Garuda Bungkam Satria Muda (Rekap Hari 8 Seri I NBL Indonesia 2012-2013)
Pelita Jaya Sempurna di Bandung
Pelita Jaya Esia Jakarta menutup pertandingan terakhir mereka di Bandung dengan manis. Menghadapi Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga, Pelita Jaya menang telak 80-56. Kemenangan ini merupakan kemenangan kelima Pelita Jaya dari lima laga di Seri pertama.
Kualitas dan pengalaman bermain Pelita Jaya berbicara banyak di kuarter pembuka. Shooting guard Pelita Jaya, Erick Sebayang tampil luar biasa. Kecepatan dan keberanian Erick benar-benar membuat pertahanan Satya Wacana kewalahan. Erick memasukan empat dari lima tembakan yang ia lepaskan. Total 11 angka dicetak oleh Erick untuk membawa Pelita Jaya unggul di kuarter pertama 27-15.
Meskipun hanya mencetak 11 angka di kuarter kedua, Satya Wacana jelas lebih baik daripada Pelita Jaya yang hanya memasukan 10 poin. Akurasi tembakan yang membaik berhasil membuat Satya Wacana sedikit memberikan perlawanan. Empat poin dari Firman Nugroho di bawah ring, dan empat poin dari tembakan-tembakan Adheska Abraham adalah dua kontributor utama Satya Wacana.
Pelita Jaya kembali tancap gas di kuarter ketiga. Erick Sebayang yang beristirahat di kuarter kedua kembali bermain. Hasilnya, masalah yang dihasilkan Erick bagi Satya Wacana tidak berkurang. Selain Erick, tembakan Andy “Batam” Poedjakesuma dan juga kinerja Ferdinand Damanik di bawah ring membuat Pelita Jaya unggul jauh 61-37 di akhir kuarter ketiga.
Sama-sama mencetak 19 angka di kuarter terakhir tidak merubah keadaan bagi Satya Wacana. Dalam pertandingan yang cukup cepat, tiga pemain Satya Wacana (Respati ragil, Jerry Lolowang, dan Tri Hartanto) sempat ditarik keluar karena terjatuh di lapangan.
Erick Sebayang menjadi pencetak angka terbanyak bagi Pelita Jaya dengan 20 poin. Disusul oleh Ferdinand Damanik yang meraih double-double, 16 poin dan 10 rebound. Sementara pada kubu Satya Wacana, Adheska terbanyak dengan 10 poin.
—
Garuda Akhirnya Tekuk Satria Muda di C-Tra Arena
Setelah selama dua musim selalu kalah di kandang, musim ini Garuda Kukar Bandung akhirnya menang atas Satria Muda Britama Jakarta. Garuda yang unggul jauh di dua kuarter pembuka kedodoran di kuarter ketiga dan terakhir. Beruntung, laju kejaran Satria Muda tidak mampu melampaui Garuda hingga buzzer akhir berbunyi. Garuda menang tipis 57-51.
Vinton Nolland bermain sangat baik di kuarter pertama. Penjagaan ketat pemain bernomor punggung 15 ini berbuah tiga steal yang semuanya terkonversi dengan baik menjadi poin. Tekanan Garuda di menit-menit awal membuat Satria Muda gagap. Faisal J. Achmad dan kawan-kawan melakukan total tujuh kali turn over yang menguntungkan Garuda sebanyak 10 poin. Garuda menutup kuarter pertama dengan keunggulan 16-6.
Tekanan Garuda berlanjut di kuarter kedua. Satria Muda kembali banyak melakukan kesalahan turn over. Bahkan lebih banyak daripada kuarter pertama. Lagi-lagi, Garuda berhasil mengkonversi sembilan turn over Satria Muda di kuarter kedua menjadi 10 poin. Satria Muda semakin tertinggal jauh 34-15 di akhir kuarter kedua.
Satria Muda akhirnya menemukan cara untuk mengurangi turn over dengan bermain lebih tenang di kuarter ketiga. Hasilnya lebih baik. Satria Muda hanya melakukan dua kali turn over. Hal sebaliknya justru terjadi pada Garuda. Hendru Ramli dan kawan-kawan sulit keluar dari tekanan pertahanan penuh satu lapangan dari Satria Muda. Meskipun masih tertinggal cukup jauh, 48-32, Satria Muda mulai menampakan tanda-tanda kebangkitan memasuki kuarter terakhir.
Faisal menunjukan kualitasnya sebagai pemain elit di kuarter terakhir. Permainan gemilang Faisal membawa Satria Muda mendekat hingga selisih tiga angka. Buruknya akurasi tembakan bebas boleh jadi adalah penyebab utama terhambatnya laju Satria Muda dalam mengejar ketertinggalan.
Chandistira Pranatyo yang dengan cerdik berhasil keluar dari jebakan ketat Satria Muda menjadi pengaman kemenangan Garuda. Dengan total 10 poin, Chandistira menjadi pencetak angka terbanyak kedua di Garuda setelah Wendha Wijaya dengan 11 poin. Pada kubu Satria Muda, Faisal meraih angka terbanyak dengan 19 poin.
—
Bimasakti Nyaris Mencuri Kemenangan
Turn over yang dilakukan oleh Yanuar Dwi Priasmoro ketika kedudukan sama kuat di angka 60 menjadi titik anti-klimaks Bimasakti Nikko Steel Malang. Laga yang masih menyisakan waktu sekitar 30 detik lagi menjadi milik Hangtuah Sumsel IM. Dua poin drive dari Mei Joni, dua tembakan bebas masuk dari Agustinus Dapas Sigar dan Jekky Sagala menutup laga untuk kemenangan Hangtuah, 66-60.
Hangtuah yang mengandalkan operan-operan cepat yang diakhiri oleh tembakan-tembakan medium bermain sedikit lebih baik dibandingkan Bimasakti. Pergerakan lincah Tri Wilopo efektif mencari celah untuk mencetak angka. Hal serupa dilakukan oleh Made Indra pada kubu Bimasakti. Tri Wilopo mencetak total enam angka, sementara Indra lima angka untuk memberi kontribusi terbaik bagi timnya masing-masing. Hangtuah unggul tipis di akhir kuarter pertama 17-14.
Performa luar biasa ditunjukan oleh Hangtuah di kuarter kedua. Serangan-serangan yang dibangun melalui Mei Joni, Adhi Pratama, maupun Tri Wilopo sangat-sangat efektif. Rata-rata field goals Hangtuah meningkat menjadi 50 persen di kuarter kedua. Rata-rata yang baik ini membawa Hangtuah menjauh dengan kedudukan 35-22.
Dua shooting guard Bimasakti, Heryanto Gunawan dan Gunawan Sudrajat menjadi ancaman mengerikan bagi Hangtuah. Ketajaman keduanya juga didukung dengan kinerja Yanuar yang membaik. Dengan rata-rata field goals yang jauh membaik melebihi angka 50 persen di kuarter ketiga, Bimasakti berhasil mendekat 47-44 di akhir kuarter. Bimasakti hanya tertinggal tiga poin.
Sebelum benar-benar menyamakan kedudukan pada angka 60 sama, Bimasakti sebenarnya beberapa kali mendekat hingga selisih satu angka. Ketenangan Hangtuah membuat setiap serangan tidak terbuang percuma. Hangtuah hanya melakukan tiga turn over di kuarter terakhir.
Dalam kemenangan ini, empat pemain Hangtuah mencetak dobel digit angka. Mei Joni tertinggi dengan 14 poin, disusul oleh Tri Wilopo 12 poin, Ngurah Teguh 11, dan Adhi Pratama 10 poin.
Penampilan individu pemain Bimasakti juga cukup baik. Bima Rizky mengumpulkan poin terbanyak dengan 16 poin, disusul Heryanto Gunawan 12 poin, dan Yanuar 11 poin.
—
Tonga BSC Memberi Kejutan untuk Pacific
Kontribusi setiap pemain yang merata membawa Tonga BSC Jakarta akhirnya merenggut kemenangan pertama di NBL Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Tonga BSC merebutnya dari salah satu tim yang mulai beranjak naik, Pacific Caesar Surabaya. Meskipun tidak ada pemain yang mencetak dua digit poin, Tonga BSC memukul Pacific dengan skor 57-50.
Melihat permainan Pacific yang meningkat dalam beberapa laga ke belakang, mudah untuk berasumsi bahwa Pacific akan menang melawan Tonga BSC. Hal ini pun langsung tergambar di kuarter pertama ketika Airlangga Sabara dan kawan-kawan unggul 19-5.
Orlando Uneputty berhasil menggalang timnya untuk bertahan lebih rapat di kuarter kedua. Hasilnya, Pacific hanya mampu melepaskan delapan tembakan. Sebaliknya, serangan Tonga BSC sangat gencar. Tim asuhan Coach Bintoro ini melepaskan 24 tembakan ke arah ring Pacific. Herman Kurniawan dan Hardian menjadi pemain Tonga BSC yang paling produktif. Tujuh poin dari Herman dan lima dari Hardian membawa Tonga BSC merangkak mendekati poin Pacific, 30-23. Tonga BSC tertinggal hanya tujuh poin.
Haritsa Herlusdityo yang tidak bermain di kuarter kedua menambah daya serang Tonga BSC di kuarter ketiga. Rapatnya pertahanan Tonga BSC memaksa Pacific melakukan turn over sebanyak enam kali dan terkonversi menjadi sembilan poin untuk Tonga BSC. Andy Prasetyo, salah satu pemain Tonga BSC yang sangat jarang melepaskan tembakan memasukan satu tembakan tiga angka di kuarter tiga. Pacific terkejar dan hanya unggul dengan selisih tiga angka saja di akhir kuarter tiga, 44-41.
Susanto yang melepaskan tembakan medium di sisa lima menit kuarter terakhir berhasil menyamakan kedudukan menjadi 48 sama. Tembakan tersebut juga menjadi penanda bergesernya kendali permainan dari Pacific ke Tonga BSC. Beberapa saat kemudian, Andri Hermawan menambah dua poin untuk membawa Tonga BSC unggul untuk pertama kali, 50-48.
Pacific yang mencoba segera membalas malah melakukan sebuah turn over. Bola dicuri oleh Rudolfo Ongkowijoyo yang langsung melakukan drive untuk menambah dua poin bagi Tonga BSC. Pacific akhirnya hanya mampu menambah dua poin sebelum laga berakhir. Airlangga Sabara yang bermain luar biasa dengan raihan 12 poin dan 21 rebound tidak berhasil menyelamatkan Pacific.
Tiga pemain Tonga BSC menjadi pengumpul angka terbanyak masing-masing dengan sembilan poin, Herman Kurniawan, Andri Hermawan, dan Susanto.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!