Harapan kepada Para Stakeholder NBL Indonesia

Oleh I Gede Aditya Mahendra

Di sini saya sebagai pencinta bola basket dalam negeri ingin menceritakan harapan saya terhadap NBL Indonesia di masa mendatang. Penekanan akan dilakukan kepada stakeholder yang ada yang menurut pendapat saya adalah PB. Perbasi, PT DBL Indonesia sebagai promotor liga professional, klub, media, penonton, pemerintah pusat dan daerah dan para pemain itu sendiri.

Pendidikan untuk pemain

Untuk membuat liga profesional di dalam dan terlihat dari luar tentu harus ada brand yang dijual. Diawali dari pemain, Perbasi, PT. DBL Indonesia dan klub harus menyadari peran pendidikan untuk pemain. Harus ada rules yang mengatur tentang batas pendidikan minimal untuk para pemain. Mereka harus diberi bekal agar saat pensiun kehidupan mereka masih berkecukupan. Hal ini penting agar tercipta persepsi atlet basket akan tetap hidup saat puncak kariernya sudah lewat. Ini untuk menjaga pandangan atlet-atlet muda yang ingin berkarier di basket tetapi dilarang oleh orangtuanya. Ketika pandangan orangtua itu berubah, akan banyak sekali mimpi para calon atlet basket yang terjaga. Perbasi dan DBL Indonesia harus bekerjasama untuk memberikan beasiswa kepada para atlet dan membuka pintu kerjasama dengan universitas-universitas yang ada. Nantinya klub akan bekerjasama dengan satu universitas untuk para pemainnya yang masih bersekolah. Hal ini menguntungkan karena jadwal ujian mereka akan sama dan program yang dibuat pelatih bisa berlangsung untuk semua pemain. PT. DBL Indonesia nantinya akan membentuk tim yang akan menganalisa jadwal kuliah para pemain agar membuat jadwal kompetisi yang sesuai.

Cara berkomunikasi dengan media massa

Selain itu para pemain harus diberikan training mengenai masalah komunikasi dengan media. Karena yang terjadi selama ini para pemain hanya memberikan komentar-komentar yang normatif, padahal untuk menjual suatu liga, komentar-komentar kontroversial, komentar optimisme, komentar menyerang tim lawan terkadang dibutuhkan.

Pemain bola basket juga pada saat strata penghasilan mereka berkecukupan harus memperhitungkan hadirnya agen di samping mereka. Agen ini yang akan membahas kontrak dan melakukan lobi baik untuk klub dalam atau luar negeri. Merumuskan strategi marketing untuk membentuk image pemain sehinga sponsor melihat potensi tersebut.

Klub dan perusahaan-perusahaan daerah

Kerjasama selanjutnya adalah mengenai fanatisme. Hal ini mengenai cita-cita agar suatu saat NBL Indonesia akan berlangsung dengan format home and away. Perbasi, DBL Indonesia akan membuat tim yang akan menjual klub-klub NBL kepada BUMD dengan kerjasama partnership maupun sponsorship, atau dengan membeli franchise klub tersebut dari NBL Indonesia sekalian. Basis tempat BUMD itu nantinya akan menjadi homebase untuk klub-klub NBL. Tim yang dibentuk nanti harus membuat proposal mengenai program NBL lengkap dengan salary cap yang pada akhirnya dapat men-generate cash flow dari para klub. BUMD nanti diharapkan dapat menutupi operasional dari klub. Selain itu kerjasama dengan BUMD itu nantinya diharapkan bisa membangun infrastruktur basket di daerah. Selain itu, setelah klub dimiliki daerah, tim ini nantinya akan melakukan penelitian mengenai pemain-pemain junior dan SMA yang menjadi bintang di daerah dan memiliki supporter yang fanatik. Lalu tim ini akan merumuskan regulasi kuota pemain daerah dimana klub memiliki homebase untuk bermain di klub tersebut di NBL Indonesia. Hal ini agar para pemain tersebut dapat menarik pendukungnya untuk datang ke pertandingan NBL nanti.

Hadirnya perusahaan daerah ini nantinya diharapkan dapat membuat daerah yang belum memiliki klub bola basket dapat tergerak untuk membuat tim sehingga tim NBL nantinya bisa bertambah tanpa melakukan sentralisasi kekuatan yang pada akhirnya jumlah pertandingan NBL dapat bertambah pula.

Kerjasama lain adalah masalah kualitas pertandingan, yang dilakukan PT DBL dengan para klub bisa dilakukan dengan PT DBL memanggil instruktur maupun konsultan bola basket dari Eropa ataupun Amerika sekalian. Instruktur ini nantinya akan membuat standar tinggi mengenai baik skill, fisik, asupan makanan, pola kepelatihan yang menjadi standar dan acuan kepada semua klub. Nantinya klub yang akan mengembangkan program tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam klub tersebut. Hal ini akan membantu dalam pembentukan pola permainan timnas nantinya. Yang ditekankan adalah asupan gizi karena postur selama ini mejadi penghalang pemain kita untuk bersaing dengan negara-negara raksasa bola basket. Manajemen Klub juga membuat penelitian mengenai penetrasi yang harus dilakukan klub kepada calon pendukung agar mereka akhirnya mempunyai basis fans yang fanatik di sana.

Website setiap klub

Lalu media juga harus digerakkan. Bagaimana media nanti harus menyentuh sisi humanis para pemain, siaran yang berlangsung secara berkelanjutan agar saat klub ingin menarik sponsor lain media marketing sponsor juga banyak. Selain itu, hal penting lainnya adalah kewajiban semua klub memiliki website yang layak dan mengkomunikasikan kepada masyarakat tentang adanya website tersebut. Hal ini yang jarang dilakukan tim cabang olahraga apapun di dalam negeri. Media juga diharapkan memberi tempat untuk menyebarluaskan program-program CSR baik yang dilakukan oleh tim ataupun pemain secara personal, sehingga tim nanti mempunyai bargain power kepada para sponsor yang lebih besar.

Walaupun kemenangan tim di atas segalanya tim juga tetap harus mempunyai pemain yang menjadi ikon di tim tersebut. Pemain yang bisa berbuat sesuatu di saat-saat menentukan, sehingga ada hal yang menarik penonton datang walaupun tim tersebut tidak dalam posisi yang bagus di klasemen. Hal positif lain adalah pemain tersebut dapat men-generate cash flow perusahaan dari segi merchandise.

Tim-tim dan kompetisi muda

PT DBL sebagai promotor juga membuat rules tim-tim NBL harus mempunyai tim u-21 atau umur di bawahnya dan dibuat kompetisinya antar tim tersebut.Hal ini penting agar para pemain muda dibekali nilai-nilai tim tersebut dan akhirnya tidak kesulitan untuk beradapatasi saat pemain tersebut bergabung dengan salah satu tim NBL. Selain untuk pembinaan tentunya. Liga tersebut mungkin akan dibuat sebelum kompetisi NBL dimulai seperti NBA Summer league.

NBL Indonesia dan NBA

Transfer ilmu juga dilakukan bukan dengan mendatangkan satu pemain NBA atau mantan pemain NBA,akan lebih baik suatu saat nanti mendatangkan pemain NBA yang masih aktif dan berbeda dalam tipenya. Misalnya satu big man, satu playmaker, satu shooter dan satu scorer, sehingga ilmu yang didapat bisa diterima para pemain NBL nantinya.

Pelatih NBL nantinya juga harus dibuat program untuk mendapat training-training di luar negeri. Misalnya bekerjasama dengan NBA maka pelatih-pelatih nantinya akan menilai tim NBA mana yang tipe permainannya mirip dengan tim yang diasuhnya dan dia akan diberangkatkan untuk melihat metode kepelatihan tim NBA tersebut bisa dengan ikut melihat beberapa kali tim tersebut berlatih.

Terakhir mengenai kebijakan pemain asing, diharapkan pemain asing nanti cukup dua saja. Satu dari negara yang memang terkenal dengan basketnya untuk melakukan transfer ilmu yang kedua cukup dari pemain Asia Tenggara atau dari Asia sehingga marketing dari NBL Indonesia dapat diperluas.

Sekian harapan saya dan saran yang bisa saya berikan untuk bola basket Indonesia pada umumnya dan NBL Indonesia pada khususnya. Jaya terus bola basket Indonesia!

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

3 Responses to "Harapan kepada Para Stakeholder NBL Indonesia"

  1. mahasiswa says:

    aku setuju dengen beberapa usul dia atas, sudah seharusnya liga membutuhkan website, untuk menjaring para penonton atau fans yang ingin mengetahui perkembangan tim kesayangannya, saat ini hanya beberapa tim saja yang telah buat website, mungkin kedepan, diharapkan semua tim dapat membuat website (meski hanya berupa blog).

    tak kalah penting adalah pendidikan, bagaimana pun juga basket bukalah jaminan masa depan. bekal pendidikan yang matang tentunya akan menjadi modal yang berharga bagi pembasket setelah dai pensiun kelak.

    lanjutkan.!

    Reply
  2. @An_otelas says:

    great

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>