Satria Muda Belum Maksimal (Rekap Hari 3 Seri I NBL Indonesia 2012-2013)
Satria Muda Menang Walau Belum Maksimal
Hingga saat ini, NSH GMC Riau belumlah menjadi lawan yang sepadan bagi juara bertahan Satria Muda Britama Jakarta. Namun dalam kemenangan 57-45 Satria Muda atas NSH GMC, Faisal J. Achmad dan kawan-kawan belum terlihat sangar seperti biasanya. Rony Gunawan belum kembali beringas, dan Arki Dikania Wisnu juga masih belum tampil oleh karena cidera.
Keunggulan telah menjadi milik Satria Muda sejak kuarter pertama. Duet Faisal dan Vamiga Michel ampuh menusuk pertahanan NSH GMC. Tidak ada satupun tembakan pemain Satria Muda yang berhasil terblok oleh pemain-pemain NSH GMC. Satria Muda meninggalkan NSH GMC 18-6 di akhir kuarter pertama.
Tembakan-tembakan Satria Muda sangat buruk di kuarter kedua. Center veteran Satria Muda, Rony Gunawan hanya mampu memasukan satu dari tujuh tembakan yang ia lepaskan. Secara keseluruhan Satria Muda hanya memasukan 26 persen tembakannya di kuarter kedua.
Sebaliknya, NSH GMC yang sadar akan sulit melakukan serangan langsung dari bawah ring Satria Muda berhasil mengefektifkan tembakan-tembakan small men mereka. Pradhitya dan Yunus Efendi masing-masing menyumbangkan tiga angka, sementara Andi Amir, Reza Wongkar, dan Dicky Riansyah masing-masing memasukan dua angka. NSH GMC unggul di kuarter kedua dengan kumpulan 12 poin berbanding 10 dari Satria Muda.
Satria Muda baru benar-benar tancap gas di kuarter ketiga. Kecepatan Faisal dan Vamiga masih menjadi andalan. Serangan bertubi-tubi dari big men dan shooter Satria Muda membawa NSH GMC tertinggal jauh di akhir kuarter ketiga, 49-29.
Menjelang berakhirnya laga, tembakan-tembakan NSH GMC terlihat akrab dengan sasaran. Fiels goals NSH GMC mencapai angka 46 persen di kuarter empat. Selisih poin yang cukup jauh di akhir kuarter ketiga membuat Ryan Febriyan dan kawan-kawan hanya mampu mendekat hingga selisih delapan poin saja. Setelah itu, Satria Muda kembali menjauh dengan selisih akhir hanya mencapai 12 poin. Padahal di kuarter empat NSH GMC unggul 16-8.
Dengan total 17 poin, Faisal menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Satria Muda. Sementara Rony Gunawan yang masih dinanti-nanti puncak performanya hanya meraih empat poin, tetapi cukup baik dengan 14 rebound.
—
Langkah Kedua Pelita Jaya Masih Mulus
Di atas kertas, Pelita Jaya Esia Jakarta jelas lebih unggul dibandingkan Pacific Caesar Surabaya. Dalam pertandingan kedua yang dilakoni Pelita Jaya di musim ini, Kelly Purwanto dan kawan-kawan membuktikan bahwa masih sangat sulit menghapus hitung-hitungan kasar di atas kertas tersebut. Materi pemain Pelita Jaya unggul jauh dibandingkan Pacific. Pelita Jaya menang telak 79-35.
Kelly Purwanto yang turun sebagai starter bagi Pelita Jaya di kuarter pertama menjadi bencana bagi Pacific. Kelly melakukan empat steal cepat yang semuanya terkonversi dengan baik menjadi poin. Selain cepat mencuri, kecepatan Kelly juga mau tidak mau harus diikuti oleh rekan-rekannya yang langsung meluncur ke depan ketika Kelly melakukan drive coast to coast (ujung ke ujung). 12 poin dari Kelly di kuarter pertama membawa Pelita Jaya unggul 25-7 di akhir kuarter pertama. Field goals Kelly mencapai 67 persen.
Peran Kelly yang begitu dominan di kuarter pertama sedikit diredam oleh kepala pelatih Pelita Jaya, Nathaniel Canson. Coach Nath tidak menurunkan Kelly sepanjang kuarter kedua. Tugasnya diambil alih Vavories Palopo yang juga menunjukan kinerja luar biasa. Setiap tembakan Popo menghasilkan angka. Popo memasukan 100 persen usaha tembakannya dan mengemas enam angka. Pelita semakin jauh di depan di akhir kuarter kedua dengan skor 39-16.
Pada kuarter ketiga, Andy “Batam” Poedjakesuma menjadi pemain lain yang membuat Pacific semakin frustasi. Meskipun gagal memasukan dua usaha tembakan tiga angka, Batam sukses menambah delapan angka dari drive dan tembakan medium. Pelita Jaya semakin sulit terkejar dengan keunggulan 62-24 menutup kuarter ketiga.
Unggul jauh, performa pemain Pelita Jaya merata. hanya Samuel Kurniahu yang tidak mencetak angka, dan empat lainnya mencetak digit ganda. Daniel Wenas 11 poin, Kelly 14, Andy Batam 12, dan Ponsianus Indrawan 10 poin.
—
Turn Over Mengalahkan Satya Wacana
Kemenangan CLS Knights Surabaya atas Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga adalah kemenangan yang tidak mudah. CLS Knights yang bermain tanpa Dwi Haryoko dan Andrie Ekayana harus bersusah payah untuk memetik kemenangan. Taktik untuk mengunci Satya Wacana di area pertahanan mereka tepat setelah melakukan inbound pass sangat efektif. Rata-rata field goals Satya Wacana yang tinggi menjadi tidak berarti oleh angka turn over yang juga tinggi. CLS Knights menang tipis 80-76.
Akurasi Yo Sua dan Respati Ragil menjadi senjata andalan Satya Wacana di kuarter pertama. Dua shooting guard ini bergantian menghujani ring CLS Knights dengan tembakan-tembakan jitu. Di bawah ring, operasi Firman Nugroho pun menyulitkan Dian Heriyadi serta bigman CLS Knights lainnya. Satya Wacana menutup kuarter pertama dengan meyakinkan 24-17.
Jika pada kuarter pertama, Firman menjadi pemain yang menyulitkan CLS Knights di bawah ring, di kuarter kedua, Tri Hartanto mengulang dengan baik kinerja Firman. CLS Knights yang harus menghadapi dua lubang besar di sisi pertahanannya, kesulitan untuk menyalip raihan angka. Satya Wacana masih unggul 35-30 di akhir kuarter kedua.
Kuarter ketiga menjadi awal kebangkitan CLS Knights. CLS Knights yang dikomando oleh Dimaz Muharri mulai menemukan cara jitu untuk mematikan ketajaman para pemain Satya Wacana. CLS Knights menjebak para pemain Satya Wacana sejak dari area pertahanan mereka. Full court press.
Sistem pertahanan full court press CLS Knights benar-benar sulit dilewati oleh Budi Sucipto dan kawan-kawan. Satya Wacana melakukan sembilan kali turn over hanya di kuarter ketiga. Dan CLS Knights berhasil mendulang 10 poin dari konversi turn over Satya Wacana. CLS Knights akhirnya berhasil melampaui raihan Satya Wacana hingga 53-48 menjelang akhir kuarter ketiga. Namun Satya Wacana yang berhasil susah payah keluar dari jebakan CLS Knights masih berhasil membalas dan kembali unggul di akhir kuarter ketiga 56-54.
Strategi kuarter ketiga terus berjalan di kuarter terakhir. Kebuntuan para pemain Satya Wacana untuk memecahkan strategi CLS Knights benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Febri Utomo dan Dimaz. Total 30 kali turn over dilakukan oleh Satya Wacana sepanjang pertandingan, dan CLS Knights mengambil untung 28 poin dari 30 turn over tersebut.
Febri dan DImaz menjadi dua pemain dengan raihan poin terbanyak. Febri 26, sementara Dimaz 21. Pada kubu Satya Wacana, empat pemain mengumpulkan dua digit poin. Eko Nasution 12 poin, Yo Sua 18, Respati Ragil 14, dan Jerry Lolowang 10.
—
Yanuar dan Bima Rizky Mulai Tebar Ancaman
Yanuar Priasmoro yang dalam beberapa pertandingan terakhir belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi Bimasakti Nikko Steel Malang, perlahan mulai muncul. Dalam kemenangan 66-49 Bimasakti atas Tonga BSC Jakarta, Yanuar berhasil membangkitkan timnya yang selalu tertinggal di kuarter pertama, menjadi tim yang dominan di kuarter-kuarter selanjutnya.
Jika saja tidak gagal memasukan sebuah tembakan tiga angka yang ia lesakan, niscaya rata-rata field goals Yanuar di kuarter pertama sempurna di angka 100 persen. Tujuh poin dari Yanuar membuat Bimasakti hanya tertinggal 17-15 di akhir kuarter pertama.
Ketidakstabilan Bimasakti di kuarter pertama terbenahi dengan baik di kuarter kedua. Kecepatan Made Indra dan Bima Rizky menjadi dukungan yang sangat baik terhadap operasi-operasi Yanuar yang memecah pertahanan Tonga BSC. Tertinggal dua poin di akhir kuarter pertama, Bimasakti berhasil unggul 10 poin di akhir kuarter kedua.
Tonga BSC yang mengandalkan kecepatan untuk memecah pertahanan Bimasakti, mendapat perlawanan kecepatan yang seimbang. Andalan Tonga BSC, Richardo Orlando Uneputty hanya berhasil mencetak empat angka pada kuarter ketiga. Sementara pada kubu Bimasakti, Yanuar semakin sulit terhenti. Ia mencetak total 16 angka di akhir kuarter dan membawa Bimasakti menjauh dengan skor 52-38.
Bermain dalam zona yang cukup aman, kepala pelatih Bimasakti, Bill McCammon menarik keluar dua pemain andalannya Yanuar dan Bima Rizky. Kondisi ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Bimasakti. Kemenangan Bimasakti kali ini terasa lebih meyakinkan karena Yanuar dan Bima mulai terlihat agresif kembali. Yanuar mencetak total 16 poin untuk menjadi pencetak angka terbanyak bagi timnya, sementara Bima spektakuler dengan 11 poin dan 11 rebound. Rata-rata field goals Bimasakti pun baik di angka 48 persen.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!