Solusi Kecil ini (Mungkin) Bisa Mengubah Perspektif Kita dan Meningkatkan Kinerja Wasit
Dari dulu hingga kini, kepemimpinan wasit basket di Indonesia tampaknya akan selalu menjadi isu menarik untuk diperbincangkan. Protes keras terhadap wasit setelah mereka mengambil keputusan yang kontroversial di mata pelatih atau pun pemain hampir selalu muncul pada setiap laga NBL Indonesia. Walau pun terasa kurang adil memang karena para wasit yang sama ini adalah wasit yang tentu saja juga tak kalah sering memberikan keputusan-keputusan yang benar dan tepat serta menguntungkan semua pihak.
Bagaimana kualitas wasit basket kita? “Wah parah mas.” Demikian jawaban yang seringkali terdengar setiap kali pertanyaan tersebut dilontarkan. Namun ketika ditanya, “apanya yang parah?” Jawaban yang keluar lebih sering berupa penggalan-penggalan pengalaman buruk (di mata korban/pemain). Ia tak jarang merupakan pandangan yang sangat subyektif dan hanya berdasarkan satu-dua peristiwa negatif saja. Padahal, jika melihat perbandingannya dengan performa baiknya, sangat mungkin wasit yang dicap “parah” tersebut justru jauh lebih sering mengambil keputusan yang benar yang (tanpa sengaja) dilupakan oleh pemain, pelatih, ofisial, dan penonton. Hal ini tentu saja agak tidak adil.
Kita pun tak bisa menutup mata bahwa mengapa wasit dikatakan “parah” ialah karena sepertinya keputusan-keputusan yang diambil lebih sering pada saat-saat krusial dan menentukan. Hasilnya, kerugian yang diakibatkan dari pengambilan keputusan yang salah atau pun buruk menutup performa-performa baik sang wasit.
Bagaimana cara kita menilai performa seorang wasit dalam rentang waktu tertentu? Seorang teman memperlihatkan sebuah data di internet yang sangat menarik yang mungkin telah ada di kalangan wasit Indonesia sendiri, tetapi yang jelas, ia belum dikonsumsi secara umum. Statistik wasit!
Seperti halnya statistik pemain, di NBA ada statistik wasit yang dapat dibuka dan dilihat oleh siapa saja. Di dalam statistik wasit tersebut, beberapa variabel kinerja menjadi acuan pencatatan. Misalnya; berapa kali memimpin laga (games officiated), persentase kemenangan tim tuan rumah saat ia memimpin laga (home team win %), berapa kali menyatakan foul dalam satu game (called fouls per game) dan lain-lain. Dalam tabel statistik wasit tersebut, semua wasit yang memimpin laga-laga NBA memiliki catatan kinerjanya masing-masing yang -sekali lagi- dapat dilihat oleh siapa saja.
Statistik wasit ini akhirnya dapat menjadi acuan untuk menilai performa setiap wasit. Penilaian subyektif karena suatu peristiwa tertentu dapat menjadi tambahan referensi saja. Secara jangka panjang, memperhatikan statistik atau rapor wasit ini jauh lebih membantu. Karena, setelah melihat apa yang dapat diberikan oleh paparan statistik wasit ini, stigma bahwa seorang wasit yang berkinerja buruk hanya karena sebuah kelalaian di peristiwa tertentu dapat terbantah oleh catatan rapor yang baik.
Catatan statistik ini akan memberi alasan kuat bahwa seorang wasit yang baik pun (secara statistik) dapat mengeluarkan keputusan yang merugikan salah satu tim yang berlaga. Dan terlalu naif rasanya menilai performa wasit hanya karena sebuah peristiwa buruk tanpa mengabaikan bahwa secara keseluruhan performanya sangat-sangat baik secara statistik.
Barangkali sudah saatnya wasit di Indonesia memiliki rapor atau catatan statistik ini yang dapat diakses oleh semua penggemar basket Indonesia. Demi bola basket Indonesia yang lebih baik. Amiin :D




Atau mungkin juga perlu diadakan kursus/pendidikan bagi para wasit untuk menyamakan persepsi tentang peraturan2 yang ada.
Kalau pengetahuan dan persepsi, wasit kita sangat baik rasanya :)
agak OOT kalau boleh kasih sedikit masukan untuk webnya, tolong warna tulisan atau background tulisan diganti, karena warna tulisan abu2 terang(CMIIW) ini dengan background putih cukup bikin mata lelah waktu baca, mungkin dipergelap sedikit akan lebih enak dilihat. kalau cuma saya saja yang merasa begitu abaikan saja komen ini :)
Usul aja utk kord wasit NBL Indonesia… ada baiknya posisi duduknya dibawah ring, jadi paling tidak bisa merasakan protes setiap tim dan di cross cek apakah benar kebanyakan salah di call wasit atau dipersepsi para pelatih/pemain.
Wasit NBA juga suka salah kan…
Ada faktor bule-lokal & negara dunia ketiga – adidaya juga kayaknya dalam penilaian orang2… :D
seharusnya wasit itu berani mengubah keputusan yg salah. NBA aja berani. apa karena teknologi??
seorang penegak hukum harus berani bertanggung jawab.
ada contoh lucu.
pertandingan A vs B. Quarter 4 under 30 second. that time for sacrifice. jadi wasit siap2 sentuhan dikit call foul. nah disini kita defender melakukan full court press defense. bola masi di baseline. seorang offender melakukan v-cut meminta bola dan dia berhasil menangkap bola, tetapi dia terpeleset karena unbalance. “PRRIIITTTTTTT”
DEFENDER : “Yesssss…bola kita.” (kita berpikir itu travelling)
WASIT mengangkat tangan dengan instruksi “FOUL”
Defender serentak “LHOOOOO..dia jatuh sendiri. dia terpeleset…!!” ramai seketika. Dan sang wasit pun melayangkan jawaban manisnya “iya saya lihat dia terpeleset sendiri dan itu walking. Tapi saya sudah tiup peluit. Bagaimana lagi.?? keputusan saya tidak bisa diubah.”
Apa itu sikap bijak seorang wasit. Dan ini terjadi di Liga nomer satu di Indonesia sekarang. Apa layak wasit seperti dia??