Liga Bola Basket Putri Indonesia? (WNBL Indonesia?)

Topic of the Month, Desember 2011

Hingga akhir November 2011 lalu, ada 75 komentar yang menanggapi Topic of the Month bulan November, “Basket Indonesia, Anak Tiri Menuju Anak Emas!

75 komentar tersebut sangat-sangat mungkin bertambah di kemudian hari oleh pembaca-pembaca baru yang masih tertarik untuk terus berdiskusi.

Sesuai dengan nama rubrik ini, “Topic of the Month” maka oleh karenanya ia harus berganti topik atau pokok pembicaraan baru pada setiap bulannya. Sekadar mengingatkan kembali, tujuannya adalah mengangkat tema-tema atau isu-isu seputar basket Indonesia yang siapa tahu berawal dari obrolan dan bahasan singkat di blog ini, ujungnya mampu benar-benar membawa perubahan kepada cakrawala basket Indonesia. Ke arah yang lebih baik tentunya.

Untuk topik bulan Desember, tadinya ada sebuah topik (yang rasanya) cukup menarik untuk diangkat. Namun seperti halnya Topic of the Month bulan November lalu, sepertinya jauh lebih baik jika pokok bahasan bulan Desember ini kembali merupakan usulan dari para pembaca setia mainbasket.com :D

Dari banyaknya masukan usulan topik-topik menarik hari ini melalui twitter @mainbasket, sebuah pokok bahasan terlihat cukup menonjol dan diusulkan oleh lebih banyak followers @mainbasket. Topik utama bulan ini ialah seputar liga bola basket putri di Indonesia!

Selamat berdiskusi :D

Perlukah Memunculkan Kembali Liga Bola Basket Putri Indonesia?

Duel Mahaputri Britama Jakarta melawan Rajawali Sakti Master Mild Surabaya di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta pada bulan Desember tahun 2008 lalu adalah laga terakhir Liga Kobanita. Mahaputri mengalahkan Rajawali dengan skor 82-47, dan keluar sebagai juara Liga Kobanita untuk ketujuh kalinya. Setelah itu, Kobanita lenyap.

Selain usulan dari followers @mainbasket untuk mengangkat topik liga bola basket putri Indonesia, topik ini juga mengemuka setelah hasil yang tidak memuaskan dari tim nasional basket putri Indonesia di ajang SEA Games ke 26 di Jakarta bulan lalu. Bertanding dalam format round robin, dari keseluruhan laga, tim nasional putri Indonesia tidak pernah menang sama sekali. Ironis, mengingat raihan pada turnamen FIBA Asia Championship 2011 membuat semua jajaran optimis, minimal perunggu bisa diraih.

Pada laga SEA Games lalu, tim nasional putri Indonesia tak pernah kalah jauh. Pada laga pembuka melawan Myanmar, Indonesia kalah 86-78. Lalu pada laga kedua, Indonesia kalah melawan Thailand dengan skor 56-61. Melawan Filipina, Indonesia kalah 68-73. Hanya melawan Malaysia tim nasional kita tertinggal cukup jauh, 48-70. Padahal beberapa minggu sebelumnya, Indonesia mengalahkan Malaysia di ajang FIBA Asia Championship dengan skor 74-66.

Komentar beberapa orang teman yang menyaksikan laga-laga tim nasional putri umumnya seragam, “jika kita memiliki liga bola basket putri, kita pasti menjadi raja di Asia Tenggara!” Hmm.. Benarkah?

Nah, bahan diskusi kita bulan ini adalah seputar liga bola basket putri yang menurut beberapa kalangan akan sangat membantu meningkatkan prestasi bola basket putri kita di kawasan regional, minimal Asia Tenggara.

Masalahnya, benarkah kita memerlukan liga bola basket putri? Sebanyak itukah potensi pemain putri kita di Indonesia sehingga kita membutuhkan liga tersendiri? Siapa yang seharusnya menjalankan liga putri jika memang seharusnya ada? Bagaimana sistem penyelenggaraannya? Atau mungkin jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Silahkan berpendapat, berdebat, berargumentasi, atau sekadar mengeluarkan keluh kesah dengan mengisi komentar di bagian bawah tulisan ini. Siapa tahu ada pihak-pihak tertentu yang ikut membaca dan memberikan solusi terbaik mengenai topik bulan ini yang sedang kita perbincangkan.

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

35 Responses to "Liga Bola Basket Putri Indonesia? (WNBL Indonesia?)"

  1. uki says:

    kalau liga berarti juga masalah penonton (fans base) ya, kalau penonton sepi berarti sponsor juga kurang, jadi rasanya berat kalo mau segede nbl sekarang..dan menurut saya dari pengalaman nonton dbl emang pertandingan basket cewek ga seseru basket cowok, selain karena aksi lapangan yg kurang, biasanya kekuatan timnya juga ga seimbang (tim ce sma saya dulu mecahin rekor dbl kalah dibantai 100sekian gitu)..

    Reply
    • Anar Arsyid says:

      Sebenernya bisa saja ramai penontonnya dengan cara seri pertandingannya dibarengi dengan NBL.. cuma memang mengingat penyelenggaraan NBL yg masih relatif baru, akan menyulitkan untuk melakukan penyelenggaraan berbarengan seperti itu.. Tp setidaknya hal tersebut bisa mengatasi masalah kurangnya animo penonton untuk WNBL. Jd PR pihak penyelenggara skrng adalah berupaya keras melakukan penyelenggaraan kompetisi yg rapi dan mulai menjadikan itu sebagai standar buat seterusnya, sehingga kalaupun nanti mau dibarengi, penyelenggara menjadi sudah terbiasa.
      Intinya menurut saya sangat perlu kompetisi untuk putri !
      semangat basket Indonesia!!!

      Reply
  2. erikbukanerick says:

    Pendapat gue : PERLU! tapiiii…..
    Ngga sekarang.
    Belum.
    Nanti.

    Di sini gue bukan mau diskriminasi gender dengan lebih mengedepankan kompetisi pria dan “menelantarkan” kompetisi wanita. Tapi menurut gue apakah ada baiknya jika NBL, sebagai kompetisi basket “primer” di Indonesia kita percantik dulu.
    Kenapa? ada yg kurang sama NBL?
    Oh, ngga ko..sebenernya NBL udah bagus. Bagi para awam mungkin inilah kompetisi basket terbaik yang pernah kita miliki. Tapi bagi orang-orang yang lebih kritis, gue yakin, menurut mereka pasti masih banyak “lubang” yang harus ditambal. Lha wong NBA yang jadi “kiblat” basket dunia aja kemaren sampe lock out.
    Nah, maksud gue tadi (gue ulang biar sedikit dramatis..atau mungkin ngeselin :p) apakah lebih bagus kalo NBL-nya kita percantik dulu.
    Kita bikin dulu gimana caranya TV mau “berebut” NBL, meminimalisir masalah yang mungkin muncul, dll. Jangan sampe punya pikiran “gimana WNBL bisa masuk TV lah NBLnya aja kita masih deg-degan disiarin apa ngga”.
    Tapi kalau alasannya mengacu pada “liga bola basket putri yang menurut beberapa kalangan akan sangat membantu meningkatkan prestasi bola basket putri kita di kawasan regional, minimal Asia Tenggara”, gue sama sekali ga setuju.
    Ntar dulu deh. Menurut gue itu terlalu instant dan rawan.
    Daripada langsung bikin WNBL, lebih baik kita perkuat pondasi dari bawahnya dulu. Seperti liga bola basket mahasiswi diperkuat dulu misalnya. Pembinaan per kelompok umur oleh klub lokalnya digiatkan lagi.
    Man, 10 tahun NBA berdiri juga WNBA ga langsung ada, kan? Pertanyaan barusan juga bukan berarti bikin WNBL harus nunggu lama. Gue cuman ga mau WNBL atau Liga Bola Basket Putri lahir prematur. Biarin dulu lah NBL sebagai abangnya terbang stabil dulu.

    Ok, kita coba paksain WNBL lahir tahun depan demi prestasi Bola basket Indonesia di Asia Tenggara. Dengan catatan…kemungkinan besar yang menang (mungkin) klub itu-itu lagi. Yang juara (mungkin) klub itu lagi. Yang masuk timnas yaaa ga jauh lah pastinya dari tim juara. Ya Indonesia bakal “gitu-gitu” aja. Pelatih Negara-negara Asia Tenggara lainnya dengan mudah
    mempelajari Indonesia, ya tinggal liat aja si tim juara tersebut, toh pemain-pemainnya mayoritas itu-itu juga. Yakin bakal dapet emas?

    Terlalu cepat. Tahan. Sabar dan tunggu.

    Kita jangan terlena euforia ngeliat animo masyarakat terhadap NBL musim lalu. Lalu langsung punya pikiran “waah kita punya kompetisi hebat nih, ayo kita bikin kompetisi cewenya besok”.
    Ayo klub lokal, gaet lah para bibit muda putri. Bimbing. Latih. Tempa. Supaya peta kekuatan antar daerah lebih merata tapi penuh kejutan.
    Kenapa gue suruh gaet, yaah, tau sendiri lah jaman sekarang. Cewe, tinggi dikit, jadi model. Adik manis, atlit sepakbola putri Jerman menolak tawaran jadi model. Tau dong mereka, bule-bule gimana gitu, biru matanya, jenjang kakinya, montok payu…ok ok, gue berenti :p

    Sekarang, siapa yang setuju kalo pendapat gue mulai ngelantur? Wah, yg ngacungin tangan banyak ya bo…
    Eit,ga boleh marah.. kan namanya juga pendapat :p
    Baiklah, kakak sudahi sampai di sini. Sekali lagi kakak mengatakan sangat setuju dengan adanya WNBL atau liga bola basket putri.
    Hanya aja..ngga sekarang.
    Semoga tidak prematur.

    Coba bayangkan” Wanita cantik itu bermandikan peluh, mendribel bola, drive menembus defense lawan, lay up dan masuk. Lalu dia mengibaskan rambutnya-tentunya dengan efek slow motion-”. Seru kan yaaa? Berlebihan ya?
    Ok, saya pamit….

    MAJU TERUS BOLA BASKET INDONESIA

    -regard-
    Penikmat Basket Indonesia

    Maaf mas, saya ga pake HTML tags nya, jadi tulisannya cuman modal spasi+enter :D

    Reply
  3. Tamariskha Tibby says:

    Waah perlu perlu perluu :D bahkan HARUS diadaiin:D apalagi buat kita2 para pembasket putri… pasti bakaal seneng buat nonton nyaa:D dan masalah penonton atau apa, ini juga harus di sosialisasikan lebih lagii:D

    Reply
  4. chandra says:

    @ UKI

    >> Wah sepertinya ada tidak seperti itu juga mas DBL putri juga perna seru pernah banjir dan ada yg tidak bisa menonton silakan tanya yg perna nonton DBL jatim dari awal berdiri. yg yang bisa tidak seru dan membandingkan denga game cewe. come boy it a girl/women seru nya jangan disamakan dong X_X

    @ErikbukaErik

    >>> bagi saya sih perlu kapan ASAP, kenapa we just lost the league sebelum 2008 kalau menurut saya. saat mahaputri digdaya sehingga bisa menyamai rekor CLS untuk liga 7 kali juara. kenapa digdaya karena hanya MP yg dengan rutin memangun tim membuat tim baik dari dari base sekolah basket mereka maupun transfer, tim lain rajawali, sahabat, CLS dll hehehe sorry to say hanya menggandalkan apa yg ada so kalah setengah botol di final yg harusnya tidak terjadi terjadilah (yg saya kira juga salah satu pemicu hancurnya liga wanita pro indonesia).

    seperti kata AA di jawa pos siapa yg mau nonton liga atau kompetisi kalau ujung2nya udah tauh kalau2 MP jadi juara?

    lalu kalaupun bebraa adalah fan fanatik berapa sih yang mau terus nonton timnay di jadikan bulan2an tim besar terus-terus dan terus

    Mengapa ASAP
    bagi saya kalau kita terus menerus menunggu ………………………… berapa banyak talenta basket putri kita yg terbuang. percalah dari level smp sma (yg bermain di DBL saat ini) kita punya banyak. beberapa dari mereaka tidak akan lanjut ke SMA dan UNIV sebagai pemain. kenapa ? beberapa emang hilang karena persaingan. beberapa karena orang tua. saya saksi beberapa talenta hilang di SMA dan Kuliah (orang tua ingin anaknya “sekolah” bukan “main basket”) apalagi gak adakn ada liga pro di ujung sana siapa orang tua yg mau anaknya hidup susah cuman jadi pemain d sekolah dan berharap bisa dapat kerjaan setelahnya dari basket yg ‘tidak ada’ liganya come on

    lalau kalaupun sekarang yang main maximal di Univ kemana? di club? berapasih liga yg ada loal perbasi yg mainin mereka. sisanya bakat/skill yg gak di asah lewat kompetisi dan latihan maksimal gak akan bisa menuai hasilnya maksimal Timnas putri sudah membuktikannya.

    lalu gimana caranya agar bisa WNBL atau pa namanya ini bisa ada dan di tonton. kalau saya sih mengusulkan sudi kiranya DBL Indonesia membuat 1 proyek rugi lagi.
    late make women league. saya tau berat dan susah tapi saya tau banyak orang2 yang mau bekerja di sana dengan semangat yg sama juga seperi membangun liga DBL hingaa di percaya menggurus NBL. tim mungkin yg mendaftar juga paling beberapa, bahkan mungkin tim fav saya tidak akan ada tim :) lalu bagaimana caranya biar menarik dan bisa menjual jadikan satu series dengan NBL game putri bermain di sela-sela game NBL lah supaya ada subsidi silang. saya yakin kita bisa menjualnya kok. hey banyak kok cowok basket seneg lihat
    “Wanita cantik itu bermandikan peluh, mendribel bola, drive menembus defense lawan, lay up dan masuk. Lalu dia mengibaskan rambutnya-tentunya dengan efek slow motion-”(kutipan mas erikbukan erik). dan banyak anak cewek akan punya idola pemain cewek dan ingin bermain nantinya di liga pro wanita indonesia.

    so we need ASAP bukan karena ingin juga dan emas (kalau itu mending naturalisai aja pemain2 wnba dll) yakin lebih mudah.

    tapi karena kita butuh liga sebagai :
    1. identitas basket putri indo
    2. tempat talenta2 wanita basket indo berkompetisi untuk menunjuka pada keluarga teman ‘she more just the ordinary girl’ se was a palyer
    3. tempat talenta2 wanita basket indo menjadi mereka bukan bekerja dan bermain di bidang yg bukan mereka banget
    4. talenta2 wanita basket indo mencari nafkah lebih baik dari basket yg mereka cintai
    5. tempat kita fans basket menonton mendukung dan bersorak “go Girl”

    thank we need the league soon !!!!

    Reply
  5. BudyAntony says:

    Kalau untuk mendirikan satu kompetisi khusus buat wanita saat ini mungkin sulit kr:
    1.penonton .tdk dipungkuri peminat bskt wanita tdk terlalu byk.pasti pengeluaran akan lbh besar dari pemasukan alias rugi
    2.sponsor. kl merugi otomatis tdk ada sponsor y tertarik
    3.klub. utk klub jga butuh biaya besar dan itu butuh dana juga
    dll

    Saat ini NBL kita masih seperti anak bayi.NBL aja baru memasuki tahun kedua,saya percaya utk menghidupkan liga NBL aja kita butuh kerja ekstra keras.

    Saran saya kl ttp ingin bskt wanita berjalan kita gabung aaja kompetisi nya dgn bskt pria.bkn dalam artian pria vs wanita ,tpi kta menggabungkan waktu dan tempat pelaksanaannya aja.
    Misalnya ntar pada seri bandung terdapat 30 game pria ..kita tambahkan 4-5 game buat wanita yang kita selipkan di sela2 pertandingan2 besar yang padat penonton.dengan begitu bskt wanita tetap bisa bergulir dgn dana y tdk terlalu byk. dana y keluar tidak terlalu byk pastinya.kl animo masyarkat tinggi tdk tertutup kemungkinan suatu saat ada sponsor y tertarik utk membuatkan liga sendiri :)

    Reply
    • mainbasket says:

      Ide Budi Antony ini juga pernah tercetuskan oleh Azrul Ananda pada satu kesempatan. dan memang, jika WNBL atau liga basket putri atau apapun itu namanya, akan digulirkan, rasanya format menyelipkan laga di antara laga-laga NBL adalah yang paling masuk akal :D

      Reply
      • BudyAntony says:

        iya kang idan…sktr 2007/2008 lalu saya pernah menonton pertandingan bskt cew di C’tra arena.saya krg ingat itu kompetisi apa (mungkin libama)
        saat itu saya ingin meliat pertandingan ubaya vs perbanas tapi dtgnya kepagian jadi nya nonton y cew dulu
        menurut sya the game is quite entertaining…kta disuguhi hal y berbeda dari bskt cow y lbh keras dimana bskt wanita itu bergulir dgn lay up2 cantik..shoot jarak jauh(3 points cew biasa lbh akurat dibanding y cow)..dan drive2 indah…y lebih saya kenang dan ceritain k tmn2 dulu justru pertandingan cewnya…
        penonton kta blm ap2 sudah menjudge kl pertandingan bskt wanita pasti tdk menarik.makanya hal pertama yg perlu kta lakukan adalah membangkitkan animo dulu

        ga tertutup kemungkinan kan kl ternyata penontonnya byk suatu saat kompetisi bskt wanita bklan pya liga sendiri y bergulir selama NBL off season … :)

        Reply
        • @yusufchatab says:

          Gimana kalo sebelum laga2 panas yg menjanjikan (contoh : rivalries, 3rd placa, final) kita masukin pertandingan2 putri

          Reply
  6. Andre Satrya says:

    kompetisi basket untuk Putra dan putri menurut saya sama pentingnya, kita butuh kultur basket yang lebih besar lagi dibandingkan yang sebelum sebelumnya, jelas kultur basket di Indonesia ini secara kasat mata masih “dibawah” , apalagi untuk kompetisi putri yang notabene agak “dikesampingkan”, sudah saatnya kultur basket indonesia dikembangkan, ayo buat WNBL indonesia bukan hanya penyaluran skill dan bakat para pebasket putri indonesia tapi kita lihat buat proyek jangka panjangnya yakni timnas basket putri indonesia yang prestasinya masih kurang di kancah internasional …

    Reply
  7. Andre Satrya says:

    menurut saya juga, ga harus langsung dibikin kompetisi atau liganya kok, pelan pelan aja dulu kyak bikin invitation tournament, tapi rutin klo euforianya bagus dan bahkan meningkat baru dibuat liganya… kan bagus tuh.. perlahan tetapi pasti..

    Reply
    • mainbasket says:

      Aha! Ini ide keren! Memang, barangkali tidak harus langsung berbentuk kompetisi liga. Turnamen invitasi juga keren! Jadi misalkan dalam NBL Indonesia Seri Bandung, ada turnamen mengundang beberapa klub basket putri di sekitar Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, dan Tangerang. Begitu juga ketika NBL sedang berada di kota-kota lainnya..

      Reply
  8. mainbasket says:

    Pertanyaan lain lagi, yang seharusnya/sebaiknya mengadakan liga basket putri ini, apakah pemerintah (Perbasi) atau swasta? :P

    Reply
  9. Urai Rifaldy Aryandi says:

    Saya berharap untuk kedepannya WNBL akan diadakan, agar terjadi keadilan antara wanita dan pria. agar dapat mengangkat derajat wanita di dalam Bola Basket.

    @mainbasket: Saya rasa pemerintah

    Reply
  10. Christian B. Nasution says:

    Perlu! Gw berharap Perbasi bisa jadi pelaksananya. Kenapa? Karena gw merasa Perbasi bertanggungjawab untuk menginisiasi segalanya. Keren banget ide dari Andre Satrya di atas yang bilang bahwa format awal sebaiknya adalah Invitation Tournament. Hanya saja, gw kurang setuju dengan tujuan “Untuk melihat euforia” (mohon benarkan gw kalau salah menyimpulkan). Justru tujuannya adalah untuk “Meningkatkan euforia”.

    Setiap cowo yang gila basket di Indonesia BISA punya mimpi untuk main di NBL. Setiap cewe yang gila basket di Indonesia HANYA BISA BERMIMPI untuk main di level profesional. Padahal, permainan level profesional adalah bisa jadi pendorong prestasi Basket Indonesia di kancah Internasional. Ujung-ujungnya, ini adalah masalah prestasi. Kekalahan terus menerus di SEA Games 2011 harus berhenti sampai di situ saja.

    Tantangan terbesar dari Perbasi adalah “menjual” turnamen ini. Gw rasa mereka perlu beberapa Poster Girls untuk jadi duta kompetisi. Kalau Denny Sumargo bisa jadi duta air minum air kemasan dan Antonius Joko bisa jadi duta kantung semen, masakan Tasya Albertina tidak bisa jadi duta kompetisi?

    NOTE: Gw punya satu pertanyaan. Ke mana Feli Mahaputri? Idola gw tuh. Hai Feliii… (siapa tau dia baca ini)

    @cbnas

    Reply
  11. chandra says:

    DBL Indonesia aja deh yg udah pengalaman, pemerintah biar supervisor saja. kalau diola saya di putri cuman 1 kok hehe takut tulis bisa2 di ban saya

    Reply
  12. Mada Prastya says:

    Kalo menurut gw sih belum perlu diadain Liga Putri. Setuju dengan @ERIKBUKANERICK :) Kita percantik dulu NBL agar menekati kompetisi yang sempurna. Tapiiiiiiii, bukan berarti kita menelantarkan Liga Putri. Gimana kalo sebagai gantinya dibikin lebih sering aja turnamen putri tingkat nasional. Nggak usah Liga tapi lebih ke turnamen aja. Biar tim-tim putri nggak bener-bener mati.

    Reply
    • chandra says:

      tidak akan bisa membuat turnamen mas wong gak ada yang mau
      makanya saya usul nbl mau korban perasaan lagi mengambil alih wnbl atau apalah namanya disisipkan di nbl
      mungkin itu salah satu cara yg max saat ini. jangan di beri ke siapa lagi contoh libamanas aja gak max simal kl menurut saya kenapa web aja mereka tidak mencantum kan under const padahal belum ada isi. lalu masa pangil peserta cia twiter (trisakti kemarin) memang harus oleh orang gila yg mau rugi baru bisa berkembang kok

      Reply
  13. ijotsihombing says:

    menurut gue harusnya pemerintah .
    usul sedikit menurut saya buat ngebuat maju basket putri kenapa gak kita liat sekolah sekolah jangan club aja . sapa tau ada anak sekolahan yang bersemangat dari anak anak club walaupun masi hebatan anak club , karna setiap orang yang semangat dan mencintai sesuatu pasti dia akan berusaha menjadi yang baik . nah yang soal pemerintah bisa aja pemerintah ngebantu itu semua untuk menyeleksi anak2 basket sekolahan dan di latih dan di biayain setengahnya (mungkin) .
    dan setelah itu baru kita bikin wnbl , kita bikin dulu kuantitas pemainnya . jangan asal bikin bikin aja tapi harus ada kuantitasnya juga , dan yang kaya dibilang sama ERIKBUKANERIK harus ada tahapan .
    thanks . salam basket :)

    Reply
  14. Nurfikri Pratama (@VikriHolics32) says:

    perluuuuu…banget…banget…banget…ya liat aj hasil timnas putri kmren…mreka hebat2 menurut saya…cum mslh jrang dihadapin ma level permainan kompetitif aj sepertinya..kbetulan saya juga mengajar tim basket cewek…n sbnernya tim putri g kalah menarik dari tim putra…mlah klo da level kompetisi yg lumayan tinggi…sperti NBL ato minimal KOBANITA sperti dlu…level basket putri bisa setara dgn level basket putra…setahu saya…byk atlet basket putri yg akhirna terpaksa gak bermain lagi karena gak ada jenjang kompetisi yg bisa diandalkan…tapi ne hanya komentar dari pemula…ambil yang bagus…buang yg kurang berkenan…he333

    Reply
  15. Fabian Virgiawan says:

    setuju…..
    tapi tolong dipikirkan juga aspek2 penting yang menunjang terselenggaranya liga basket putri ini, jangan nyampe hanya sekedar terselenggara saja.
    thanks.

    Reply
  16. basketAsolole says:

    Jujur aku ngga baca di atas, tp aku yakin perlunya basket putri
    Terliat saat libamanas (yg katanya tim tertinggi turnamen putri)
    Tapi terlihat masi kurang, karena merasa jam terbang kurang.
    Aku dukung WNBL harus ad.

    Reply
  17. gps says:

    perlu, 2013. 10 klub, persiapan dilakukan sepanjang 2012, scouting kemudian pelatihan intensif. setiap tim diberi materi, fundamental basket yang merata. 2014 undang tim Asia Tenggara untuk ikut bermain dikompetisi. 2015 Indonesia juara SEA Games. 2016 dst…..
    *enak banget yak ngmngny. :p
    klo gw kaya raya, bakal gw realisasikan nih! byk bgt ide dan program buat perkembangan basket Indonesia. saat ini hny bisa berikan bantuan tenaga dn pikiran.

    Reply
  18. Tian says:

    Gue setuju banget klo WNBL perlu banget diadakan. Nah, ide” dri mas n mbak sbelumx bsa jd bhn pertimbangan utk kta melangkah maju. Gue pribadi mendukung format invitasi, ngundang tim” cwe dri daerah trus dselipin k NBL. Tp kta smua rus realistis klo pembinaan basket cwo jauh lbih baik dripd cwe…teman cwe gue cuma bisa megap” kcewa ktika msuk sbuah perguruan tinggi tp ga puxa tim basket cwe. Jujur aja deh…lbih gampang menemukan tim basket cwo dripd cwe. Jd…yg perlu kta bikin skrg tuh pembinaan dri smp ato sma utk cwe” skalian!! Dan ini bkn cuma tgs perbasi ato pemerintah tp ini adlh masalah KITA bsama!! Gue sbagai cwo normal pengen banget kok liat cwe” yg cantik main basket. Perlu dcatat, smua cwe yg main basket pasti kliatan cantik!!

    Reply
  19. annisa widyarni says:

    WNBL menurut saya perlu,tapi jangan banyak unsur politiknya ya…..dan materi pemain harus ditingkatkan lagi agar kompetisi nya menarik sehingga penonton pun akan tertarik untuk menonton.gimana basket putri mau maju,kalau event yg berlangsung dikit,dan persaingannya dikit,selain itu fasilitas di indonesia masih sangat banyak yg harus di perbaiki..:)

    from orange shoes in dbl camp:)

    Reply
  20. ersam says:

    Gw stuju masalah harus diadakan utk kepentingan buat para pemain wanita kita.
    Gw masukin pendapat menurut ilmu yg gw serap dikampus gw :
    Tetapi apakah ada investor yg mau? Soalnya dalam pengadaan sebuah acara ato liga yg berkepanjangan memerlukan investasi yg lumayan besar. Dalam hal ini para investor pasti akan feasible study dr liga bola basket yg diadakan. Belum lagi kita lihat apakah ada market share yg memumpuni untuk para investor tersebut? Gag mungkin lah para investor tersebut gag ingin mendapattkan berapa keuntungan mereka. Kapan mreka bisa meihat payback periodnya ( bahasa normalnya modalnya balik brapa tahun ) klo dr payback period yg terlalu lama. Kenapa para investor gag deposit aja. Nah itu yg harus diperhitungkan. Ini menurut ilmu yg diajarkan oleh dosen :D

    Klo gw bilang WNBL jalan di US pun relatif sedikit yg melihat bisa dilihat hanya beberapa pertandingan playoff saja yg stadion terisi penuh dan di US warga kota ato teamn yg berada disana sangat memiliki jiwa total utk mendukung team ato kotanya. Yg sangat berbeda dengan yg ada di indonesia. Mungkin di sepakbola bisalah tapi di basket? Apalg basket wanita
    Regards
    Best Regards,
    Arif Isfandri Ersam
    Jurusan Teknik Industri
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Reply
    • mainbasket says:

      Good point! Tapi di Indonesia, basket tidak hanya investasi. Beberapa lagi adalah pengeluaran “senang-senang” pemilik klub dan sepertinya ada juga yang menjadi penyaluran dana CSR. Jadi tidak sepenuhnya investasi juga. Diajarin gak tuh di kampus? Heheheee.. :)

      Reply
      • ersam says:

        Diajarin kok kang :D
        Klo dibilang “seneng2″ lebih enak Sosial lah. :)) klo misal sosial pasti mreka gag terlalu mementingkan masalah input ato income berapa yg didpat. Masalah brapa teamkah yg mempunyai org2 yg mau ber”sosial” apakah semua? Klo semua ya dijalankan secepatnya. Tetapi klo hanya beberapa team yg memliki org yg “bersosial” ya susah kang. Balik lagi bang klo misal penonton sedikit gimana? Klo dibandingkan DBL (pelajar) berbeda jauh. Karena DBL fanbasenya adalah integritas warga sekolah. Klo liga wanita? Apakah fanbasenya sebanyak 2 sekolah yg bertanding di DBL yg memnungkinkan DBL arena full kapasitas ?

        Reply
  21. chandra says:

    we need WNBL Indonesia ASAP

    Reply
  22. vany says:

    setuju.. DBL saja ada Putri, timnas saja ada putri..
    kalau begitu tidak lama lagi basket akan menjadi olahraga merakyat, tidak hanya bola kaki saja..

    Reply
  23. Meli says:

    Hmm ..
    Pendapat saya :
    Wlpun menurut beberapa orang, team cewek yang maen kurg seseru team cowoknya itu bs di bilang benar juga . Tapi gak salah juga kan apkalau NBL itu ada ceweknya gitu . Kan sekalian nambah pengetahuan luas tentang basket di luar lah , jgn d dalam aja yang taunya .
    Saya sebagai salah satu kapten team di sekolah saya jugs merasa bahwa team saya cukup kurang tentang basket , ya bisa di bilang semua teman2 saya maennya mood2an lah . Mungkin mereka ikut basket cuman buat have fun doang m. Tapi kalo saya sih emang mau nekunin basket ! Saya pngen banget msuk salah satu club d indonesia ini ( kalau bisa ) . Tapi i wish lah ! Semua pasti bisa kalau kita punya kemauan . Dengan melihat beberapa video DBL beberapa tahun lalu , saya sempat drop karena kekurangan team saya . But m saya bakal do the best lah demi team . Kata pelatih saya sih : jujur ya , cuman saya dan kedua teman saya lagi yang benar2 nekunin basket .
    Udah lama kita ikut basket , bs di bilang dr kelas 6sd .

    Makanya , saya berharap banget ada WNBL di denpasar . Saya dan team saya pengen ikut . Kami akan latihan sesemangat mungkin untuk bisa menang .

    Kalau saya bisa masuk salah satu club putri di indonesia , saya bakal *loncat2 lah , karena saya bersyukur semua kerja keras saya selama ini gak sia2 .

    Jd intinya , saya mints buat ada gitu acara buat putrinya dong ! Jangan putra doang . Rasanta gak adil banget gitu . Mentang2 team putrinya gak seseru team putranya .
    Thanks :)

    Reply
  24. chandra says:

    our dream come true at last

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>