Satria Muda Masih Selamat
Satya Wacana Belum Jadi Lawan Sepadan CLS Knights
Duduk di posisi 10 klasemen sementara, Satya Wacana Angsapura Salatiga bukanlah lawan sepadan bagi CLS Knights Good Day Surabaya yang menempati posisi empat klasemen sementara. Dalam laga yang cukup mudah bagi CLS Knights, tim Kota Surabaya ini menang jauh 74-39.
Respati Ragil yang bermain sebagai starter di kuarter pertama bagi Satya Wacana bermain luar biasa dan mengemas tujuh poin. Ragil adalah satu dari sedikit pemain Satya Wacana yang mampu mengalahkan pertahanan gerak cepat yang ditunjukan CLS Knights. Pada kubu CLS Knights, Dimaz Muharri mencetak enam poin dan membawa timnya unggul sementara 17-11.
Satya Wacana tanpa disangka memberikan perlawanan sengit di kuarter kedua. Pergerakan cepat guard-guard Satya Wacana; Ragil, Yo Sua, dan Jerry Lolowang sedikit banyak membuat pertahanan CLS Knights kocar-kacir. Hal ini membuat big man Satya Wacana beberapa kali terlepas dari pengawalan pemain CLS Knights. Eko Nasution dan Luthfianes Gunawan menjadi eksekutor yang cukup efektif di kuarter kedua. Hasil akhir 34-25 di akhir kuarter kedua mengisyaratkan laga akan tetap berjalan ketat.
Isyarat ini rupanya disadari oleh CLS Knights. Pada kuarter ketiga, CLS Knights bertahan lebih kuat. Hasilnya, ring CLS Knights tak pernah bobol sepanjang kuarter ketiga. Sementara pada saat menyerang, CLS Knights sangat tajam dengan tambahan 25 poin.
Tidak ada pemain CLS Knights yang menonjol saat melawan Satya Wacana. Poin tertinggi diraih Febri Rachmad Utomo dengan 10 poin. Pada kubu Satya Wacana, Ragil hanya produktif hingga akhir kuarter kedua dan tidak mencetak angka setelanya. Ragil mencetak 13 angka, terbanyak bagi timnya.
—
Bimasakti Hampir Tergelincir oleh Pacific
Tampil di hadapan pemirsa ANTV, Bimasakti Nikko Steel Malang yang lebih diunggulkan karena berada satu peringkat di atas Pacific Caesar Surabaya nyaris tergelincir kalah jika tidak memperbaiki performa di menit-menit akhir kuarter empat. Beruntung, Pacific pun kedodoran di akhir dan akhirnya kalah 63-52.
Laga di kuarter pertama berjalan ketat dan seimbang. Kedua tim yang tidak memiliki bigman menonjol ini beraksi saling mengandalkan serangan-serangan cepat dan tembakan menengah yang akurat. Bima Rizky yang menjadi salah satu andalan Bimasakti handal membawa timnya unggul tipis 15-13 di akhir kuarter pertama. Bima mencetak enam angka.
Jika Pacific mengandalkan seorang pemain, Bima Rizky, Pacific mengandalkan dua orang pemain yang produktif menjadi pencetak poin terbanyak hingga akhir kuarter kedua. Point guard senior Pek King Dhay dan Eko Sasmito menjadi penjamin bagi Pacific untuk menempel ketat Bimasakti 25-21 hingga akhir kuarter kedua.
Gege Nagata yang kerap menjadi andalan Pacific ternyata bermain di bawah kinerja terbaiknya. Hingga akhir kuarter ketiga, Gege tidak mencetak satu angkapun. Beruntung Eko Sasmito masih “wangi”. Sebaliknya, andalan Bimasakti, Yanuar Priasmoro semakin menggila di kuarter ketiga. yanuar meraih tambahan 10 poin untuk meninggalkan Pacific 42-36.
Laga semakin ketat di akhir kuarter. Pacific mampu mendekat hingga terpaut satu angka namun tetap tidak mampu melampaui Bimasakti. Dua pemain Bimasakti layak menjadi pemain terbaik. Bima Rizky mencetak 22 poin dan tujuh rebound, sementara Yanuar aktif dengan 23 poin dan enam rebound.
—
Satria Muda Selamatkan Posisi
Satria Muda Britama Jakarta akhirnya selamat dan tetap berada di posisi teratas klasemen sementara. Garuda Speedy Bandung yang menjadi lawan Satria Muda, memberikan perlawanan ketat dan seru hingga detik akhir. Ketenangan para pemain Satria Muda berbuah manis kemenangan 60-58 yang baru benar-benar berhasil diklaim satu detik menjelang laga berakhir.
Pada kuarter pertama, kedua tim bermain sangat hati-hati. Skor rendah 5-2 untuk keunggulan Garuda bertahan hingga melewati pertengahan kuarter. Garuda yang memiliki kesempatan menembak lebih banyak terganjal oleh akurasi yang sangat buruk. Garuda langsung tertinggal 13-10 di akhir kuarter pertama.
Arki Dikania Wisnu, pemain yang kerap menjadi pencetak angka terbanyak bagi Satria Muda kembali menunjukan kelasnya di kuarter kedua. Penetrasi dari Arki benar-benar tidak terhentikan. Arki juga memasukan tiga kali tembakan tiga angka di kuarter kedua untuk membawa Satria Muda unggul cukup jauh 36-22.
Tertinggal jauh, Garuda membenahi pertahanan. Insiden keras beberapa kali terjadi antara kedua tim. Melalui sebuah permainan yang keras, Garuda unggul di kuarter ketiga dengan raihan 22-12 atas Satria Muda. Hendru ramli dan Indra Budiarto menjadi pemain terbaik pada kuarter ini.
Kuarter terakhir menjadi kuarter yang paling seru. Satria Muda beberapa kali terkejar namun juga sempat menjauh. 10 detik menjelang laga usai, skor ketat 59-58 terjadi. Satria Muda unggul satu poin sementara bola menjadi milik Garuda. Christ Gideon yang tampaknya diplot untuk menjadi eksekutor melakukan blunder sehingga bola berpindah kepada Satria Muda. Satu tembakan bebas masuk dari Arki pada satu detik terakhir memastikan kemenangan Satria Muda.
Arki menjadi pencetak poin terbanyak dengan 20 poin. Namun peran penting juga dimainkan oleh Wellyanson Situmorang yang menyumbang 15 poin. Pada kubu Garuda, Hendru Ramli mengumpulkan 17 angka, terbanyak di antara rekan-rekannya.
—
NSH GMC Semakin Terpuruk di Dasar Klasemen
NSH GMC Riau semakin terbenam di urutan 12 klasemen sementara NBL Indonesia musim ini. Menghadapi Comfort Mobile BSC Jakarta yang sebelumnya berada satu peringkat di atasnya, NSH GMC kalah 66-56.
Imanudin Husnuzan, Reza Wongkar, dan Nandha Fadhilah pada kuarter pertama tampil meyakinkan dengan serangan-serangan yang efektif. Trio NSH GMC ini bekerja sama dengan apik membawa timnya meraih 16 angka di kuarter pertama unggul sementara atas BSC yang mencetak 12 angka. Persentase field goals NSH GMC pun baik dengan rata-rata 55 persen.
Tiga tembakan tiga angka dari Gabriel Sitaniapesy menjadi momentum berbalik unggulnya BSC atas NSH GMC. Meskipun akurasi para pemain NSH GMC masih terbilang baik, pertahanan tim Tri Adnyana ini kedodoran dan mendapat pukulan yang mudah dari BSC. BSC mengambil alih keunggulan di akhir kuarter kedua dengan skor 29-27.
Point guard BSC, Richardo Uneputty semakin menonjol di kuarter ketiga. Akselerasi Richardo menjadi senjata ampuh dalam mengobrak-abrik pertahanan NSH GMC. Lima poin dari Richardo membantu BSC menjauh 43-35 di akhir kuarter ketiga.
Satu kemenangan atas NSH GMC menggenapkan empat kemenangan bagi BSC hingga saat ini. Dan dengan demikian berhak naik ke posisi 10 klasemen sementara menggeser Satya Wacana yang kembali ke poisisi 11. Bintang kemenangan BSC layak dianugerahkan kepada Gabriel yang mencetak 21 poin dan enam rebound. Pada kubu NSH GMC, Ryan Febriyan meraih double-double dengan 20 poin dan 11 rebound.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!