Muba Hangtuah Kudu Lebih Akurat! (Hari 6 NBL Indonesia 2011-2012 Seri III Palembang)
Muba Hangtuah IM Sumsel bermain sangat baik ketika harus mengakui keunggulan CLS Knights Surabaya. Pola-pola serangan dan kecepatan para pemain Muba Hangtuah bekerja sangat baik. Jika ada satu kekuarangan, maka ia adalah akurasi yang sangat rendah. Oh, satu lagi, point guard Muba Hangtuah harus berlatih lebih keras lagi! Championship series is close!
Berikut rekaman catatan laga kemarin. Tertuang sebelumnya di situs resmi NBL Indonesia.
—
Unggul di Semua Posisi, Satria Muda Menang Telak atas BSC
Sulit memrediksi bahwa Comfort Mobile BSC Jakarta akan memberikan perlawanan setimpal ketika bertemu Satria Muda Britama Jakarta. Cristiano Ronaldo Sitepu dan kawan-kawan yang jelas lebih unggul pada setiap posisi atas para pemain BSC tidak mendapatkan perlawanan berarti. Satria Muda menang mudah 97-48.
Sebuah tembakan tiga angka dari Herman Kurniawan pada kuarter pertama menjadi satu-satunya field goal yang menghasilkan angka bagi Pacific. 13 percobaan lain melayang sia-sia. Sebaliknya, Satria Muda dengan barisan pemain yang unggul di semua lini leluasa mengobrak-abrik pertahanan BSC dan mencetak 26 angka di kuarter pertama.
Unggul jauh di kuarter pertama, Satria Muda melonggarkan pertahanan. Penjagaan man to man tidak seketat kuarter pertama. Hasilnya, shooting guard BSC, Haritsa Herlusdityo leluasa memasukkan 100 persen field goalsnya dan memetik lima angka di kuarter kedua. BSC mampu mencetak 13 angka pada kuarter kedua, sementara Faisal terlihat tanpa beban menambah pundi-pundi hingga mencapai 11 angka di akhir kuarter kedua membawa Satria Muda unggul 52-16 di akhir kuarter kedua.
Salah satu dampak bagi Satria Muda yang tengah tampil di atas angin adalah kesempatan untuk memainkan para pemain pengganti yang jarang dimainkan seperti Schiffo Liogu dan Raylly Pratama. Dua pemain ini bermain cukup agresif membalas kepercayaan yang diberikan oleh pelatih kepala Ocky Tamtelahitu. Mencetak 20 angka di kuarter ketiga, Satria Muda semakin sulit didekati oleh BSC. Kuarter tiga berakhir 72-32.
Meskipun memiliki kesempatan untuk melakukan satu kali serangan pada detik-detik akhir, point guard Satria Muda, Faisal J. Achmad lebih menahan bola hingga waktu berakhir. Sebuah tindakan yang sangat sportif. Faisal sendiri menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Satria Muda dengan 23 poin. Pencetak angka terbanyak kedua, Arki Dikani Wisnu mencetak double-double dengan 14 poin dan 10 rebound.
—
Stadium Buktikan Kembali Keunggulan atas Pacific
Stadium Jakarta yang pernah mengejutkan mendapat kekalahan dari Pacific Caesar Surabaya pada turnamen preseason lalu kini membuktikan bahwa mereka sudah kembali membaik. Pada laga kedua Stadium kontra Pacific di musim reguler 2011-2012 ini, anak asuh Abdurrahman Padang kembali mengalahkan Pacific. Stadium menang 98-61.
Merio Ferdiyansyah, menjadi senjata ampuh ketika Stadium tertinggal 16-9 menjelang akhir kuarter pertama. Tiga tembakan tiga angka Merio dari empat kali percobaan di dalam satu menit mampu membawa Stadium berbalik unggul tipis di akhir kuarter pertama, 20-19.
Mencetak 11 angka di kuarter pertama tidak lantas membuat Merio mendingin. Salah satu pencetak angka terbanyak di NBL Indonesia ini tampil lebih hebat di kuarter kedua dengan tambahan 12 angka. Stadium yang melaju menambah 30 angka di kuarter kedua berbanding tidak terlalu lurus dengan Pacific yang hanya mencetak 13 angka. Serangan-serangan Pacific terlampau lamban dan kerap kalah dalam merebut bola-bola offensive rebound. Meskipun field goals Pacific cukup baik, 43 persen, mereka tertinggal cukup lebar 50-32.
Pacific mulai memberikan perlawanan setimpal di kuarter ketiga. Gege Nagata yang memiliki produktivitas 40 persen di akhir kuarter kedua mendadak semakin tajam dengan tambahan 17 angka di kuarter ketiga dengan total akurasi naik menjadi 60 persen. Pacific menguasai kuarter ketiga dengan raihan 25 poin sementara Pacific hanya 22.
Shooting guard Stadium, Merio Ferdiyansyah kembali menjadi pengumpul angka terbanyak dengan total 30 poin. 18 di antaranya adalah akumulasi dari enam kali tembakan tiga angka. Sementara pada kubu Pacific, tak lain tak bukan, Gege Nagata prima dengan 24 poin.
—
CLS Knights Kerja Keras untuk Kemenangan atas Muba Hangtuah
Dua pemain CLS Knights Good Day Surabaya, Dimaz Muharri dan Febri Rachmad Utomo yang masing-masing harus diganjar unsportsmanlike foul menunjukan kerasnya laga melawan Muba Hangtuah IM Sumsel ini. Sebuah slam dunk dari Freddy menjadi momentum kebangkitan CLS Knights untuk berbalik unggul dan menang tipis di akhir laga 63-57.
Permainan cepat dan keras langsung ditunjukan oleh kedua tim. Muba Hangtuah yang menang pada pertemuan pertama melawan CLS Knights sangat agresif pada kuarter pertama. Duet center Dian Heriyadi dan shooting guard Tri Wilopo menjadi pengumpul angka terbanyak bagi Muba Hangtuah yang unggul sementara 13-11 di akhir kuarter pertama.
Pada kuarter kedua, small forward CLS Knights, Andrie Ekayana bermain luar biasa cepat dengan penetrasi-penetrasi berani yang sulit dihentikan para pemain Muba Hangtuah. Yayan, pangilan akrab Andri Ekayana mencetak tujuh poin di kuarter kedua. Sebuah slam dunk keras dari Freddy juga menjadi penyemangat tersendiri bagi skuad CLS Knights. Akhir kuarter kedua, CLS Knights berbalik unggul 26-25. Laga masih berjalan sama kuat.
Pola-pola serangan Muba Hangtuah berjalan baik. Pertahanan rapat para pemain CLS Knights dapat dipecah dengan mudah oleh pergerakan Ary Sapto dan kawan-kawan yang aktif mencari ruang peluang. Sayang, akurasi Muba Hangtuah tidak mendukung. Dari 23 kali tembakan yang dilepaskan para pemain Muba Hangtuah, hanya lima saja yang menghasilkan angka.
Hal sebaliknya terjadi pada kubu CLS Knights. Pola-pola serangan yang dipadu dengan kecepatan Febri dan Yayan efektif dengan field goals yang lebih baik, 35 persen. Sebuah tembakan tiga angka dari tengah lapangan yang masuk dilesakan oleh Sandy Febiyansyakh menutup kuarter ketiga untuk keunggulan sementara bagi CLS Knights 50-37.
Muba Hangtuah kembali mendapatkan momentum menambah angka di kuarter terakhir. Achmad Junaidi yang berduet dengan Ary Sapto menjadi tombak tajam serangan Muba Hangtuah. Junaidi mencetak tujuh angka di kuarter terakhir membawa Muba Hangtuah unggul dalam raihan 20-13. Namun secara keseluruhan, CLS Knights sudah tidak lagi terkejar.
Andrie Ekayana menjadi pengumpul angka terbanyak bagi CLS Knights dengan 13 poin. Pada pihak Muba Hangtuah, Ary Sapto dan Dian Heriyadi masing-masing mengemas 14 poin dan 11 rebound. Keduanya double-double.
—
Tanpa Isman Thoyib, Aspac Kalahkan NSH GMC
Dell Aspac Jakarta tidak membutuhkan seorang M. Isman Thoyib untuk mematahkan perlawanan NSH GMC Riau. Anggi Arizki yang diskenariokan sebagai starter, meskipun tidak mencetak angka berhasil menjadi palang pintu yang tangguh untuk mempertahankan ring Dell Aspac dari gempuran NSH GMC. Dell Aspac menang telak 64-40.
Forward Dell Aspac yang bermain penuh sepanjang kuarter pertama, Pringgo Regowo benar-benar berkuasa di lapangan. Dengan field goals 50 persen, lebih dari setengah poin Dell Aspac di kuarter pertama adalah kontribusi poin dari Pringgo. Pringgo mencetak 12 angka untuk keunggulan sementara 22-15 Dell Aspac di akhir kuarter pertama.
Menghadapi NSH GMC yang notabene adalah tim papan bawah, Dell Aspac kembali mempercayakan posisi shooting guard kepada Handri Santosa. Handri, pemain debutan yang pada laga sebelumnya sukses mencetak 15 poin, mengemas enam angka di kuarter kedua. Sementara pada kubu NSH GMC, Samuel Pattinama dan Yunus Efendi memberikan perlawanan yang baik untuk mengangkat timnya. Dell Aspac hanya unggul tipis 12-9 di kuarter kedua.
Raihan 18-12 sepanjang kuarter ketiga sedikit banyak menunjukan kinerja NSH GMC yang mampu mengimbangi Dell Aspac. Poin-poin NSH diraih dari kombinasi post play Max Yanto dan tembakan-tembakan pemain lainnya. Pada kubu Dell Aspac, Handri Santosa masih produktif dengan tambahan enam angka membawa Aspac secara keseluruhan unggul sementara 52-36.
Kemenangan Dell Aspac atas NSH GMC ini memperpanjang rekor Aspac yang belum terkalahkan selama di Palembang. Meskipun secara keseluruhan field goals Aspac hanya 29 persen, penampilan para pencetak angka terbaiknya cukup baik. Pringgo membukukan 18 poin dengan rata-rata field goals 40 persen. Handri yang mencetak 12 angka juga meraih rata-rata field goals yang cukup dengan 31 persen.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!