Pelita Jaya Akan Menusuk dari Berbagai Arah (2 Hari Menuju Seri I NBL Indonesia)
Ary Chandra akan menjadi penembak jitu Pelita Jaya. Ia akan melepaskan tembakan dari jarak menengah, maupun di luar garis tiga angka. Ary Chandra adalah shooter yang sangat-sangat berbahaya. Lalu adakah pemain lain di Pelita Jaya yang juga memiliki kelas sekaliber Ary Chandra?
Entah mengapa nama Ary Chandra yang muncul duluan. Padahal, nama Andi Batam juga sama, bahkan lebih berbahaya daripada Ary Chandra. Kita selalu terpukau dengan terobosan-terobosan bertenaga dari Andi Batam, kita kerap terlena bahwa Andi Batam sering dan bahkan sangat sering mencetak angka melalui tembakan. Apalagi tembakan tiga angka.
Pada turnamen preseason 2012 di Surabaya lalu, Batam bahkan sangat-sangat berbahaya dari luar garis tiga angka. Ia memasukan 12 dari 24 tembakan tiga angka. Yup, field goals three point Batam mencapai 50 persen! Ary Chandra, sembilan dari 26, alias 34 persen. Ok, sekarang bayangkan kalau keduanya bermain bersama.
Di bawah ring, Pelita Jaya saat ini adalah tim dengan deretan bigman paling berbahaya. Mereka memiliki Fidyan Dini, Ponsianus Indrawan, Yudhi Mardiyansyah, juga Ferdinand Damanik. Dan mereka sangat-sangat baik ketika melakukan post-play. Untuk menghentikan mereka, melakukan foul adalah jalan tengah yang sering kali di ambil lawan. Fidyan Dini dan Ferdinand adalah dua pemain yang paling sering menerima free throw akibat dilanggar lawan. Percaya atau tidak, Erick Sebayang, guard Pelita Jaya ini juga sering terkena foul berkat keberaniannya melakukan penetrasi. Oleh karenanya, tembakan bebas juga akan menjadi sudut lain sumber serangan Pelita Jaya.
Pelita Jaya juga memiliki Kelly untuk urusan serangan cepat, juga Robert Yunarto yang sering berhasil menemukan rekan-rekannya dalam posisi kosong siap untuk menembak. Lalu ada Dimas Aryo yang memiliki agresifitas tinggi. Vavories Palopo juga meningkat pesat. Pemain ini punya kekuatan untuk main bawah, tetapi juga mampu melepaskan tembakan menengah. Dan Popo juga pemain dengan postur bigman yang mampu menjadi fasilitator serangan.
Tetapi bukankah semua tim memiliki pemain dengan peran yang sama?
Ya. Tapi tidak dengan kecepatan, seakurat, dan sekompak Pelita Jaya saat ini.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!