Wasitku Sayang, Wasitku G#$@!!!
Topic of the Month, Februari 2012
Sebelum kita memulai obrolan yang sepertinya akan seru ini, ada baiknya kita meyakinkan diri terlebih dahulu bahwa kita semua akan melihat pokok permasalahan ini dari dua sisi ekstrim yang berbeda dan menilainya dengan sama baiknya. Walau barangkali tidak mudah :D
Sisi baik
Puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan pertandingan telah dipimpin oleh seorang, dua orang, tiga orang wasit dan umpire, dari laga kampung sampai NBL Indonesia. Banyak pertandingan merupakan laga yang “fair play“. Memuaskan bagi yang kalah, terlebih bagi pemenang. Tidak mungkin menafikan kehadiran wasit sebagai pemimpin pertandingan itu, walau kadang kala kita juga cukup sering melakukannya.
Pada setiap akhir laga, para pemain maupun pelatih berjabat tangan memberi salam kepada wasit dan umpire. Tidak ada kata-kata yang keluar dari pemain maupun pelatih, namun rasanya pasti sebuah ucapan “terima kasih, anda sangat membantu pertandingan tadi.”
Sekali lagi, mari kita semua mengingat kembali, ratusan bahkan mungkin ribuan laga telah dipimpin oleh para wasit dengan hasil kepemimpinan yang memuaskan.
Protes, protes, dan protes!
“Holding! Holding!! Holding!!!” teriak pelatih Pacific Caesar Surabaya, Arturo Cristobal, hampir pada setiap laga Pacific. Ia berteriak demikian tatkala pemain Pacific yang membawa bola mendapat penjagaan terlalu ketat dari pemain lawan. Ketika wasit akhirnya mengatakan foul terhadap pemain yang menjaga pemain Pacific, Coach Cristobal mengatakan, “kenapa baru sekarang dikatakan foul? Mereka melakukannya sepanjang pertandingan!”
Pada lain waktu, Coach Cristobal juga pernah kecewa atas keputusan wasit yang menyatakan traveling terhadap pemainnya yang akan melakukan inbound pass. Coach Cristobal hanya tersenyum kepada petugas meja sambil mengatakan, “anda juga pasti tahu bahwa tidak ada traveling violation dalam situasi seperti itu.”
“There are only five correctable errors in basketball,” sekali waktu Coach Cristobal mengatakan dengan kecewa kala wasit membatalkan dan mengganti keputusannya, “and that was not one of them.”
Itu hanya Coach Cristobal. Selain pelatih kepala Pacific tersebut, semua pelatih di NBL Indonesia pernah melayangkan protes kepada wasit yang memimpin pertandingan. Umumnya adalah terkait pengambilan keputusan tentang foul. Mengapa sebuah tindakan tidak dikatakan foul, atau malah sebaliknya, mengapa sebuah aksi biasa justru dikatakan foul. Perbedaan persepsi.
Kita juga pernah menyaksikan Coach Tjetjep Firmansyah dari Dell Aspac Jakarta. Bagaimana ekspresi kekecewaannya mendapati keputusan wasit yang tidak sejalan dengan persepsinya. Ia kerap berteriak atau melakukan gerakan-gerakan unik. Tak jarang, atas kelakuannya tersebut, ia menerima technical foul. Hal serupa juga terkadang dilakukan oleh Coach Rastafari yang berteriak kesal sambil melompat karena sebal. Semuanya adalah ekspresi kekesalan karena keputusan wasit yang mereka anggap kontroversial. Tak hanya mereka berdua, pelatih-pelatih lain memiliki ekspresi masing-masing menghadapi keputusan wasit yang tidak sejalan dengan pikiran mereka. Coach Wan Amran, Garuda Bandung biasanya hanya duduk sambil mengacung-acungkan jari naik turun ke arah wasit yang ia anggap menyebalkan.
Pemain pun kecewa!
“Kemenangan kami dicuri oleh wasit!”
“Semua pihak; pemain, ofisial, penonton, penyelenggara mengalami peningkatan di NBL ini, kecuali barisan seragam abu-abu-hitam (wasit) itu!”
“Mereka pernah evaluasi gak yaa?”
Di atas adalah beberapa kalimat kekecewaan yang pernah terlontar dari mulut pemain dan melalui twitter. Nada kekecewaannya sangat tinggi karena terlontar sesaat setelah tim mereka kalah.
Kemungkinan memihak?
Ini hanya sekadar analisa murahan yaa..
Dalam sebuah kasus laga antara tim C melawan tim D (nama disembunyikan namun kejadiannya nyata), sebuah tanya menyeruak. “Mungkinkah wasit melakukan tindakan berat sebelah pada saat memimpin laga?”
Dalam sebuah laga yang berjalan ketat, (katakanlah) tim D menang dengan keunggulan hanya sembilan poin. Silahkan mengatakan aneh atau tidak, kedua tim melakukan personal foul yang hampir sama. Tim C melakukan 18 foul, sementara tim D melakukan 16 foul. Hanya berbeda 2 foul saja. Namun ganjaran yang diterima oleh kedua tim sangat berbeda.
Tim C hanya mendapatkan 8 free throw dari 16 foul yang dilakukan tim D. Yang artinya, jika 6 di antaranya adalah akumulasi dari 3 kali team foul (15 personal foul= 6 free throw), maka hanya 1 personal foul yang benar-benar berbuah (2) free throw!
Sebaliknya, tim D mendapatkan 23 kali free throw dari 18 foul yang dilakukan tim C. Jika 6 diantaranya adalah akumulasi 15 personal foul (2 free throw setiap 5 kali foul atau foul team), maka 17 free throw sisanya adalah free throw dari (setidaknya 8) personal foul, dan 1 free throw dari three point play.
Wasit memberikan ganjaran free throw 1:8 kepada tim C terhadap tim D!
Well, tidak perlu buru-buru juga untuk menyatakan apakah wasit berlaku berat sebelah pada laga tersebut. Karena bisa jadi wasit memang melakukan atau memberikan keputusan yang benar.
Ilustrasi di atas hanya ungkapan rasa penasaran yang berbuah tanya, “adakah wasit-wasit ini berat sebelah?”
Respek terhadap wasit
Dalam kasus lain, dan sangat-sangat sering terjadi, ada pula terlihat bahwa wasit sering memberikan keputusan yang benar, namun pemain dan pelatih yang over acting. Setiap kali wasit meniup peluit menyatakan foul, beberapa pemain memberikan ekspresi yang tidak menunjukan rasa hormat. Pemain menunjuk-nunjuk wasit, berteriak, bertanya dengan nada keras, dan ekspresi kekecewaan berlebihan lainnya.
“Dalam kasus tersebut, mental yang berbicara,” cerita seorang wasit senior berlisensi FIBA, “mereka memang layak diberikan technical foul, tetapi wasit kita kadang masih terkendala masalah mental memimpin pertandingan. Paling banter mereka dikasih peringatan, padahal itu sikap yang tidak respek kepada kami.”
Pujian untuk para wasit
Pujian pun sebenarnya sering dilontarkan oleh para pelatih maupun pemain. “Wasit kita itu kalau memimpin laga-laga internasional bagus-bagus lho. Mereka lebih hebat daripada wasit-wasit asing,” cerita seorang ofisial salah satu tim NBL Indonesia.
“Waktu di Australia, wasit dari NBL Australia mengatakan bahwa wasit kita (Indonesia) yang kita bawa ke sana sangat berkualitas. Mereka sangat layak menjadi wasit di NBL Australia,” cerita salah seorang pemain nasional yang mengikuti pemusatan latihan di Australia ketika akan menghadapi SEA Games 26 di Jakarta. Saat itu, salah seorang wasit NBL Indonesia juga ikut serta.
Mari berdiskusi :)
Nah, atas ilustrasi-ilustrasi di atas, baik pujian maupun banyaknya keluhan dari pemain dan ofisial mengenai performa wasit. Mari kita diskusikan bersama di sini hal tersebut sebagai #TopicOfTheMonth bulan Februari.
Ada sebuah tulisan di sini sebelumnya yang mungkin bisa memberikan solusi kecil mengenai masalah ini. Ia berbicara mengenai perlunya data-data statistik wasit yang bisa diakses publik.
Teman-teman pasti punya solusi lain atau masukan lain. Silahkan ungkapkan dengan menulis pada bagian komentar. Satu hal yang jelas, ini adalah masalah kita bersama. Dan wasit-wasit yang memimpin NBL Indonesia adalah wasit-wasit terbaik di Indonesia. Mencari gantinya sangat sulit, namun pasti semua ingin agar mutunya meningkat. Bukan hanya mutu wasit yang meningkat tetapi apresiasi kita semua terhadap kinerja wasit tersebut :D




menurut pandangan saya sebagai seorang pemain basket. Wasit sangatlah berperan di dalam lapangan basket untuk memimpin jalannya pertandingan agar berjalan baik. Dan itu sudah tanggung jawab mereka. Tanpa wasit, pertandingan tak akan bisa dilakukan. Tapi kita sebuah butuh wasit yg layaknya penegak hukum. Bukan menciptakan hukum.
saya melihat di liga NBL. Liga ini berkembang sangat baik dari berbagai elemen, dan memang benar. Disini elemen wasit masi tidak lepas dari tradisi liga-liga sebelumnya (tidak menunjukkan perkembangan yang sebagaimana mestinya). Apa ini memang tradisi wasit di Indonesia?
“Hargailah seseorang sebelum anda ingin dihargai” kata_kata ini yg melekat kepada saya setiap saya menanyakan sesuatu di dalam pertandingan kepada seorang wasit. Tetapi apa seorang wasit demikian??
saya pernah tanya baik baik-baik.
SAYA : “ref…kenapa kejadian itu di call foul. padahal si defender sudah pada posisi sebagaimana dia defense. Dan yg loncat kedepan unbalance ada offender.”
WASIT : “sssttttt…sssttttt…”(nyuruh saya diam)
SAYA : “lho saya nanya baik-baik. kok bisa di call foul?”
WASIT : “iyaa saya melihatnya.”
SAYA : “lho. kenapa di call. saya juga melihat karena saya ada di help side.?”
WASIT : “sssyuuu..syyuu..kamu jangan begitu!” (sambil berlari menjauhi saya)
SAYA : “lho…”(saya bingung. apa ini contoh respect terhadap pemain)
saya bertanya dengan niat baik-baik. Dan saya selalu memberi tahu kejadian-kejadian dilapangan yg mungkin terlewatkan oleh seorang wasit agar perjalanan pertandingan nyaman dan ga ada yg merasa di rugikan. Tapi dimana perilaku seorang pemimpin dilapangan seperti itu. Dia wasit NBL lho.
itu cuma salah satu contoh kecil. masi banyak yg lain.
saya pernah “KESEL” denger dari seorang WASIT SENIOR skrng sudah pensiun.
Terkadang wasit dilapangan itu adalah seorang Pilot. Jadi dia yg mengatur jalannya pertandingan. seperti ada Script didalamnya.
contoh kasus.
ada pertandingan. sisa waktu 3 detik. selisih skor 3point. bola dilempar dari belakang garis 3point dan ada defender narik jaring di ring sebelum bola itu mendarat. Yang seharusnya goaltending tidak di call oleh 3 wasit yg ada dilapangan.
kata sang senior “ini kasus nyata. pertandingan berjalan seru tegang lama. menghabiskan tenaga. daripada overtime, mending saya sudahi saja.”
APA SEORANG WASIT = SUTRADARA
saya benci akan hal itu jika memang ada wasit yg membenarkan hal tersebut.
dan sampai sekarang saya berpikir. jika pemain protes “bla bla bla” pemain yg rugi nantinya di call “Technical foul” atau apa. Belum nanti ada denda pelanggaran. dapet sanksi dari management dari liga pula. Tapi jika wasit apa ada denda atau sanksi jika dia melakukan kesalahan??
saya ingin sekali setiap habis tanding menunjukkan hasil Taping pertandingan. Jika ada kesalahan apa anda seorang wasit berani bayar ganti rugi seperti pemain yg protes keras terhadap wasit.??
Komentar berikut juga masih dari “Sebut Saja Bunga”. Komentar ini diletakan pada tulisan yang berbeda.
“seharusnya wasit itu berani mengubah keputusan yg salah. NBA aja berani. apa karena teknologi??
seorang penegak hukum harus berani bertanggung jawab.
ada contoh lucu.
pertandingan A vs B. Quarter 4 under 30 second. that time for sacrifice. jadi wasit siap2 sentuhan dikit call foul. nah disini kita defender melakukan full court press defense. bola masi di baseline. seorang offender melakukan v-cut meminta bola dan dia berhasil menangkap bola, tetapi dia terpeleset karena unbalance. “PRRIIITTTTTTT”
DEFENDER : “Yesssss…bola kita.” (kita berpikir itu travelling)
WASIT mengangkat tangan dengan instruksi “FOUL”
Defender serentak “LHOOOOO..dia jatuh sendiri. dia terpeleset…!!” ramai seketika. Dan sang wasit pun melayangkan jawaban manisnya “iya saya lihat dia terpeleset sendiri dan itu walking. Tapi saya sudah tiup peluit. Bagaimana lagi.?? keputusan saya tidak bisa diubah.”
Apa itu sikap bijak seorang wasit. Dan ini terjadi di Liga nomer satu di Indonesia sekarang. Apa layak wasit seperti dia??”
Jadi itu wasit sebenernya salah ambil keputusan atau latah? seharusnya dia tau apa yg harus diperbuat setelah dia meniup peluit!! untuk gw itu cuma dalih dia saja, mungkin awalnya dia ragu apa itu jatuh sendiri atau terpeleset! RAGU tapi BERTINDAK!
saya juga pemain ,dan pernah pula mendengar cerita,atau mengalami kejadian2 yg diceritakan si bunga. :-) bukan lagi masalah teknis,pengetahuan tentang peraturan pertandingan dan penerapannya,tp saya memandang itu salah satu contoh -maaf- arogansi korps wasit. tidak semua wasit memang yang bersikap seperti itu,tp sepertinya arogansi sedang menjadi trend diantara mereka. entah kenapa,tapi itu yang saya rasakan sedang terjadi saat ini. sangat susah bagi pemain untuk berkomunikasi dengan wasit. walaupun sekedar bertanya,atau menyatukan persepsi. serba salah,nanya baik2 dicuekin/diusir,nanya dgn nada keras diancam diberikan technical foul+ diincer sepanjang pertandingan. hehehe saya pemain yang telah bermain 3 liga,kobatama,ibl dan nbl, dan baru kali ini saya merasa wasit sering bersikap arogan dan rata2 dilakukan oleh wasit2 yg relatif baru,yg mungkin baru sekitar 2-3 tahun memimpin di kompetisi basket tertinggi ini.
sebagai pemain,kita berusaha menerima setiap keputusan wasit,walaupun itu bad call,toh keputusan juga tidak bisa diubah. kita bisa memaklumi bahwa setiap orang bisa membuat kesalahan. pemain pun tidak semuanya ‘bersih’,ada pemain yang berkarakter keras,kasar,dan tricky. sikap tegas lah yg dibutuhkan, jiwa kepemimpinan,bukan arogan.
peran wasit sangatlah vital untuk menjaga situasi pertandingan tetap kondusif,termasuk mengkomunikasikan tentang keputusan yang dia ambil pada pemain,agar pemain tau peraturan apa yang telah dilanggar. terkadang karena terbawa situasi pertandingan,dalam kondisi fisik dan emosi yang lelah membuat pemain tidak selalu bisa berbicara dengan nada yang rendah,dan terlihat emosional saat bertanya pada wasit. saat seperti itulah kami butuh ‘bantuan’ dari wasit untuk memberikan pengertian,bukan sebaliknya! jika bertanya baik2,mungkin bisa dijawab,tp jika dirasa reaksi yang diberikan pemain terlalu berlebihan,ya sudah Technical Foul aja! mungkin wasit pun juga kesal,tp mendebat pemain dengan kata2 yg berbalik menekan pemain,cenderung intimidatif,dan disertai gerakan tubuh yg tidak pantas,seperti mengusir pemain yg mencoba bertanya,saya rasa bukanlah sikap yang bijak. klo wasit memang benar2 bergelar ‘sang pemimpin pertandingan’ ,please show us your leadership,SIR!!
jadi sekali lagi menurut saya,selain penerapan tentang peraturan pertandingan, jiwa kepemimpinan dan kemampuan komunikasi para wasit perlu dijadikan bahan evaluasi. ketegasan dan konsistensi harus dibenahi,jauhi sikap arogan! dan kami pemain pun akan belajar lagi,agar bisa lebih menghormati anda semua,para wasit. :-)
Mungkin banyak faktor untuk melihat kinerja buruk wasit, disamping ada jg sisi baiknya tentu saja.
1. Cara wasit memposisikan dirinya, apakah terlihat jelas pandangan nya? Walopun ada 3 wasit sebenernya
2. Kadang wasit satu dengan lain nya memiliki pendapat yg berbeda tp untuk menjaga wibawa nya mungkin mereka saling membela :p
3. Image dari pemain itu sendiri, kalau dia terkenal bermain keras mungkin lbh berisiko kena foul, ato pemain bintang yang kadang lbh di protect.
Tapi diluar itu semua, alangkah baik nya kita menghormati putusan wasit apapun jg dan wasit pun harus memperbaiki kinerja nya dan respect juga terhadap player dan official team.. Kita junjung Fair Play.. Seperti pengalaman saya melihat game INA Warriors vs Saigon Heat lalu di bandung, ada emang satu krjadian dimana salah satu pemain asing dari saigon 2x protes keras yg berakibat dikeluarkannya si pemain.. Tapi wasit pun berani tegas dan berani mengeluarkan, di situ menurut gw, itu sebagai pembelajaran dan peringatan agar pemain protes dgn cara yg respect bukan dgn emosi
menyinggung soal artikel diatas tentang game tim C dan D ternyata (menurut kabar) wasitnya sehari sebelum pertandingan diajak dinner oleh sang manajer tim pemenang. Perasaan saya sebagai tim pendukung tim C tentu geram, saya pikir ini salah satu praktek penyuapan. Dan tentu saja kita bisa liat saat gamenya, banyak keputusan yg kontroversial yg justru banyak (sekali) menguntungkan tim D. Mungkin banyak dari para pendukung setia tim nbl yg kecewa saat tim kesayangannya dikalahkan wasit. Tapi dalam setiap pemikiran saya, saya selalu berpikir positif. Dan saran saya, wasit nbl lebih baik saat seri nbl dilarang berkomunikasi dgn para tim nbl. Mencegah agar tidak ada penyuapan pada wasit. Dan perlu juga untuk membuat statistik untuk wasit kita seperti halnya NBA. dan wasit nbl juga harus diberi materi pelatihan mental agar saat memimpin pertandingan keputusan yg diambil adalah independent yg tidak terpengaruh oleh kubu tertentu :)
Setuju untuk bagian, “wasit NBL lebih baik saat seri NBL dilarang berkomunikasi dgn para tim NBL. Mencegah agar tidak ada penyuapan pada wasit.”
yupzzz…. lebih setuju seperti ini… selama seri pertandingan berlangsung lebih baik para wasit NBL tidak ada yg berkumunikasi dgn para tim NBL, dan haruz dibuat aturan tertulis dan sanksi yg jelas biar ada batasan’y…
apa perlu ada sejenis “tanda terimakasih” atw ” referee of the month” agar memotivasi para wasit untuk memberikan kinerja yg baek dan menghindari permainan diluar permainan
hukum itu bagus. Tpai kembali ke individu seorang wasit. banyak wasit berdomisili satu kota. Suap tak hanya bertemu makan di suatu Liga. Bisa aja terjadi diluar sebelum Liga. Perlu dibina “character building” juga. tak hanya berburu license. toh belakangan banyak license tinggal nitip orang dalem atau lewat belakang. its a fact. tak perlu dipungkiri.
Kayany yg bnyk d komentari laga yg dsiarin live di a*tv pertandingan pertama yg live d palembang y.
Yang jelas sih, kekurangan NBL dan liga lain nya di semua cabor di Indonesia itu wasit, apa emang SDM nya yg tdk berkualitas? Tp kok ada yg licence internasional ya?? Ato mental nya buruk? Tingkat konsentrasi? Ato malah (semoga tidak) ada mafia wasit jg?
Menurut gw sih, wasit itu berperan dlm menentukan hasil akhir apalagi di game yg ketat, satu kesalahan aja dapat membuat perbedaan. Kalo begini terus percuma setiap team yg berlatih keras demi kompetisi yg baik tp dirusak oleh kinerja wasit yg (maaf) merah nilai nya. Jujur aja dari pengalaman nonton NBL msh sangat banyak kesalahan wasit! Ganti aja sama wasit asing lah biar wasit sini merasakan tdk dianggap, supaya mereka koreksi diri
Ada cerita lucu. kemaren saudara saya melihat suatu live pertandingan. Dia kakak dari bokap saya. Dan dia lama tinggal di NY dan termasuk salah satu kontraktor yg garap Madison Square Garden. Doi doyan banget yang namanya NBA. Dia juga yang mendukung saya basket dari kecil.
Doi melihat pertandingan A & B. Ketika saya berlibur setelah Liga.
Dia pecinta club A dan dia bertanya pada saya ” wah kemaren si menang dong. tapi kamu lihat ga dek?” saya jawab ga “sempet om. kenapa memang?” lalu doi jawab “pertandingan nya seru. club idola om menang. tapi heran ma wasit. kok wasitnya keliatan banget berat sebelah ya. kenapa dia belain club A. Dia wasit baru ya. Apa dari satu daerah ma club A?” saya cuma tersenyum.
Bayangkan seorang pengamat basket yg cuma nonton dari layar kaca. Dan dia suka pada club yang menang tapi dia masi merasa bahwa club idola dia terbantu oleh wasit.
Dan saya pernah atau sering ya merasa adanya call timbal balik.
Seperti wasit A melakukan kesalahan yg merugikan team A, tak lama wasit A akan memberikan keuntungan call buat team A. Wasit bukan kerja di koperasi. Timbang menimbang agar rata.
Gua stuju klo wasit d Indonesia perlu dtingkatkan kualitasx. Skul gua pnah kok jd korban wasit yg ga jelas aturanx.
Tp kwand” skalian, mari berpikir dri posisi sorg wasit, bkn hanya pemain. Spya kta tuh bsa lbih respect sma mereka. Intix, hormatilah wasit sebagaimana adax dia.
Dan satu lgi, pembinaan n pengelolaan wasit basket d sni blum transparan deh. Mohon buat pihak Perbasi agar dtindaklanjuti.
At last, i love this game, always :)
Bukan cuman anda kok… tapi saya jg liat ada beberapa pertandingan yg begitu… padahal saya cuman liat streaming… tapi sangat jelas kok….
wasit perlu training ESQ…. pembinaan yg transparan kali ya…. tp g mesti import kan..?? soal’y product dalam negeri ntar g berkembang…. kecuali buat study banding doang….
Hahahaaa.. training ESQ.. Bagus kayaknya.. Sekalian training Tung Desem Waringin yaak :D
Korps wasit kita hanya butuh konsisten aja. Mereka para wasit harus berani memberikan standarisasi perwasitan. Jadi tinggal mereka info saja ke pemain dan pelatih gerakan2 apa saja yg pasti akan di call wasit. Kalo diantara para wasit tdk punya standarisasi yg konsisten ya ngga bakalan ada yg namanya persamaan persepsi pelatih/pemain dgn wasit.
Sebagai tambahan ada baiknya mereka juga aktif main basket yg baik dan benar. Sehingga mereka bisa merasakan sendiri keadaan pemain, dan mereka juga bisa memutuskan sampai batas mana toleransi diberikan kpd pemain di pertandingan.
Terakhir himbauan saja, utk para wasit yg diminta tolong memimpin pertandingan sparing antar klub NBL mbok ya niupnya yg serius. Lumayan utk nambah jam niup kan yakk…
Maju terus bolabasket Indonesia…!!!
kayaknya saya tau tuh ilustrasinya tim mana :p
DiMedan banyak even yg memakai wasit liar. Alasannya krn harga yg ditetapkan Pengcab Perbasi terlalu tinggi. Infonya pengurus Perbasi menaikkan tarif dari harga standard untuk uang kas. Akibatnya even tersebut menggunakan wasit liar tanpa lisensi yg menyebabkan mutu pertandingan hancur dan merugikan pemain. Wasit dg lisensi jg dirugikan dg masalah ini.
Segala kritik dari tmn2 sah2 saja. . .Namun apakah kalian pernah lihat dari sisi seorang wSit. . . Didunia olahraga smua org mencaci maki wasit. . . Apalagi team yg kLH,jarang sekali team yg kalah dtg kwasit dan mengatakan mreka tlh melakukan pekerjaannya dengan baik. Memang tdk menutup mata bahwa ada oknum2 yg suka melakukan seperti crita tmn2 d atas dan saya sebagai salah satu wasit FIBA d indonezia sangat mengecam hal itu. . .Namun untuk di NBL kita tdk pernah dan tidak akan mau mnerimasuap dr team manapun. . . .soal pembenahan. . .Kita selalu belajar n belajar n selalu ingin berbuat yg baik untuk setiap pertandingan dan kita selalu evaluasi kinerja kita slama ini untuk pembenahan dan kualitas kita d lapangan. . . .Namun ms perlunya pembinaan lagi dari induk organisasiapalagi untuk para wasit junior dan yg sudah berada d level nbl. . . .Mari kita semua meningkatkan bola basket d indonesia. . . .
Salam olahraga
Terima kasih banyak kak D, telah mau ikut berkomentar di sini. Blog ini juga sangat setuju bahwa sesekali bahkan harus lebih sering kita memang harus meninjau dari sudut pandang seorang wasit. Bagaimana tekanan yang dihadapi wasit saat memimpin laga, sebelum dan sesudah laga. Rasa-rasanya, wasit adalah orang-orang yang istimewa karena mampu, bisa, dan mau melewati itu semua demi basket Indonesia.
Tujuan dari topik ini bukan untuk mencari siapa yang salah siapa yang benar, namun tentu saja mencari jalan terbaik untuk masalah yang dihadapi bersama.
Semoga dengan semakin banyaknya pihak yang mau berbagi ide, keluhan, masukan, kritikan, tawaran solusi, kita semua bisa menemukan jalan terbaik memecahkan masalah ini. Dengan begitu, performa wasit jauh lebih membaik dan sikap pemain, pelatih, dan ofisial pun semakin respek terhadap wasit.
Amiin :)
Seharusnya seorang wasit sudah mempersiapkan mental sebaik mungkin. Semua tekanan harus bisa diatasi dengan bijak dan adil, yg merasakan tekanan bukan cuma wasit, pemaIn dituntut oleh pelatih, pelatih dituntut oleh manajemen juga.. sedangkan wasit, ditekan oleh pemain dan pelatih, cuma yg gw liat banyak wasit ga berani untuk koreksi kesalahan karna takut timbul protes lbh keras lagi.. Dan hal itulah kelemahan utama wasit kita, MENTAL dan KONSENTRASI.. kadang ‘mungkin’ wasit satu berbeda pendapat sama wasit lain, tapi kesan nya seolah klo wasit satu sdh meniup peluit, mereka bertiga sepakat untuk mendukung.. Ga ada salahnya mencontoh wasit sepakbola, bila dia ragu< dia berkonsultasi dengan assisten nya, wasit itu ibarat hakim, klo salah menjatuhkan vonis, betapa sangat merugikannya.. Jadi coba kumpulkan bukti dulu
Setuju mas bro. . .
betul semua untuk jalan terbaik. saya juga sebelum menulis saya melihat di sisi wasit. saya sangat menghargai kerja mereka. setiap saya salah saya di merasa dirugikan. saya ga pernah ngebntak mencaci wasit. saya tau usaha mereka sangat berat. tapi disaat wasit melakukan sikap yg tidak menghargai pemain apa pemain tidak punya perasaan juga?? apa wasit menaruh disisi pemain juga yg merasa dirugikan??
untuk suap menyuap itu cuma Tuhan yg tau dan pihak yg melakukan. jika memang tidak ada ya bagus. kita kan sebagai pemain tidak ingin terjadinya ada jarak dan gangguan komunikasi dengan wasit. toh kita sebagai pemain ingin juga ingin hubungan yang sehat dengan wasit. saya percaya wasit di Indonesia bagus-bagus.
Ada pepatah akibat nila setitik, rusak susu sebelanga… Emang tdk semua wasit seperti itu, tapi (maaf) sebagian besar menurut pengamatan saya, wasit itu kurang konsentrasi dan kurang berani untuk koreksi bila benar dia salah, dan yg terpenting, MENTAL nya harus dipersiapkan lagi agar tekanan sebesar apapun dapat dilalui.. BUT, apapun keputusan wasit, hendaklah pemian menerima nya dgn respect
saya seorang pemain. kadang saya juga kesal ketika diingatkan oleh pacar saya ketika saya berteriak2 di lapangan atau di bench tentang keputusan wasit yang saya anggap kurang tepat, bahwa KITA TIDAK BOLEH MENYALAHKAN WASIT. NGGAK ADA TUH ISTILAH KALAH KARENA WASIT. nah, disana saya bingung juga ya. satu sisi saya mau berpikiran seperti itu, satu sisi saya juga kesal dengan keputusan wasit yang kadang AJAIB. pelatih saya pun seorang wasit. dan ia selalu mengingatkan agar kita tidak boleh menyalahkan wasit.
jadi, menurut saya, perlu adanya menyamakan persepsi tentang peraturan2 bola basket. sebenarnya kegiatan tsb telah sering di lakukan, apalagi ketika ada peraturan baru 2010, dan waktu itu sempat ada sosialisasi peraturan baru tsb. nah yang kurang adalah apresiasi dari pecinta basket untuk mengikuti kegiatan tersebut. tapi mungkin saja kegiatan tersebut kurang sosialisasi sehingga banyak yang kurang tahu ttg kegiatan tsb.
perlunya kesadaran untuk meningkatkan pengetahuan ttg bola basket sangat penting. jangan sampai merasa PALING BISA atau PALING JAGO basket, sehingga berpikir “ah ngapain dtg ke acara kaya gitu” nah kan? ketika di lapangan tidak puas? siapa yang harus disalahkan?
thx.
Bahasan ini lebih baik untuk ajang diskusi aja, baik pemain dan wasit menurut gw masih ada yg perlu dikoreksi lagi.. mungkin NBL ini msh jauh dr NBA, tp ga ada salahnya kita melihat kesana.. Kadang di NBA juga sering terjadi protes2 keras, bahkan ada yg sampai berujung technical foul< atau bahkan sangsi dari NBA nya sendiri, tapi diluar itu pemain lbh banyak respect nya terhadap wasit, knp?? karena wasit jarang membuat keputusan yg merugikan, kadang mereka hanya berdiskusi bukan protes! Pemain respect terhadap wasit, wasitpun respect terhadap pemain dengan cara membuat keputusan yg emang benar2 tepat dan bersedia mengubahnya apabila mereka salah. Gw mengerti juga gimana tekanan para pemain dan wasit dalam laga tersebut, emosi mudah keluar, untuk itu alangkah baiknya bila kedua pihak sama2 melatih diri lagi, pemain melatih kesabaran dan respect, wasit jg melatih mental dan kualitas lagi.. Jujur aja, gw melihat sih mungkin PERBASI kurang memberi pelatihan dan sangsi terhadap wasit yg bersalah sehingga wasit seperti tdk tersentuh! ato mungkin SDM nya yg bermasalah? Gw gampang ngomong begini, coba gw jd wsit atau pemain? gw cukup sadar diri lah, gw ga punya kemampuan jadi wasit yg sempurna, makanya ga jadi wasit hehehe… Apalagi pemain, lebih ga mungkin :p Tapi gw cinta BASKET apalagi BASKET NASIONAL! Gw yakin INDONESIA BISA JAWARA BASKET DUNIA asal semua pihak mau belajar dan koreksi diri…
Saya bukan pemain basket juga bukan seorang wasit. Saya hanya seorang penggemar permainan basket.. Menurut saya, utk diposisi pemain dan wasit itu tidak mudah. Ada tekanan bagi posisi masing”.
Namun, saya melihat di dunia basket Indonesia (tidak hanya di NBL) seringkali saya melihat wasit itu tidak bijaksana dlm memberi keputusan atau bisa d bilang berat sebelah shg membuat presepsi wasit cenderung mendukung pihak tertentu. Terkadang, tentu saja keputusan” itu merugikan team yg lain.. Akibatnya,pemain basket di indonesia menjadi gak respek thdp wasit..
Akibatnya ya spt itu.wasit tidak bijaksana dan Pemain tdk respek dan menghormati wasit.
Kita ga bisa nyalahin pihak trtntu.
Harusnya, pemain dan wasit masing” diberi pelatihan” sikap dan mental lebih dalam lagi. Shg mereka saling respek dan bijaksana.
Kalau di NBA bisa, kenapa kita tidak?
Yg terpenting ya dri diri masing” utk melakukan perubahan yg lebih baik untuk kedepannya..
Shg dg begitu, basket indonesia bisa jauh lebih baik dan maju lagi :)
wasit yang tingkat nasional aja begitu ya. apalagi di kota saya Bandar Lampung. helpless.
saya sampe selalu menggunakan wasit binaan sendiri yang tidak resmi setiap mengadakan event. tujuannya biar bisa dikoreksi kesalahannya. wasit yang resminya udah keram otak dan bermental korup sih