HoopsHealth: Cidera Lutut Pasca Operasi

HoopsHealth #5, dan Latihan Penguatannya

HoopsHealth hadir  menjawab pertanyaan dan konsultasi dari para pembaca setia mainbasket.com. Setiap pertanyaan yang masuk akan dijawab oleh Asep Aziz (Fisioterapis CLS Knights Surabaya) dan dr. AJA Hayyan (Dokter umum yang fokus dalam bidang kesehatan olahraga). Untuk yang ingin berkonsultasi, begini caranya :D

Kasus 1:

Nama: Edwin

Usia: 30

Tinggi: –

Berat: –

Begini aku ada masalah dengan lutut. Enam tahun lalu lutut aku robek karena main basket. Lalu pernah aku ingin berhenti main basket gara-gara setiap main lagi, kena. Tetapi aku gak bisa tahan. Lalu aku main basket lagi. Sekarang mainnya gak terlalu ngotot kayak dulu. Takut lutut kambuh lagi. Pertanyaannya apakah aku boleh main basket lagi melihat kondisi lutut aku begini? Bagaimana cara sembuhnya? Terus kalau ngegym main kaki, main apa yang bagus buat biar lutut kuat lagi? Aku kadang di gym main kakinya leg press, leg curl. Apa main squat dipebolehkan agar lutut kuat? Terima kasih.

Jawab:

Salam olahraga Mas Edwin
Begitulah pada saat terjadi cedera olahraga, gejala yang terjadi yang tampak biasanya hanya nyeri dan bengkak, padahal ada hal-hal lain yang mengikuti, misalkan keterbatasan gerak sendi, kelemahan dari otot (muscle weakness), kekakuan otot dan sendi (thigtness dan stiffness), serta penurunan respon tubuh terhadap gerakan (propioseptic) juga keseimbangan dan juga instabilitas sendi (sendi tidak stabil).
Sayangnya saya kurang mendapat gambaran yang jelas mengenai mekanisme terjadinya cedera dari Pak Edwin kita ambil contoh misalkan yang bermasalah adalah ACL (anterior cruciatum ligamen) mengalami total ruptur (putus total). Maka untuk kembali berolahraga sebaiknya dioperasi terlebih dahulu, tapi apabila hanya sedikit sekali terganggu stabilisasi lututnya dan kerobekannya, maka bisa dengan menjalani proses fisioterapi dan weight training yang programnya telah disusun oleh fisioterapi.
Sebaiknya Mas Edwin perlu memeriksa terlebih dahulu jenis cederanya. Secara umum yang disarankan di gym ialah leg press (quadriceps/paha depan), leg curl (hamstring/paha belakang), heel raise (calf muscle/betis), untuk squat harus berhati-hati dalam memberikan beban dan juga teknik melakukannya. Dan jangan lupa untuk melatih core muscle-nya. Hati-hati saya tidak menyarankan leg extension dan program-program pemulihan tambahan dari fisioterapisnya.
Basket msh ttp boleh selama diatur intensitasnya dan rutin menjalankan fisioterapi, jangan lupa untuk melakukan warm up + stretching + cooling down dan juga apabila kembali mengalami cedera ingat hal pertama adalah Do Ricer No Harm.

Kasus 2:

Nama: Achmad Setiawan

Usia: 26

Tinggi:

Berat:

Salam Kenal, Para Pengasuh Rubrik HoopsHealth

Saya achmad setiawan, male, 26 thn di surabaya. Saya baru saja operasi rekonstruksi ACL 6 Desember di RKZ Surabaya oleh Prof Sjarwani, hingga saat ini sudah hampir 1 minggu (e-mail masuk minggu akhir Desember) pasca operasi. Dilihat dari foto endoskopi, dokter yang menangani operasi saya menunjukkan bahwa tidak ada kerusakan pada meniscus dan dilihatkan otot ACL yang baru diambil dari patella graft.

Setelah fisioterapi oleh terapis di RS, lutut saya sdh bisa hampir lurus dan ditekuk hingga kira2 90 derajat. Saya sangat ingin sekali bisa berjalan tanpa bantuan kruk. Besar harapan saya agar bisa segera kembali bermain basket.

Mohon dijelaskan mengenai gerakan terapi yang bisa saya lakukan agar kaki mampu berjalan tanpa kruk dan juga mengenai sumber gizi yang harus saya konsumsi sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Terimakasih untuk para pengasuh rubrik HoopsHealth.

Salam Olahraga.

Jawab:

Halo Achmad,
Kita sudah pernah ketemu di forum lain ya. Waktu itu bertanya soal bacaan MRI kalau tidak salah.
Pertama-tama saya ucapkan selamat Mas Achmad sudah berada di jalur yang tepat, karena ada keinginan untuk menjadi sembuh.
Dari 100% keberhasilan penanganan, dikatakan faktor peran ahli bedah adalah 30%, faktor peran ahli rehabilitasi medik adalah 30%, dan yang paling besar 40% adalah keinginan dari pasien sendiri untuk sembuh.
Profesor yang menangani pembedahan Mas Achmad termasuk pendiri dari satu-satunya Sport Clinic yang ada di Surabaya, syukurlah kemarin-kemarin tidak ragu mencari pertolongan. Pembedahan sudah usai, tinggal fase rehabilitasinya :)
Lutut butuh stabilitas dalam menjalankan fungsinya. Stabilitasnya sendiri terdiri oleh dua komponen besar: Stabilitas statik dan stabilitas dinamik. Stabilitas statik dijaga oleh 4 ligamen lutut (Anterior Cruciate Ligament=ACL, Posterior Cruciate Ligament=PCL, Medial Collateral Ligament=MCL, Lateral Collateral Ligament=LCL) dan 2 buah meniscus, sedangkan stabilitas dinamik dijaga oleh otot-otot di sekeliling lutut.
Cedera ACL bisa terjadi dengan 2 mekanisme: kontak (ada benturan ke lutut); non kontak (tanpa benturan dari luar). 70%-80% terjadi karena non kontak, seringnya terjadi saat lutut berputar disertai kaki berpijak ke tanah.
Tanda-tanda terjadinya cedera ACL:
1. Terdengar suara meletup “Pop!”
2. Merasakan sesuatu bergeser di dalam sendi.
3. Sendi tidak stabil, sulit berjalan.
4. Nyeri.
5. Langsung bengkak setelah kejadian.
6. Kadang-kadang lutut serasa terkunci saat berjalan.
Bila terjadi cedera pada lutut, langsung lakukan first aid on injury (Do RICE, do no HARM). Setelah itu carilah bantuan dari ahli. Tidak semua cedera ACL butuh operasi, mereka adalah orang-orang yang jarang bergerak, anak-anak, dan orang-orang yang tetap menolak dioperasi setelah mendapatkan penjelasan. Bila masih aktif, sebaiknya dioperasi. Karena apabila tidak diperbaiki, lutut yang tak stabil malah akan merusak struktur di dalamnya (tulang rawan, meniscus) sehingga menimbulkan rasa nyeri, bengkak, kehilangan kekuatan otot, dan keausan.
Setelah dioperasi, langkah selanjutnya adalah rehabilitasi untuk mengembalikan kondisi mendekati semula.
Terapi rehabilitasi cedera ACL menggunakan banyak macam gerakan dan alat, tiap macam terapi digunakan sesuai dengan liniwaktu dan kemajuan kondisi pasien.
Di sini saya berikan tahapan yang umumnya digunakan dalam program rehabilitasi pasca pembedahan rekonstruksi ACL.
1)Tahap penyembuhan jaringan lunak (0-14 hari).
2)Tahap penyempurnaan penyembuhan jaringan lunak (15 hari-6 minggu).
3)Tahap reconditioning (6-12 minggu).
4)Tahap persiapan kembali ke aktivitas olahraga (3-6 bulan).
5)Tahap kembali ke aktivitas olahraga (6-9 bulan).
Liniwaktu yang saya berikan ini adalah panduan secara umum, bisa lebih cepat, bisa lebih lambat, tergantung kondisi dari pasien. Memang kelihatannya lama, oleh karena itu dibutuhkan keinginan yang kuat untuk sembuh.
Sayangnya saya tidak bisa memberikan satu persatu gerakan terapi untuk rehabilitasi lutut Mas Achmad, karena ada banyak sekali gerakan dan gerakan-gerakan terapi yang diberikan di waktu berbeda-beda sesuai dengan liniwaktu penanganan di atas. Saran saya mintalah program terapi dari ahli rehabilitasi yang merawat Mas Achmad untuk bisa dilakukan di rumah. Dengan senang hati mereka akan membantu.
Mengenai makanan, sebenarnya semua jenis makanan adalah baik, selama memenuhi keseimbangan nutrisi yang diperlukan, tidak berlebihan ataupun kekurangan. Seorang olahragawan memerlukan makanan sehari-hari yang cukup yang mengandung zat-zat gizi yang memadai. Zat-zat gizi tersebut adalah: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Di samping kelima jenis zat tersebut, ada dua zat gizi lain yang sering dimasukkan ke dalam kelompok tersebut karena mutlak diperlukan tubuh yaitu air dan oksigen. Pada pemulihan, dibutuhkan energi dari karbohidrat, bahan-bahan pembangun dari protein, lemak dalam jumlah sesuai sebagai cadangan energi, vitamin dan mineral sebagai bagian dari regulator. Masih ingat 4 sehat 5 sempurna kan Mas? Kira-kira tidak jauh dari itu, tapi berikan perhatian lebih pada lauk pauk, sayuran, buah, dan susu. 
Demikian, semoga bermanfaat :)

 

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

One Response to "HoopsHealth: Cidera Lutut Pasca Operasi"

  1. ivan says:

    ketika saya main bola tiba tiba saja lutut saya jadi lemes banget kaya yang patah tapi ngak patah ,dan kalau berjalan suka nyeri

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>