter terakhir.
Pada kubu Stadium, Indra Budianto on fire dengan total poin 20, dan rata-rata 64 persen pada field goals.
—
Pradhitya Beri Kemenangan Pertama untuk NSH GMC
Kini sudah tidak ada lagi tim NBL Indonesia yang belum pernah menang sama sekali. NSH GMC Riau adalah tim terakhir yang meraihnya. Menghadapi Tonga BSC Jakarta, Juliano Gandhi dan kawan-kawan menang 62-49.
Tonga BSC hanya sempat unggul dua poin di kuarter pertama. Setelah itu, tembakan-tembakan Gandhi deras menghujani ring Tonga BSC. Meskipun memiliki pemain dengan performa yang lebih merata, Tonga BSC tertinggal 17-10 di kuarter pertama.
NSH GMC semakin melaju di kuarter kedua. Rookie NSH GMC, Pradhitya menunjukan kualitas terbaiknya sejauh ini. Mengandalkan kecepatan, para pemain Tonga BSC kesulitan menghentika drive Pradhitya. Dengan rata-rata field goals mencapai 80 persen, rookie ini mencetak tujuh poin di kuarter kedua dan membawa timnya menjauh 32-19.
Pradhitya semakin agresif di kuarter ketiga. Meskipun tidak seakurat kuarter sebelumnya, Pradhitya menambah enam poin di kuarter ini. Hadirnya Max Yanto yang belum bermain sama sekali di kuareter sebelumnya menambah daya serang NSH GMC. Max meraih enam poin, dan NSH GMC mempertahankan keunggulan 49-28.
Mengakhiri pertandingan, dengan tambahan dua poin, Pradhitya menjadi pencetak angka terbanyak bagi NSH GMC. Sementara pada kubu Tonga BSC, Hardian, yang juga pemain rookie terbanyak dengan 11 poin.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!