Jeremy Lin: Linspirational Messages (4/4)

Oleh Irril Darmawan (@ngobrolNBA)

Tapi jika popularitas itu diraih berkat perjuangan dan kerja keras, kita akan bisa sangat menikmatinya, karena kita tau bagaimana proses menuju ke sana.

5. Perlakukan orang-orang disekitar anda dengan baik, jangan pandang bulu, dan temukan bakat terpendam mereka. EQUALITY RULES!

Jeremy Lin seringkali ‘tidak dianggap’ ada oleh teman satu timnya. Saya pernah membaca satu artikel dan di situ dikatakan bahwa sebelum fenomena #Linsanity ini terjadi, satpam di Madison Square Garden (markas Knicks) masih sering menanyakan dan memeriksa Jeremy Lin setiap memasuki areal Madison Square Garden, karena mereka mengira Jeremy Lin itu bekerja disana (bukan sebagai pemain).

Memang, tidak bisa dipungkiri hal ini bisa terjadi dimana saja. Status saya sebagai pemimpin sebuah perusahaan juga terkadang suka memandang sebelah mata beberapa karyawan saya. Saya terkadang suka menganggap remeh ide-ide yang mereka lontarkan (padahal ide itu brilian), semata-mata karena saya tidak mengharapkan ide itu dari mereka. Saya lebih suka ide itu datang dari level manager ke atas, karena saya menganggap mereka bisa mengembangkan ide itu lebih baik. Terkadang saya salah! Justru terkadang ide dari orang yang tidak saya harapkan, bisa jadi ide itu yang paling brilian.

Begitu juga dengan Jeremy Lin, siapa sangka ternyata New York Knicks menyimpan mutiara terpendam yang selama ini ada di depan mata tapi tidak mereka sadari. Betapa ramainya dibicarakan tentang General Manger Golden State Warriors dan Houston Rockets yang begitu bodohnya menyia-nyiakan Jeremy Lin (Hey! They are not the worst GM, they just didn’t see it coming! But I know it is a valuable lesson for them and they’ll learn from their mistakes). ***Notes: Mau tau susahnya jadi General Manager (GM) dalam mengelola sebuah Team?, nonton filmnya Brad Pitt yang judulnya Moneyball.

Perlakukan orang-orang di sekitar kita secara equal (setara). Gali bakat terpendam mereka. Setiap orang diciptakan Tuhan dengan kemampuan yang berbeda, dan dari fenomena Jeremy Lin ini, saya percaya bahwa selalu ada kemampuan spesial yang Tuhan tanamkan dalam diri kita.  Periksa lingkungan sekitar anda; lingkungan sekolah; lingkungan kerja; mungkin saja mutiara itu ada di dekat anda, tapi anda belum menyadarinya. Temukan mutiara itu sebelum anda menyesal di kemudian hari.

6. SHOW ME THE MONEY!

Mungkin anda bertanya, maksudnya apa ya Show Me the Money? Dalam dunia bisnis dan sebagai seorang entrepreneur, saya mempunyai motto “Jika ada peluang binis, manfaatkanlah dengan baik, jangan ditunda, nanti keduluan orang lain”. Ketika fenomena Jeremy Lin ini dimulai awal februari silam, bisa dibayangkan berapa banyak orang yang mengambil momen ini untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Website New York Knicks mengalami lonjakan traffic sampai 700%. Kebanyakan dari mereka tidak mencari merchandise dari Carmelo Anthony, atau Amare Stoudemire; mereka mencari merchandise Jeremy Lin. Mulai dari kaos, jersey, dan berbagai merchandise lainnya menjadi rebutan para pecinta basket, tidak hanya di kota New York, tapi hampir di seluruh belahan dunia.

Di China, para manufacturer pembuat jersey palsu (KW) bahkan melipatgandakan produksi jersey Jeremy Lin karena tingginya permintaan. Harga Jersey Jeremy Lin (Original) memang tidak berubah, karena harga yang ditetapkan adalah harga retail resmi dari Adidas. Tapi jika berbicara jersey palsu (KW), para penjual dapat menaikkan harga jualnya diatas harga jual jersey rata-rata.

Stasiun Televisi di Amerika berlomba-lomba untuk mendapatkan hak siar setiap pertandingan New York Knicks, Produsen sepatu berusaha untuk mengontrak Jeremy Lin, dan banyak tawaran-tawaran menarik lainnya.

Ketika fenomena ini terjadi, saya langsung menghubungi teman saya yang berada di New York agar dia bisa menceritakan perilaku New Yorker (terutama komunitas Asia disana) terhadap fenomena ini. Teman saya menceritakan bahwa sekarang di restoran-restoran di China Town, selalu ramai dikunjungi setiap ada pertandingan Knicks. Mereka yang tidak dapat tiket untuk nonton di Madison Square Garden (markas Knicks), memilih untuk menonton Jeremy Lin bersama komunitasnya.

Perlu anda ketahui juga, sejak fenomena ini terjadi, tidak hanya tiket di Madison Square Garden yang selalu ludes, tiket di markas team-team lain juga selalu sold out (ludes) setiap Jeremy Lin & New York Knicks bermain di kotanya. Peningkatan pembelian tiket ini tidak bisa dipungkiri sebagian besar dibeli oleh orang-orang Asia (China/Taiwan) yang ingin melihat Jeremy Lin dari dekat.

Lalu apa kisah saya sebagai seorang admin @ngobrolNBA ? Saya memiliki blackberry khusus untuk melakukan komunikasi dengan followers saya (@ngobrolNBA). Contact BBM-nya ada 1400 orang, dan hampir setiap hari bisa ada 50 orang yang menanyakan dan ingin membeli sesuatu yang berhubungan dengan Jeremy Lin. Amazing right? Saya yakin banyak sekali orang di berbagai belahan dunia ini yang berhutang budi dan nantinya akan berterima kasih terhadap Jeremy Lin.

Yang bisa kita pelajari adalah, gunakan instinct bisnis kita dengan baik.

7. Jangan membanggakan diri sendiri, karena keberhasilan itu adalah pencapaian bersama.

Jika anda sering menonton interview Jeremy Lin di youtube dan berbagai stasiun televisi, tentu jarang sekali kita menemukan Jeremy Lin terlihat sombong akan semua yang telah dicapainya. Dia sangat humble dan down to earth, dia tidak pernah besar hati, dan tidak pernah lupa kepada orang-orang di sekitarnya yang secara tidak langsung ikut andil dalam ‘membesarkan’ namanya.

Saya ingat ketika game melawan Raptors, dimana Jeremy Lin menjadi penentu kemenangan Knicks berkat tembakan tiga angkanya di detik-detik terakhir, dia tidak menganggap dirinya-lah yang berjasa atas kemenangan itu. Dia menganggap kemenangan itu adalah hasil kerja keras tim. Dia menyebut nama Tyson Chandler, Landry Fields, Iman Shumpert, Jared Jeffries, Steve Novak; Dia selalu menyebut hal-hal positif tentang rekan-rekan satu timnya.

Jeremy Lin tidak pernah lupa kepada rekan-rekan satu timnya. Ini yang saya suka dari Jeremy Lin; ini yang harus kita contoh di kehidupan kita sehari-hari. Keberhasilan itu akan lebih indah jika bisa dinikmati bersama, jangan lupakan orang-orang di sekitar anda yang berjasa dalam hidup anda.

Masih banyak yang bisa kita pelajari dari fenomena Jeremy Lin. Saya beruntung bisa mengambil sisi positif dari fenomena ini dan merasa perlu berbagi kepada teman-teman semua.

Banyak yang bertanya, sampai kapan fenomena ini akan berlangsung? Saya tidak tahu sampai kapan, tapi yang membuat saya bahagia adalah; Jeremy Lin sudah ada di posisi dimana dia tidak terpuruk lagi, situasi dimana dia tidak perlu membuktikan lagi kepada banyak orang bahwa dia mampu. Dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri sekarang, terus bermain baik, terus belajar, karena kesempatan itu sudah dibuka lebar untuk dirinya.

Saya ucapkan terima kasih bagi kalian semua yang sudah membaca artikel sederhana ini, semoga dapat memberikan inspirasi bagi kita untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Semua berawal dari mimpi, tapi apakah anda berani untuk mewujudkan mimpi anda itu menjadi kenyataan? Tanyalah kepada diri kita masing-masing

#LINSANITY RULES

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

3 Responses to "Jeremy Lin: Linspirational Messages (4/4)"

  1. H.Mawira says:

    mantap irrild ulasannya

    Reply
  2. alphadog23 says:

    nice!!

    Reply
  3. alphadog23 says:

    NICE!!!

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>