Basket Indonesia, Anak Tiri Menuju Anak Emas!

Topic of The Month, November 2011

Sejak masih berada di domain mainbasket.wordpress.com, blog ini beberapa kali memuat tulisan yang menjadi bahan diskusi dan obrolan melalui komentar-komentar yang tertuang di bawahnya. Diskusi melalui komentar tersebut muncul pada topik-topik yang berhubungan dengan profil pemain, peristiwa di lapangan, hingga tentu saja kontroversi-kontroversi seputar kegiatan basket di Indonesia.

Salah satu tulisan yang baru-baru ini cukup banyak memunculkan banyak komentar adalah “Terbanglah Tinggi Bola Basket Indonesia” tulisan Udjo yang saat itu juga terbit lebih dulu di koran Jawa Pos. Kurang lebih 70 komentar menanggapi topik tersebut. Beberapa komentar bahkan datang dari pembaca di Filipina yang mendapat bantuan untuk beradaptasi menggunakan Google Translate.

Mulai hari ini, mainbasket.com mencoba mengangkat satu topik menarik yang akan mengundang teman-teman untuk mendiskusikannya. Tentunya dengan ikut berpartisipasi memberikan komentar pada akhir tulisan.

Setelah meminta beberapa usulan tentang Topic of The Month pertama melalui twitter, usulan dari @LitLit_farrooo tentang “Mengubah Basket Indonesia dari Anak Tiri Menjadi Anak Emas” terdengar sangat menarik.

Selamat berdiskusi :D

Mengubah Basket Indonesia dari Anak Tiri Menjadi Anak Emas 

Setiap kali memelototi televisi pada acara berita olahraga dari beberapa stasiun televisi nasional, isinya hampir 100 persen tentang sepak bola. Mulai dari ulasan dan hasil pertandingan -baik liga asing maupun nasional, profil pemain, cerita-cerita menarik, gosip, bahkan keruwetan organisasi induk sepak bola di Indonesia yang tak kunjung usai, semuanya disajikan oleh semua televisi yang memiliki program berita olahraga. Itu belum termasuk pertandingan-pertandingan penuh yang ditayangkan baik secara langsung maupun tunda.

Berita ataupun cerita tentang bola basket, nihil. Bola basket menjadi (salah satu) anak tiri, dan sepak bola adalah anak emas.

Fenomena ini sedikit banyak membuat resah para penggemar basket di Indonesia. “Orang tua” (dalam hal ini televisi) bersikap pilih kasih yang sangat ekstrim. Televisi memanjakan anak emas, sepak bola dengan sangat berlebihan. Berlebihan hingga pada taraf berpotensi membuat cabang olahraga lain yang seharusnya bisa berkembang dan jauh lebih berprestasi, malah menjadi surut bahkan mati. Beruntung, basket adalah salah satu cabang yang terus bergeliat meskipun tanpa banyak sorotan media televisi.

Namun harus diakui, basket membutuhkan lebih banyak lagi sorotan kamera televisi untuk meraih lebih banyak lagi penggemar. Baik dalam bentuk siaran pertandingan maupun berita dan cerita-cerita menarik yang meliputinya. Sayang, asumsi dan hipotesanya adalah:

Televisi belum mau mengangkat lebih banyak lagi porsi tentang basket karena menganggap basket belum memiliki banyak penggemar. Masih kurang peminat dan pemirsanya. Berbeda dengan sepak bola.

Anggapan televisi tersebut tentu saja menyebalkan. Karena kita tahu bahwa hal tersebut tidak benar. 

Salah satu cara terampuh untuk meyakinkan televisi untuk menyiarkan lebih banyak lagi pertandingan dan cerita-berita basket adalah memenuhi arena basket setiap kali ada pertandingan resmi seperti NBL Indonesia dan lain-lain. Jika setiap kali pertandingan NBL Indonesia dipenuhi penonton, sangat mungkin televisi semakin ingin menyiarkan basket Indonesia di televisi.

Nah, bahan diskusi kita bulan ini adalah, kira-kira cara apa saja yang dapat kita lakukan sebagai fans, atau saran apa yang bisa kita berikan kepada penyelenggara NBL Indonesia atau bahkan saran kepada pihak televisi agar basket Indonesia semakin banyak disiarkan di telivisi.

Misalnya: Agar penonton lebih banyak yang datang ke arena untuk nonton basket, di sela-sela pertandingan ada konser band Slank atau mengundang Sean Kingston atau Katty Perry :D Atau misalnya dengan menurunkan harga tiket, atau memberikan diskon khusus, atau apapun..

Silahkan isi komentar di bagian bawah tulisan ini untuk ikut memberi masukan, opini, dan ikut berdiskusi. Siapa tahu, opini kita dan diskusi ini mampu membantu basket Indonesia berubah dari anak tiri menjadi anak emas di media televisi, amiin :D

 

written by

The author didn‘t add any Information to his profile yet.

83 Responses to "Basket Indonesia, Anak Tiri Menuju Anak Emas!"

  1. Verencia says:

    datangin lebih banyak pelatih profesional, baik dari dalam mau pun luar negri :D
    basket jadi “anak tiri”, sepertinya gara2 KEBANYAKAN rakyat Indonesia udah terpengaruh, ampe fanatic ama sepak bola.. mungkin menurut mereka “ah, basket Indonesia mah ga seru, ngedunk aja jarang2…” atau kurang puas gitu lah dalam nonton basket. bahaha xD
    yah saran aja, buat orang sukses yang suka ama basket, coba bangun usaha pertelevisian gitu, buat channel khusus basket. pasti seru tu :D
    atau buat voting aja, siapa yang setuju basket lebih sering di tayangin ke TV gitu. pastinya kan banyak.

    Reply
    • mainbasket says:

      Setuju! Itulah kekuatan televisi. Ia mampu “meracuni” khalayak. Dulu, penggemar sepak bola berapa banyak sih? Tapi karena televisi, sepak bola meroket. Begitu juga sepak bola kita dalam satu tahun belakang. Ekspos yang jor-joran mampu memengaruhi orang-orang yang awalnya gak ngerti bola jadi pakar semua. Sepak bola yang memang sudah populer, semakin populer. Sekarang, siapa yang gak kenal Irfan Bachdim atau Christian Gonzales?

      Nah, kita kudu cari cara nih biar tv mau melirik basket. Mendatangkan pelatih asing dan profesional adalah ide bagus. Siapa tahu permainan kita makin yahud dan tv makin tertarik :D

      Reply
      • basketAsolole says:

        Basket harus tayang terus baik liputan ato pun
        Siaran game, terbukti saat sponsor rokok angkat
        Basket NBA tahun hebat2nya jordan, sayapun atlet
        Renang dan sepakbola pindah ke Basket, ini sebenarnya
        Cuma sering tayang aja dan itu terjadi di spayol,
        Yg hebat dngan Barca, dan hebatnya ad tim basketnya
        Juga TV barca/realmadrid. Yg menayangkan
        Kehebatan ricky ribio, nah…. Ad ngga oficial resmi
        TV nasional yg nayangin basket. Para pengusaha
        Harus. Di ubah… Agar tayangin tiap hari.. Mari berusaha
        Dan berdoa..agar ad liputan khusus Basket .minimal tiap minggu 1 x
        Amiieennn

        Reply
        • L14y4 says:

          Kalau untuk membangun sebuah stasiun televisi lokal yang hanya khusus menyiarkan basketball saja setiap harinya itu terasa terlalu ‘muluk’ sekalii… Mau tidak mau harus tetap diakui bahwa “Tidak semua orang itu suka basket”, tapi saya tidak menutup kemungkinan jika jumlah penyuka basket dapat semakin banyak…=)
          Tapi kalo ingin membangun stasiun televisi lokal yang khusus di bidang Olahraga itu masih mungkin, karena lebih luas…Selain sepakbola, saya melihat kompetensi internasional badminton dan kompetisi nasional bola Voli juga mulai sering ditayangkan di televisi secara siaran langsung… Jadi yang paling memungkinkan saat ini adalah adanya sebuah stasiun televisi lokal khusus Olahraga.. Dengan demikian si stasiun televisi diharapakan tidak cepat merugi, dan para penggemar olahraga tetap puas dapat nonton pertandingan atau berita di televisi…=)

          Reply
          • BasketAsolole says:

            ya benar, tapi jangan bola sepak mulu….. :))

          • Betank11 says:

            Perasaan sekarang kalau ada tayangan tentang basket di sebuah program acara olahraga itu kayak dapat ‘durian runtuh’. Yang bikin kaget adalah mantan pemain timnas bola basket indonesia,sekarang membawakan sebuah program acara Olahraga sepakbola. Nah,otomatis para penggemarnya yang sebagian besar dari pencinta basketpun jadi menyukai acara tersebut dan menjadikan acara tsb sbgai ajang perkenalan olahraga sepakbola :) itu cuma contoh gimana cara “orang tua” mempopulerkan sepakbola ke para penggemar basket.

            For @L14Y4 sekarang kan udah ada TV khusus sport di Indonesia,dan isinya cuma tayangan pertandingan olahraga yang berlangsung di luar negeri dan yang diikuti oleh negara2 luar. :)

            Kalau ane sih setuju sama pendapat admin yang memperbanyak penonton saat pertandingan berlangsung. dan yang pasti tiketnya (kalau bisa) ga terlalu mahal dan terjangkau sama kantong kalangan menengah kebawah :)

          • mainbasket says:

            Gimme five! Tosss!! :D

  2. LitLit_farrooo says:

    gimana kalau fans, atlet, klub dan semua jajarannya bersatu padu, sering-sering bikin trending topic di twitter pas lagi ada pertandingan atau pun ngga, diskusiin dulu hashtag nya apa, misalnya #BasketIndonesiaOnTV mungkin?

    siapa tau aja kan kalau sering muncul di TT Indonesia atau TT dunia basket indonesia jadi bikin penasaran trus stasiun TV byk yg tertarik deh buat nyiarin, aminnn

    satu saran lagi nih, gimana kalau nbl dikasih sentuhan streetball gitu hehe

    maju terus basket indonesia !! fighting !!

    thx jg bang udah milih usulan ak :)

    Reply
  3. Sesa says:

    Gimana kalo… jadwal pertandingan basket yang diadakan di arena baik yang disiarkan maupun yang tidak, dilaksanakan di atas Magrib. Pertimbangannya adalah, pekerja kantoran (salah satu segmen paying customer) bisa nonton sepulang jam kantor dan kalau disiarkan di tivi bisa jadi alternatif tontonan di malam hari selain sinetron.
    Gue sendiri hanya mencoba membandingkan dengan jadwal NBA yang rata2 dimulai jam 6 sore ke atas kecuali di weekend yang biasanya mulai relatif lebih cepat.
    Semoga bermanfaat

    Reply
  4. vini / yanzu says:

    Menurut saya sih biar basket dipandang Dan tidak dianak tirikan pertama harus bener2 tunjukin ke pemerintah kalo basket prestasinya lebih dari sepak bola [mumpunh Ada Sea Games, kita harus tunjukin bisa dapet medali emas]. Kedua pihak perbasi harus bisa bekerjasama dengan stasiun2 TV yg nama nya Ada. Contoh RCTI, SCTV agar bisa menayangkan bagaimana dunia basket di Indonesia.[nah dari situ kan rakyat Indonesia bisa tau basket Indonesia yg sebenarnya].

    Reply
  5. Muhammad Fahcry says:

    Gampang, suruh sj TV nya Om Aburizal Bakrie untuk tayangkan NBL di dua TV Nasionalnya, TV-One dan ANTV. Kan kita tau kalo anaknya Ardie Bakrie itu pemain basket. Dukungan mereka sudah tampak kok, jadi sponsor utamanya Pelita Jaya dengan perusahaan telekomunikasi Esia nya….

    Reply
    • prizie gratia says:

      iya nih setuju ama pendapat ini, mungkin kalo Ardie Bakrie benerbener cinta ama basket dan melihat ini semua bisa aja dia bilang je bapaknya dan melakukan ini semua :) semakin ada dikit peningkatan deh

      Reply
  6. fariz says:

    mungkin pemasangan pamflet dan banner dijalan kurang. Cuma dibeberapa tempat aja, coba kalo semua tempat diberi banner pasti animo masyarakat akan naik, tapi penempatannya juga harus benar. Iklan di media massa dan media cetak juga penting. Misal sebuah koran harus memberikan halaman khusus basket minimal 2 halaman jika ada peningkatan peminat maka bisa ditambah jumlah halamannya. Untuk media massa juga harus gencar, kalo tv gak mau toh msh ada radio kan. Skrg banyak radio yg mensupport basket. Saat pertandinganpun juga harus ada kejutan, entah saat halftime atau menunggu antrian. Entertainment adalah yg terpenting saat pertandingan atau sebelum pertandingan.

    Reply
  7. yando says:

    Dengan adanya NBL Indonesia bisa diliat perlahan-lahan semakin meningkat peminat bola basket. Tapi itu tidaklah cukup, untuk lebih meningkatkan animo masyarakat pakailah pemain asing bagi semua club, maksimal untuk satu tim 2 pemain. Selain untuk transfer ilmu dan juga untuk meningkatkan mutu pertandingan yg pada akhirnya akan berdampak akan semakin banyak peminat bola basket. Kalo sudah semakin membludak penonton di Hall basket menyaksikan siaran langsungnya, sudah pasti stasiun TV tidak akan diam melihatnya. Untuk penyelenggara NBL cobalah buat road show ke daerah seperti yang pernah dilakukan Almarhum IBL dulu, perkenalkanlah ke daerah-daerah selain pulau Jawa, inilah basket indonesia. Saya jamin 1000 persen hall basket akan di penuhi oleh penonton.

    Reply
  8. @dimaputra says:

    Hmm sulit sih ya untuk mengubah mindset media, krn mereka adalah perusahaan komersil yg terus mencari rating dan share tinggi. Jalannya ya kembali padal org2 yg memang cinta basket dan induk organisasi yaitu perbasi untuk bisa mengangkat derajat Basket Indonesia. Kalo lapangan bola bisa ada di perumahan,desa,kampung,dusun, knapa basket engga? Namun saat lapangan basket dibuat, berat juga untuk menjaganya, contoh di taman menteng, Ring nya sering skali rusak.

    Untuk NBL, coba lihat kembali aturan2nya, aturan NBL semestinya jangan hanya membuat basket maju didalam negeri, tp juga membantu membuat basket kita bersuara di level pro. Contoh: ABL musim kedua SM Britama terseok2 krn pemain terhalang regulasi NBL, ABL musim pertama runner up padahal. Masalah penonton yg hadir di lapangan bukan masalah besar, hall A rame terus seri jakarta, bahkan di big match sampe nyk yg berdiri. Blom ada kesadaran pemerintah untuk membangun infrastruktur basket yg diatas standar (Britama arena, sportsmall itungannya swasta). Maka itu perbasi harus mulai menggadeng sponsor besar utk masalah infrastruktur, jgn ngarep anggaran menpora.

    Tapi secinta apapun kita sama basket dan sebesar apapun hasrat kita mengembangkan basket, perlu diingat, basket bukan budaya besar di Indonesia, jd butuh usaha 2 kali lbh untuk mengembangkannya!

    Reply
  9. mainbasket says:

    Sebenarnya sih masalah meyakinkan stasiun televisinya aja kali yaa? Pada ingat gak, pada tahun 1990-an dan awal 2000-an olahraga tinju nasional juga sempat booming? Beberapa stasiun televisi memiliki program tinjunya masing-masing. Bahkan gelar tinju Indosiar waktu itu sampai tengah malam! Padahal tinju gitu loh? Gak juga akan dimainkan oleh semua anak sekolahan atau kampus. Kebayang kalau semua anak, putra maupun putri main tinju -____-* Beda banget lah sama basket dan bola. Sepak bola saja jarang mau dimainkan oleh pelajar atau mahasiswa putri. Basket lebih mengundang banyak peminat untuk dimainkan.

    Reply
    • Tari Ochien says:

      iya saya aja yg perempuan ogah disuruh main sepak bola. Kenapa??? Karena kalo perempuan main sepak bola itu terlihat maco bgt, takut di ledekin sama temen2 karena terlalu maco. Lebih suka basket karena msh ada sisi feminimnya..

      Reply
  10. Fachri says:

    Mungkin kita cari alternatif lain. Ada baiknya sesama pecinta basket saling membantu. Bukankah di Indonesia banyak sekali “orang kaya” yang membiayai sebuah tim? Nah mungkin dari situ mereka para penyokong dana bekerja sama dengan Perbasi membuat prospek kedepan untuk menyewa atau bahkan memiliki stasiun TV sendiri yang khusus menayangkan bola basket.

    Reply
    • mainbasket says:

      Ide ini keren dan masuk akal. Walau kita tahu bahwa untuk menjalankan ide ini gak akan mudah dan mustahil murah. Atau kita balik aja, Chairul Tanjung (pemilik TransTv) yang kita ajarin cara mencintai basket? :D

      Reply
    • prizie gratia says:

      setuju juga nih kita ajak aja anaknya Abu Rizal Bakrie si Ardie Bakrie dia kan pencita basket dan bapanya kan punya stasiun TV yaitu ANTV supaya membuat program i love basket setiap pagiatau gimana. itu usul gue walaupun gue gak tau cara ngajaknya gimana

      Reply
  11. afif kurniawan says:

    menarik sekali untuk didiskusikan,,
    menurut saya sih, pada dasarnya ada perbedaan mendasar antara sepakbola dan bola basket:
    1. Meski bola basket lebih menarik untuk dimainkan baik itu putra maupun putri di segala umur, namun pada level masyarakat tertentu masih ada anggapan bola basket susah sekali dimainkaan, peraturannya ‘njlimet’, lagian harus ada ring untuk bermain. Bandingkan dengan sepakbola yang hanya butuh… kaki dan bola untuk ditendang :D
    2. Kemudian kepercayaan stasiun televisi terhadap penyiaran. Pada era Kobatama dan IBL, sempet bergairah dan ‘lumayan’ hidup, namun gak konsisten, pasang surutnya kerasa banget.. Mungkin, sekali lagi mungkin inilah yang membuat stasiun televisi memilih melihat perkembangan dulu, mereka takut dan beranggapan jangan-jangan nanti jadinya seperti dulu lagi.. *semoga tidak*

    2 hal tersebut, rasanya belum mewakili argumen lain, tapi kalo disimpulkan ada satu permasalahan utama yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan.. yaitu: Bola Basket belum sepenuhnya menyentuh seluruh lapisan masyarakat :) . Lalu apa solusinya? Nah ini kan yang sedang kita upayakan saat ini dengan perubahan-perubahan dan sistem kompetisi baik pemula hingga professional..hehe
    Smoga kita insan gilabasket selalu konsisten untuk mewujudkan mimpi merubah basket menjadi anak emas yang bersinar. Dan sinar itu hanya akan menunggu waktu…

    @afifokto

    Reply
    • mainbasket says:

      Tapi dulu di awal 90-an, SCTV gencar memutar pertandingan NBA, lalu Kobatama. Kenapa sekarang gak mau yaa.. Hmm.. *mikir* :D

      Reply
      • afif kurniawan says:

        nah itu… *mikir juga*
        uhm, agak sensitif nih, tapi apakah pengaruh Jawa Pos sebagai media grup berpengaruh terhadap kemauan stasiun tv untuk menyiarkan?
        karna kalo dipikir, mereka pasti keberatan menayangkan demi keuntungan pesaing kan?
        *semakin mikir*

        Reply
        • mainbasket says:

          Bisa jadi. Citra Commissioner NBL Indonesia, Azrul Ananda sebagai orang Jawa Pos mungkin membuat media massa lain enggan ikut memromosikan NBL Indonesia.

          Tapi sebenarnya, kalau mau profesional mah gak ngaruh. Beruntung Azrul memuat berita basket secra rutin di korannya. Seharusnya, dan semoga media lain mau ikutan tanpa melihat kompetisi lainnya :D

          Reply
        • BasketAsolole says:

          kalo ngomongin keuntungan ya semua sama, siapa aja mikirin keuntungan. karena masalah makanan setiap hari. (pegawainya) nah … seharusnya DBL membuka semua dan ngga menguasai medianya sendiri. jadi masalah sponsor kan bisa jadi bukan koran. tapi yang lain itu bakalan bisa. dan iklan yang di kemas oleh stasiun TV kan bisa d jual lagi. hayo… *malah semakin mikir

          Reply
  12. Rahmad Noor Natsir says:

    masukan basketIndonesia menjadi salah satu calon “New 7 Wonders” :)

    Reply
  13. Randi_I says:

    Kebanyakan orang – orang menganggap basket itu adalah permainan yg susah untuk dimainkan, dengan peraturan – peraturannya yang susah d pahami. Dibandingkan dengan sepakbola yang yg secara permainan dan peraturan yg lebih gampang.

    Untuk menaikkan rating basket dari anak tiri menjadi anak emas itu pun basket indonesia harus bisa menunjukkan prestasi nya. Tidak hanya d tingkat lokal. Tp juga d tingkat yg lebih tinggi. Sebagai contoh seagames ini basket indonesia harus bisa menujukkan prestasinya. Dengan begitu media televisi pun tertarik untuk mulai menayangkan nya.

    Media televisi hanya mau menayangkan apa yg bisa d jual ke masyarakat. Seperti yang d bahas d atassepakbola d anak emas kan karena sepak bola indonesia sudah mulai membaik, begitu pun dengan tinju sempat d anakemaskan dengan adanya petinju – petinju indonesia yang berprestasi d pentas internasional, bahkan bulutangkis pun sempat menjadi pusat perhatian.

    Reply
  14. Anton says:

    Hmm agak-gak susuh nih bro. Tapi kalo mau basket indonesia lebih banyak ditayangin di TV hal pertama yang harus dilakukan:

    1. Mendatangkan pemain asing dalam NBL, karena terbukti KOBATAMA awal” disiarkan di TV karena dari situ TV dapat menjual sesuatu ke penonton. Permainan yang menghibur. Bukan berarti pemain” lokal tidak menghibur, tapi dengan adanya pemain asing permainan akan lebih menghibur dan apa yang dijual oleh TV adalah “entertainment sport”

    2. Pemerintah juga harus memperbaiki infrastruktur cabang basket terutama, karena seperti kita tahu sangat minim sekali lapangan basket di indonesia, coba bandingkan dengan amerika yang hampir disetiap sudut pasti ada lapangan basket. Kenapa hal ini harus dilakukan? karena ketika basket ditayangkan di TV maka akan banyak orang yang tertarik unutuk bermain basket dan ketika orang tidak menemukan sarana untuk bermain basket, maka lama kelamaan makin banyak orang yang beralih ke olah raga lain yang fasilitasnya mudah didapat, seperti contoh di indonesia adalah sepak bola. (ini dengan terbukti makin banyak lapangan futsal daripada lapangan basket ). kalo mayoritas masyarakat lebih suka bermain bola ya tentu saja mereka akan lebih suka nonton sepak bola dan alhasil stasiun TV pun akan lebih banyak menayangkan olahraga yg lebih disukai atao dimainkan oleh mayoritas masyarakatnya.

    Reply
  15. kulo seking jogja says:

    eee gimana ya…. emang sih..sepakbola…untuk porsinya…baik/buruknya…pemain smp para pengurusnya… bener-2 bnyak “pembahasannya”..bahkan punya acara sendiri..kayak on* St*p football, de el el.
    gak cuma bola sih….. basket bahkan tersisih dg adanya acara F1 dan MOTOGP. knapa????
    ============================================================================
    Kurang tau ya dg kota lain.. tapi di jogja..dulu wktu jamanya IBL padahal hnya dg iklan mellaui media outdoor.animo yg datang termasuk saya..besar..stadion amongrogo…penuh… padahal tim dari kotanya sendiri..gak punya…ya jadinya terbagi….ada yg dukung garuda, ada yg dukung SM, ada yg dukung aspac.

    DBL…padahal cm tingkat SMA…waktu final..penuh..emang sih…para haddirin-dan hadiratnya adalah orang umum kyk saya, suporternya, dan orang tua pemain yg kemudian ngajak anak-anaknya.. jadi banyak dah….

    Waktu la streetball juga waktu final…. penuh… sampe kalo disana cuma kebagian keliatan ringnya doang…. hehehe.

    Yang mau saya utarakan adalah… media sendiri bisa jadi adalah KORBAN dari masyarakat kita sendiri….. sinetron misalnya… knapa trus muncul..sinetron ini/itu atau apalah…ya karena masyarakat kita banyak yg suka…mau gmana lagi…

    kalo mnurut saya….keliatanya sih cuma baru orang yg “suka ” dg basket aja yg mau nonton acara basket… iya gak… contoh paling klo ajak pacar… kita (yang suka) teriak teriak sendiri….. sang pacar malah tidurrr….karna “BELUM” suka basket.

    saya setuju dg beberapa komentar diatas…..BOLa BASkET BELUM SEPENUHNYA “MENJUAL”.
    karena masyarakat kita “BELUM” suka basket…

    Jadi MARI MEMBUAT ORANG YANG BELUM SUKA DENGAN BASKET UNTUK SUKA, sebagai awalnya. —> ketika banyak yg udah suka —–> banyak yang main (tidak lupa dg dukungan dari pemerintah soal fasilitas, dsb)—–> banyak yg jadi jago……maka tenarlah peminnya—> sifat masa indonesia…kalau ada yg asik pasti pada mau tahu…kemudian kumpul ..rame.. pengin liat jagoan lokalnya beraksi…apalagi membela klub kotanya…wahhh …….
    liat orang tabrakan aja pada rame yg kumpul….. jadi begitulah…

    langkahnya
    buat orang jadi suka – pada main – dan juga pada nonton – rame pada datang, krn jago tadi…baru datang tuh liputan…..ex..ohh ada apa ya rame – rame… oh cuma basket aja kok… kmd liat antusiasme crowdnya dan yg main pada jago dan wah…asik juga nih acara…naiklah ke penyiaran….

    singkatnya…. mulai dari nol sekalian, biar pondasinya kuat….biar kuat mari mulai dari masyrakatnya…… basket untuk rakyat… rakyat suka basket (menjadi bagian dari rakyat)…. televisi suka rakyat…… kemudian baru televisi suka basket.

    NB.
    maaf kalo ada salah kata krn masih mencoba untuk menulis…. bahasanya juga ngaco dan gag intelek sama sekali… hehe. semoga dapat di pahami.

    karena basketball is fu-n :)

    Reply
  16. BasketAsolole says:

    saya rasa NBL sudah baik, karena cuma cara mengemas jadwal pertandingan saja, pasti stasiun tv bisa di tayangkan dan harus ada liputan tiap minggu perkembangan basket nasional yang di sisipin basket international. masa” kita harus ikutin tulisan @maibasket terus, minimal tulisannya adalah sisi lain dari media. heheheh …

    Reply
  17. Adon #12 says:

    Ada bbrp ide bro:
    1. Fenomena Toba Dream.
    Ada yg pernah liat stiker Toba Dream di mobil2 Jakarta? stiker tsb adalah strategi Toba Dream, restoran (Lapo) adat Batak yang dimiliki Vicky Sianipar (musisi nasional) dimana setiap mobil yg parkir di restonya langsung ditempeli stiker itu. strategi “hint the code” itu cukup menarik perhatian banyak org dan membuat penasaran sehingga tertempel di benak konsumen, istilahnya Top of Mind. ini bisa dilakukan saat Sea Games di Britama Arena nanti. NBL, sbg institusi profit orientednya basket perlu melakukan promosi tempel stiker yg menarik perhatian. bahkan perlu juga sosialisasi tempel stiker ini sebagai upaya nasionalisme dan kebangkitan basket indonesia pada waktu 5 menit sebelum pertandingan sehingga pecinta basket yg ntn tidak akan copot stiker itu. bayangkan ribuan mobil muter2 seantero Jabodetabek mempromosikan basket Ind. sesuatu banget.

    2. Ngamen Unik
    Anak streetballer ngamen di 7-11. bukan nyanyi tp gaya2 ballhandling yang kewenn. yg nyumbang dikasih stiker dan ajak utk dukung basket Indonesia. ngamen ini pasti menarik perhatian via word of mouth. apalagi kalo diexpose di Kaskus trus jadi HT. pasti sesuatu banget.

    3. Fenomena Blackberry
    ada yg pernah liat iklan bb sebelum thn 2010? gw GA PERNAH. Tp apa yg terjadi? it’s like evbody using BB. kok bisa? padahal beda bb sama smartphone biasa hanyalah bbm saja, yg sebenarnya lebih fleksibel YM or Gtalk. konon bb mulai menjamur krn pengaruh artis sinetron banyak nenteng BB di sinetron maupun infotainment. indirect marketing tp efeknya dahsyat.
    Kita bisa contek gaya ini. package something related to bball and attached it to infotainment. People hate advertisement but adore infotainment. people hate information but love sensation. that’s why Jupe “acting ribut” sama DP krn semata2 promotion film mereka. that’s why Ridho Irama diisukan pacaran sama Chaty Sharron padahal promosi film gak laku Dawai Asrama. (intentionally typo).

    4. Fenomena ABAS Keren Banget pas SMP/SMA
    jaman kuliah, abas pasti jadi perhatian orang. atlit basket sekolah pasti lebih populer dibanding atlet soccer/futsal. lalu kenapa pas dewasa/profesional malah turun? bahkan di level university, abas sudah tidak sepopuler itu. ada grafik degradasi yg perlu dianalisa. sangat perlu dianalisa.
    however, kita perlu angkat fenomena ABAS jaman sekolah itu. Tradisikan fenomena itu. Bikin film remaja cinta anak basket. cast by Mario Lawalata, Kelly Purwanto, sekalian Nate Robinson. pasti HEBOHH. AADC sangat melekat di Ind karena mengangkat segmen paling influentif di Indo yaitu remaja. Ada basket di situ namun ga dapet exposurenya. why? krn yg maen creepy. cetek. coba disempilin streetballin or dunk-nya Nate Robinson, apa iya ga jadi perhatian dunia??

    semoga bermanfaat.
    Adon

    Reply
    • basketAsolole says:

      Mantap, bisa juga sinetron ad anak basket dan angkat cerita basket kayak
      Sinetron korea. Trus ato OVJ. Yg lagi trend cerita basket ato bintang tamu basket
      Kan bisa juga. Kalo ngamen tuh bisa juga, cek temen2 baller yang ngerap
      Dan sebar stiker juga bikin komik basket.. Mantep boss ando :D

      Reply
  18. Kevin says:

    Kalo biar penonton di GOR rame, gimana kalo NBL Indonesia ngadain Fans Day setiap serinya?
    Kan bisa menarik penonton tuh, yang awalnya ga tertarik, coba-coba jadi kecanduan nonton NBL :D

    Reply
  19. andoms says:

    Sebenarnya NBL Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk memajukan Basket Indonesia dan bukan tidak mungkin suatu saat akan dilirik oleh pemilik TV.
    Kalau kiblatnya di Amerika mungkin bisa kita bandingkan dengan sepakbola disana. Sepakbola di Amerika juga bisa terbilang anak tiri dibanding NBA, Baseball, dan NFL. Tapi akhir2 ini sepakbola menjadi terkenal semenjak mendatangkan bintang2 Sepakbola seperti Beckham, Thierry Henry, dll. Mungkin langkah ini bisa di coba NBL Indonesia untuk menambah daya tarik sehinggak penonton di arena basket membludak dan TV juga tertarik menyiarkannya.
    Basket akan lebih menarik kalau banyak entertainment-nya khususnya Slam Dunk, harus diakui kemampuan Slam Dunk pemain2 NBA dan gerakan2 fenomenal Jordan, Kobe, Iverson, Magic Johnson dll menambah nilai jual NBA.

    Hidup Basket Indonesia

    Sampai Jumpa di Britama Arena 14-20 November :D

    Reply
  20. adhi says:

    sudah banyak usul agar membuat basket sepopuler sepakbola secara instan, tapi kalo cinta basket ga dimulai sejak dini ya susah. jadi kompetisi basket level SMP bahkan SD harus diperbanyak, karena pasti membawa suporter keluarga. walau nanti belum tentu menjadi pemain pro, mereka bisa menjadi virus cinta basket. hasilnya mungkin baru terlihat 5-10 tahun lagi.

    Reply
  21. Fiermansyah p. says:

    Menurut saya pertandingan yang diselenggarakan harus lebih menghibur dan menegangkan, setiap tim harus meningkatkan kemampuan agar perbadaan tiap tim tidak terlalu jauh, sehingga setiap pertandingan terjadi laga-laga yang sangat seru yang buat penonton ga mau ngelewatin pertandingan tersebut.
    quantitas penonton dan peminta basket juga harus di tingkatkan dengan cara membuat acara yang melibatkan masyarakat yang rutin/suka main basket dan masyarakat yang baru mulai bermain basket.
    publikasi-pun harus di buat secara heboh dan besar agar masyrakat memandang NBL adalah acara yang sangat besar dan pasti seruu.
    namun tentu saja itu butuh dana yang besar :) makanya para fans basket di indonesia belilah produk basket indonesia agar lebih majuu =D

    Reply
  22. E B B E 10 says:

    Beberapa Bulan Lalu saya, teman-teman saya dan salah satu anggota DPRD Jakarta dan juga Ketua Perbasi DKI Jakarta ingin membuat Rangkaian acara untuk kembali memasyarakatkan Bola Basket yang saat ini kalah populer dengan Futsal. Acara-acara tersebut sekaligus menyambut Ulang Tahun Jakarta. Dalam meeting tersebut tercetus beberapa acara :

    1. Basket Mall to Mall, tiap weekend kita akan mengadakan 3on3 untuk umum, antar SMP dan SMA dan 3on3 keluarga. Tiap seminggu sekali kita kita berpindah Mall Mall besar dan sudah bekerja sama dengan salah satu pengembang (Sambil mempromosikan Acara Dribble Basket dari Monas- HI).

    2. Dribble Basket dari Monas-HI bareng dengan Gubernur dan beberapa Artis. Nantinya di HI akan dibangun Lapangan basket 3on3 nanti Pak Fauzi Bowo akan bertanding bersama Artis-Artis trus ada kita sediakan juga lapangan laen tuk bermain.

    3. Kompetisi antar SD, SMP, SMA yang ingin dikemas professional. Nanti akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Tiap bertanding tiap sekolah diharuskan membawa minimal 100 pendukungnya. (intinya mau numbuhin kompetisi kembali seperti HEXOS antar Sekolah ditahun 2001-2004 )

    4. Divisi 1 DKI Jakarta yang ingin dikemas dengan sistem Home Away dan akan ditanyangkan di TV

    Dari keempat agenda tersebut yang berjalan hanya No.3 dan No. 4 itupun tidak sesuai konsep yang kita agendakan. Semua dikarenakan kekurangan sponsor dan dana, tadinya kita ingin membuat seperti DBL dengan Jawa Posnya dan kita mau mengendorse K***AS Media tp urung terjadi juga. Rencana Tahun depan kita ingin kembali mensukseskan aca

    Reply
    • mainbasket says:

      Semoga ntar ide-idenya akhirnya bisa jalan. Basket mall to mall itu keren menurut gw. Tapi keknya sulit juga nyari mall yg ada lapangan basketnya :)

      Reply
      • BasketAsolole says:

        kalo di mall bisa aja? asal mini basket( usia dini) .. dan itu pernah saya ajukan ke mall dan pihak sponsor mau…ternyata hall nya cukup tapi penontonnya yang ngga cukup dan menabarak konter2 toko laennya yang di anggap menutup jalannya rejeki mereka.
        kenapa usia dini.. semakin kita liat org gede basket banyak, maka antusias kita liat yang kecil2 makin asik, nah orang tua yang di mall berfikir bahwa ada sekolah basket bukan hanya SEPAKBOLA! . pernah kami adakan kompetisi minibasket dengan aturan fiba.SERU! dan pernah jadi opening turnament. ide bagus tuh buat E B B E 10

        Reply
      • Irwan says:

        Sekedar informasi, ketum Perbasi Jakarta Muhammad Sanusi A.K.A. Uci adalah pemilik Mall Senayan City. Dia sekarang lagi mau bikin event basket Jakarta Student League & sempet mau ngadain promosi basket mall to mall juga, tapi ga jadi. Saran gw, coba deketin dia deh. Mumpung dia juga mau nyalonin diri jadi wagub Jakarta! Jadi bisa dapetin wawancara & dia bisa dapet promosi kampanye. Sounds fair enough? :p

        Reply
  23. Christy Sibuea says:

    kerjasama dengan institusi pendidikan untuk kasih beasiswa mereka yang punya prestasi di bidang olah raga dalam hal ini basket. misalnya, pertandingan antar SMA atau NBL dengan hadiah beasiswa kuliah/sekolah untuk tim yang menang. heboh dan menyenangkannya basket ditambah dengan pentingnya pendidikan mungkin bisa jadi salah satu point tersendiri buat anak tiri ini jadi anak emas…

    plus! jangan males langkahkan kaki ke gor2 terdekat atau pertandingan2 yang diadain di kota masing2. bikin “keributan” yang positif di situ, dijamin orang bakal penasaran dan pengen tahu. jangan cuman teriak2 di twitter minta pertandingan basket disiarin di tv aja :p

    Reply
    • mainbasket says:

      Aha! Beasiswa! Cemerlang juga nih.. Walau sebenarnya rata-rata tim basket NBL Indonesia melakukannya, tapi sepertinya belum banyak yang tahu deh..

      Ntar kapan-kapan insyaAllah nulis tentang ini ah.. :D

      Reply
  24. Janeman says:

    saya coba mengutarakan ide saya tentang bagaimana caranya bisa membuat penonton memenuhi GOR. tidak bermaksud copy paste, tapi strategi replikasi memang dibutuhkan. contohnya starbuck atau KFC..kita liat aja gerai mereka, meski dengan harga yang cukup “mahal” buat ukuran orang indonesia tapi tetap saja rame pengunjung, berarti pengunjung bisa menikmati suasana dan citarasa kopi/ayam yang disediakan starbuck/KFC. dan disemua gerai yang dimiliki kedua franchise ini melakukan cara-cara yang nyaris sama menarik pengunjung.

    saya juga ingin mencontohkan bagaimana stadion Kanjuruhan Malang kandang Arema bisa selalu penuh penonton, meskipun arema sebenarnya sudah punya fans fanatik tapi penyelenggara tetap harus memutar otak dengan mengadakan Dooprize sepeda motor untuk penonton pada setiap pertandingan homenya, dan ini belom dilakukan oleh tim-tim sepakbola lainnya. nah kebetulan Arema waktu itu sama-sama disponsori Honda.

    orang-orang indonesia suka ngelawak dan juga butuh hiburan yang bisa bikin tertawa, buktinya OVJ bisa dapet rating bagus. bagaimana jika setiap seri ada lawakan/parodi dari pelawak2 terkenal…

    menurunkan harga tiket ; saya pikir strategi ini tetap masih masuk akal, karena saya pernah menggunakan tiket diskon yang bisa didownload di mainbasket.wordpress.com dan kemudian mengajak teman-teman kampus untuk menonton pertandingan di solo..:)

    Bagaimana jika NBL bisa membuat pertandingan basket menjadi lebih dinamis, sehingga pemain bisa menunjukan aksi-aksi individunya, dan tidak kaku. asal ga kaya streetball menurunkan tinggi ring basket supaya bisa ngedunk2..hehehehehe.

    Reply
    • mainbasket says:

      Analogi dengan membandingkan dengan KFC dan Starbucks bagus. Tinggal kita nyari strategi apa yang mirip itu yang bisa dijalankan di NBL Indonesia.. Hmm.. *masihmikir* :)

      Reply
  25. putipute says:

    Mungkin karena di Indonesia belum adanya stasiun yang menyiarkan KHUSUS olahraga saja. Bukan mengarah untuk bola SAJA / badminton SAJA, tapi mencakup semua cabang olahraga. Perlu kerjasama dari Mentri Olahraga, pengusaha tv swasta, untuk menjadikan ini menjadi suatu realita. Kenapa bola lebih di emas kan daripada olahraga lain. Bola bisa dimainin dimana aja, murah, makanya dibilang merakyat. Tapi untuk main basket, harus ada ringnya. kalo yang niat main si bakal bela-belain. Kenapa stasiun tv lebih berlomba – lomba menyiarkan game bola ketimbang basket. Mereka masih mementingkan rating yang tinggi, duit.. duit.. ya ga jauh – jauh dari duit. makanya banyak perusahaan yang sponsorin, berlomba – lomba bahkan. Kalo saran gue, kalo emang bener – bener mau basket dijadiin “mendekati” hati masyarakat khususnya di bidang pertelevisian…. dari mentri olahraga, perbasi, club, fans semuanya harus ikut andil. Buat sesuatu yang menarik, bisa tuh masukin band / penyanyi / undang artis buat main bareng ( games ), ga usah keluarin banyak duit buat entertain penonton. Simple kok, buat basket lebih berwarna, banyakin dunk ( buat kontes ) ya intinya buat lebih menarik lah, jangan plain.. Tiup peluit – dance – tiup peluit – mc ngomong – games – tiup peluit. Mungkin #SeaGames2011 bisa membantu mewujudkan realita itu. Maju terus perbasketan Indonesia. Salam Olahraga!

    Reply
  26. uki says:

    kenapa ga pake promosi pake media iklan? Jadi mungkin tiap tim bisa lobi sponsornya biar para pemainnya bisa tayang di iklan produknya (ex: nuvo iklan pake pemain cls, speedy pake pemain garuda) atau sponsor nbl (tahun kemarin chevrolet sempat pake bintang basket), mungkin dgn seringnya wajah2 (ganteng) basket muncul, masyarakat jd penasaran jg terutama para cewek.. :))

    Reply
  27. BasketballNeverStops says:

    Saran saya buat @Mainbasket :
    Menurut penilaian saya Anda sudah bagus dalam menyebarkan berita-berita tentang basket terutama basket Indonesia. Saya pikir Anda merupakan perintis dan ujung tombak serta sosok yang sangat penting di “dunia perbasketan” dalam dunia maya. Karena saya rasa orang-orang yang suka basket di Indonesia (yg punya akun twitter) kebanyakan follow twitter Anda dan mengikuti berita basket lewat situs ini. Untuk itu saya punya saran buat Anda,antara lain :
    a). Saya pikir Anda harus mengajak “pejuang-pejuang” basket yang lain di dunia maya untuk bersama-sama ber sinergi dalam menyebarkan “virus-virus” basket di dunia maya (twitter atau pun web).Mungkin Anda tidak tau kalo banyak juga akun-akun di twitter di Indonesia yang membahas tentang soal basket,seperti @ngobrolnba yang membahas tentang NBA,@ilovebaskett yang banyak ngasih quotes ttg basket,dan masih banyak lainnya (@baskethidupgue,@baskethidusaya,@basketsportku,dll).
    b). Tolong stop! membahas tentang sepakbola,terutama di twitter Anda. Kenapa? Pertama karena akun Anda adalah @mainbasket dan kebanyakan orang yang follow Anda adalah orang-orang yang suka basket. Bukankah Anda seharusnya menyebarkan “virus-virus” basket bukannya sepakbola,terlebih lagi followers Anda kan mau ngikutin perkembangan basket. Dan kedua,saya rasa sepakbola sudah mendapatkan publikasi yang gila-gilaan dari beberapa media. Dan di twitter juga banyak yang sudah membahasnya. Jadi seharusnya @mainbasket lebih konsisten aja lah dalam membahas tentang “main basket”. :)
    Semangat ya dalam mengembangkan dan memajukan basket di dunia maya. Anda juga punya pengaruh yang besar lho buat pecinta-pecinta basket di Indonesia.

    #BasketballNeverStops

    Reply
  28. BasketballNeverStops says:

    Saran saya buat NBL Indonesia :
    Saya sangat bangga,dengan segala keterbatasan yang ada NBL Indonesia mampu melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menyelenggarakan kompetisi utama bola basket di Indonesia ini. Kita semua sepatutnya berterima kasih dan terus mendukung mereka karena mereka secara nyata telah bekerja luar biasa untuk bola basket Indonesia sehingga mampu mengangkat kompetisi kita dari keterpurukan dan membuatnya jauh lebih baik.
    Saya merupakan salah satu orang yanng sangat fanatik sama olahraga bola basket. Saya mempunyai saran untuk NBL Indonesia,yaitu :
    1). Tolong buat Ikon baru buat Basket Indonesia
    Seperti kita tahu sosok “ikon” buat industri olahraga sangatlah penting. Dulu basket pernah “booming” di Indonesia karena apa? Saya pikir sosok seorang Michael Jordan berkontribusi besar dalam demam basket waktu itu. Semua orang tau Michael Jordan,bahkan di dunia sekalipun. Contoh lain di olahraga golf misalnya. Siapa sih yang tidak kenal samaTiger Woods,pasti semua orang tau dia. Tetapi semenjak dia terkena kasus perselingkuhan dan sempat membuatnya berhenti main golf seakan-akan gak ada lagi berita tentang golf lagi di tv.
    2). Merchandising via on line
    Setiap ada laga NBL di setiap serinya,misal waktu seri Bandung pasti ada toko merchandise dari pihak NBL yang menjual barang-barang seperti jersey,baju,kaos kaki,dll. Kalau kita tidak menonton secara langsung maka kita susah untuk mendapatkanya,karena NBLstore buka pas ada seri saja. Barangkali kalau di Surabaya mudah karena di sana ada toko yang tetap yaitu di graha pena. Oleh karena itu menurut saya kalau pihak NBL bisa menjual merchandise secara on line akan sangat bagus karena saya rasa peminatnya tidak sedikit. Ya seperti NBA lah,ada NBA store nya. hehe.
    3). Tolong adakan laga eksebisi seperti NBL All Stars di berbagai kota. Ini penting untuk mempromosikan kompetisi NBL sendiri serta untuk memperkenalkan para pemainnya agar lebih dekat dengan para penonton dan fans-fans setia. Saya ingat sekali dulu pas masih bernama IBL,saya menonton acara IBL All Stars yang diadakan di Jogjakarta dan yang notnon penuh sekali,padahal bisa dikatakan promosinya cuman seadanya dan pemain yang berpartisipasi juga bukanlah pemain-pemain bintang di tim nya karena waktu itu pas sea games 2007. Atau juga mungkin seperti Philipines yang berani mendatangkan pemain-pemain kelas NBA (yang masih aktif bermain) untuk eksebisi lawan pemain NBL tetapi tentunya kalau ini biayanya pasti sangat mahal.
    Mungkin itu dulu sumbang saran saya buat pihak NBL Indonesia. Semoga bermanfaat. :)

    #BasketballNeverStops

    Reply
  29. Irwan says:

    Kalo menurut gw Indonesia harus memiliki Icon Bola basket itu sendiri, untuk itu para atlet basket Profesional Indonesia harus memiliki kemampuan public speaking yang bagus & menarik, terutama bintang-bintang nya. Sayang kan kalo pemain seperti Rony Gunawan yang berpotensi menjadi magnet buat menjaring fans basket yang baru, pada saat diwawancara logat Jawa (medok) nya masih kental & terlihat kaku di depan kamera. Selama ini sih Denny baru baru Denny Sumargo yang bisa diacungi jempol dalam hal Branding. Coba pikir deh, berapa fans yang awalnya nggak suka basket sama sekali, tapi semenjak tau Denny Sumargo, mereka tiba2 menggilai basket? Yup, kemampuan public speaking & Branding itu lah yang harus dimiliki bintang-bintang bola basket Indonesia. Dan 1 poin lagi, bola basket HARUS menjangkau pelosok-pelosok daerah, caranya dengan membangun lapang basket. (Half court) di daerah pelosok, demi membangun animo masyarakat terhadap bola basket! Jangan bikin full court, karena akan berakhir menjadi tempat futsal. Thanks!

    Reply
  30. syahril says:

    menurut gw basket Indonesia udah lumayan maju sekarang namun kurang publikasi dari Televisi buat nayangin acara basket.
    sehingga keberadaan basket di indonesia bisa di akui di tengah masyarakat Indonesia.
    Terus buat liga yang semenarik mungkin sehingga banyak org yang rela untuk datang dan menonton basket labgsung ke GOR.
    THANKS

    Reply
  31. arin says:

    well, seperti comment yang lain, sebenarnya dalam pelaksanaannya ental DBL, NBL, or IBL pada jaman dahulu kala sudah bagus banget lah.. gor sering penuh.. fans fanatik juga banyak (coba leat pertandingan garuda di bandung ato CLS knights di Sby), mungkin yang kurang adalah promosinya. seperti bagaimana menjual histeria di dalam gor itu menjadi sebuah trend yang bahkan orang awam pun penasaran dengan basket.

    cara ekstrim nya kayak yang pernah gw alami. sebelumnya temen2 gw ga tau tentang basket indonesia, namun setelah salah satu pemain basket ada yang masuk infotainment gara2 gosip deket sama artis A or artis B, mereka jadi tahu, ow, ternyata ada pemain basket dan liga profesional di tanah air.

    bandingkan dengan cabang olahraga laen. satu minggu sebelum bertanduing aja berita, liputan, bahkan iklan nya sudah wara wiri. bAhkan sudah menembus level infotaimnent (kaga ngerti juga kenapa siaran berita ttg artis jg mau nyiarin atlit). siaran tunda pun dibela2in deh. bahkan sinetron yang biasaestafet mpe malam juga rela tersingkir.

    jadi bagaiman kita sebagai fans dan panitia penyelenggara bisa membuat kompetisi basket level apapun menjadi sebuah trend yang bikin masyarakat lain penasaran. apalagi dengan modal prestasi basket di kancah ASIA.. seperti FIBA, SEABA, dll dalam segala usia. jika saja ada pemerhati basket yang bisa secara rutin menayangkan liputan tentang basket maka mungkin pamor basket pun bisa menanjak.

    *AKU KSATRIA BASKET!!!

    Reply
  32. Dr. Dre says:

    Pendapat dari saya:

    1). Perbanyak akses dan informasi mengenai basket di tanah air. Website ini sudah cukup bagus untuk menjadi ‘portal’ basket di Indonesia. Bisa ditambahkan modul berisi agenda aktivitas basket di seluruh nusantara; jadi kita gampang untuk mengetahui dan bisa hadir dalam acara tersebut.

    2). Perbanyak agenda basket: lokal, nasional, regional, internasional. Ini perlu adanya sinergi antara pihak swasta dan PERBASI.

    3). Perbanyak lapangan basket untuk menumbuhkan komunitas basket.

    Reply
  33. dian says:

    Saya baca ulasan temen2 diatas bagus2 .. cuman ..

    1. pendapat temen2 tersebut lebih banyak menyuruh / menyarankan pihak lain untuk melakukan sesuatu … misal : pemerintah seharusnya melakukan ini … NBL seharusnya melakukan ini .. dll. So, kenapa mesti menyuruh pihak lain ? bagaimana jika temen2 mulai dari diri sendiri, APA YANG BISA SAYA LAKUKAN agar basket bisa naik level dari anak tiri ke anak emas ?

    2. Jika saya pribadi ditanya soal itu, yang bisa saya lakukan SETIAP HARI adalah mere-tweet artikel2 terbaru di internet ke temen2 saya di twitter. Mungkin kecil skalanya (follower saya cuman 200an orang), namun saya merasa bangga bisa BERKONTRIBUSI SECARA LANGSUNG, bukan menyuruh pihak lain (pemerintah, NBL, pemain) melakukan ini itu yang keliatannya bombastis (padahal belon tentu yang disuruh mau dan bersedia melakukan hal tersebut).

    3, Buat temen2 yang bertempat tinggal di jakarta .. berapa banyak dari kalian yang datang langsung ke sport mall, nonton langsung ? Percuma banyak saran, tapi kasi dukungan langsung aja jarang :)

    4. Buat mainbasket sendiri, saya sudah lama ikutin twitter anda. Seperti yang sudah ditulis oleh rekan basketballneverstops diatas, anda kayak pejuang yang berjuang sendiri, sementara ada banyak ‘pejuang’ lain yang bicara basket di twitter tidak anda rangkul. Entah anda tidak tahu, atau pura2 tidak tahu ?

    Reply
    • mainbasket says:

      Maksudnya “di twitter tidak anda rangkul” apa yaa? Sejauh ini, banyak tulisan di mainbasket.com berasal dari teman-teman yang gw kenal justru dari twitter. Semua teman-teman @mainbasket di twitter gw beri kebebasan untuk menulis apa saja yang terkait tentang basket di mainbasket.com. Dan teman-teman yang menulis di mainbasket.com itu sebagian besar belum pernah gw temui secara langsung.

      Rubrik terbaru #HoopsHealth juga berasal dari teman twitter yg gw rangkul (menggunakan bahasamu) untuk memberi kontribusi lebih besar buat teman-teman yang lain :)

      Gw juga menulis di blog teman-teman twitter secara sukarela Dan gw belum pernah bertemu dengan mereka sama sekali!

      Tolong jelaskan sedikit lebih jelas deh poin nomor 4. Siapa tahu gw memang belum paham :)

      Reply
      • dian says:

        Wah, komen gue dibales langsung ni ama bang idan :)

        Maksudnya kayak gini lo bang ..

        Ibarat perang, anda ini jendral, dan para follower anda itu ibarat anak buah anda. Jadi kalo anda bilang uda rangkul sana sini, ya yang gue liat abang rangkul para anak buah anda.

        Maksud saya rangkul yang lain, adalah rangkul ‘para jendral’ yang juga punya sekelompok anak buah juga… misal mas neilson gautama kan punya web juga tuh (basket.sportku.com), nah kenapa kalian dua orang jendral ini kayak jalan sendiri2 ?

        entah ini pendapat saya pribadi / gimana .. kayaknya kalian para ‘jendral’ saling gengsi untuk join satu sama lain :(

        dan sebenarnya banyak juga lo bang yang baru2, kayak @ilovebaskett, atau @baskethidupsaya, @baskethidupgue, @ngobrolnba .. masing2 punya ratusan / ribuan follower. Seandainya diantara kalian bisa saling dukung, pastinya efeknya positif buat basket indonesia.

        Saling dukung kayak gimana ?
        ya, misal yang paling sederhana : ada link dari mainbasket.com ke basket.sportku.com dan sebaliknya

        atau mungkin yang lebih kompleks : mengorganisir temen2 yang mo nonton bareng sea games

        sori kalo terkesan menggurui .. ane cuman anak kuliahan bang :)

        Reply
  34. Fiermansyah p. says:

    Sepertinya kita harus buat sinetron bertema basket. di Korea aja udah dan sedang booming. Yang penting pemerannya ganteng/cantik dan bisa main basket haha :p

    Reply
  35. kokowahyu says:

    IMO, gaung basket nasional saat ini hanya terasa HANYA bila sedang ada event berlangsung, misal NBL. Itupun hanya di “circle” tertentu. Biasanya di kalangan kita saja, para penggemar basket yg ada saat ini.

    Yg mesti dipikirin: gimana caranya menggaet penggemar-penggemar (baca:konsumen) baru. Memperluas “circle” itu. Mereka bakal membuka pangsa pasar baru buat stasiun TV, sekaligus buat penyelenggara liga.

    Caranya? Banyak. Kita hidup di jaman multimedia. Orang joget2 gak jelas aja bisa jadi beken se-Indonesia, masa basket kita nggak bisa.

    Kita bisa meniru langkah AND1 dengan Mixtape nya. Ato NBA dengan Streetseries-nya. People DO enjoy watching “flashy” things. Apalagi buat mereka yang awam. Ujung2nya penasaran, pengen niru, sukur2 rajin latian ato nonton basket.

    Misal untuk tiap season NBL, buat DVD highlight-nya. Ato rekaman training campnya. Ato pake model reality show. Kasih sentuhan2 yg penggemar ga banyak tau, misal gimana suasana di locker room, wawancara eksklusif, ato sneak-peek tentang apalah.

    Trus jual deh. Gratisin kalo perlu, itung2 promosi. Jadi meski NBL aslinya lagi offseason, tapi NBL masi hidup di luar sana.

    Trus pas bikin iklan di TV (ato youTube, etc) tunjukin kalo basket itu sebuah “kehidupan”, bukan cuma sekedar event sesaat. Jangan bikin iklan yg perlunya nampilin jadwal tanding doang.

    Mungkin bisa nyontek konsep NBA jadul dengan kampanye “I Love This Game”-nya. Ato skarang dengan kampanye “Where Amazing Happens”-nya. Ato di sepakbola ada iklan Premier League dengan tayangan tawa dan tangis di lapangan hijau.

    Trus skalian bikin sesuatu yg catchy, out of the box, meski rada ga nyambung. Inget iklan “Hemmatt Beebb”? Ato iklan baru Om Bambang Pamungkas di lapangan tenis? Sebagai konsumen, saya suka banget ngeliat yg model2 gitu.

    CREATE THE BUZZ. Bikin supaya basket banyak dipergunjingkan orang (dalam konteks yg bener). Bikin orang penasaran. Kalo udah gitu, biasanya TV dan sponsor akan dateng dgn sendirinya.

    Promosi emang butuh duit (relatif) banyak. Tapi tanpa promosi, basket ga akan dikenal lebih luas.

    Reply
  36. Nurfikri Pratama (@VikriHolics32) says:

    yg dicari khan minat penonton khan ya…y harga tiket yg lumayan mahal (khususna tuk pelajar n mahasiswa…curcol) …klo ada diskon tuk mahasiswa atau pelajar misal di pertandingan sea Games skrg2,itu akan menjadi lebih baik..yang saya heran ada penonton “bayaran” sea games di arena guna tuk mendukung Indonesia….tapi mereka gak terlalu ngerti basket…dan cenderung “mengotori” dgn kata2 yg bagai supporter sepak bola…pas timnas putri vs thailand ada ratusan ank TK yg nnton…ygg…uuummhhh…sbnerna bagus seh..menumbuhkan cinta basket sejak dini…tp byk guru2na yg cuma duduk ngbrol…shrusna lbh mngjarkan ttg basket yg mereka tonton…krena basket..y lumayan keras khan…dan ketika timnas putra vs malaysia…yg dtg org2 umum…dan lbh sperti bonek drpd pecinta basket…pdhal lebih baik supply tiket2 itu diberikan kepada para pelajar yg memang suka basket dan krg mampu tuk menonton…misal: tim basket suatu sekolah yg kurg mampu…klo cara saya…ketika saya berkesempatan tuk dtg ke arena basket..saya video kan prrtndingan2…bis itu sya share di jejaring2 sosial…Semoga basket Indonesia semakin maju…

    Reply
    • mainbasket says:

      Setuju. Kalau memang mau ngasih tiket gratis, harusnya ke peminat basket atau yang mulai belajar menyukai basket :D

      Reply
  37. Guardian28 says:

    Menurut gw mnding kita ngasi saran ato keluhan ke stasiun tv (nasional) yg menyiarkan liputan “olah raga” (tapi isinya sepak bola tok!) lewat twitter ato email, karena semakin banyak tulisan tentang basket yg masuk lewat media tersebut pasti tim redaksinya lama kelamaan akan menanggapi dan berusaha meliput event basket yang ada ato mengangkat topic tentang basket (HARUSNYA).
    karena acara tv itu kan kebanyakan ada karena banyak permintaan masyarakat.

    Jadi temen” mari kita mulai mention ke acc twitter acara olah raga di tv dan jangan lupa tulis email buat mengurangi porsi liputan sepak bola. cheers..

    Reply
  38. dina.silvia says:

    untuk prkenalan,knpa g atlet basket nya sendri yang memperkenalkan basket secara langsung..
    lebih dkat dgan masyarakat luas..
    apalagi saat ini bsket mulai diminati di Indonesia,terutama dikalangan ank sekola..
    manfaatkan segala kesempatan yang ada..

    Reply
  39. Meidya Sekar Ayu says:

    mungkin saya bisa dikatakan tidak memberikan usul apapun. saya adalah murid kelas 9 dari salah satu SMP negeri di surabaya. saya sangat menyadari dianak tirikannya basket dari pertamakali mengikuti ekstra basket di sekolah. di sekolah saya, “Pencak Silat” lah yang di unggulkan.

    1. sekolah kami mempunyai 2 buah ring basket. namun cat lapangan hanya untuk futsal saja. lapangan basket tidak di berikan garis-garis atau penanda lapangan basket.
    2. kami mengumpulkan sendiri pemain basket kami, bermula hanya dari 5 orang. hingga berkembang baik sampai sekarang. mencari pelatih sendiri, mengumpulkan uang untuk beli kostum sendiri. pelatih basket di sekolah pun hanyalah guru olahraga.
    3. Kami sudah pernah mengajukan pada kepala sekolah untuk mengikuti DBL. kepala sekolah sudah mengatakan bahwa akan mendukung. namun sampai sekarangpun, sekolah kami belum sama sekali mengikuti DBL.

    dari 3 diatas, yang hanya dalam lingkungan kecil sebuah sekolah saja, sudah di anak tirikan. bahkan tak jarang anak-anak dari ekstra yang lain seperti futsal, pencak silat, dan anak anak nakal pun mengolok-olok tim basket kami. maka saya sendiri tak heran bila basket indonesia sendiri juga di anak tirikan.

    mungkin, hal-hal untuk menjadikan basket indonesia menjadi anak emas juga bisa di mulai dengan hal-hal kecil seperti diatas, memperbanyak event-event basket yang menarik, dan juga bersifat mengenalkan basket kepada masyarakat.

    Reply
  40. hendra oriatna says:

    di sekolah saya yang dikasih dana cuma eskul sepak bola aja latihan aja kami numpang ama sekolah lain awalnya anggota tim kami cuma 3 sekarang 23
    padahal eskul futsal dan sepakbola ga pernah ngasih secuil
    kemenangan di tiap pertandingan
    alasannya ga kompak padahal kostum udah punya
    sementara anak basket kostum cuma ada 8 itu juga hasil patungan anak anak basket
    dab kotum penuh keringet itu digilir ke 23 anak
    parah kan
    ya saya mohon untuk stasiun tv taayangin basket lebih banyak biar guru guru saya nonton dan kasih dukungan untuk atlit sekolah

    Reply
  41. ricky rubio says:

    misi ni bro ane cuma maw nanya sama bro semua gmn cra dpt sponsor bwat lapangan d kampus ane??soalnya basket d kampus ane dahvakum lama bngt, thx nih sblm nya

    Reply
  42. Derrick says:

    Bola basket dari tahun ke tahun semakin diminati oleh masyarakat Indonesia.Mulai dari tahun 2008 sampai tahun 2012 ini bola basket semakin menjadi anak emas,walaupun masih jauh dari sepak bola.Kita tau bahwa Indonesia zaman dahulu memiliki se gudang prestasi di olahraga Basket,Sepak Bola,dan Badminton.Tapi kita lihat saja kini.Sepak Bola yang di anak emaskan mulai jauh merosot prestasinya.Badminton yang juga di anak emaskan tak jauh menurun prestasinya.Kini lihat basket yang mulai diminati masyarakat justru tidak di pedulikan.Kita harus tau liga sepakbola dan turnamen badminton selalu ditayangkan di televisi.Sedangkan bola basket,memang ditayangkan tetapi hanya beberapa pertandingan saja.Kita harus tau dari pemerintah saja tidak mementingkan bola basket.Jika dari pemerintah bola basket di angkat maka penyelenggara juga pasti akan mengusahakan yang terbaik juga bagi kita peminat NBL dan bola basket di Indonesia

    Reply
  43. Maurice Aanantatoer Akbar says:

    sepertinya para pemain basket khususnya yang kece-kece baik itu NBL / WNBL harus sering diekspose nih boss tentunya jadi model iklan yg ada sangkut pautnya dengan basket, terus bangkitin lagi acara “tiga puluh menit kedepan” macam boom boom boom BASKET !! yg sempat tayang jamanku SD dl, lumayan tuh bermanfaat banget ada profil, tips n trick, ulasan pertandingan lokal dan interlokal juga SLI, sekarang banyak juga komunitas2 basket yg tumbuh, baik yg basket umum ataupun streetball, banyak sisi unik basket yg menarik untuk ditonton boss,,nah kalau jaringan2 ini sudah terbangun dengan baik baru mungkin langsung bikin aja stasiun khusus misalkan NBL TV mengadopsi NBA TV, jangan takut rugi gak ada yang nonton gan atau rating rendah..jangan kalah sama promotor musik anyar yg berani gambling datengin L’Arc~en~Ciel band dari jepang yg awalnya digadang2 bakal sepi karena pesimis gak ada yg suka L’Arc~en~Ciel tapi nyatanya setelah didatengin malah untung diluar dugaan membludak!! ( maaf agak out of topic tapi ini realita ) nahh sama koq kayak basket, basket itu memang minoritas mungkin, tapi ketahuilah setiap kali ada acara event basket pasti FULL gan !! pasti ruameee !! nah umat basket ini lagi haus boss sama tayangan yg berbau2 basket gitu,,,haus gan sehaus2nya,,coba deh kalo ada yg denger suatu stasiun TV khusus basket, yakin deh pasti RAMEEEEEEEEEEEE!! dari sabang sampai merauke mencari dan menunggu gan !! para penggemar basket ini HAUSSSS !! semangat Basket Indonesia !! Go to REVOLUTION!!! untuk basket yang merakyat dan lebih baik !! INDONESIA BISA !!

    Reply
  44. Adi Priyanto says:

    Majulah Bask Indonesia….

    Reply
  45. Alvin says:

    Pemain Basket kan Ganteng2, Cantik2, Keren2, mulai dari situ dulu jg bisa, menselebritiskan pemain2 :D , pemain basket punya kelebihan dalam selera mode, style, dll…

    How To Make them become an icon, biarkan masyarakat luas lebih tau dulu siapa aja pemain2nya, seperti apa mereka, baru mulai teamnya, dengan bgitu promotor seperti NBL akan sangat terbantu, otomatis bagaimana tinggal mereka mengemas liga nya untuk semakin baik dan semakin baik lagi.

    Azrul Ananda pernah bilang, dikalangan teenager (SMP, SMA, dan Mahasiswa) permainan bolabasket bahkan lebih populer dibanding sepak bola, hal tersebut yang harus di cermati sehingga basket di Indonesia bukan lagi hanya sekedar olahraga permainan dan prestasi, tetapi juga menjadi gaya hidup, trendsetter mode, dll.

    Itu menurut pandangan orang awam seperti saya sih :)

    Reply
  46. JORDAN says:

    kalo NBL ada commercialnya di tv, dengan highlight” play yang keren dari gametime NBL atau WNBL bisa ngaruh gak yah?

    forget about commisioner nbl kita yang dari kalangan media tertentu(jwpost) yang tentu gamau media lain yang keliatan lebih baik dalam memediamassakan sesuatu lebih baik dari mereka..

    nbl itu kan kompetisi basket profesional tertinggi di Indonesia, bukan kompetisi yang dimaksudkan untuk mengangkat nama salah satu perusahaan tertentu (baca: jual merek) kayak lomba lomba gambar anak sd, ini kompetisi PROFESIONAL…,
    jadi menurut gw, pihak dbl yang notabene organizernya harus mengenyampingkan brand mereka demi kemajuan basket di Indonesia

    coba kesampingkan ego dan materi demi kemajuan basket di indonesia
    lagian juga kalo basket Indonesia udah jadi anak emas, dbl juga yang paling pertama di inget

    maapin yah agak nyimpang,sekedar pendapat anak sma :))))

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>