Rony Gunawan Kembali! (Rekap Hari 7 Seri I NBL Indonesia 2012-2013)
Satria Muda Kembali dan Hempaskan Bimasakti
Permainan tidak mengesankan Satria Muda Britama Jakarta saat dikalahkan oleh Stadium Jakarta sudah tidak lagi terlalu terlihat. Menghadapi Bimasakti Nikko Steel Malang, Rony Gunawan akhirnya mulai mengeluarkan sinarnya. Mengemas 18 poin, Rony membawa Staria Muda menang telak 81-50.
Meskipun diperkuat oleh MVP musim lalu, Yanuar Dwi Priasmoro, harus diakui bahwa roster Bimasakti tidaklah sedalam Satria Muda. Pada sisi forward dan center, Satria Muda memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan Bimasakti yang praktis hanya mengandalkan Gipsona Virgian dan Yanuar. Akibatnya, Rony Gunawan sangat sulit dihentikan ketika berada di bawah ring Bimasakti. Rony langsung mencetak delapan poin di kuarter pertama, membawa Satria Muda dominan 23-15.
Kuatnya Rony di bawah ring masih berlanjut di kuarter kedua. Selain Rony, masalah Bimasakti bertambah dengan akuratnya Bonanza Siregar dengan tembakan-tembakan luarnya. Bona mencetak total 13 poin hingga akhir kuarter kedua dengan rata-rata field goals mencapai 80 persen. Bona bahkan memasukan tiga dari empat kali percobaan tembakan tiga angka hingga akhir kuarter kedua.
Unggul 44-29 di akhir kuarter kedua, pertahanan Satria Muda tidak mengendur. Faisal J. Achmad dan kawan-kawan bahkan mampu memaksa Bimasakti melakukan tujuh kali turn over di kuarter ketiga. Bonanza, Rony, dan ditambah dengan kinerja Frida Aris menjadi mesin poin Satria Muda.
Satria Muda memasuki zona aman di kuarter terakhir. Dengan ketertinggalan mencapai selisih 28 poin, 65-37 Bimasakti sudah sangat sulit untuk mengejar. Di akhir pertandingan Bonanza menjadi pencetak angka terbanyak dengan total raihan 21 poin. Rony Gunawan mendulang 18 poin, dan Galank kembali sangar dengan 11 poin dan 18 rebound.
—
Tanpa Kepala Pelatih, Aspac Menang atas CLS Knights
Meskipun tidak didampingi oleh kepala pelatih Yugianto Kuntarjo, Dell Aspac Jakarta tetap mampu menghadang gempuran CLS Knights Surabaya. Dua tim yang belum pernah kalah ini bertarung dalam tempo permainan cepat. Akurasi tinggi Sandy Febiyansyakh tidak mampu mengimbangi kekuatan bigmen Aspac yang dominan. Aspac menang 65-56.
Permainan cepat seperti biasa ditunjukan oleh CLS Knights. Duo Andrie Ekayana dan Febri Utomo menjadi ancaman serius bagi Aspac. Dimaz Muharri bahkan menjadi bahaya tersendiri bagi Aspac ketika point guard lincah ini tiba-tiba memasukan satu-satunya tembakan tiga angka yang ia lepaskan. Pada kuarter pertama, bigmen Aspac belum banyak memberi kontribusi. CLS Knights unggul tipis di akhir kuarter pertama 14-13.
Pringgo Regowo mulai lebih aktif bekerja di bawah ring CLS Knights. Pergerakan Pringgo sulit dihentikan oleh Tony Agus juga Dian Heriyadi. Meskipun field goals CLS Knights membaik di kuarter kedua menjadi 50 persen, dan Dimaz Muharri semakin aktif menyebar membuka peluang, CLS Knights mulai tertinggal 28-27 di akhir kuarter kedua.
Rapatnya pertahanan Aspac di kuarter ketiga membuat CLS Knights membutuhkan waktu yang lebih lama sebelum melepaskan tembakan. Sepanjang kuarter ketiga, CLS Knights hanya melepaskan 10 tembakan dan hanya tiga yang menembus sasaran. Sebaliknya, Aspac mulai menyulitkan sisi dalam pertahanan CLS Knights. Dari luar, rookie Andakara Prastawa kembali bekerja menunjukan kebolehannya menembak tiga angka. Prastawa mencetak 10 poin, dan Pringgo menambah lima dari total 21 poin Aspac di kuarter ketiga.
CLS Knights bermain sangat baik di kuarter terakhir. Sandy menjadi penohok yang mematikan. Namun demikian, setiap skor CLS Knights selalu mendapat balasan dari para pemain Aspac. CLS Knights menguasai kuarter terakhir dengan 19-16, tetapi belum cukup menutupi total keseluruhan poin untuk membungkus kemenangan.
Sandy menjadi pencetak angka terbanyak bagi CLS Knights dengan 14 poin. Sementara Aspac, tiga pemain mencetak dua digit poin. Pringgo 21, Prastawa 14, dan Xaverius Prawiro 10 poin.
—
Stadium Mulai Melangkah Mantap
Setelah secara mengejutkan mengalahkan Satria Muda Britama Jakarta pada laga sebelumnya, hari ini (30/11) Stadium Jakarta kembali memetik kemenangan. Korban selanjutnya adalah NSH GMC Riau. Tim yang belum pernah meraih kemenangan tersebut memberikan perlawanan yang cukup baik sebelum akhirnya kalah 53-38.
NSH GMC memberikan harapan kepada para pendukungnya ketika Ryan Febriyan dan kawan-kawan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 10-6. Namun kondisi ini tidak berlangsung lama. Stadium berlari mengumpulkan angka 15-2 hingga pertengahan kuarter kedua. NSH GMC baru memberikan perlawanan ketika kuarter kedua menjelang berakhir. Yunus Effendi mencetak delapan poin pada kuarter kedua bagi NSH GMC. Namun performa Yunus berimbang dengan matangnya kerjasama antara Ruslan dan juga Tri Wicaksono. Stadium berbalik unggul 32-22 di akhir kuarter kedua.
Kombinasi Ruslan dan Tri yang mencetak total 14 angka di kuarter kedua tidak berfungsi dengan baik di kuarter ketiga. Rookie NSH GMC, Andhika Prakoso bangkit mencetak angka bersama center Max Yanto. Max menambah empat poin di kuarter ketiga sementara Andhika produktif dengan lima poin. NSH GMC mendekat meskipiun masih tertinggal 40-33.
Percobaan tembakan yang lebih banyak dilepaskan oleh Stadium berbuah manis. Dai total 70 tembakan yang dilepaskan, Stadium memasukan 34 persen di antaranya. Dengan total 16 poin, Ruslan menjadi pencetak angka terbanyak, disusul oleh Tri Wicaksono dengan 10 poin. Sementara pada kubu NSH GMC, Yunus Efendi tersubur dengan 10 poin.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!