Menambah Satu Jurus di Setiap Musim
Beberapa waktu yang lalu, Magic Johnson melalui ESPN mengatakan betapa sikap LeBron James di luar lapangan (latihan) mendekati sikapnya di dalam lapangan. Di dalam lapangan, semua mengetahui bagaimana LeBron James bermain. Sedikit sekali yang mengetahui sikap para pemain atau LeBron James ketika berlatih.
Menurut Magic Johnson, kini LeBron James telah paham bahwa ada hubungan sebab-akibat antara apa yang dilakukan seorang pemain ketika offseason (memanfaatkan waktu luang dengan berlatih) dengan apa yang nantinya akan terjadi ketika musim kompetisi telah bergulir.
Banyak tentunya yang dilakukan oleh LeBron James selama offseason. Tetapi salah satu yang paling menarik adalah usahanya untuk selalu menambah senjata baru dalam permainannya. Jurus baru yang sebelumnya tidak disangka oleh lawan.
Sebelumnya, LeBron James mengasah kemampuan post-play dengan berguru kepada Hakeem Olajuowon. Belakangan, LeBron James juga terlihat gatal berlatih tembakan sky-hook. Tembakan yang cukup jarang ia lakukan. Membayangkan LeBron James komplit dengan jurus-jurus barunya, mengerikan!
Jangan lupa pula, LeBron James juga sukses memraktekan jurus pengumpan yang handal. Sebelumnya ia tidak sebegitunya.
Saya jadi ingat Michael Jordan. Agak lupa-lupa ingat sebenarnya. Dulu Michael Jordan pernah berada di bawah Gary Payton sebagai pemain bertahan terbaik di liga (koreksi jika keliru). Pada saat offseason, Jordan ‘bersemedi’. Musim berikutnya, ia sudah ada di atas Payton.
Menambah satu jurus!
Yap, tentu saja saya langsung menoleh ke arah para pemain NBL Indonesia. Adakah di antara pemain kita yang setiap awal musim berusaha mengasah kemampuan tertentu?
Saya mencoba membayangkan si monster rebound, Galank Gunawan. Dalam Preseason Tournament lalu, Galank mengumpulkan rata-rata 13 rebound per game. Dalam melawan NSH GMC Riau, Galank bahkan merebut 20 rebound dalam satu game. Tetapi tengok raihan poin Galank. Ia hanya mengumpulkan rata-rata 4,71 poin per game selama preseason. Cukup rendah untuk seorang pemain yang kerap berhasil merebut bola pantul di bawah ring lawan.
Bolehlah mengatakan bahwa Galank memang berfungsi sebagai seorang rebounder. Cukup melakukan rebound saja, dan seluruh Satria Muda Britama Jakarta merasa cukup aman. Tetapi coba bayangkan jika setiap kali usai merebut offensive rebound, Galank naik untuk melakukan tembakan di bawah ring atau hook shot! Sulit membayangkannya, karena Galank adalah tipikal pemain yang gerakannya cukup kaku ketika melakukan tembakan. Tetapi jika itu benar-benar terjadi, dan Galank melakukannya dengan baik. maka bertambahlah masalah-masalah dari tim yang melawan Satria Muda ketika Galank ikut bermain.
Namun adakah Galank memiliki intensi untuk menambah satu jurus lagi? Mungkin ada.
Ada satu pemain yang saya rasa melakukan usaha menambah satu jurus dalam gaya permainannya dan cukup berhasil. Ialah Dimaz Muharri, point guard CLS Knights Good Day Surabaya. Musim pertama NBL Indonesia, Dimaz boleh dikata adalah seorang point guard murni. Saat itu dan sebelumnya, sulit membayangkan Dimaz melepaskan tembakan dari posisi manapun. Pilihan pertama di otak Dimaz setiap kali menerima atau ketika membawa bola adalah mencari rekanya yang lain. Bukan ring basket.
Musim kedua, dan juga Preseason Tournament 2012 lalu, Dimaz berani melakukan tembakan. Jangan bayangkan cara menembak yang elegan. Cara menembak Dimaz tidak sebegitu indahnya, tetapi cukup baik. Setidaknya keberaniannya melepaskan tembakan patut diapresiasi jempol. Hasilnya, kita kini tidak hanya menikmati assist-assist cantik atau dribble-dribble crossover indah dari Dimaz. Tetapi kita juga akan lebih sering melihat Dimaz mengangkat tangan ke atas menunjuk dengan tiga jari sambil berlari untuk kembali pada posisi defense.




galank itu ibarat… kyle korver… nembak 3-point sama dengan bikin lay up bagi dia.. kalau galank, bikin rebound sama seprti bikin point bagi dia..
kalau gk salah preseason kemarin dalam satu kuarter dia bisa mengumpulkan 10 rebound entah lawan apa?? CMIIW, maap kalau salah ngitungnya.. soalnya selama pre-season kemarin ane pantengin livestat terus.. :p
Setuju kalau gerakan nya Galank agak kaku, pertama kali lihat di IDC 2010 di GOR C-Tra Arena sampe sekarang masih belum berubah. saya malah menjuluki Galank sebagai Robocop :)
Elite players always look for ways to improve their game. They add more moves to their arsenals. They practice and work hard all year long. Off season, Pre season, In season, Post season. Regardless of your level of play, you should be in game shape when the season starts. You should have more weapons at your disposal when the actual games starts. And the best time to acquire this is during off season.
They are early to the gym and last to get out of the gym. Its in the attitude. They play hard during practice. They treat it like a real game, a do or die game.
Gw rasa si Galank ini kyk Dennis Rodman versi NBL. Dia raja ny rebound di Indonesia,kalo ga salah waktu itu pernah dia dlm suatu pertandingan bisa raih 24rebs..gilaaa. Btw,gw ga setuju kalo dia dibilang kaku,dia slh 1 pemain yg srg byk bkin double2 dan jgn salah dia jg mrpkan pemain yg jago defense 1on1.