Jeremy Lin: Linspirational Messages (3/4)
Oleh Irril Darmawan (@ngobrolNBA)
Lalu apa yang bisa kita pelajari dari fenomena Jeremy Lin ini? Saya akan merangkum itu semua kedalam 7 poin di bawah ini:
- Jika ada kesempatan emas, AMBIL dan jangan sia-siakan kesempatan itu
Posisikan diri anda sebagai Jeremy Lin ketika melawan New Jersey Nets (4 Feb 2012 -hari dimana fenomena ini dimulai). Bayangkan anda seorang pemain cadangan, sedang asik menonton pertandingan dari bangku pemain paling ujung, tiba-tiba pelatih anda memanggil anda untuk bermain. Yang saya maksud “bermain” disini bukan hanya masuk lapangan lalu bermain seadanya, tapi “bermain” disini benar-benar bermain secara full. Bayangkan jika biasanya anda hanya diberikan kesempatan bermain selama 6 menit, tapi pada game ini anda diberikan kesempatan bermain selama 35 menit. Apa yang akan anda lakukan? Mengeluh kepada pelatih bahwa anda belum terbiasa untuk bermain dalam waktu selama ini (35 menit)? Mengeluh kepada pelatih bahwa anda belum menguasai system permainan team? Mengeluh sakit? Ini tidak terjadi pada Jeremy Lin.
Yang ada di benak Jeremy Lin saat itu adalah: “Ok, this is maybe my only chance to prove to those people (coach, fans) that I can play; that I belong here.” Jeremy Lin tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dia bermain gemilang di game melawan New Jersey Nets itu ( 25 points, 5 rebounds, 7 assists), sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang pemain sekelas Jeremy Lin. And from that moment, this #LINSANITY phenomenon kept getting bigger and bigger every single night.
Mari kita terapkan hal ini pada diri kita masing-masing. Jika kita mendapat kesempatan emas yang jarang kita temui/dapatkan, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Jangan pernah mengeluh, syukurilah kesempatan itu, and make the most out of it.
- Cintailah Keluarga dan orang-orang terdekat anda
Mungkin anda bertanya, apa hubungan keluarga dan teman terhadap fenomena Jeremy Lin ini? Ada hal yang dapat kita pelajari dari fenomena ini. Ketika Jeremy Lin mengalami masa-masa sulit dan suram di musim pertamanya di NBA, dia selalu curhat kepada keluarga dan teman-teman terdekatnya. Dia menceritakan segala masalah dan beban dalam hidupnya dan bagaimana dia berusaha untuk bangkit dari keterpurukan. Jika bukan kepada keluarga dan teman, kepada siapa lagi kita harus ceritakan itu semua? Keluarga dan teman-teman Jeremy Lin selalu memberikan dukungan penuh kepada dia. Mereka percaya bahwa “saatnya akan datang”. Mereka meyakinkan Jeremy Lin untuk terus bermain maksimal di setiap game-nya.
Cintailah keluarga dan orang-orang terdekat anda. Disaat anda mengalami masalah dalam hidup, ketahuilah bahwa anda punya keluarga dan teman-teman anda yang selalu ada untuk anda dan siap membantu anda bangkit dari keterpurukan.
Tuhan juga tidak pernah tidur, teruslah berdoa kepada-Nya
- Ketika orang lain berkata anda TIDAK BISA, Buktikan mereka salah
Ketika anda memiliki passion dalam hidup anda, entah itu menjadi pilot, menjadi pemain basket, bahkan menjadi Presiden sekalipun, seringkali banyak yang ragu terhadap pilihan kita itu. Terkadang kita dihadapi situasi dimana orang lain menganggap remeh cita-cita kita. Hal ini dihadapi oleh Jeremy Lin. Statusnya sebagai seorang Asian American, seringkali dipandang sebelah mata, terutama di dunia olahraga. Ketika Jeremy Lin harus bersaing dengan bakat-bakat lain (bukan orang Asia) untuk memperebutkan posisi di teamnya, dia sering dipandang sebelah mata dan di nomor-duakan.
Tidak hanya di Amerika, saya yakin situasi seperti ini sering kita temui di lingkungan sekitar kita. Tengok diri anda sendiri, apakah anda pernah ada di posisi ini, atau apakah anda pernah menganggap remeh bakat orang lain hanya karena kondisi fisiknya saja.
Jika kita tipe orang yang gampang menyerah, pasti kita akan semakin terpuruk dan tidak berusaha untuk membuktikan bahwa mereka SALAH. Lain cerita dengan Jeremy Lin. Disaat banyak yang bilang bahwa dia TIDAK BISA, dia membuktikan bahwa dia bisa. Tentunya ada factor keberuntungan dalam fenomena Jeremy Lin ini, tapi itu hanya beberapa persen saja, yang terpenting justru adalah faktor kerja keras dan komitmen yang ditunjukkan Jeremy Lin terhadap bidang yang dijalaninya. Ya! Komitmen dan Kerja Keras itu penting.
Ketika tahun lalu saya ingin membuat akun twitter untuk membentuk komunitas NBA Lovers di Indonesia, banyak yang pesimis; banyak yang bilang saya gila; pasti sedikit yang mau follow; orang Indonesia jarang yang suka NBA; dan berbagai komentar negatif lainnya. Tapi karena kecintaan saya terhadap NBA dan saya anggap saya mampu, saya mengikuti kata hati saya dan membuat akun twitter @ngobrolNBA. Anda bisa lihat bahwa saya membuktikan mereka SALAH.
Kuncinya, Believe in Yourself
- Tidak ada yang instan di dunia ini, semua butuh perjuangan
Banyak yang mengirimkan tweet kepada saya, bilang bahwa semua fenomena Jeremy Lin ini hanyalah faktor hoki semata. Saya menentang keras pernyataan ini. Ini sama saja dengan mengatakan kalau Ayu Ting Ting itu ga bisa nyanyi dan cuma numpang tenar aja. SALAH! Butuh proses panjang bagi Jeremy Lin dan juga Ayu Ting Ting (ya ampun! Kenapa sampe Ayu Ting Ting dibawa-bawa ya??? Hehehe, anyway suara Ayu itu beneran bagus loh!) untuk bisa mencapai tingkat popularitas seperti sekarang ini.
Prosesnya seperti apa? Saya sudah jelaskan di beberapa poin diatas. Hidup itu memang seperti roda, kadang kita diatas kadang kita dibawah. Tapi yakinlah, semua akan INDAH pada waktunya. Percayalah bahwa TUHAN punya rencana yang terbaik untuk kita.
Sebelum saya lupa, saya juga harus mengingatkan bahwa Jeremy Lin itu berasal dari keluarga yang sangat religius; Jika anda follow akun twitternya Jeremy Lin (@JLin7), maka tidak jarang kita menemukan tweet yang berisi petikan-petikan religius.
Semua butuh proses, dan dari proses itulah kita bisa belajar dan semakin dewasa untuk mengambil keputusan yang terbaik. Jika semua terjadi secara instan, kita tidak akan bisa terlalu menikmati popularitas itu. Tapi jika popularitas itu diraih berkat perjuangan dan kerja keras, kita akan bisa sangat menikmatinya, karena kita tau bagaimana proses menuju ke sana.
—




Jeremy Lin memang Linspirational.
seperti semua orang yang memiliki komitmen dan kerja keras, suatu saat kesuksesan akan diraih dengan manis. seperti halnya Anda #Minsanity yang berjuang seperti itu pula. Saya tau bagaimana awalnya saya follow Anda, @ngobrolNBA seperti semua itu sia-sia, tapi kenyataannya semua itu berbeda saat ini.