CLS Knights Menanjak Tertatih-tatih (Rekap Hari 4 Seri I NBL Indonesia 2012-2013)

Bigmen Garuda Mendominasi NSH GMC

NSH GMC Riau yang sempat menyusahkan Satria Muda Britama Jakarta di pertandingan sebelumnya, harus menerima kenyataan pahit ketika menghadapi Garuda Kukar Bandung. Garuda yang kembali diperkuat oleh Hendru Ramli beringas menggilas NSH GMC dengan skor telak 91-41.

Dominasi Garuda sudah terlihat sejak kuarter pertama. Memasang dua rookie (Diftha Pratama dan Chandistira Pranatyo) mendampingi para seniornya sebagai starter, Garuda benar-benar tidak terhentikan. Pergerakan Fadlan Minallah di bawah ring NSH GMC sangat sulit terhenti. Demikian pula Hendrik Agustinus dan juga ketika Vinton masuk bermain. Fadlan mencetak delapan poin di kuarter pertama sebagai bagian dari total 31 angka yang diraih Garuda. NSH GMC sendiri hanya mampu mencetak delapan poin.

Kekuatan bigmen Garuda diteruskan oleh pemain tahun kedua Garuda, Dhiya Ulhaq. Tidak mencetak angka di kuarter pertama, Dhiya tancap gas di kuarter kedua. Namun sayang, secara keseluruhan Garuda tidak segarang di kuarter pertama. Garuda menutup kuarter kedua dengan keunggulan marjin 30 poin, 47-17.

Ryan Febriyan menjadi satu dari sedikit pemain NSH GMC yang bermain sangat efektif. Ryan konsisten saat bertahan dan sangat baik ketika melakukan offense. Total delapan poin telah diraih Ryan bagi timnya hingga akhir kuarter ketiga dalam rata-rata 75 persen pada field goals.

Garuda yang berada di atas angin, leluasa menggonta-ganti pemainnya di kuarter terakhir. Wan Amran, kepala pelatih Garuda bahkan beberapa kali mengganti lima pemainnya sekaligus. Performa Hendrik kembali meninggi di kuarter terakhir dengan tambahan tujuh poin. Semuanya hasil usaha Hendrik dari jibaku di bawah ring.

Hanya Jonathan Elyaday yang tidak mencetak poin bagi Garuda. Lima pemain bahkan meraih poin dengan digit ganda. Chandistira Pranatyo dan Surliyadin 12 poin, Fadlan Minallah dan Hendrik masing-masing 11 poin, dan Hendru Ramli tertinggi dengan 13 poin.

Pada kubu NSH GMC, Ryan dan Juliano Gandhi terbanyak dengan masing-masing 10 poin.

Aspac Patahkan Kegigihan Stadium

Luar biasa perlawanan Stadium Jakarta kala menghadapi Dell Aspac Jakarta. Masih bermain tanpa shooting guard andalan, Merio Ferdiyansyah, Stadium mampu menyulitkan Aspac hingga menit-menit akhir. Namun harus diakui, ketenangan Aspac mampu meredam agresifitas Stadium. Aspac menang 58-46.

Xaverius Prawiro yang turun sebagai starter menjadi senjata andalan Aspac. Meskipun kurang begitu akurat, 25 persen tembakan Xaverius menghasilkan enam poin bagi timnya. Produktifitas yang lebih baik ditunjukan oleh Okiwira. Oki yang bermain bergantian dengan Xaverius di kuarter pertama efektif 100 persen. Sayang, Oki hanya melepaskan satu kali tembakan masuk. Dua poin lagi dihasilkan Oki melalui tembakan bebas. Aspac unggul 16-13 di akhir kuarter pertama.

Pertandingan mulai berjalan keras di kuarter kedua. Dua bigmen Aspac, Isman Thoyib dan Wahyu Widayat Jati mendapatkan penjagaan ketat dan bergantian dari Randolph Ariestedes dan Daniel Iskandar. Kedua tim bermain dalam tempo cukup tinggi, namun dalam akurasi yang rendah. Aspac hanya mampu menambah 13 poin, sementara Stadium hanya 10.

Mendapat lawan yang seimbang di bawah ring, Aspac tetap ngotot menerobos masuk. Kinerja Pringgo adalah yang paling merepotkan Stadium. Pringgo yang mencetak lima poin dari dalam mendapatk sokongan lima poin tambahan dari tembakan-tembakan Xaverius. Aspac mulai menjauh di akhir kuarter ketiga 45-37.

Tri Wicaksono dan Chandra Yusran bermain sangat baik di kuarter terakhir. Kedua pemain ini berhasil membawa Stadium mendekat hingga terpaut tiga angka saja, 46-43. Aspac yang lama tidak mampu menambah angka menemukan kunci melalui rookie Andakara Prastawa. Lima tembakan bebas berturut-turut dari Prastawa kembali membawa skor Aspac berjalan naik.

Prastawa akhirnya mencetak 11 angka secara keseluruhan. Poin terbanyak Aspac dikumpulkan oleh Xaverius dengan 21 poin. Sementara performa gemilang ditunjukan oleh Pringgo yang mencetak delapan poin dan 10 rebound. Pada kubu Stadium, poin terbanyak dikumpulkan oleh Dino Leonardo dengan 10 poin.

CLS Knights Susah Payah Rebut Kemenangan

CLS Knights Surabaya telah mengantungi tiga kemenangan dari tiga kali pertandingan saat ini. Terakhir, Dimaz Muharri dan kawan-kawan menang tipis atas Hangtuah Sumsel IM 75-72. Itupun diraih melalui babak perpanjangan waktu alias over time.

Tidak adanya Dwi Haryoko kini semakin jelas terbukti sangat memengaruhi performa CLS Knights. Baik saat menyerang terlebih ketika bertahan. Mendapat tekanan dari Hangtuah dari sisi bawah ring, CLS Knights tidak mampu berbuat banyak. Adhi Pratama beberapa kali menyulitkan Dian Heriyadi dan kawan-kawan.

Coach Eduard Santos, kepala pelatih CLS Knights yang menurunkan Jeffry sebagai starter mendapatkan balasan yang setimpal dari Jeffry. Pemain bernomor punggung nol tersebut mencetak lima angka di kuarter pertama untuk membawa timnya unggul sementara 14-13.

Pada kuarter kedua, CLS Knights masih tetap mengalami kendala yang sama. Buruknya pertahanan membuat Mei Joni dan kawan-kawan cenderung mudah mengejar ketertinggalan. Padahal CLS Knights sudah sempat unggul hingga delapan poin di kuarter ini. Dengan tambahan lima angka di kuarter kedua, Mei Joni berhasil membawa timnya berbalik unggul 28-26 di akhir kuarter kedua.

Kejar mengejar angka terjadi di kuarter ketiga. Andrie Ekayana pada CLS Knights dan Ngurah Teguh pada Hangtuah bergantian saling mencetak angka. Hangtuah yang sedikit demi sedikit mulai berhasil mempertajam akurasi tembakan selalu berhasil menempel CLS Knights.

Memulai kuarter terakhir dengan keunggulan tipis 45-43, CLS Knights belum berhasil menemukan cara terbaik mematahkan pertahanan Hangtuah. Febri dan Jeffry masih menjadi andalan. Di lain pihak, saat bertahan, CLS Knights berhasil dengan baik menekan Hangtuah dengan taktik pertahanan full court press mereka.

Dalam kondisi kedudukan 67 sama di sisa sepuluh detik terakhir, Febri yang kembali selalu dipercaya sebagai eksekutor di saat-saat kritis tidak berhasil memasukan tembakan. Pertandingan berlanjut ke masa over time.

Febri akhirnya menjadi penyelamat setelah berhasil memasukan sebuah tembakan tiga angka di detik-detik akhir. Hangtuah yang ceroboh di detik-detik akhir terlambat untuk memukul balik. Dengan 24 poin dan sembilan rebound, Febri menunjukan performa terbaik pada kubu CLS Knights. Pada kubu Hangtuah, Achmad Junaidi dan Ngurah Teguh tertinggi dengan masing-masing 15 poin.

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>