118 Poin! (Hari 5 NBL Indonesia 2011-2012 Seri III Palembang)

Yup, angka tersebut adalah catatan poin tertinggi sejauh ini sepanjang NBL Indonesia. Rekor musim lalu adala 114 poin dan dicetak oleh Pelita Jaya Esia Jakarta. Catatan tersebut dikalahkan dengan empat poin lebih tinggi oleh, yup, masih Pelita Jaya!

Berikut rangkuman berita seperti termuat di situs resmi NBL Indonesia

Cetak Poin Tertinggi, Pelita Jaya Kalahkan NSH GMC

Tidak ada ampun bagi NSH GMC Riau dari Pelita Jaya Esia Jakarta. Pertemuan antara tim papan atas melawan tim papan bawah ini tak pelak menjadi ajang pembantaian. Pelita Jaya menang dengan skor mencolok 118-64. Raihan poin tertinggi sepanjang NBL Indonesia.

Pertanda bahwa laga akan berjalan berat sebelah telah terlihat sejak kuarter pertama. Pemain yang biasanya berposisi sebagai pemain pengganti, Juliano Gandhi kali ini mendapat kesempatan sebagai starter. Gandhi yang kini sangat berbahaya pada saat melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh kembali menunjukan keahliannya dengan membukukan sembilan poin di kuarter pertama membawa Pelita Jaya unggul 30-16.

Dominasi Pelita Jaya kembali terlihat di kuarter kedua. Tidak ada pemain yang menonjol. Namun kecepatan Kelly Purwanto dan Gian Gumilar yang bekerja sama satu-dua memanfaatkan pertahanan rapuh NSH GMC membuat Pelita Jaya menjauh dengan tambahan 21 angka. 11 di antaranya adalah akumulasi poin dari Kelly dan Gian.

Unggul 51-23 di akhir kuarter kedua tidak membuat Pelita Jaya mengendurkan serangan. Pertahanan kuat Pelita Jaya menjadi penambah daya dorong Andi Batam dan kawan-kawan untuk mendulang lebih banyak angka lagi. Andi Batam sendiri yang baru bermain pada laga ini selama di Palembang langsung agresif dengan mencetak total 11 poin hingga akhir kuarter ketiga. Pelita Jaya semakin sulit tebendung dengan skor sementara 87-37 di akhir kuarter ketiga.

Tidak ada pemain Pelita Jaya yang mencetak double-double. Rapuhnya pertahanan NSH GMC membuat tujuh pemain Pelita Jaya mencetak dua digit angka. Raihan terbanyak dibukukan oleh Erick Sebayang dengan 20 poin.

Muba Hangtuah Selamat dari Kegigihan Satya Wacana

Satya Wacana Angsapura Salatiga sejak mulai ditangani oleh pelatih baru, Simon Wong menjelma menjadi kekuatan yang mulai bangkit kembali. Meskipun menelan kekalahan 52-49 atas tim tuan rumah Muba Hangtuah IM Sumsel, Satya Wacana memberikan perlawanan yang sangat luar biasa.

Perlawanan sengit dari Satya Wacana telah mulai terlihat sejak kuarter pertama. Beberapa kali serangan yang diarahkan oleh point guard Jerry Lolowang berhasil membuat para pemain Satya Wacana memiliki kesempatan mencetak angka. Sayang, kesempatan tersebut terbentur akurasi yang sangat rendah. Dari tujuh pemain Satya Wacana yang bermain sepanjang kuarter pertama, hanya Valentino Wuwungan yang menambah angka dengan dua poin dan Yo Sua dengan enam poin.

Hal serupa terjadi pada kubu Muba Hangtuah, sepanjang kuarter pertama, hanya Ary Sapto dan Mei Joni yang berhasil membukukan angka. Tujuh poin dari Ary Sapto dan empat dari Mei Joni membawa Muba Hangtuah unggul sementara 11-8 di akhir kuarter pertama.

Sengitnya laga berlanjut ke kuarter kedua. Baik Muba Hangtuah maupun Satya Wacana masing-masing mencetak 12 angka. Pemain Muba Hangtuah yang jarang dimainkan, Achmad Junaidi bermain baik dengan mengumpulkan enam angka sepanjang laga. Selain Achmad, usaha para pemain Muba Hangtuah terlihat buru-buru dan kerap terbuang percuma.

Hal serupa terjadi pada Satya Wacana. Belum ada pemain yang berperforma lebih menonjol daripada Yo Sua dan Valentino Wuwungan. Kuarter kedua berakhir 23-20, Muba Hangtuah masih unggul sementara.

Ary Sapto dan Ngurah Teguh menjadi pemain yang paling produktif pada kuarter ketiga. Akurasi keduanya membantu raihan Muba Hangtuah untuk unggul lebih jauh atas Satya Wacana selama kuarter ketiga. Sebuah situasi yang menguntungkan mengingat Satya wacana pun terbentur field goals yang sangat rendah, hanya 15 persen.

Perlawanan sengit dari Satya wacana baru benar-benar terlihat pada kuarter terakhir. Kinerja Yo Sua yang beraksi dari berbagai posisi menembak berhasil membawa Satya wacana mengejar raihan Muba Hangtuah. Dalam sebuah serangan cepat, Yo Sua berhasil melakukan sebuah layup shot dan menyamakan kedudukan pada angka 44 sama.

Setelah menyamakan kedudukan di angka 44 sama, Satya Wacana tidak pernah mampu melampaui Muba Hangtuah. Melalui usaha yang keras, Muba Hangtuah akhirnya berhasil selamat dari kegigihan Yo Sua dan kawan-kawan.

Ary Sapto memeberikan performa terbaik pada kubu Muba Hangtuah dengan double-double, 19 poin dan 10 rebound. Sementara pada kubu Satya Wacana, Yo Sua gemilang dengan 18 poin.

Satria Muda Benamkan Bimasakti dengan Mudah

Bimasakti Nikko Steel Malang yang tidak mendapat dampingan dari pelatih kepala Edy Santoso saat melawan Satria Muda Britama Jakarta mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainan. Bimasakti yang sebelumnya bermain ketat menghadapi Garuda Speedy Bandung harus takluk dengan cukup telak dari Satria Muda 87-46.

Baiknya akurasi para pemain Satria Muda membuat tim asuhan Coach Ocky Tamtelahitu ini langsung unggul di awal kuarter pertama dengan kedudukan 12-4. Meskipun tidak diturunkan sebagai starter dan hanya bermain kurang dari lima menit, Frida Aris bermain agresif di bawah ring tanpa mampu dihalau oleh para pemain Bimasakti. Satria Muda mantap menutup kuarter pertama dengan skor 24-15.

Yanuar Priasmoro yang menutup kuarter pertama dengan slam dunk bagi Bimasakti masih mengalami kesulitan ketika harus beroperasi di bawah ring Satria Muda. Keunggulan postur pemain Satria Muda memaksa Bimasakti mengandalkan tembakan-tembakan menengah dan jauh. Akurasi yang hanya menyentuh rata-rata 23 persen membuat Bimasakti hanya mampu menambah enam poin saja di kuarter kedua.

Berkebalikan dengan Bimasakti, Satria Muda yang produktif dengan 24 di kuarter kedua masih tetap tajam di kuarter ketiga. Pergerakan Frida Aris dan Arki benar-benar sulit dihentikan. Sembilan angka tambahan dari Bimasakti di kuarter ketiga membuat akhir laga terlalu mudah untuk ditebak. Bimasakti hanya mampu mencetak 28 poin hingga akhir kuarter tiga sementara Satria Muda 67.

Pemain debutan Satria Muda, Arki Dikania Wisnu kembali menjadi pengumpul angka terbanyak bagi timnya dengan 22 poin. Sementara Bimasakti, hanya Yanuar yang mencetak dua digit angka, 15 poin.

Pacific Belum Berhasil Atasi Garuda

Garuda Speedy Bandung yang terus berusaha mematangkan pola-pola serangan dan pertahananannya tidak memberikan celah sedikitpun bagi Pacific Caesar Surabaya. Pacific yang memiliki rata-rata field goals tidak terlalu baik gagal memberi perlawanan setimpal kepada Garuda. Garuda menang 77-57.

Menjadi starter dan menghadapi tim papan bawah, shooting guard Garuda, Hendru Ramli menjadi masalah besar bagi Pacific. Memasukan dua kali tembakan tiga angka dari dua kali percobaan, dua field goals dua angka, serta dua free throw yang sempurna, Hendru tampil sebagai pencetak angka terbanyak di kuarter pertama. 12 poin dari Hendru melengkapi 23 poin keunggulan Garuda di kuarter pertama atas Pacific yang membukukan 13 poin.

Gege Nagata yang kerap menjadi pencetak poin terbanyak bagi Pacific tidak mampu berbuat banyak. Gege menjadi sasaran penjagaan ketat para pemain Garuda. Namun demikian, setiap kesempatan yang diperoleh Gege memiliki probabilitas masuk yang cukup tinggi, 67 persen. Gege Nagata mencetak total enam poin hingga akhir kuarter kedua, namun Pacific tertinggal cukup jauh 47-27.

Pertahanan ketat Garuda selama kuarter ketiga masih sanggup ditembus dengan baik oleh Pacific. Pek King Dhay bermain sangat baik pada kuarter ini. Selain memberi kontribusi dua assist, King Dhay juga mencetak delapan angka dari 13 poin Pacific di kuarter ketiga. Garuda sendiri masih tetap produktif dengan tambahan 18 poin. Kuarter ketiga ditutup dengan skor sementara 65-40 untuk keunggulan Garuda.

Dewa Gede Galih yang bermain eksplosif sejak kuarter pertama menjadi pencetak angka terbanyak bagi Pacific dengan 15 angka. Sementara Garuda, Christ Gideon kembali bermain agresif dengan kumpulan 18 poin. Kumpulan terbanyak dari Christ disusul oleh Hendru Ramli 17 poin dan Vinton Nolland 15 poin.

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>