Kita Punya Kuda Hitam Baru (3 Hari Menuju Seri I NBL Indonesia)

Musim lalu, Stadium Jakarta dan Hangtuah IM Sumsel menjadi tim yang kerap mengejutkan. Merekalah si kuda hitam. Tim yang sewaktu-waktu mampu merepotkan tim-tim papan atas. Musim ini, sulit mengatakan kembali bahwa mereka adalah si kuda hitam. Apalagi melihat performa mereka di preseason tournament lalu.

Hangtuah masih mungkin memberi kejutan. Namun perginya Coach Nathaniel Canson ke Pelita Jaya Esia Jakarta yang juga membawa point guard cepat, Robert Santo Yunarto, lalu pindahnya Dian Heriyadi, dan juga cideranya Ary Sapto membuat julukan kuda hitam menjadi pertanyaan besar. Julukan ini akan kembali menempel jika ternyata Tri Wilopo, Aguy Sigar, dan kawan-kawan di bawah arahan Coach Apriyadi mampu memberikan kejutan kemenangan, setidaknya melawan Dell Aspac Jakarta, Satria Muda Britama Jakarta, CLS Knights Surabaya, atau Pelita Jaya seperti yang mereka lakukan musim lalu. Jika tidak, Hangtuah bukanlah kuda hitam.

Stadium juga tidak. Apalagi melihat kinerja mereka ketika Coach Abdurrachman Padang tidak hadir saat Stadium dikalahkan Tonga BSC Jakarta. Permainan Stadium kocar-kacir. Saat bertahan maupun menyerang. Coach Momon, panggilan akrab Abdurrachman Padang sendiri mengatakan bahwa para pemainnya “butuh nyali,” dan tidak perlu ngomong target dulu.

Lalu siapa yang layak?

Silahkan berbeda pendapat. Kuda hitam baru adalah Garuda Kukar Bandung dan Pacific Caesar Surabaya.

Menganggap Garuda sebagai tim unggulan rasanya berlebihan. Mereka menambah lima pemain muda yang belum banyak pengalaman, tetapi begitu dipercaya oleh Coach Wan Amran. Mereka kalah saat melawan Satria Muda, dan belum teruji untuk menghadapi Dell Aspac juga Pelita Jaya.

Tetapi menganggap Garuda tim lemah juga akan membuat tim-tim lawan seolah bermain di atas lapangan yang dilumuri oleh minyak pelumas. Mudah tergelincir dan jatuh. Kualitas pemain muda Garuda berada di atas pemain muda tim-tim lain di NBL Indonesia.

Pacific Caesar Surabaya terlihat membangun kekuatan dengan serius. Walau mereka mengaku kesulitan mendapatkan pemain-pemain baru setelah ditinggal oleh banyak pemain yang membela mereka di musim lalu. Beruntung, Gege Nagata masih akan bermain. Pacific kemudian berhasil mendapatkan Airlangga Sabara, mantan pemain Tonga BSC yang sangat bersinar selama preseason tournament. Dan yang paling signifikan rasanya adalah bergabungnya Coach Eddy Santoso menggantikan Arturo Cristobal. Tidak tanggung-tanggung, Coach Eddy langsung membawa Pacific memukul Bimasakti Nikko Steel Malang di preseason. Target Pacific adalah menembus Championship Series. Ini bukan angan-angan melayang. Ini ancaman serius bagi tim-tim lainnya.

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>