Jeremy Lin: Linspirational Messages (1/4)
Oleh Irril Darmawan (@ngobrolNBA)
Sebelum saya menulis panjang lebar tentang fenomena Jeremy Lin, ada pertanyaan yang perlu kita tanya kepada diri kita sendiri. Apa hal pertama yang terlintas ketika mendengar nama Jeremy Lin?
- Pemain Basket NBA yang meraih popularitas instan dan sedang ramai diperbincangkan di berbagai media?
- Pemain Basket NBA yang merubah stereotype orang amerika terhadap orang asia?
- Pemain Basket NBA yang menginspirasi banyak orang?
- Pemain Basket NBA yang berkat fenomenanya berhasil membuat kosakata baru yang kemudian menjadi tren #LINSANITY #LINCREDIBLE, dll?
- Pemain Basket NBA yang di setiap kemunculannya hampir selalu menjadi trending topic di twitter?
Apapun jawaban anda, semuanya saya anggap benar. Fenomena Jeremy Lin memang bisa dilihat dari banyak sisi. Dari sisi statistik, saya tidak akan membahasnya disini, karena apalah arti sebuah angka-angka dimana ada berbagai pesan yang lebih berharga dari fenomena ini.
Kalian mungkin bertanya apa arti fenomena Jeremy Lin ini untuk saya pribadi?
Terlepas dari gaya permainan dan basketball IQ-nya yang tinggi, bagi saya, Jeremy Lin adalah orang yang sempat membuat istri saya ngambek berhari-hari kepada saya. Disaat istri saya memasang foto kita berdua di profil BBM-nya, saya malah memasang foto Jeremy Lin. Disaat istri saya memasang status di BBM “I Love My Husband”, saya malah memasang status “#LINSANITY RULES”. Disaat istri saya sibuk mengurusi persiapan untuk kelahiran calon anak kami yang hanya tinggal 2 bulan lagi, saya justru sibuk berburu jersey-nya Jeremy Lin dan segala hal yang berhubungan dengan Jeremy Lin. Anda mungkin berpikir; Suami macam apa saya ini?? Tapi memang begitu kenyataannya. Jeremy Lin membuat saya #LINSANE (tapi saya suami yang baik kok :D). Percaya atau tidak, bukan Michael Jordan atau Kobe Bryant yang membuat saya dibenci istri saya, tapi seorang Jeremy Lin. (tapi sekarang kami sudah baikan kok :D)
Pertanyaan saya selanjutnya: Jika anda membayangkan seorang lulusan Harvard, kira-kira tipe pekerjaan apa yang akan dilakukan seorang lulusan Harvard? Politisi? Direktur Perusahaan Multinasional? Enterpreneur? Apakah pernah terlintas bahwa ada lulusan Harvard yang akhirnya memilih jalur untuk bermain basket secara professional? Kenyataannya memang ada, tapi bisa dihitung dengan jari. Jeremy Lin adalah satu dari segelintir lulusan Harvard yang memilih jalur ini.
Siapa tidak tahu Harvard, salah satu sekolah terbaik yang ada di dunia saat ini. Teman saya pernah bilang kepada saya; kalau mau masa depan terjamin, masuk Harvard! Saya pun dulu bercita-cita masuk Harvard, walaupun akhirnya pilihan saya jatuh kepada Seattle University. Anda mungkin berpikir, Jeremy Lin pasti mendapatkan scholarship (beasiswa) di Harvard. Jawabannya tidak! Harvard tidak pernah memberikan beasiswa di bidang olahraga. Lalu mengapa Jeremy Lin memilih Harvard? Selain karena memang sekolah itu salah satu yang terbaik (akademis), juga karena Harvard adalah salah satu dari sedikit universitas yang mau memberikan kesempatan dan ‘ruang’ kepada Jeremy Lin untuk bermain basket dengan masuk kedalam tim basket universitasnya.
Jika kita ada di posisi Jeremy Lin, dimana kesempatan bagi orang Asian-American sangat minim, apakah kita akan menyia-nyiakan kesempatan ini? Tentu saja tidak. Saya pernah merasakan bagaimana hidup di Amerika sebagai orang Asia. Banyak memang orang Asia yang sukses disana, tapi banyak juga yang sering dipandang sebelah mata. Mereka (orang Amerika) terkadang menganggap kita (orang Asia), tidak pantas untuk menempati posisi-posisi tinggi di perusahaan/ di team basket sekalipun. Entah sampai kapan issue stereotype ini bisa berakhir, mungkin saja dengan fenomena Jeremy Lin ini, cara pandang orang Amerika terhadap orang Asia bisa sedikit berubah. Ketika saya menulis artikel ini, di depan mata saya ada 10 macam barang. 8 dari 10 barang itu adalah made in China. (No offense! But it’s true…hehehe)
—




Ternyata nasib pria dimana-mana sama saja. Biar nggak OOT, go to youtube, search for “The Jeremy Lin effect” by the Fung Bros…. =D
Pemain Basket NBA yang meraih popularitas instan …
>> saya tidak setuju dengan yang ini ‘instan’ dari mana ? coba
kalau anda menggikuti at least membacanya setelah dia terkenal or coba search Linfographic
di situ keliatan dia tidak ‘instan’
i know yg anda maksud mungkin start dari game awal dia menggantikan posisi Camello yang cidera dan bump he made 7 great game. but still it not an instan
Waduuu.. kak Chandra gagal paham ini.. :(