Lebih Banyak lagi Alumni DBL akan Bermain di NBL Indonesia (Hari 4 NBL Indonesia 2011-2012 Seri III Palembang)
Tiga pemain lulusan DBL mendapat kepercayaan besar ketika Dell Aspac Jakarta mengalahkan Comfort Mobile BSC kemarin. Dua di antaranya adalah pemain debutan (rookie). Handri Satrya (rookie) mencetak 15 dan delapan rebound, terbanyak bagi Dell Aspac. Pencetak angka terbanyak kedua adalah Abraham Yoel dengan 13 poin dan tujuh assist. Rookie lain dari Dell Aspac yang bermain gemilang kemarin adalah Muhammad Irman. Irman adalah forward yang juga alumni DBL Bali, sama seperti Handri. Irman mencetak enam angka dan empat rebound. Tiga alumni DBL di Dell Aspac mendapat kesempatan bermain lebih dari 20 menit!
Cepat atau lambat, akan lebih banyak lagi pemain-pemain yang berasal dari DBL akan bermain di NBL Indonesia. Saat ini saja, tak hanya Dell Aspac yang memiliki pemain jebolan DBL. Garuda Speedy Bandung juga kerap menurunkan center alumni DBL mereka, Dhiya Ulhaq.
Pada tim Muba Hangtuah IM Sumsel, alumni DBL asal Kalimantan Timur, Hardianus bahkan menjadi salah satu andalan pelatih kepala Nathaniel Canson. Demikian pula center gempal mereka, Tony Sugiharto.
Pemain-pemain alumni DBL bahkan menjadi tulang punggung bagi Satya Wacana Angsapura Salatiga. Ragil Respati, Yo Sua, Adheska Abraham, dan Firman. Nama-nama tadi belum termasuk alumni-alumni DBL yang sudah mulai berlatih bersama tim-tim NBL lain tetapi belum masuk daftar pemain pada musim 2011-2012 ini.
—
Berikut hasil-hasil laga pada hari keempat NBL Indonesia Seri Palembang seperti termuat di situs resmi NBL Indonesia sebelumnya.
—
Tanpa Andy Batam, Pelita Jaya Lanjutkan Catatan Kemenangan
Menghadapi Bimasakti Nikko Steel Malang yang memberikan porsi bermain lebih banyak kepada para pemain mudanya, Pelita Jaya Esia Jakarta tidak menemukan kesulitan berarti. Meskipun masih tampil tanpa Andy “Batam” Poedjakesuma, Pelita Jaya mampu menundukan Bimasakti dengan mudah 74-49.
Fidyan Dini yang diturunkan sebagai starter oleh Rastafari Horongbala bermain sangat dominan di bawah ring Bimasakti. Dominasi Fidyan Dini saat bertahan pun cukup menonjol. Mengumpulkan lima rebound dan sembilan angka, Fidyan Dini membawa Pelita Jaya unggul sementara 19-15 di akhir kuarter pertama.
Pada kuarter kedua, pelatih kepala Rastafari memberikan kesempatan lebih banyak kepada Ponsianus Indrawan untuk menggantikan Fidyan Dini. Kepercayaan ini dijawab dengan baik oleh Ponsianus dengan membukukan setidaknya empat poin di kuarter kedua. Ponsianus juga masih dominan di bawah ring menghadapi para pemain Bimasakti yang memiliki postur lebih kecil. Pelita Jaya masih melanjutkan keperkasaannya di kuarter kedua dengan skor sementara 31-22.
Memasuki kuarter ketiga, pelatih kepala Bimasakti, Eddy Santoso mulai mempercayakan salah satu pemain debutan mereka, Muammal Immanuel. Walaupun belum begitu impresif, Muammal cukup berani melakukan beberapa terobosan. Sebaliknya pada kubu Pelita Jaya, Ary Chandra mulai memanas di kuarter ketiga dengan tambahan delapan poin. Pelita Jaya semakin sulit terkejar dengan tambahan 27 angka sementara Bimasakti hanya menambah 10 poin.
Pelita Jaya akhirnya mengemas kemenangan kedua atas Bimasakti di musim 2011-2012 ini. Ary Chandra kembali menjadi pencetak angka terbanyak dengan 17 poin, disusul oleh Fidyan Dini dengan 11 poin.
—
Garuda Tak Beri Ampun Satya Wacana
Luar biasa penampilan kedua tim yang berlaga. Menghadapi Garuda Speedy Bandung yang merupakan salah satu penghuni papan atas, anak asuh Simon Wong, Satya Wacana Angsapura Salatiga bermain sangat bersemangat. Pada sisi lain, Garuda pun tidak menganggap remeh lawan dan menunjukan kekuatan terbaiknya. Hanya field goals yang buruk yang membuat Satya Wacana harus mengakui keunggulan Garuda dengan skor 75-43.
Kekuatan Garuda sebagai tim papan atas langsung diperlihatkan sejak kuarter pertama. Mendapat perlawanan yang sangat kuat dari pemain-pemain muda Satya Wacana, Garuda tetap melaju. Shooting guard Garuda, Hendru Ramli yang berduel langsung dengan seterunya di Satya Wacana, Yo Sua benar-benar tidak terhentikan. Hendru mencetak 10 angka di kuarter pertama dalam waktu bermain kurang dari delapan menit. Garuda langsung unggul jauh 22-7.
Yo Sua yang tidak mencetak angka di kuarter pertama, mulai beringas di kuarter kedua. Seolah ingin membalas Hendru, tembakan-tembakan Yo Sua tajam menusuk ring Garuda. Yo Sua sukses mencetak tujuh angka di kuarter kedua sementara Hendru mampu menambah empat poin. Kerasnya perlawanan Satya Wacana di kuarter kedua berbuah manis. Tim asuhan Simon Wong ini unggul 15-14 di kuarter ini.
Mendapat perlawanan hebat di kuarter kedua, Garuda bangkit membalas di kuarter ketiga. Penjagaan man to man yang ketat membuat para pemain Satya Wacana kesulitan mencetak angka. Field goals Satya Wacana merosot hingga 23 persen saja dan mandeg dengan raihan empat angka. Sebaliknya, Garuda melaju dengan tambahan 20 poin.
Kuarter terakhir berjalan tak kalah sengit. Satya Wacana hanya defisit dua poin dari total raihan Garuda di kuarter ini. Namun sayang memang mereka kalah jauh di kuarter ketiga. Hendru Ramli menjadi top skorer bagi Garuda dengan 18 poin. Sementara Fadlan Minallah agresif dengan double-double, 13 poin dan 11 rebound. Pada kubu Satya Wacana, tak ada satu pemain pun yang meraih dua digit poin, assist, dan rebound.
—
CLS Knights Bayar Kekalahan atas Stadium
Tidak ingin mengalami kekalahan kedua dari tim yang sama, CLS Knights Good Day Surabaya langsung agresif sejak kuarter pertama. Stadium Jakarta yang mencoba mengulangi sukses di seri pertama tidak mampu mengimbangi kecepatan CLS Knights dan harus menelan kekalahan 68-56.
Inisiatif serangan cepat langsung dipraktekan oleh Dimaz Muharri. Stadium yang mengandalkan Randolph Ariestedes dan Daniel Iskandar sebagai dua pemain yang bertahan di bawah ring tidak mampu menahan gempuran bigman CLS Knights, Dwi Haryoko. CLS Knights langsung menutup kuarter pertama dengan keunggulan 16-9. Dwi haryoko mencetak enam poin.
Mesin poin Stadium, Merio Ferdiyansyah yang kerap menjadi ancaman tim-tim lawan tidak mampu berbuat banyak. Mencetak hanya empat angka di kuarter pertama, Merio tidak menyumbang satu angkapun di kuarter kedua. Melakukan 20 kali percobaan mencetak angka di kuarter kedua, Stadium hanya mampu memasukan empat diantaranya. Hal ini membuat field goals Stadium merosot hingga 18 persen di akhir kuarter kedua.
CLS Knights yang bermain baik di kuarter kedua dengan keunggulan sementara 36-26, tetap mengalami peningkatan intensitas dalam menyerang dan semakin rapat ketika bertahan. Lagi-lagi, Stadium yang mengandalkan Merio untuk mencetak angka dibuat mati kutu. Sebaliknya, para pemain CLS Knights memberikan kontribusi lebih merata. Sandy Febiyansyakh dan Febri Utomo mencetak tambahan empat angka, sementara Dwi Haryoko memberi akumulasi lima poin. CLS Knights memperlebar selisih menjadi 55-40 di akhir kuarter ketiga.
Meskipun lebih banyak melakukan turn over, CLS Knights akhirnya berhasil membayar kekalahan seri pertama atas Stadium. Dwi Haryoko menjadi pencetak angka terbanyak bagi CLS Knights dengan 14 poin. Sementara di kubu Stadium, Randolph Ariestedes cemerlang dengan double-double 15 poin dan 16 rebound.
—
Alumni-alumni DBL Berikan Kemenangan bagi Dell Aspac
Tiga pemain alumni kompetisi pelajar terbesar di Indonesia, DBL menjadi pahlawan kemenangan Dell Aspac Jakarta. Menghadapi Comfort Mobile BSC Jakarta, tiga alumni DBL ini; Abraham Yoel, Muhammad Irman, dan Handri Santosa mendapat waktu bermain lebih dari 20 menit dan berhasil mengalahkan BSC dengan skor telak 71-47.
Sebelum menurunkan para pemain mudanya, Coach Tjetjep Firmansyah terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada para pemain senior untuk memulai laga. Oki Wira Sanjaya yang turun sebagai starter mencetak tujuh poin di kuarter pertama sekaligus membawa Dell Aspac unggul sementara 13-7.
Tiga pemain alumni DBL yang sudah diturunkan sejak menit-menit terakhir kuarter pertama mendapat kepercayaan bermain penuh selama kuarter kedua. Hal ini tidak disia-siakan. Muhammad Irman yang berposisi sebagai forward yang kebetulan juga sedang bermain pada laga pertamanya bagi Dell Aspac langsung mencetak empat poin. Jumlah yang sama juga dibukukan oleh point guard Abraham Yoel. Sementara itu, Handri Santosa yang bertindak sebagai shooting guard lebih beringas dengan delapan poin.
Unggul 19 angka di akhir kuarter kedua, Dell Aspac tidak menurunkan tempo permainan. Rotasi pemain yang sudah sangat baik sangat menyulitkan para pemain BSC untuk berkembang.
Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Airlangga Sabara. Power forward BSC ini mampu berjibaku dengan bigman Dell Aspac dan mencetak total 15 angka hingga akhir kuarter ketiga. Usaha tersebut berbuah keunggulan bagi BSC selama kuarter ketiga dengan raihan 14-13, walau secara keseluruhan Aspac masih unggul sementara 52-34.
Handri Santosa akhirnya menutup laga dengan raihan terbanyak bagi timnya dengan 15 poin dan delapan rebound. Raihan terbanyak kedua dihasilkan oleh Abraham Yoel dengan 13 poin. Sementara rookie Dell Aspac yang memulai debut malam ini (31/1), Muhammad Irman mencetak enam angka dan empat rebound. Di kubu BSC, Airlangga Sabara menjadi satu-satunya pemain yang mencetak dua digit poin. Airlangga mencetak 19 poin dan tujuh rebound.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!