Sejarah Buatan Stadium (Rekap Hari 5 Seri I NBL Indonesia 2012-2013)
Tidak Ada Kesulitan Pelita Jaya Kalahkan Tonga BSC
Pelita Jaya Esia Jakarta tidak menghadapi kesulitan berarti saat mengalahkan Tonga BSC Jakarta. Kedudukan 83-46 berbicara banyak betapa Tonga BSC masih berada di bawah Andi “Batam” dan kawan-kawan.
Keunggulan di semua posisi membuat Pelita Jaya mudah mencetak angka. Para pemain Pelita Jaya juga terlihat tidak terlalu terbebani menghadapi gempuran Tonga BSC. Dengan rata-rata field goals mencapai 60 persen di kuarter pertama, Pelita Jaya melaju 28-14. Ferdinand Damanik sudah langsung mencetak delapan angka.
Kondisi kuarter kedua tidak jauh berbeda. Richardo Orlando Uneputty dan kawan-kawan tetap kesulitan menembus pertahanan kokoh Pelita Jaya. Uneputty sendiri hanya mampu mencetak tiga angka di kuarter ini.
Pada kubu Pelita Jaya, Coach Nathaniel Canson leluasa merotasi para pemain. Setiap pemain memberikan kontribusi sama baiknya menghadapi Tonga BSC. Salah satunya adalah Vavories Palopo yang mencetak enam poin dan bermain penuh sepanjang kuarter kedua. Pelita Jaya tetap unggul jauh 48-23.
Kelly Purwanto yang tidak bermain di kuarter kedua, menambah masalah bagi Tonga BSC di kuarter ketiga. Pergerakan cepat Kelly sulit ditanggulangi oleh Uneputty. Kelly bahkan memasukan satu tembakan tiga angka pada kuarter ini sebagai bagian dari total sembilan poinnya di kuarter ketiga.
Jarak 71-40 di akhir kuarter ketiga sudah sangat berat bagi Tonga BSC. Tidak banyak perlawanan berarti karena Tonga hanya mampu menambah enam poin saja di kuarter terakhir, sementara Pelita Jaya 12 angka.
Ferdinand Damanik sukses mendulang double-double pada pertandingan ini. Selain 17 poin, Damanik juga meraup 12 rebound. Pada kubu Tonga BSC, poin terbanyak diraih oleh Herman Kurniawan. Guard lincah dan cepat ini mencetak delapan poin.
—
Kemenangan Pertama dan Bersejarah Stadium
Stadium Jakarta akhirnya meraih kemenangan perdana di NBL Indonesia 2012-2013. Tidak hanya menang, kemenangan Stadium terasa sangat istimewa. Tim asuhan Coach Abdurrachman Padang ini mengalahkan juara bertahan, Satria Muda Britama Jakarta, tim yang belum pernah mereka kalahkan sebelumnya. Stadium menang 68-59.
Tidak ada tanda-tanda awal bahwa Satria Muda akan menelan kekalahan. Pada kuarter pertama, Faisal J. Achmad dan kawan-kawan bermain sangat baik. Serangan-serangan Satria Muda sangat efektif memecah rapatnya pertahanan Stadium. Dengan rata-rata field goals mencapai 64 persen, Satria Muda menutup kuarter pertama dengan keunggulan 16-13. Faisal dan Frida Aris masing-masing mencetak lima angka.
Stadium mulai memperbaiki kinerja di kuarter kedua. Akurasi Stadium membaik menjadi 42 persen di kuarter kedua. Kerja keras Randolph di bawah ring juga mulai menampakan hasil. Randolph beberapa kali berhasil memenangi duel saat mencetak poin.
Selain Randolph, shooting guard pekerja keras Stadium, Tri Wicaksono juga memberikan kontribusi yang signifikan di kuarter ketiga. Kombinasi Tri dan Randolph menghasilkan 13 poin dari total 21 poin Stadium di kuarter kedua. Stadium berbalik unggul 34-30.
Ketajaman dan ketenangan Stadium terjaga baik memasuki kuarter ketiga. Kelihaian point guard Chandra Yusran dalam mengendalikan bola mampu membuat konsentrasi pertahanan Satria Muda secara tim buyar. Chandra bahkan menambah tujuh poin bagi timnya. Demikian pula Tri Wicaksono. Shooting guard ini menjadi masalah bagi Vamiga Michel yang kerap berusaha menghentikan pergerakannya. Tri juga menambah tujuh angka bagi Stadium di kuarter ketiga.
Stadium percaya diri memasuki kuarter terakhir dengan keunggulan delapan poin. Namun mental juara Satria Muda mulai berbicara. Faisal menambah lima poin bagi timnya untuk membuat jajaran Stadium tetap tidak bisa tenang. Beruntung, kestabilan permainan Stadium terjaga.
Tri Wicaksono, Chandra yusran, dan Randolph masing-masing mencetak dua digit poin bagi Stadium. Tri 12 poin, Chandra 13, dan Randolph 11 poin. Sementara pada Satria Muda, Faisal terbanyak dengan 25 poin.
—
Senjata Baru Aspac itu Bernama Andakara Prastawa
Wahyu Widayat Jati dan Xaverius Prawiro tidak bermain saat Dell Aspac Jakarta menghadapi Pacific Caesar Surabaya. Tidak dimainkannya dua pemain ini cukup untuk membangun asumsi bahwa Aspac meremehkan lawan. Pacific memberikan perlawanan yang sangat baik melalui pemain baru mereka Airlangga Sabara. Namun Aspac ternyata telah menyiapkan senjata baru pada diri Andakara Prastawa. Rookie Aspac ini membawa timnya menang 58-46.
Pertandingan berjalan dengan sangat lamban di kuarter pertama. Kedua tim bersusah payah memasukan bola. Hingga akhir kuarter pertama, Pacific hanya mampu mengumpulkan tujuh poin, sementara Aspac hanya enam.
Belum ada banyak perubahan di kuarter kedua. Namun Aspac mulai mempercepat tempo melalui Prastawa. Setelah selalu gagal dalam tiga kali percobaan di kuarter pertama, Prastawa akhirnya berhasil memasukan dua tembakan tiga angka dari tiga kali percobaan.
Selain Prastawa, bigman Aspac, Pringgo Regowo mulai lebih agresif mengimbangi perjuangan Isman Thoyib yang mendapat kawalan ketat dari mantan seniornya Hari Suharsono. Aspac berhasil keluar dari kebuntuan kuarter pertama untuk mencatatkan keunggulan sementara 26-18 di akhir kuarter kedua.
Airlangga Sabara, forward Pacific yang baru hijrah dari Tonga BSC Jakarta menunjukan kelasnya di kuarter ketiga. Kekuatan Airlangga di bawah ring cukup menyulitkan Pringgo dan Thoyib. Dengan tambahan tujuh poin hanya di kuarter ketiga, Airlangga membawa timnya mendekati raihan Aspac 36-34 di akhir kuarter ketiga. Pacific hanya tertinggal dua angka.
Prastawa menggila di kuarter terakhir. Tembakan tiga angka dan jump shot Prastawa benar-benar tidak terbendung. Prastawa memasukan ketiga tembakan tiga angka yang ia lepaskan dan membukukan rata-rata 66 persen field goals hanya pada kuarter terakhir. Total 19 poin dicetak oleh Prastawa untuk Aspac yang sekaligus menjadikannya pencetak angka terbanyak.
Performa hebat lain ditunjukan oleh Pringgo Regowo. Pemain yang langganan double-double ini kembali meraih dua digit angka pada poin dan rebound. Pringgo meraih 13 poin dan 17 rebound. Sementara pada kubu Pacific, Airlangga yang juga sempat melakukan slam dunk mengumpulkan total 13 poin dan 12 rebound.
—
Gipsona Pimpin Bimasakti Kalahkan Satya Wacana
Bimasakti Nikko Steel Malang tertolong oleh performa luar biasa dari Gipsona Virgian di kuarter terakhir. Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga yang awalnya memiliki pertahanan cukup baik, tidak mampu menutup pergerakan Gipsona di bawah ring sepanjang kuarter terakhir. Bimasakti menang 62-55. Gipsona menjadi pencetak angka terbanyak dengan 17 poin, 11 di antaranya dikumpulkan pada kuarter keempat.
Bimasakti sebenarnya telah menunjukan dominasi di kuarter pembuka. Deny Sartika, point guard senior yang turun sebagai starter sangat sulit dihentikan oleh Budi Sucipto dan kawan-kawan. Demikian pula Gipsona yang berani berduel dengan bigmen Satya Wacana seperti Firman Nugroho dan Eko Nasution. Bimasakti menutup kuarter pertama dengan keunggulan 17-9.
Lima menit pertama kuarter kedua adalah bencana bagi Bimasakti. Firman berhasil memenangkan duel-duel melawan Gipsona, dan Yo Sua subur dengan tembakan-tembakan luarnya.
Dalam lima menit pertama, Satya Wacana berlari meninggalkan Bimasakti hingga 16-0. Bill McCammon yang mengambil timeout pada situasi kritis berhasil memperbaik performa timnya dan kembali ke atas jalur mengejar hingga hanya tertinggal 29-24 saja di akhir kuarter kedua.
Tertinggal lima poin di kuarter kedua, Bimasakti bermain lebih garang di kuarter ketiga. Heryanto Gunawan, guard yang tidak begitu sering tampil di musim lalu, kini mendapat menit bermain yang cukup banyak di bawah Coach Bill. Dan kuarter ketiga adalah milik Gunawan.
Memasukan dua kali tembakan tiga angka, melakukan penetrasi, dan memasukan dua kali tembakan bebas membuat Gunawan menjadi peletak fondasi kemenangan bagi Bimasakti. Satya Wacana kini harus memasang mata kepada lebih banyak lagi pemain Bimasakti.
Gunawan yang mencetak 10 poin di kuarter ketiga mendapat pengawasan yang ketat dari para pemain Satya Wacana. Tim asuhan Coach Simon Wong ini akhirnya berhasil menyamakan kedudukan 49 sama di pertengahan kuarter. Gunawan yang tidak lagi begitu agresif berhasil memberi celah bagi Gipsona untuk mengobrak-abrik Satya Wacana dari dalam.
Selain Gunawan dan Gipsona, Bima Rizky juga menjadi pemain penting dalam laga ini. Bima mencetak total 10 poin, sementara Gunawan menambah dua poin menjadi total 12 poin hingga akhir laga. Pada kubu Satya Wacana, Yo Sua terbanyak dengan 12 poin.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!