Tony Agus dan Dimas Aryo Dewanto Sang Penentu (Rekap Hari 6 Seri I NBL Indonesia 2012-2013)
Tony Agus Penyelamat CLS Knights
Tembakan medium Tony Agus di sisa lima detik laga menyelamatkan CLS Knights Surabaya. Tambahan dua poin dari Tony membawa CLS Knights unggul 61-59. Pacific Caesar Surabaya yang mencoba membalas di empat detik yang tersisa, gagal. Tembakan tiga angka Charlie Fanny meleset.
Bertanding melawan tim sekota, CLS Knights masih mempertontonkan masalah yang identik dengan tiga laga sebelumnya. CLS Knights kesulitan membendung serangan-serangan yang langsung menusuk ke bawah ring mereka. Belum ada pengganti yang sepadan dengan absennya Agustinus Indrajaya yang pensiun, dan Dwi Haryoko yang cidera.
Lemahnya sisi dalam pertahanan CLS Knights disadari penuh oleh Pacific. Dengan mengandalkan Airlangga Sabara, Pacific benar-benar merepotkan Dian Heriyadi, Tony Agus, juga Herman. Airlangga mencetak total enam angka di kuarter pertama, membawa Pacific unggul sementara 14-10.
Selain mengandalkan Airlangga, Pacific juga bergantung pada tembakan-tembakan luar. Kali ini Gege Nagata tidak terlalu baik. Namun Muhammad Ikrar dan Dony Kurniawan menjadi penopang yang sempurna. Ikrar mencetak total delapan angka hingga akhir kuarter kedua, dan Dony membukukan delapan angka hanya di kuarter kedua saja.
Tertinggal 33-29 di awal kuarter ketiga, CLS Knights memaksimalkan peran para penembak jitu mereka. Wijaya Saputra, Sandy Febiansyakh, dan Tony Agus bergantian mendongkrak raihan angka CLS Knights. Dan yang paling menonjol adalah rookie Wisnu Budidharma yang mencetak tujuh poin di kuarter ketiga dan menutup laga dengan skor imbang 45 sama.
CLS Knights menguasai bola pada sekitar 29 detik menjelang laga berakhir. Kedudukan imbang di angka 59. Dua kesalahan tidak perlu menjadi titik anti-klimaks performa Pacific. Dalam akumulasi team foul yang hanya berjumlah dua, Charlie dan Airlangga secara berurutan melakukan foul terhadap pemain CLS Knights. Hal ini membuat kekuatan bertahan Pacific menjadi sangat rentan, karena setiap foul akan berbuah tembakan bebas bagi CLS Knights.
Namun ternyata CLS Knights tidak membutuhkan foul untuk memenangkan laga. Tembakan berani dari Tony Agus membungkus kemenangan bagi CLS Knights atas seteru satu kota mereka. Dua poin kemenangan Tony menggenapi 10 total poin yang ia koleksi. Bersama rookie, Wisnu, jumlah ini adalah poin terbanyak yang disumbangkan oleh pemain CLS Knights. Sementara pada kubu Pacific, Dony dan Airlangga terbanyak dengan masing-masing 15 poin.
—
Pertahanan Rapat Pelita Jaya Bawa Kemenangan
Permainan keras dipertontonkan oleh kedua tim. Baik Garuda Kukar Bandung maupun Pelita Jaya Esia Jakarta benar-benar harus mengandalkan kekuatan fisik untuk mampu menembus pertahanan masing-masing. Dalam pertandingan yang sangat ketat hingga akhir, Pelita Jaya akhirnya menang 53-47.
Garuda yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri harus bersusah payah menembus pertahanan Pelita Jaya. Ponsianus Indrawan dan Fidyan Dini bak dua benteng kokoh yang tidak mampu dirubuhkan baik oleh Vinton Nolland maupun Hendrik Agustinus. Garuda hanya mampu mencetak 10 angka di kuarter pertama, sementara Pelita Jaya 14 poin. Erick Sebayang menjadi pemain paling produktif dengan enam poin.
Kerasnya laga membuat kedua tim tidak memiliki titik favorit dalam mencetak angka. Pelita Jaya terkadang juga harus mengandalkan serangan cepat untuk mengatasi kekuatan pertahanan Garuda di bawah ring. Kemampuan Dimas Aryo untuk melakukan penetrasi atau pun jump stop cepat untuk melepaskan tembakan sangat-sangat efektif. Dimas mencetak 11 poin hanya di kuarter kedua dan membawa timnya unggul dengan selisih mencapai 16 poin di akhir kuarter kedua, 36-20.
Garuda mulai bangkit di kuarter ketiga. Meskipun harus bersusah payah, Vinton Nolland, Chandistira Pranatyo, dan Hendru Ramli berhasil memberikan poin-poin penting untuk mengejar ketertinggalan. Garuda menguasai kuarter ketiga dengan raihan 12-7.
Ketika laga tersisa di bawah 30 detik, Pelita Jaya sepertinya akan menang mudah dengan selisih mencapai 12 angka. Namun tembakan tiga angka dari Pranatyo dan Diftha Pratama membuat Pelita Jaya harus tetap bertahan ketat hingga detik terakhir.
Garuda sebenarnya menguasai kuarter terakhir dengan raihan poin 15-10. Tetapi tentu saja angka tersebut belum cukup menutupi kekalahan akumulasi secara keseluruhan.
Dimas Aryo menjadi pencetak angka terbanyak pada Pelita Jaya dengan 11 poin, disusul oleh Fidyan Dini dengan 10 poin. Pada Garuda, poin terbanyak dikumpulkan oleh Wendha Wijaya dengan 10 poin.
—
Hangtuah Tekan Tonga BSC dari Awal
Menurunkan semua pemainnya, Hangtuah Sumsel IM bermain sangat baik saat menumbangkan Tonga BSC Jakarta. Dari 12 pemain Hangtuah, hanya Meigy Fatony yang tidak mencetak angka dalam kemenangan 70-39 atas Tonga BSC.
Adu cepat langsung berlangsung di kuarter pertama. Richardo Orlando Uneputty, point guard Tonga BSC berhasil mencuri bola di detik-detik awal laga untuk memasukan dua poin pertama bagi timnya.
Namun setelah itu, point guard Hangtuah, Jekky Sagala memimpin rekan-rekannya dengan sangat baik. Kerjasama antara Jekky dan Tri Wilopo sulit dibendung para pemain Tonga BSC. Tri Wilopo mencetak sembilan angka untuk membawa Hangtuah unggul sementara 19-6. Jekky membukukan dua assist.
Hangtuah semakin menjadi di kuarter kedua. Peran Tri Wilopo kini mendapat sokongan yang sangat baik dari Mei Joni yang juga menjadi masalah besar bagi Tonga BSC. Dari dalam, Hangtuah mencoba serangan dengan menempatkan Tony Sugiharto. Hasilnya, Tony berhasil mencetak delapan angka, sementara Mei Joni pun subur dengan tambahan enam poin. Hangtuah menjauh 41-13.
Tidak ada peningkatan performa yang berarti dari para pemain Tonga BSC. Hanya Uneputty yang menebar ancaman. Akurasi Tonga BSC pun hanya mencapai angka 22 persen. Kuarter tiga berjalan cukup lamban bagi Hangtuah yang sepertinya tidak begitu menyadari bahwa Tonga BSC mampu mengimbangi raihan angka dengan ketat. Hangtuah memasukan 14 poin, dan Tonga BSC 13 poin di kuarter ketiga.
Tempo pertandingan pun tidak lagi meningkat di kuarter terakhir. Tri Wilopo menjadi pencetak angka terbanyak bagi Hangtuah dengan 12 poin. Sementara pada kubu Tonga BSC, Uneputty terbanyak juga dengan 12 poin.
—
Kekompakan Satya Wacana Beri Kemenangan
Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga mulai menunjukan konsistensi di awal musim ini. Menghadapi NSH GMC Riau, meskipun selalu mendapat tempelan ketat, Respati Ragil dan kawan-kawan tetap melaju dan menang 66-58.
NSH GMC hanya sempat memimpin di kuarter pertama. Tembakan-tembakan Juliano Gandhi menjadi masalah besar bagi pertahanan Satya Wacana. Baiknya, Yo Sua mampu memberikan kontribusi yang sama hebatnya untuk Satya Wacana. Yo Sua mencetak sembilan angka di kuarter pertama dalam keunggulan 21-18 Satya Wacana atas NSH GMC.
Ryan Febriyan dan kawan-kawan bermain cukup baik di kuarter kedua. Ryan sendiri berhasil menambah enam angka di kuarter ini. Namun meskipun bermain baik, NSH GMC masih kalah agresif. Satya Wacana yang memainkan point guard cepat, Budi Sucipto sepanjang kuarter kedua menjadi dinamo yang luar biasa dalam menggerakan kinerja tim.
Total tiga assist diciptakan oleh Budi hingga akhir kuarter kedua dan membawa timnya sedikit menjauh 45-36 di akhir kuarter kedua. Empat tembakan tiga angka Satya Wacana pada kuarter ini memberi pengaruh yang sangat signifikan.
Laga berjalan ketat di kuarter ketiga. Satya Wacana hanya mampu mendulang delapan angka, sementara NSH GMC ketat menempel dengan tujuh poin. Kedua tim mencoba bermain cepat namun kerap tidak efektif. Dari delapan poin Satya Wacana di kuarter ini enam di antaranya dihasilkan melalui serangan-serangan di dalam paint area.
Empat orang pemain Satya Wacana mencetak poin dengan digit ganda. Yo Sua tertinggi dengan 13 poin, Respati Ragil dan Budi Sucipto masing-masing 12 poin, dan Firman Nugroho 11 poin. Sementara di NSH GMC, Ryan Febriyan dan Yunus Efendi masing-masing mencetak 13 poin.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!