HoopsHealth: Main Basket Kembali Pasca Cidera Bahu

HoopsHealth #3, bermain basket kembali setelah operasi radang usus buntu

HoopsHealth akan hadir setiap hari Minggu atau Senin menjawab pertanyaan dan konsultasi dari para pembaca setia mainbasket.com. Setiap pertanyaan yang masuk akan dijawab oleh Asep Aziz (Fisioterapis CLS Knights Surabaya) dan dr. AJA Hayyan (Dokter umum yang fokus dalam bidang kesehatan olahraga). Untuk yang ingin berkonsultasi, begini caranya :D

Kasus 1.

Nama: Porman Gultom

Usia:

Tinggi:

Berat:

Kepada yth, dr. A.J.A. Hayyan dan Asep Aziz. Saya mengalami cidera pangkal lengan yang letaknya pada persendian lengan atas yang menyambung ke bahu. Yang saya rasakan adalah nyeri pada pergelangan yang menyambung ke bahu. Sering berasa berbunyi dan rasanya perih sekali terutama bila melakukan pergerakan tangan ke atas seperti lay up dan shooting.

Pergelangan lengan atas yang sakit adalah sebelah kanan. Saya tidak mengalami pembengkakan sebelumnya atau jatuh. Namun tiba-tiba saja rasa nyeri ini muncul, terutama bila saya melakukan push up. Selama ini saya telah mengkompres dengan es tapi tidak kunjung sembuh. Anehnya rasa sakit hanya saya rasakan kalo saya tidak bermain basket. Kalau lagi main, pertama-tamanya saja. Nanti kalau di game juga sudah tidak terasa lagi. Nanti baru kerasa lagi setelah pulang bermain.

Pertanyaan saya adalah 1. Apa saja yang bisa menyebabkan cidera pada pergelangan atas yang menyambung ke bahu? 2. Bagaimana cara mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri tersebut? 3. Apa yang seharusnya saya lakukan sebelum saya push-up supaya saya terhindar dari cidera tersebut? 4. Apabila ini telah menjadi cidera permanen ada obatnya apa tidak ya? 5. Dan kalau saya berobat adakah tempat yang bisa direkomendasikan atau adakah rekomendasi fisioterapis dijakarta tempat untuk berkonsultasi dan berobat di jakarta? Kalau ada no telp yang bisa saya hubungi, aku mau bapak bapak, supaya saya bisa ngomong langsung. Terima kasih banyak. Tuhan memberkati.

Jawab:

Pak Gultom yang terhormat, terima kasih atas doa dan pertanyaan-pertanyaan dengan poin-poin yang jelas dan disertai informasi sangat lengkap. Sangat memudahkan kami dalam mencoba membantu permasalahan Bapak :)

1. Secara garis besar dan sederhana, bisa ada dua penyebab cidera pada bahu Bapak, yaitu traumatik dan atau overuse. Pada cidera traumatik, cidera jelas terjadi karena ada kejadian kecelakaannya. Seperti jatuh, menabrak, atau terputar berlebihan. Pada cedera overuse, cidera terjadi karena penggunaan bahu terus menerus secara tidak sempurna. Secara tidak sempurna yang dimaksud bisa karena: kurang sempurnanya warmingup, stretching, dan cooling down, beban latihan yang agak melebihi batas kemampuan, dan istirahat yg kurang. Dugaan kami cedera ini karena overuse.

2. Untuk menangani nyerinya, langkah pengompresan es sudah benar, namun kurang lengkap. Prinsip Do RICER, do no HARM mendasari langkah penanganannya. Selama cidera ini, jangan memaksakan bahu untuk latihan yang berat, istirahatkan bagian yang sakit. Bila sangat nyeri, mintalah obat anti nyeri pada dokter yang merawat. Diperlukan program penguatan pada bahu, bicarakan dengan dokter atau fisioterapis.

3. Pushup adalah olahraga yang baik, tetapi perlakukanlah latihan rutin Bapak seperti olahraga lainnya. Lakukan warmingup+stretching sebelumnya, dan coolingdown setelahnya. Dan jangan berlebihan dan memaksakan diri, ketahuilah batas tubuh Bapak, dengarkan sinyal yang ia berikan. Rasa nyeri berarti ada sesuatu yang salah. Kami sarankan hentikan dulu pushup selama program penyembuhan bahu sampai ia sudah sehat kembali.

4. Dari informasi yang Bapak berikan, kami menyimpulkan ini tidak permanen, silahkan lakukan langkah-langkah pada poin 2 di atas.

5. Mengenai tempat, akan kami berikan rekomendasi tempat-tempat yang bisa Bapak kunjungi via email Mainbasket untuk menghindari promosi yang tak disengaja :)

Semoga bermanfaat.

Kasus 2.

Nama: Anggiva Rafael Unedo Sitohang

Usia: 17 tahun

Tinggi:

Berat:

Siang dok, bang, atau apapun yang sopan, hehehe. Mau nanya dong, saya lagi masa recovery dari pasca-operasi radang usus buntu. Saya operasi itu tanggal 13 November 2011 jam 11-12. Dan saya sudah kangen banget main basket, kira-kira berapa lama lagi ya saya harus ga main basket dulu?Terima kasih :)

Jawab:

Hallo Rafael, sudah sopan kok panggilannya :)

Seberapa cepat kamu bisa main lagi itu tergantung dari kondisimu sendiri dan jenis operasinya. Jadi untuk tahu waktunya secara tepat, bicarakanlah dengan dokter bedah yang merawat. Di sini, akan kami paparkan waktu yang rata-rata dibutuhkan ya.

Operasi usus buntu (appendiktomi) itu ada dua cara, open atau laparoskopik. Laparoskopik appendiktomi adalah operasi usus buntu yang menggunakan alat seperti selang yang dimasukkan ke perut untuk memasukkan gunting kecil dll, sehingga luka operasi juga minimal, seukuran diameter selang itu. Sementara open appendiktomi adalah operasi usus buntu yang membuka perut dari luar seperti jamaknya operasi lain.

Untuk laparoskopik, waktu untuk bisa kembali latihan berkisar 2-3 minggu. Tapi harus pelan-pelan, dimulai dengan olahraga ringan dulu seperti berjalan, naik tangga, bersepeda dengan santai dahulu paling cepat 2 minggu setelah operasi. Kalau dilakukan dengan cara open, waktu untuk bisa kembali latihan berkisar antara 4-6 minggu. Sama dengan yang menggunakan cara laparoskopik, latihan juga dimulai dengan olahraga ringan. Bisa dimulai pada minggu kedua.

Ingat, jangan memaksakan diri untuk langsung berlatih yang keras, seperti mengangkat beban. Mulailah perlahan-lahan. Latihan ringan sejak minggu kedua bisa mempercepat pemulihan kondisi.

Semoga bermanfaat :)

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

One Response to "HoopsHealth: Main Basket Kembali Pasca Cidera Bahu"

  1. astrid agustina uli says:

    saya suka main basket slama nya slalu setia

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>