Sampai Jumpa lagi Palembang :) (Hari 9 NBL Indonesia 2011-2012 Seri III Palembang)

Tidak ada kejutan jumlah penonton yang terjadi di gelanggang olah raga PSCC selama NBL Indonesia Seri III. Kenyataannya, selama penyelenggaraan NBL Indonesia di Palembang, penonton paling ramai tak pernah melebihi setengah dari kapasitas gedung olah raga megah tersebut. Barangkali, NBL Seri Palembang ini adalah seri yang paling sedikit penontonnya. Apa penyebabnya? Butuh penelitian tersendiri untuk mengetahui jawabannya :)

Tak begitu meriah dalam hal penonton bukan berarti tak meriah dalam hal laga. Seri Palembang merupakan salah satu seri yang paling seru. Beberapa tim mulai saling mengalahkan. Pelita Jaya Jakarta berhasil membayar kekalahan atas CLS Knights Surabaya demikian pula terhadap Satria Muda Jakarta. Garuda yang menerima kekalahan pahit gagal mengalahkan Dell Aspac Jakarta, tetapi berhasil menumbangkan Pelita Jaya. Hingga kejutan dari Comfort Mobile BSC Jakarta yang menumbangkan Bimasakti Malang!

Tak hanya itu. Skor terbanyak NBL Indonesia sejauh ini tercipta di Palembang. Pelita Jaya mencapai angka 118 poin kala mengalahkan NSH GMC Riau. Fantastis! Oh yaa, ada pula usaha Muba HAngtuah IM Sumsel yang memberikan perlawana kuat kepada Satria Muda dan Garuda. Dan masih banyak lagi.

Banyak orang barangkali terpaku atau mungkin terganggu oleh jumlah penonton yang sedikit. Namun megah dan mewahnya gelanggang PSCC dan kualitas laga yang meningkat di Palembang akan menjadi cerita tersendiri!

Berikut rangkuman laga pada hari terakhir di Palembang seperti telah termuat di situs resmi NBL Indonesia sebelumnya.

Bimasakti Akhiri Seri Palembang dengan Kemenangan

Bimasakti Nikko Steel Malang yang tidak begitu baik dalam laga sebelumnya, hari ini bangkit dan mengalahkan NSH GMC Riau. Hal ini tampaknya tidak terlepas dari hadir kembalinya pelatih kepala Edy Santoso. Bimasakti sempat mendapat perlawanan ketat dari NSH GMC di kuarter ketiga namun berhasil keluar dari tekanan dan menang 82-69.

Pertarungan sengit dan ketat berlangsung di kuarter pertama. Tanpa diduga, NSH GMC bermain cepat melalu Reza Wongkar dan center Ryan Febriyan. Keputusan Ryan untuk lebih berani melepaskan tembakan pada key area berbuah cukup baik. Ryan menyarangkan 50 persen field goalsnya untuk mencetak enam angka. Kuarter pertama berakhir imbang 18 sama. Bima Rizky menjadi pencetak angka terbanyak bagi Bimasakti dengan 10 poin.

Produktivitas Bima Rizky berlanjut ke kuarter kedua. Tidak sendirian, Bima juga mendapat dukungan yang sangat baik dari guard Made Indra dan forward Gipsona Virgian. Tiga pemain Bimasakti ini sukses mengumpulkan poin terbanyak bagi Bimasakti menutupi kinerja rekan-rekannya yang lain yang kurang tajam saat mencetak angka. Field goals Bimasakti mencapai angka 47 persen dan meninggalkan NSH GMC pada raihan sementara 38-31 di akhir kuarter kedua.

Bima benar-benar merajalela. Produktivitas Bima stabil dalam menambah angka bagi Bimasakti. Tanpa disadari, hal yang sama juga terjadi pada kubu NSH GMC. Ryan Febriyan yang kini mendapat pengawalan ketat mengalihkan fungsi pencetak angka lebih banyak kepada Agus Pamungkas. Laga kuarter ketiga berjalan seimbang dengan raiha sama-sama 19 poin.

Agus Pamungkas akhirnya menjadi pencetak angka terbanyak bagi NSH GMC dengan total 17 poin dan tujuh rebound. Buruknya pertahanan NSH GMC membuat Bimasakti lebih menguasai laga. Bima Rizky yang stabil dari kuarter pertama hingga akhir menjadi pencetak angka terbanyak dengan 27 poin dan enam rebound.

Manfaatkan Kelengahan Lawan, Garuda Atasi Muba Hangtuah

Muba Hangtuah IM Sumsel yang sempat unggul hingga 16 angka di kuarter kedua tidak berhasil mempertahankan strategi kemenangan. Sebaliknya, Garuda Speedy Bandung yang sangat rapuh pada saat bertahan di dua kuarter awal berhasil menemukan momentum untuk berbalik unggul dan akhirnya menang 70-63.

Center Garuda, Hendrik Agustinus yang seharusnya berperan sebagai salah satu benteng pertahanan terkuat Garuda tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Pada kuarter pertama, Hendrik beberapa kali terlepas bahkan terlalu lamban mengantisipasi tembakan para pemain Muba Hangtuah yang berada di depannya.  Dian Heriyadi yang kerap berhadapan dengan Hendrik leluasa mencetak 10 poin di kuarter pertama membawa Muba Hangtuah unggul tipis 21-19.

Taktik serangan pick and roll para pemain Muba Hangtuah pada kuarter kedua sangat-sangat efektif menghancurkan pola pertahanan zona yang diterapkan para pemain Garuda. Koordinasi yang baik antara point guard Hardianus dan center Dian Heriyadi efektif menambah angka bagi Dian dan tentunya Muba Hangtuah. Mua Hangtuah menutup kuarter kedua dengan keunggulan skor 47-31.

Sepanjang dua kuarter pertama, Muba Hangtuah hampir selalu menerapkan pola pertahanan full court press. Pola tersebut terbukti efektif memaksa Garuda melakukan 15 kali turn over. Sayangnya, Muba justru meninggalkan pola pertahanan tersebut di kuarter ketiga dan membuat Garuda lebih leluasa membangun strategi penyerangan dengan lebih tenang.

Hendrik yang bermain buruk di dua kuarter awal akhirnya mulai membayar kesalahan-kesalahannya. Dengan tambahan tujuh poin dari Hendrik, Garuda berbalik unggul tipis di akhir kuarter ketiga 52-51.

Garuda yang telah mendapatkan bentuk kinerja terbaiknya di kuarter ketiga semakin sulit terlampaui oleh Muba Hantuah. Hanya mampu mendekati raihan Garuda, Muba Hangtuah akhirnya kalah tipis di hadapan pendukung fanatiknya. Hendrik menjadi pemain Garuda yang paling dominan dengan 20 poin dan sembilan rebound. Pada kubu Muba Hangtuah, Dian Heriyadi mantap dengan 21 poin dan lima rebound.

Satria Muda Tersandung Pelita Jaya di Laga Terakhir Seri III

Kekalahan pahit Pelita Jaya Esia Jakarta atas Satria Muda Britama Jakarta di Seri Solo lalu terbayar sudah. Dalam sebuah laga yang cukup alot dan keras, Pelita Jaya mampu bangkit dari keterpurukan di awal dan menang telak di akhir laga dengan skor 88-69.

Akurasi yang sangat buruk menimpa para pemain Pelita Jaya di kuarter pertama. Menjelang akhir kuarter pertama, persentase field goals Pelita Jaya sempat menyentuh sembilan persen saja. Sebaliknya, Satria Muda jauh lebih tajam dengan 50 persen field goals. Beruntung bagi Pelita Jaya, Satria Muda lebih sering melakukan turn over dan memiliki intensitas serangan yang rendah. Kuarter pertama berakhir dengan skor 20-13. Satria Muda unggul sementara.

Kinerja buruk sepanjang kuarter pertama tidak terulang di kuarter kedua. Andy Batam, Erick Sebayang dan Ponsianus Indrawan memperbaiki performanya dengan sangat signifikan. Berbagai usaha menambah angka oleh Pelita Jaya melalui tembakan medium, tembakan tiga angka, dan post play serta penetrasi berjalan baik. Pelita Jaya menguasai kuarter kedua dan memperkecil ketinggalan menjadi 34-33 di akhir kuarter kedua.

Wellyanson Situmorang yang begitu produktif bagi Satria Muda sepanjang kuarter kedua tidak mendapatkan porsi bermain yang cukup banyak pada kuarter ketiga. Welly bahkan tidak mencetak satu angka pun. Total 26 angka Pelita Jaya di kuarter ketiga diraih secara merata oleh kontibusi Erick Sebayang, Ponsianus Indrawan, Andi Batam, dan Kelly Purwanto. Satria Muda hanya mendulang 21 poin.

Unggul 60-53 di akhir kuarter ketiga, Pelita Jaya berhasil tidak mengulang kesalahan di kuarter pertama. Pertahanan kuat Pelita Jaya berhasil menjebak para pemain Satria Muda melakukan total 28 turn over sepanjang laga.

Dalam pertandingan yang berjalan cukup keras tersebut, Erick Sebayang menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Pelita Jaya dengan 21 poin. Sementara pada kubu Satria Muda, Welly Situmorang meraih double-double dengan 16 poin dan 14 rebound. Demikian pula Cristian Ronaldo Sitepu dengan 11 poin dan 16 rebound.

Pacific Pertahankan Keunggulan atas Satya Wacana

Laga sengit menutup Seri III Palembang. Satya Wacana Angsapura Salatiga yang berambisi memenangkan pertemuan kedua melawan Pacific Caesar Surabaya terbentur oleh akurasi tembakan yang sangat rendah. Pacific menang 70-60.

Dua starter Satya Wacana, Eko Nasution dan Valentino Wuwungan bermain agresif sepanjang kuarter pertama. Valentino yang memiliki pergerakan kuat di bawah ring mendapat sokongan yang baik dari Eko. Duet ini menjadi masalah besar bagi Pacific. Total 15 poin dari Eko dan Valentino menggenapkan keunggulan sementara Satya Wacana 20-15 di akhir kuarter pertama.

Kolaborasi antara Eko dan Valentino masih berfungsi baik bagi Satya Wacana. Eko menambah tujuh poin sementara Valentino mendulang tambahan tiga poin. Produktivitas dua pemain ini sejalan dengan para pemain Satya Wacana yang lain. Ketatnya pertahanan Satya Wacana juga memaksa Pacific belum mampu melampaui raihan Satya Wacana. Kuarter kedua berakhir 37-31, masih unggul sementara Satya Wacana.

Petaka mulai terjadi ketika Valentino tidak lagi bermain dari kuarter ketiga. Satya Wacana pun mulai kesulitan menghadapi gempuran Pacific yang lebih intensif. Melalui Gege Nagata yang mencetak tujuh poin di kuarter ketiga serta Dean Yulyanto dan Hery Listiyono yang masing-masing mencetak empat angka, persentase field goals Pacific meningkat drastis. Tertinggal hanya satu poin di akhir kuarter ketiga, Pacific mulai menuai keuntungan atas hilangnya Valentino Wuwungan.

Pacific akhirnya benar-benar berhasil menahan serangan-serangan Satya Wacana yang banyak mengandalkan tembakan luar. Selain berhasil meningkatkan persentase field goals, rapatnya pertahanan Pacific juga menekan persentase field goals Satya Wacana. Dewa Galih menjadi pencetak angka terbanyak bagi Pacific dengan 15 poin. Sementara pada kubu Satya Wacana, meskipun kalah, Eko Nasution dan Valentino mencetak double-double. Eko dengan 16 poin dan 12 rebound, Valentino 10 poin dan 15 rebound.

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>